Keraguan Mira

"Honey, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak suka mendengar isi hati ku ini?" tanya Thomas bingung melihat kebisuan ku.

"Bu-bukan begitu, Thom."

Aku ragu untuk menjelaskan nya kepada selingkuhan ku itu.

"Lah, trus..."

"A-aku bingung harus berkata apa lagi. Kamu kan tau sendiri kalau kita sama-sama sudah memiliki pasangan. Jadi, jangan main hati ya. Cukup saling memberi dan menerima saja," jelas ku panjang lebar.

"Tapi aku mencintaimu y, Kartika. Dan aku ingin memiliki mu seutuhnya. Gimana kalau kita kawin lari saja, kamu mau gak?" usul Thomas.

"APA...? KAWIN LARI...?" pekik ku dengan mulut terbuka.

"Iya, emang nya kenapa? Salah ya?" lanjut Thomas dengan santai nya.

"Gila kamu ya? Aku ini bini orang, Thomas. Dan kamu juga suami orang. Bagaimana perasaan pasangan kita nanti, kalau mereka tau kita kawin lari?" omel ku ketus.

"Yaaa... Gak gimana-gimana sih. Palingan mereka syok dan..."

"Dan membunuh kita berdua," aku memotong ucapan Thomas dengan cepat.

"Gak mungkin, mereka gak mungkin berani membunuh kita, percaya lah!" ucap Thomas.

Aku membuang nafas kasar. Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabat suamiku itu.

"Udah ah, aku mau masuk dulu. Males lama-lama ngomong sama kamu, makin ngelantur aja. Oke, bye."

Aku membuka pintu mobil lalu bergegas melangkah keluar, tanpa menghiraukan Thomas yang masih terbengong di dalam mobil nya.

Thomas terus saja memandangi kepergian ku dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Setelah melihat ku masuk ke dalam rumah, Thomas pun menyalakan mesin kendaraan nya dan berlalu pergi dari pekarangan rumah ku.

"Huufff, akhirnya dia pergi juga."

Aku mengintip kepergian Thomas dari balik jendela. Setelah bayangan Thomas menghilang, aku pun langsung mengunci pintu dan berjalan gontai ke dalam kamar.

Aku duduk termenung di tepi ranjang dengan pandangan lurus menerawang. Aku kembali memikirkan perkataan Thomas yang sungguh tidak masuk akal menurut ku.

"Benar-benar sudah gila tuh orang. Masa iya dia mengajak ku kawin lari?" gumam ku kesal.

"Lama-kelamaan, aku juga bisa ikut-ikutan gila kayak dia."

"Huff, au ah pusing," gerutu ku sembari mengacak-acak rambut.

Aku menjatuhkan diri di atas ranjang, menatap langit-langit kamar. Aku kembali merenung tentang hubungan ku dengan Thomas, selingkuhan sekaligus sahabat suamiku itu.

~ Di Sebuah Kafe ~

"Mira, kamu sudah selidiki belum tentang suami mu itu?" tanya Sandra sembari menyeruput jus mangga di depan nya.

Sandra adalah sahabat karib Mira, istri Thomas. Sandra meminta Mira untuk lebih mengawasi Thomas dan mengikuti kemanapun ia pergi.

Sandra yakin, kalau suami sahabat nya itu ada main hati dengan wanita lain di belakang Mira. Ia berani menyimpulkan demikian, karena ia pernah melihat dengan mata kepala sendiri, kalau mobil Thomas terparkir di depan hotel X.

"Belum," Mira menggeleng pelan.

"Loh, kok belum sih? Emang nya kamu tidak takut, kalau suami mu di rebut wanita lain?" ucap Sandra.

"Yaaa... Ya takut sih," jawab Mira lirih.

"Kalau kamu takut, kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak menyelidiki kebenaran nya?" tambah Sandra.

"Aku bingung, Sandra." Mira menghela nafas dalam-dalam.

"Aku tidak ingin menduga-duga dan berprasangka buruk kepada suami ku, sebelum aku melihat dengan mata kepala ku sendiri."

Mira menatap lurus ke depan. Ia merenung tentang apa yang di katakan sahabat karibnya itu.

"Kamu ini, Mir. Mbok ya jadi istri jangan bego-bego amat kenapa sih? Bikin geregetan saja," sungut Sandra kesal.

Mira tidak menyahut. Ia tetap bungkam sambil mengaduk-aduk minuman yang ada di depan nya.

"Asal kmu tau ya, Mir. Suami kamu itu sudah lah tampan, berduit, trus masih muda lagi. Hampir di bilang lelaki sempurna lah kalau menurut pandangan ku."

Mira tetap bungkam. Ia mendengarkan ocehan sahabat nya yang sedari tadi terus saja mengomeli nya.

"Coba kamu pikir deh, wanita mana yang tidak tergoda dengan lelaki seperti suami mu itu?" omel Sandra ketus.

"Hmmmm, bener juga sih." Mira manggut-manggut membenarkan perkataan sahabat nya.

"Jangan kan wanita lain, aku juga tergoda dengan suami tampan mu itu, Mir," ucap Sandra dalam hati.

Sandra tersenyum miring. Ia merasa lega karena sudah berhasil menghasut pikiran Mira.

Nama : Sandra

Usia : 28 tahun

Status : Sahabat karib Mira.

"Yes, akhirnya Mira percaya juga dengan bualan ku, hahahaha..." batin Sandra girang.

Sandra sengaja mengompori sahabat nya sendiri. Ia tidak rela jika Thomas lelaki yang selama ini menjadi incaran nya itu jatuh ke tangan wanita lain.

"Trus, aku harus gimana dong?" tanya Mira meminta pendapat Sandra.

"Bentar, aku pikir dulu!" balas Sandra.

Mira dan Sandra terdiam sejenak. Mereka berdua sibuk dengan pikiran dan isi kepala masing-masing. Setelah beberapa saat saling bungkam, Sandra pun kembali bersuara...

"NAAAH... Aku tau sekarang," pekik Sandra sembari memukul meja dengan kuat.

"Astaghfirullah, kaget aku!" ucap Mira mengelus dada yang berdegup kencang akibat ulah sahabat nya itu.

"Hehehe... Maaf, Mir. Aku gak sengaja," ucap Sandra terkekeh.

Mira hanya menggeleng-gelengkan kepala, kemudian menyeruput minuman nya kembali.

"Sekarang gini aja, Mir. Gimana kalau mulai saat ini, kamu ikuti kemana pun Thomas pergi. Siapa tau aja kamu bisa memergoki nya langsung, disaat ia sedang berkencan dengan wanita lain?" usul Sandra.

"Trus, gimana dengan jualan ku?" tanya Mira bingung.

"Gampang, serahkan saja urusan jualan mu itu sama karyawan mu. Bereskan...?" tambah Sandra.

"Hmmmm, iya juga sih. Tapi..."

"Udah, gak usah pake tapi-tapian lagi. Kamu lebih memilih yang mana? Kehilangan suami, atau kehilangan omset jualan mu?" lanjut Sandra mulai kesal.

"Yaaa, ya milih dua-duanya sih. Aku tidak ingin kehilangan kedua nya," jawab Mira lirih.

"Huufff, dasar serakah!" umpat Sandra semakin kesal mendengar jawaban Mira.

"Capek ngomong sama orang yang otak nya bebal kayak kamu ini," gerutu Sandra membuang nafas kasar.

Mira tersenyum kecut mendengar ocehan sahabat nya. Ia dilema memikirkan masalah yang sedang melanda rumah tangga nya.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus menuruti saran dari Sandra? Siapa tau aja mas Thomas memang benar-benar selingkuh di belakang ku, seperti yang di katakan Sandra selama ini?" batin Mira ragu.

Sandra tersenyum miring menatap wajah sayu Mira. Ia sangat berharap kalau sahabat nya itu akan terpengaruh dengan semua perkataan nya, dan juga mau menuruti usulan nya.

"Ayo lah, Mir! Turuti semua kata-kata ku. Agar kau dan Thomas berpisah, dan aku lah yang akan menggantikan posisi mu, hahahaha..." ucap Sandra bersorak dalam hati.

Setelah beberapa saat saling berdiam diri, Sandra pun kembali membuka suara...

"Ingat ya, Mir! Jangan sampai kamu menyesal nanti nya, karena tidak mempercayai perkataan ku ini," ucap Sandra dengan penuh peringatan.

"Iya iya, nanti aku pikirkan. Ya sudah, aku pulang dulu ya! Kapan-kapan kita sambung lagi ngobrol nya," balas Mira menyeruput habis minuman nya.

"Hmmmm, oke lah. Aku juga mau pulang, mau istirahat di rumah."

Sandra mengangguk lalu berjalan ke arah meja kasir untuk membayar makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.

Selesai pembayaran, Sandra kembali menemui Mira dan mengajaknya untuk jalan bersama ke parkiran.

"Ayo, kita pulang, Mir!" seru Sandra.

"Oke, yok!"

Mira dan Sandra berjalan beriringan menuju parkiran.

"Kamu mau aku antar, atau mau naik taksi?" tanya Sandra.

"Naik taksi aja," jawab Mira.

"Oh, ya sudah kalau begitu. Aku balek dulu ya, bye!" pamit Sandra sembari membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam nya.

"Oke, bye!" balas Mira tersenyum tipis.

Sandra menyalakan mesin kendaraan nya, lalu mulai melajukan kendaraan roda empat nya itu ke jalan raya.

Setelah kepergian Sandra, tak lama berselang taksi yang di pesan Mira pun muncul di depan nya.

"Sesuai alamat ya, Pak."

Mira masuk ke dalam mobil dan duduk manis di kursi belakang sopir.

"Baik, Bu."

Sang sopir mulai menjalankan kendaraan nya menuju alamat rumah Mira dengan kecepatan sedang.

"Mas, apakah kamu benar-benar sudah menduakan cinta ku, seperti yang di katakan Sandra selama ini?" rintih Mira dalam hati.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

o ternyata si Sandra yg lihat mobil nya Thomas parkir di depan hotel X
dua sengaja cari keributan biar Mira dan Thomas bercerai lalu dia yg akan gantikan posisi Mira sebagai istri nya Thomas .. wah wah mimpi mu ketinggian Sandra

2023-12-07

4

Leo

Leo

sandra pagar makan tanaman 😠

2023-12-07

0

Leo

Leo

sandra pagar makan tanaman 😠

2023-12-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!