Akhirnya Terjadi Juga

Setelah puas mencumbu seluruh tubuh ku, Thomas pun melanjutkan kegiatan panas nya dengan brutal. Ia terus menggempur pertahanan ku sampai berjam-jam lamanya. Hingga membuat ku kewalahan menghadapi hasrat gila nya itu.

Setelah berhasil menyemburkan lahar hangat nya di rahim ku, Thomas pun menyudahi kegiatan nya. Ia menjatuhkan tubuh kekar nya di samping tubuh ku dengan nafas tersengal-sengal.

"Huh, capek nyaaa..." ucap Thomas menghela nafas lega.

Aku tidak menghiraukan ucapan Thomas. Aku bergegas bangkit dari ranjang lalu berlari kecil menuju kamar mandi. Selesai membersihkan seluruh tubuh ku, aku pun kembali duduk di tepi ranjang dengan handuk yang melilit dari dada sampai atas lutut.

"Thom, cepat bersihin itu mu! Entar di rubungi lalat loh," canda ku sembari menunjuk ke arah junior Thomas dengan bibir ku.

"Ngawur aja di rubungi lalat. Hotel bersih begini kok, mana ada lalat nya," sungut Thomas.

Lelaki selingkuhan ku itu mendudukkan diri di sebelah ku, kemudian kan satu tangan nya di pinggang ku. Ia kembali bermanja-manja dengan ku, dan menenggelamkan wajah tampan nya di ceruk leher ku.

"Honey, gimana permainan ku tadi? Apakah kamu merasa puas?" tanya Thomas.

"Yaaa, lumayan lah. 11 12 sama mas Dodi," jawab ku jujur.

"Ah, masa sih?" balas Thomas tidak percaya.

"Iya, serius. Permainan kalian hampir mirip, cuma beda gaya saja. Selebihnya sama," jelas ku.

"Wah, sepertinya aku harus minum jamu nih. Biar tidak kalah saing dengan suami mu," ucap Thomas.

"Tidak perlu, begini saja sudah cukup kok. Kamu tidak usah minum jamu segala, entar malah berabe urusan nya," balas ku.

Thomas terdiam sejenak. Ia seperti nya sedang memikirkan perkataan ku yang benar ada nya. Sedang asyik merenung tentang jamu kuat, tiba-tiba kami berdua dikejutkan dengan suara dering ponsel dari dalam tas ransel milik Thomas.

Kring kring kring...

"Ck, siapa sih itu? Ganggu orang lagi santai saja," gerutu Thomas sembari berjalan ke arah meja lalu merogoh tas ransel nya.

Thomas mematung seketika saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya. Setelah itu, ia pun memandang ke arah ku dengan tatapan aneh.

"Siapa?" tanya ku penasaran.

"Mira," jawab Thomas.

"Angkat saja, siapa tau dia ada perlu dengan mu!" usul ku.

"Emang nya kamu tidak apa-apa, kalau aku menerima telpon dari nya?" tanya Thomas ragu.

"Aku tidak apa-apa kok, angkat saja!" jawab ku tersenyum tipis.

"Hmmmm, oke lah."

Setelah meminta persetujuan ku, Thomas pun langsung menekan aikon hijau lalu menempelkan ponsel itu ke telinga nya.

"Ya halo, Mir. Ada apa?" tanya Thomas ketus.

"Kamu lagi di mana, Mas?" tanya Mira dari seberang sana.

"Lagi di tempat kerja, emang nya kenapa?" bohong Thomas.

"Oh, syukur lah kalau begitu." Mira menghela nafas lega.

Thomas menautkan kedua alis mendengar ucapan istri nya. Ia terus menempelkan ponsel di telinga nya, sambil sesekali melirik ke arah ku.

"Emang nya ada apa sih? Kok kamu kayak lagi khawatir gitu?" selidik Thomas.

"Tidak ada apa-apa kok, Mas. Aku hanya ingin memastikan saja. Soalnya tadi temen aku bilang, kalau dia melihat mobil kamu terparkir di depan hotel X," jawab Mira.

Degh...

Jantung Thomas berhenti berdetak seketika. Mata nya terbelalak lebar dengan mulut terbuka.

"Ja-jangan mudah percaya dengan omongan temen kamu, Mir. Itu semua tidak benar. Aku benar-benar ada di tempat kerja sekarang. Kalau kamu tidak percaya, datang saja kesini!" tutur Thomas berusaha meyakinkan Mira.

"Tidak perlu, Mas. Aku percaya kok sama kamu. Ya sudah, lanjutkan saja kerja nya. Aku juga mau lanjut jualan lagi, assalamualaikum," pamit Mira menutup panggilan nya.

"Oke, Mir. Wa'laikum salam," balas Thomas.

Setelah panggilan terputus, Thomas meletakkan ponsel nya kembali ke dalam ransel. Kemudian ia kembali duduk di sebelah ku dengan wajah gelisah.

"Ada apa, Thom? Kenapa muka mu di tekuk begitu? Apa ada masalah dengan istri mu?" tanya ku penasaran.

"Tidak ada apa-apa kok, Honey. Hanya sedikit salah paham saja," bohong Thomas sembari menyandarkan kepala di bahu ku.

Ia menggenggam erat tangan ku, lalu mengecup nya. Wajah Thomas terlihat muram setelah menerima telpon dari istri sah nya.

"Kamu yakin?" tanya ku tidak percaya.

Thomas membuang nafas kasar. Ia menatap wajah ku dalam-dalam, lalu berkata...

"Ya, aku yakin, Honey." Thomas mengulas senyum

Tidak ingin menambah beban pikiran Thomas, aku pun memutuskan untuk diam dan tidak bertanya apa pun lagi kepada nya.

"Ya sudah, tidak usah di bahas lagi masalah itu. Lebih baik sekarang kita bersenang-senang lagi, habis tu kita pulang," balas Thomas.

"Ya sudah, terserah kamu saja." Aku mengangguk menyetujui permintaan nya.

Setelah mendengar jawaban ku, Thomas pun kembali mencumbui tubuh ku dari atas sampai bawah tanpa ada yang terlewatkan satu inci pun.

Aku pun tak tinggal diam. Aku membalas cumbuan nya itu dengan tak kalah ganas. Hingga akhirnya, kami berdua pun kembali bergumul ria di atas ranjang. Aku dan Thomas saling memberi dan menerima satu sama lain dengan penuh semangat.

Thomas terus saja memacu gerakan nya dengan lincah tanpa mengenal lelah sedikit pun. Dengan tubuh yang sama-sama sudah bermandikan keringat, kami berdua pun mencapai puncak secara bersamaan.

"Ahh, nikmat nya, Honey."

Thomas mengerang saat melakukan pelepasan nya. Begitu pula yang terjadi dengan ku. Aku juga mengerang kuat sambil mencengkram erat punggung Thomas saat mendapatkan pelepasan ku.

Setelah permainan berakhir, aku dan Thomas bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. Setelah selesai, kami berdua pun kembali berpakaian dan merapikan diri masing-masing.

"Terima kasih ya, Honey. Kamu memang benar-benar sangat luar biasa. Aku sampai ketagihan ingin terus melakukan nya dengan mu," ucap Thomas seraya mengecup dahi ku lalu mengeluarkan setumpuk uang dari dalam saku celana nya.

Thomas menyerahkan uang itu ke tangan ku, kemudian membawa tubuhku ke dalam dekapan hangat nya.

Aku melingkarkan kedua tangan di pinggang Thomas dan membalas pelukan nya. Aku menenggelamkan wajah di dada bidang Thomas, lalu menghirup aroma maskulin dari tubuh nya.

"Iya, sama-sama, Thom. Kamu juga sangat luar biasa, hingga membuat ku kelelahan menghadapi permainan mu itu," jawab ku jujur.

"Benar kah?" tanya Thomas seakan-akan tidak percaya dengan perkataan ku.

"Iya beneran, sayang."

Mendengar kata 'sayang' yang keluar dari bibir ku, wajah Thomas pun langsung berbinar seketika. Ia tampak begitu bahagia mendengar kata-kata gombal ku barusan.

"Ah, kamu bisa saja, Honey. Aku jadi malu, hehehehe..." balas Thomas terkekeh lalu mempererat pelukannya.

"Kalau begitu, kapan-kapan kita bisa dong mengulangi nya lagi?" tanya Thomas.

"Bisa, kapan pun kamu mau, aku siap melayani mu," jawab ku mengangguk.

"Yes, aku suka jawaban mu itu." Thomas melebarkan senyum nya dan kembali mendaratkan kecupan mesra di dahi ku.

Aku hanya diam dan menerima apa pun yang di lakukan sahabat suamiku itu.

"Ya sudah, sekarang kita pulang, yok! Kapan ada waktu luang, kita balik kesini lagi," ucap Thomas.

"Oke, yok!" balas ku setuju.

Aku dan Thomas melangkah beriringan keluar dari kamar hotel. Setibanya di parkiran, aku langsung memesan taksi online dari ponsel ku.

Sedangkan Thomas, ia bergegas masuk ke dalam mobil nya sambil celingukan kesana-kemari mengamati keadaan sekitar. Aku melambaikan tangan ketika mobil yang di kendarai Thomas mulai meninggalkan parkiran.

"Bye, Honey."

"Bye, Thom."

Aku tersenyum sambil terus melambaikan tangan ke arah Thomas. Tak butuh waktu lama, taksi yang aku pesan pun tiba di depan ku. Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku pun bergegas masuk ke dalam mobil dan kembali pulang ke rumah.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

wah .. baru juga selingkuh udh ada yg lihat mobil nya Thomas parkir di Hotel X .. untung aja Mira percaya gitu aja sm si Thomas ..

2023-12-06

1

Leo

Leo

next up

2023-12-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!