Telpon Tengah Malam

Mas Dodi memandangi penampilan ku dari atas sampai bawah, persis seperti yang Thomas lakukan tadi. Ia tampak begitu terpana melihat kemolekan tubuh ku yang hanya di balut lingerie hitam transparan.

"Kamu cantik sekali, Sayang."

Mas Dodi memeluk tubuh ku, lalu mendarat kan kecupan-kecupan kilat di wajah dan bibir ku.

"Ah, kamu bisa saja, Mas." Aku tersipu malu mendengar gombalan maut suamiku sendiri.

Mas Dodi mulai menggerayangi tubuh ku sambil terus mencium bibir ranum ku dengan rakus. Hingga membuat ku susah bernafas akibat ulah nya itu.

"Sayang, kita ke kamar yok! Mas ingin memakan mu sekarang," bisik mas Dodi dengan wajah sendu akibat terbakar gairah nya sendiri.

Aku tersenyum lalu mengangguk menyetujui permintaan nya. Setelah melihat anggukan ku, tanpa berkata-kata lagi, mas Dodi pun langsung mengangkat tubuh ku sampai ke dalam kamar.

Aku reflek melingkar kan kedua tangan ku di leher nya, untuk menjaga pertahanan tubuh ku agar tidak terjatuh dari gendongan nya.

Setibanya di kamar, mas Dodi merebahkan tubuh ramping ku ke atas ranjang, kemudian kembali menggerayangi tubuh ku dengan semangat menggebu-gebu.

Sebagai seorang istri, aku pun membalas kegiatan suamiku dengan tak kalah ganas. Setelah melakukan hubungan suami istri selama hampir dua jam, mas Dodi pun menyudahi aksinya.

Masih dengan nafas tersengal-sengal, ia pun mengecup dahi ku sembari berucap...

"Terima kasih ya, sayang. Permainan mu sungguh sangat luar biasa. Mas sampai kewalahan di buatnya," puji mas Dodi.

"Permainan mu juga tak kalah hebat, Mas. Aku sangat menyukai nya," balas ku dengan senyum sumringah.

"Benar kah?" tanya mas Dodi tidak percaya.

"Iya serius, aku gak bohong."

Mas Dodi tersenyum lebar mendengar kejujuran ku. Ia tampak begitu bahagia karena telah berhasil membahagiakan ku, terutama untuk urusan di atas ranjang.

"Alhamdulillah, syukur lah kalau kamu suka dengan pelayanan ku tadi, sayang. Aku senang mendengar nya," ucap mas Dodi girang.

Mas Dodi kembali mendaratkan kecupan mesra di wajah dan bibir ku. Setelah itu, ia pun menjatuhkan tubuh basah nya di sebelah tubuh polos ku, lalu mulai memejamkan mata perlahan.

Masih dengan keadaan sama-sama polos, kami berdua pun mulai beristirahat di atas ranjang dengan posisi telentang.

Merasa sangat kelelahan akibat pertempuran panas barusan, akhirnya aku dan mas Dodi pun langsung tertidur pulas dan masuk ke alam mimpi masing-masing

Sedang asyik-asyiknya menjelajahi alam mimpi, tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara dering ponsel dari atas meja.

Kring kring kring... Kring kring kring...

"Aduuuhhh, siapa sih tengah malam begini telpan-telpon? Ganggu orang aja, hoaamm..." gerutu ku seraya menguap lebar.

Dengan gerakan malas dan mata yang masih tertutup, aku berusaha meraih ponsel yang masih berdering itu, lalu menempelkan nya di telinga.

"Ya halo, ada apa?" tanya ku tanpa melihat nama si penelepon.

"Hai, Honey. Ini aku Thomas. Kamu lagi ngapain sekarang?" tanya Thomas basa-basi.

Mendengar suara lelaki yang tadi sore menggoda ku, mata ku pun langsung terbelalak selebar-lebarnya.

"Tho-Thomas..." gumam ku lirih sembari menutup mulut dengan satu tangan.

"Ya, ini aku. Emang nya kenapa?" tanya Thomas heran.

"Ti-tidak apa-apa," jawab ku gugup sambil sesekali melirik ke arah mas Dodi yang masih setia menutup mata nya.

"Kamu kenapa sih? Kok suara nya kayak lagi ketakutan gitu? Apa suami mu ada di samping mu sekarang?" tebak Thomas.

"Ya, di-dia ada di samping ku sekarang," jawab ku jujur.

Mendengar kegugupan ku, tawa Thomas pun langsung pecah seketika. Ia sangat senang karena sudah berhasil membuat ku mati ketakutan seperti saat ini.

"Hahahaha... Kamu tidak usah takut, Honey. Suami mu tidak akan tahu tentang hubungan kita, percayalah!" ucap Thomas.

"I-iya, aku percaya pada mu. Ta-tapi tetap saja aku takut," balas ku terbata.

Aku terus saja memfokuskan pandangan ku ke arah mas Dodi yang masih tertidur pulas dengan tatapan kosong.

"Biar kamu tidak ketakutan lagi, bagaimana kalau kita bersenang-senang sekarang?" tawar Thomas dari seberang sana.

"Apa...? Bersenang-senang? Sekarang?" pekik ku dengan nada tertahan.

"Iya, emang kenapa? Kamu gak mau ya?" tanya Thomas lagi.

"Gila kamu ya, Thom? Bisa-bisanya kamu mengajak ku bersenang-senang di saat mas Dodi ada di rumah? Dimana akal sehat mu, hah?" omel ku ketus.

"Hehehe, jangan marah-marah gitu dong, Honey. Entar cantik nya hilang loh," canda Thomas terkekeh.

"Bodo," balas ku cuek.

Aku memanyunkan bibir mendengar candaan receh selingkuhan ku itu.

"Ya sudah, kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa. Besok siang temui aku di hotel X. Aku tunggu kehadiran mu disana, oke. Jangan sampai lupa ya. Bye, Honey. Emuaaach..." ucap Thomas menutup panggilan sepihak.

"Ta-tapi, Thom..."

Tut tut tut...

Belum sempat aku menjawab perkataan Thomas, panggilan pun langsung terputus. Aku membanting ponsel itu ke atas bantal dengan perasaan kesal.

"Huuhh, dasar laki-laki gila! Seenak jidat nya saja kalau ngomong. Bikin puyeng kepala ku saja," gerutu ku kesal.

Aku melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 12 malam.

"Dari pada mikirin si Thomas gila itu, mendingan aku molor lagi ah, mumpung masih jam segini," gumam ku sembari menarik selimut lalu memejamkan mata kembali.

Tak lama berselang, aku pun kembali terlelap dan menyambung mimpi yang sempat tertunda, akibat ulah selingkuhan ku Thomas.

🌷 Di kediaman Thomas 🌷

Sementara itu di tempat yang berbeda, Thomas tersenyum-senyum sendiri di dalam kamar nya sambil membayangkan wajah seseorang.

"Kartika... Aku sangat tidak sabar ingin segera menikmati tubuh indah mu itu, sayang."

"Entah kenapa? Kalau mata ini sudah memandang mu, hasrat ku pasti langsung meronta-ronta, Honey."

"Dedek kecil ku juga langsung bangun, kalau sudah berhadapan dengan bukit kembar mu yang gede itu."

Thomas menatap langit-langit kamar dengan wajah berbinar. Ia begitu terpesona dengan kecantikan istri dari sahabat nya itu.

Saking terlena nya dengan khayalan nya, hingga membuat Thomas lupa kalau ada seorang wanita yang sedang tertidur pulas di samping nya, yaitu Mira istri nya sendiri.

Mira adalah seorang wanita bertubuh gempal. Ia tidak pernah telaten untuk merawat wajah dan bentuk tubuh nya. Penampilan nya selalu berantakan dan acak-acakan.

Sangat jauh berbeda jika di bandingkan dengan penampilan Kartika, yang selalu menjaga penampilan serta bentuk tubuh nya.

Dan itu membuat Thomas menjadi muak dan bosan, hingga akhirnya Thomas tergiur dengan kemolekan tubuh istri sahabat sendiri, yang terlihat begitu menggoda hasrat nya.

"Huufff, andai saja si gendut ini bisa secantik Kartika, mungkin aku tidak akan nyeleweng seperti ini," batin Thomas kembali melirik istri gempal nya.

Thomas menghela nafas panjang, lalu membalikkan badan menghadap tembok. Ia mulai memejamkan mata perlahan sambil memeluk guling.

"Kartika... I love you," gumam Thomas lirih.

Beberapa menit kemudian, lelaki itu pun mulai terlelap dan masuk ke alam bawah sadar nya. Sedangkan Mira istri Thomas, ia sudah terlelap dari sore akibat kelelahan berjualan pakaian di pasar.

Saking lelahnya berjualan, hingga terdengar suara dengkuran halus dari hembusan nafas wanita bertubuh gempal itu.

Grr...Grr... Grr...

🌷 Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Waduhhhh.... dikira si Thomas seorang CEO atau pengusaha apa gitu... tapi ternyata istrinya hanya berjualan baju dipasar tohh 🤭

2023-12-20

2

neng ade

neng ade

kasihan Mira landas aja dia tak bisa merawat tubuh dan penampilan nya karena udh kelelahan berjualan pakaian

2023-12-06

0

Leo

Leo

lanjut Thor

2023-12-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!