Kemarahan Thomas

Setibanya di depan pintu kamar Thomas, Sandra pun menghentikan langkah nya. Ia mematung sambil terus menatap daun pintu yang ada di hadapan nya.

"Aduuuhhh, kok aku jadi deg-degan gini sih. Seharusnya kan aku senang, karena berkesempatan untuk berdekatan dengan Thomas? Tapi, kenapa sekarang aku jadi gelisah begini?" gumam Sandra sembari menggigit bibir bawah nya.

Sandra terlihat ragu untuk menemui Thomas. Nyali nya langsung menciut ketika hendak berhadapan langsung dengan lelaki idaman nya itu.

"Apa sebaiknya aku mundur saja ya?"

Sandra mondar-mandir di depan kamar Thomas. Ia tidak memiliki nyali untuk mengetuk pintu yang ada di depan nya.

Setelah beberapa saat berpikir keras, akhirnya Sandra pun memantapkan hati untuk terus maju mewujudkan impian nya.

"Kamu harus berani. Semangat Sandra!" gumam Sandra menyemangati diri sendiri.

Sandra merapikan penampilan nya dan mulai mengangkat tangan untuk mengetuk pintu.

Tok tok tok...

Sepi... Tidak ada suara apa pun dari dalam kamar Thomas. Sandra menghela nafas panjang lalu kembali mengetuk pintu.

Tok tok tok...

"Thomas, apakah kamu ada di dalam?" pekik Sandra.

Tetap sepi... Tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar. Sandra mendengus kesal. Ia bingung harus berbuat apa lagi untuk bisa bertemu dengan Thomas.

"Duuuhhh, ini orang kemana sih? Kok dari tadi sepi-sepi aja, gak ada suara nya?" gumam Sandra kembali mondar-mandir di depan kamar Thomas.

"Apa aku langsung masuk aja ya ke dalam? Siapa tau aja dia ketiduran?" lanjut Sandra menduga-duga.

Setelah beberapa saat menimbang-nimbang, akhirnya Sandra pun memutuskan untuk nyelonong masuk ke dalam, tanpa menunggu persetujuan dari si empunya kamar.

"Mendingan aku masuk aja deh. Dari pada kelamaan berdiri disini, entar malah jamuran lagi, hihihi..."

Sandra mulai memegang kenop pintu dan...

Ceklek...

Pintu pun terbuka lebar. Sandra tersenyum sumringah ketika melihat pemandangan yang sangat indah di atas ranjang.

"Wow, amazing..."

Sandra begitu terpana memandang tubuh atletis Thomas yang terpampang jelas di depan mata nya.

Sandra mulai mendekati tempat pembaringan Thomas dengan wajah berseri-seri.

"Kamu tampan sekali, Thomas. Bentuk tubuh mu, wajah mu, senyuman mu. Ah, aku sampai mabuk kepayang di buat nya," gumam Sandra pelan.

Ia tak henti-henti nya mengagumi sosok Thomas. Sandra berdiri tegak di sebelah ranjang. Ia terus memandangi wajah teduh Thomas yang sedang tertidur pulas.

"Thomas... Kau memang benar-benar lelaki idaman setiap wanita, termasuk aku."

Saat Sandra hendak menyentuh wajah Thomas, tiba-tiba...

"Ada perlu apa kamu datang kesini, HAH?" bentak Thomas dengan suara menggelegar.

Thomas menangkap tangan Sandra yang hampir saja menyentuh wajah nya, lalu menghempaskan nya dengan kasar ke udara.

Thomas segera beranjak dari ranjang, lalu menatap tajam ke arah Sandra. Ia tampak begitu membenci wanita yang ada di hadapannya itu.

"A-aku... Aku..."

Sandra tergagap menjawab bentakan Thomas. Ia tampak begitu ketakutan melihat kemarahan Thomas saat ini.

"Cepat katakan, ada perlu apa kamu masuk ke kamar ku, HAH?"

Lagi... Thomas membentak Sandra dengan wajah memerah. Ia tampak sangat murka dengan perbuatan nekat sahabat istri nya itu.

Degh...

Dada Sandra langsung berdegup kencang. Mata nya berkaca-kaca mendengar bentakan demi bentakan yang keluar dari mulut lelaki pujaan nya.

"Ka-kamu jangan salah paham dulu, Thom! I-ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Sandra gugup.

"A-aku datang kesini karena ingin membicarakan hal penting dengan mu," lanjut Sandra.

"Hal penting apa? Cepat katakan!" tanya Thomas mulai penasaran.

Thomas melipat kedua tangan di atas perut. Ia terus menatap tajam ke arah Sandra dengan mata elang nya.

Glek...

Sandra menelan ludah kasar melihat wajah horor Thomas. Ia memilin-milin ujung dress nya sambil menundukkan kepala.

"Kenapa diam? Ayo, buruan ngomong!" desak Thomas mulai kesal.

Sandra mendongakkan kepala. Ia memberanikan diri untuk menatap wajah bengis Thomas. Sandra menghela nafas berat, kemudian ia pun mulai bersuara...

"Sebenarnya, tadi aku sudah mengetuk pintu. Tapi tidak ada jawaban apa pun dari mu. Maka nya aku langsung nekat masuk kesini," jelas Sandra.

Sandra menjeda kata-kata nya sejenak, kemudian melanjutkan nya kembali. Sementara Thomas, ia tetap mendengar kan pengakuan Sandra dengan wajah sangar.

"Aku ingin bertanya tentang Mira. Apa yang sebenarnya terjadi dengan nya? Kenapa dia menangis seperti itu?" tanya Sandra berpura-pura tidak mengetahui masalah rumah tangga sahabat nya.

"Apa perduli mu?" tanya Thomas ketus.

"Yaaa... Ya karena aku sahabat Mira. Maka nya aku perduli dengan keadaan nya," balas Sandra.

Thomas membuang nafas kasar lalu berjalan ke arah jendela kaca yang berada di sudut ruangan. Ia menatap ke luar jendela dengan pandangan menerawang.

"Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, jangan pernah campuri urusan kami lagi, paham!" tegas Thomas tanpa menoleh pada lawan bicara nya.

Ia tetap fokus menatap pemandangan yang ada di luar jendela kamar. Sandra langsung terkesiap mendengar ketegasan Thomas. Ia tidak menyangka jika lelaki pujaan nya itu akan bersikap demikian kepada nya.

"Kalau sikap Thomas terus begini, gimana aku bisa mengutarakan isi hati ku pada nya?" batin Sandra bingung.

Sandra kembali mematung di tempat. Ia menatap nanar ke arah Thomas yang masih berdiri tegak di depan jendela.

"Thomas, andai saja kau tau isi hati ku saat ini. Apakah kau masih akan bersikap dingin seperti ini dengan ku?" rintih Sandra dalam hati.

Hening... Thomas dan Sandra larut dalam lamunan dan pikiran masing-masing. Beberapa saat kemudian, Sandra pun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya kepada lelaki yang ada di depan nya.

Sandra berjalan perlahan. Ia memeluk tubuh kekar Thomas dari belakang dengan tiba-tiba. Mendapat perlakuan mendadak seperti itu, Thomas pun langsung reflek melepaskan pelukan Sandra.

Bahkan bukan itu saja, Thomas juga menghempaskan kedua tangan Sandra yang melingkar indah di pinggang nya dengan kasar.

PLAK...

"Dasar, wanita gila! Berani-beraninya kau memelukku seperti itu, hah? Mau cari mati kamu ya?" bentak Thomas sembari melayangkan telapak tangan nya ke pipi Sandra.

Mata Sandra langsung berkaca-kaca. Ia memegang sebelah pipi nya yang terasa panas akibat ulah nya sendiri.

"Kanapa kamu tega melakukan hal ini pada ku, Thom? Hiks hiks hiks..."

Akhirnya, tangis Sandra pun pecah. Ia terus memegangi pipi nya sambil meneteskan air mata.

"Kamu tanya kenapa? Apa kamu gak mikir, tentang perbuatan mu barusan, hah?" bentak Thomas lagi.

"Aku melakukan itu, karena aku mencintaimu, Thom."

Thomas membelalakkan mata selebar-lebarnya. Ia tidak pernah menduga jika sahabat istri nya itu ternyata memendam rasa pada nya.

"Memang benar-benar sudah gila kamu, Sandra!" umpat Thomas menggeleng-gelengkan kepala.

Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabat istri nya itu. Sandra tidak bersuara. Ia tetap diam mendengar semua kemarahan Thomas.

"Aku ini suami dari sahabat mu, Sandra. Tega-teganya kamu mengkhianati kepercayaan sahabat mu sendiri. Dimana letak pikiran mu, SANDRAAAA...!" pekik Thomas dengan penuh kebencian.

Praaangg...

Thomas membanting guci berukuran sedang, yang ada di atas meja. Ia sangat emosi mendengar pengakuan Sandra yang sangat tidak masuk akal menurut nya.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

cancer

cancer

lanjut thor

2023-12-28

0

neng ade

neng ade

wah wah .. ga nyangka kan reaksi Thomas seperti itu .. dasar ga tau malu km Sandra ..

2023-12-08

1

Leo

Leo

nekat bener si Sandra 😡

2023-12-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!