Penolakan Mira

Setibanya di rumah, Mira tersenyum simpul melihat mobil Thomas yang sudah terparkir rapi di dalam bagasi. Ia melangkah masuk ke dalam rumah sembari mengucapkan salam...

Ceklek...

"Assalamualaikum," salam nya sembari celingukan kesana-kemari mencari keberadaan Thomas.

"Wa'laikum salam," jawab Thomas yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu.

"Kamu sudah pulang, Mas?" tanya Mira basa-basi.

"Kamu lihat...?" tanya Thomas balik.

"Iya, sudah." Mira mengangguk pelan lalu duduk di sebelah suami nya.

"Kamu dari mana? Kok jam segini baru pulang?" tanya Thomas.

"Dari kios, Mas. Ada kiriman barang yang harus aku survei tadi," bohong Mira.

"Ohhh," Thomas manggut-manggut.

Hening... Pasangan suami-isteri itu saling diam. Thomas memfokuskan pandangan nya ke layar tv yang ada di depan nya. Sedangkan Mira, ia menyandarkan kepala di bahu kekar suami nya dan bergelayut manja di lengan nya.

"Mas, apakah kamu masih mencintai ku?" tanya Mira lirih sembari menggenggam erat tangan Thomas.

Thomas menautkan kedua alis. Ia bingung mendengar pertanyaan yang dilontarkan istri gempal nya itu.

"Ada apa dengan nya? Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu? Apa jangan-jangan dia sudah tau tentang hubungan ku dengan Kartika?" batin Thomas menduga-duga.

"Mas... Mas...!"

Mira mengguncang-guncang lengan suami nya. Thomas yang sedang sibuk dengan isi kepala nya pun langsung tersadar dari lamunannya.

"Eh iya, ada apa, sayang?" tanya Thomas gugup.

"Kok malah bengong sih? Di jawab dong, Mas!" rengek Mira.

"Apa nya yang harus di jawab?" Thomas berpura-pura bingung.

"Ck, kamu ini apa-apaan sih, Mas? Masa gitu aja bisa lupa? Emang nya kamu lagi mikirin apa? Di ajak ngomong serius kok gak nyambung gitu, sebel."

Mira mengoceh panjang. Ia kesal dengan sikap Thomas yang semakin hari semakin linglung.

"Gak ada mikirin apa-apa kok, sayang. Mas lagi capek aja dengan pekerjaan mas," bohong Thomas.

"Beneran...?" Mira ragu dengan ucapan suami nya.

"Iya, beneran. Mas gak bohong," balas Thomas meyakinkan.

Thomas melingkarkan tangan ke pundak Mira, lalu mendekapnya erat. Ia mengecup mesra dahi sang istri, lalu berbisik...

"Sayang, Mas pengen..."

Bulu kuduk Mira meremang seketika, saat mendengar bisikan gaib suami nya.

"Maaf, Mas. Aku tidak bisa melayani mu sekarang," ucap Mira.

"Loh, emang kenapa?" tanya Thomas heran.

"Aku lagi datang bulan. Baru aja tadi pagi dapet nya," jelas Mira.

"Waduuhh, trus gimana dong? Mas lagi pengen banget nih," oceh Thomas kesal karena tidak bisa melampiaskan hasrat nya.

"Yaaa, mau gimana lagi? Tahan aja lah, sampai aku selesai datang bulan," jawab Mira santai.

"Kelamaan, sayaaang..." rengek Thomas.

Mira menghela nafas panjang. Ia bingung memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

"Sayang, gimana dong? Masa kamu tega sih melihat mas tersiksa kayak gini? Tengok nih, si dedek udah minta di manjain!" ucap Thomas seraya menunjuk ke arah bagian inti nya yang sudah berdiri tegak seperti tiang listrik.

Mira membelalakkan mata lebar-lebar, saat melihat benda kesayangan nya sudah menyembul keluar dari sarang nya.

"Ya, habis mau gimana lagi? Aku tidak bisa melayani kamu sekarang, Mas."

Mira tetap kekeuh menolak permintaan suami nya. Ia menelan ludah dengan susah payah sambil terus memandangi benda kesayangan nya itu.

"Hanya ada satu cara," ucap Thomas.

"Apa itu?"

"Buka mulut kamu!" titah Thomas tersenyum nakal.

"APA...?" pekik Mira terkejut.

"Kenapa? Kamu gak mau?" selidik Thomas.

"Gila kamu, Mas. Gak ah, aku gak mau," tolak Mira mentah-mentah.

Mira bangkit dari sofa, lalu melenggang pergi meninggalkan Thomas begitu saja. Ia terus mengayunkan langkah sampai ke dalam kamar dengan perasaan kesal.

"Enak saja dia nyuruh-nyuruh aku melakukan hal menjijikan itu. Ogah banget, hiiiiii..." gerutu Mira bergidik geli membayangkan permintaan nyeleneh Thomas.

Mira mengunci pintu kamar, lalu membaringkan diri di atas ranjang. Sementara itu, Thomas menatap kepergian sang istri dengan wajah memerah. Ia juga tak kalah emosi dengan penolakan Mira.

"Kartika saja mau kalau aku suruh melakukan nya, kenapa kamu yang berstatus sebagai istri sah ku tidak mau?" gumam Thomas heran.

"Aaaggghhh... Gimana aku tidak selingkuh dengan wanita lain, kalau kamu saja tidak mau menuruti keinginan ku?" lanjut Thomas seraya mengacak-acak rambut.

Dengan terpaksa, akhirnya Thomas pun berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dapur. Ia mengambil sabun cair, lalu menuntaskan hasrat nya sendiri dengan jari jemari nya.

"Apes banget nasib ku. Punya istri, tapi masih harus melakukan hal beginian," gerutu nya semakin kesal.

Thomas memainkan jari jemari nya sambil membayangkan tubuh indah Kartika. Ia memejamkan mata lalu mengingat masa-masa indah bersama istri dari sahabat nya itu.

Saat hendak mencapai puncak, Thomas pun memekik kuat sambil menyebut nama Kartika.

"KARTIKAAA..."

Setelah selesai menuntaskan hasrat nya, Thomas kembali duduk di tempat semula. Ia kembali mengingat atas penolakan Mira.

"Awas kau, Mir! Aku akan balas perbuatan mu ini."

"Tidak masalah, kalau kau tidak mau melakukan nya. Masih banyak wanita lain di luaran sana yang mau melakukan hal itu dengan ku, contoh nya Kartika."

Thomas tersenyum miring. Ia kembali membayangkan wajah cantik Kartika yang selalu menggoda hasrat nya. Ia begitu sangat tergila-gila dengan istri sahabat nya itu.

"Kartika... Kau memang wanita sempurna. Aku merindukan mu, Honey. Saaangat merindukan mu," gumam Thomas.

"Kira-kira, dia lagi ngapain ya disana? Lagi makan, tidur, mandi, atau jangan-jangan lagi enak-enak kan sama si Dodi?" ucap Thomas menduga-duga.

"Dari pada penasaran, mendingan aku telpon aja, ah."

Thomas mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Ia mencari kontak Kartika, lalu menghubungi nya.

Tut tut tut...

Panggilan nya tersambung, namun belum ada jawaban dari Kartika. Thomas pun tak patah semangat. Ia terus menghubungi Kartika sampai beberapa kali. Dan akhirnya, Kartika pun menjawab panggilan nya.

"Halo, ada apa?" tanya Kartika.

"Halo, Honey. Kamu lagi ngapain?" balas Thomas basa-basi.

"Baru siap mandi," jawab Kartika dingin.

"Waah, kebetulan sekali. Aku telpon video ya, aku ingin melihat wajah mu," ucap Thomas.

"Jangan, ada mas Dodi di rumah."

Kartika menolak permintaan Thomas dengan nada berbisik.

"Ck, ya sudah lah. Aku tutup saja, bye!" ucap Thomas menutup panggilan dengan wajah masam.

"Huufff, menjengkelkan sekali si Dodi. Ganggu kesenangan ku saja dia," gerutu Thomas seraya meletakkan ponsel nya kembali ke atas meja.

Thomas membaringkan tubuh nya di atas sofa panjang. Ia meletakkan kedua tangan di kepala dan memandang langit-langit ruang tamu. Lelaki tampan itu kembali membayangkan wajah selingkuhan nya dengan wajah merona.

"Kartika... Kartika... Kalau saja kau itu bukan istri dari sahabat ku, pasti sudah aku bawa kabur, trus aku jadikan pendamping hidup ku," gumam nya pelan.

"Siapa yang akan kau jadikan pendamping hidup mu, Mas?" tanya Mira yang tiba-tiba muncul di samping Thomas.

Degh...

"Aduh, mati aku!" batin Thomas panik.

Jantung Thomas berdegup kencang seketika. Ia menoleh ke samping dengan perasaan was-was.

"JAWAB, MAS...!"pekik Mira dengan wajah memerah akibat menahan emosi yang meledak-ledak.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

Leo

Leo

kapok kau Mira 😤

2023-12-07

0

neng ade

neng ade

jawab aja lah wanita lain yg mau melayani menuruti keinginan nya karena si Mira nya selalu menolak dan juga tak pandai mengurus diri nya sendiri .. tapi aku yakin jika Mira mau merubah penampilan nya dia tak kalah cantik dan seksi dari Kartika atau pun Sandra .. kapan tuh si Mira bisa sadar biat make over penampilannya..

2023-12-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!