"Tidak, bukan siapa-siapa."
Thomas kembali mendudukkan diri, lalu menopang kan satu kaki nya. Ia tetap santai menghadapi kemarahan sang istri.
Sebelum melanjutkan ucapannya, Thomas menyalakan rokok terlebih dahulu. Setelah itu, ia menghembuskan asap nya dengan kasar ke udara.
"Lagian wajar-wajar saja kalau aku selingkuh. Karena apa?" Thomas menjeda kata-kata nya, kemudian menghisap rokok nya kembali.
"Ya, karena sebagai istri kau tidak becus memenuhi kebutuhan batin ku, paham!" jelas Thomas lantang.
Mira mematung di tempat dengan mata membulat. Ia tidak pernah menduga, jika suami yang selama ini menemani hidup nya, tega mengatakan hal yang sangat menyakitkan itu.
"Ja-jadi selama ini dugaan ku benar, Mas. Kamu sudah menduakan cinta ku?" ucap Mira dengan mata berkaca-kaca.
Thomas bungkam. Ia tidak menghiraukan ucapan Mira. Ia terus menghisap rokok yang ada di tangan nya dengan tatapan kosong.
"Mengapa kau tega melakukan hal itu padaku, Mas? Apa salah ku pada mu, hingga kau berubah seperti ini, Mas? Hiks hiks hiks..."
Mira histeris seketika. Ia menangis sejadi-jadinya sambil memukul-mukul bahu Thomas. Hati nya hancur berkeping-keping mendengar pengakuan Thomas yang begitu menyakitkan.
"Kalau kamu tidak bersikap dingin dengan ku, aku pasti tidak akan mencari kehangatan di luar, paham!" tegas Thomas.
Mira menghentikan pukulan nya di bahu Thomas. Tubuh dan kaki nya mendadak lemas. Ia terduduk di sebelah sang suami dengan deraian air mata di kedua pipi nya.
"Asal kau tau ya, Mira. Aku ini lelaki normal. Aku punya hasrat dan nafsu seperti lelaki lain nya. Dan aku juga butuh kehangatan, kemesraan, dan perhatian dari mu."
Thomas menghela nafas dalam-dalam, lalu melanjutkan ucapannya kembali.
"Tapi, apa yang ku dapat selama ini, hah? Kita berdua seperti bukan pasangan suami-isteri, melainkan seperti kakak dan adik yang tinggal dalam satu atap," jelas Thomas mencurahkan uneg-uneg yang selama ini terpendam di hati nya.
"Sikap acuh mu, dingin mu, kurang nya rasa perhatian mu. Itu semua membuat ku MUAK, MIRAAA...!" bentak Thomas dengan suara menggelegar.
Mira kembali menangis pilu mendengar semua keluhan Thomas. Ia membungkuk lalu menenggelamkan wajah di atas pangkuan nya sendiri. Mira benar-benar merasa sangat terpukul atas apa yang sudah terjadi dengan rumah tangga nya.
Huuuu... Huuuu... Huuuu...
Tangis Mira terus saja terdengar, hingga menggema di seluruh sudut rumah bertingkat 1 itu. Thomas tidak memperdulikan tangisan sang istri. Ia tetap cuek sambil terus menghisap rokok nya.
Merasa terganggu dengan suara berisik dari mulut Mira, Thomas pun mendengus kesal dan kembali berceloteh ria...
"Hentikan tangis mu, MIRAAA...!" bentak Thomas geram.
"Percuma saja kau nangis kejer seperti itu, toh semua nya sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, tak ada guna nya kau sesali."
Mira mulai mengangkat kepala dan mengusap air mata dengan punggung tangan nya. Ia menatap sendu ke arah Thomas dengan wajah sembab dan bibir bergetar.
"Lebih baik sekarang, kau perbaiki sikap mu kalau kau masih ingin menjadi istri ku, paham!" tegas Thomas lalu melenggang pergi meninggalkan Mira begitu saja.
Lelaki itu menapaki anak tangga dengan wajah dingin. Ia terus melangkah kan kaki sampai ke dalam kamar. Setelah mengunci pintu, Thomas menjatuhkan diri di atas ranjang.
Lagi... Ia menghela nafas panjang dan mengusap wajah dengan kasar. Ia frustasi menghadapi ujian dan cobaan dalam rumah tangga nya.
"Mira... Kalau seandainya kamu bisa bersikap mesra dan hangat seperti Kartika. Aku pastikan, aku tidak akan pernah berselingkuh dari mu."
Thomas memejamkan mata. Ia membayangkan masa-masa indah saat masih berpacaran dengan Mira, wanita yang saat ini berstatus sebagai istri nya.
"Andai saja kau mau menuruti keinginan ku untuk tidak berjualan, dan hanya mengurusi kebutuhan ku, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi, Mira."
Thomas menyesali perubahan sikap sang istri. Mira yang dulu nya wanita manja dan perhatian, kini berubah acuh dan juga dingin. Itu semua terjadi sejak Mira memutuskan untuk membuka usaha berjualan pakaian dan mulai sibuk dengan dunia nya sendiri.
Thomas sudah berusaha melarang nya, karena tanpa berjualan pakaian pun, Thomas masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Namun, Mira tidak menghiraukan larangan suami nya. Ia tetap kekeuh ingin mewujudkan keinginan nya itu.
Karena merasa lelah hati dan pikiran, akhirnya Thomas pun tertidur pulas di atas ranjang. Masih dengan posisi kaki menjuntai ke bawah, lelaki bertubuh atletis itu pun mulai menjelajah ke alam bawah sadar nya.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Mira masih terus menangis meratapi nasib rumah tangga nya.
"Tega kamu, Mas. Tega... Huuu... Huuu... Huuuu..."
Tangisan Mira terdengar begitu menyayat hati. Ia tidak menyangka jika perubahan sikap nya itu, akan berakibat fatal bagi rumah tangga nya.
Sedang asik meratapi nasib diri, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu beberapa kali. Dengan gerakan malas, Mira pun mulai bangkit dari sofa dan melangkah gontai menuju pintu utama.
Tok tok tok...
"Ya, sebentaaaarrr...!" pekik Mira dengan suara serak.
Ceklek...
Setelah pintu terbuka lebar, tangis Mira pun kembali pecah saat melihat kehadiran sahabat karib nya Sandra.
"Sandraaaaa, Huuuu... Huuu... Huuuu..."
Mira histeris lalu berhambur ke dalam pelukan sahabat nya. Ia kembali meraung-raung dengan deraian air mata yang membasahi pipinya.
"Kamu kenapa, Mir? Apa yang sudah terjadi dengan mu? Kenapa kamu jadi begini? Ayo katakan, Mir! Katakan..." desak Sandra panik.
"Suami ku, San. Suami ku, hiks hiks hiks..." balas Mira terisak.
"Kenapa dengan suami mu, Mira? Kalau ngomong itu yang jelas, jangan sepotong-sepotong begitu!" oceh Sandra tidak sabar.
"Su-suami ku selingkuh, San. Hiks hiks hiks..."
"APAAA...?" pekik Sandra terlonjak kaget.
"Ka-kamu serius, Mir?" tanya Sandra tidak percaya dengan pendengaran nya.
"Iya, aku serius, San. Mas Thomas sudah mengakui nya sendiri kalau dia berselingkuh di belakang ku," jawab Mira jujur.
"Waduuhh, aku kena tikung lagi nih. Kira-kira siapa ya yang menjadi selingkuhan nya Thomas?" batin Sandra berpikir keras.
Sandra terdiam sejenak. Ia sibuk memikirkan siapa wanita yang sudah berhasil menikung nya, dan mendapatkan cinta Thomas.
"San... Sandra... Kok malah bengong sih? Bantu mikir dong!" ucap Mira sembari mengguncang-guncang lengan sahabat nya itu.
Sandra yang sedang asyik berperang dengan isi kepala nya pun langsung tersadar dari lamunannya.
"Eh, iya iya, maaf. Kamu bilang apa tadi, Mir?" tanya Sandra lagi.
"Ck, kamu ini gimana sih, San? Temen lagi kesusahan begini kok malah di cuekin? Bikin tensi ku naik saja," omel Mira kesal.
"Bukan di cuekin, Mira. Aku lagi bingung mikirin masalah mu ini, hehehehe..." bohong Sandra cengar-cengir salah tingkah.
Mira memanyunkan bibir melihat tingkah sahabatnya.
"Jadi gimana nih?" tanya Mira lagi.
"Gimana apa nya?" Sandra berpura-pura lupa.
"Ck, serius lah... Aku tidak lagi ingin bercanda, Sandraaaa..." oceh Mira semakin kesal.
"Iya iya, bawel banget sih nenek sihir satu ini."
Sandra mencubit kedua pipi Mira dengan gemas.
"Kamu tenang aja ya, serahkan urusan ini pada ku. Biar aku yang akan menyelesaikan nya," ucap Sandra tersenyum manis dan merangkul pundak Mira.
Sandra memboyong tubuh Mira masuk ke dalam rumah dan duduk berdampingan di atas sofa.
"Sekarang, suami kamu dimana? Kok gak kelihatan batang hidung nya?" tanya Sandra celingukan kesana-kemari mencari keberadaan Thomas.
"Ada di kamar," jawab Mira lirih.
"Ya sudah, kamu duduk disini dulu ya! Biar aku saja yang akan menasehati suami mu itu," ucap Sandra.
"Ya, baik lah."
Mira mengangguk setuju tanpa menaruh curiga sedikit pun kepada sahabat nya. Setelah mendapat persetujuan dari Mira, Sandra pun tersenyum jahat lalu mulai melangkah naik ke lantai atas.
"Hahahaha... Dasar, perempuan bodoh! Gampang banget di kibulin," sorak Sandra dalam hati sambil terus mengayunkan langkah menuju kamar pribadi Thomas.
🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Leo
sandra edan😒😒
2023-12-07
0
neng ade
Sandra merasa di tikung sm selingkuhan Thomas padahal dia juga mau nikung Mira .. dasar sahabat jahat musuh dlm selimut
2023-12-07
2