Andi semakin mengernyitkan keningnya membaca pesan yang dikirimkan Roni itu.
"Kalian baru saja pulang dari berbulan madu. Memangnya ada masalah apa?" tanya Andi setelah membaca pesan yang dikirimkan Roni padanya.
Roni kembali mengetik di handphonenya menceritakan semuanya pada Andi. Tentang awal mula dirinya bertemu Vivi, hingga akhirnya menikah dengan Vivi, lalu mengirimkannya pada Andi.
"Apa?! Jadi, kamu dan istri kamu..." Andi tidak melanjutkan kata-katanya. Pemuda itu membuang napas kasar lalu mengusap wajahnya kasar.
Andi baru tahu tentang hubungan Roni dengan wanita yang dinikahi sahabatnya itu setelah membaca chat yang di kirim Roni padanya. Pemuda itu menghela napas berkali-kali, kemudian menatap Roni.
"Kalau boleh tahu, pada awalnya, kenapa kamu berinisiatif menolong Vivi?" tanya Andi serius.
"Aku tidak tahu. Aku spontan terjun ke sungai saat melihat dia menjatuhkan diri ke sungai. Lalu aku merasa kasihan padanya karena masalah yang datang bertubi-tubi menerpa dia. Setelah aku menikahi dia, aku merasa nyaman saat bersama dia," ketik Roni jujur adanya.
"Itu artinya kamu jatuh cinta pada pandangan pertama dan kamu tidak sadar kalau kamu mencintai dia. Lalu, pendapat apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Andi terlihat serius.
"Tentang hubungan suami-istri. Sampai sekarang, aku belum pernah menyentuh dia. Aku hanya sekedar memeluk dan mencium keningnya saja," ketik Roni cepat.
"Apa?! Astagaaa..! Jadi, hanya itu saja yang kamu lakukan selama berbulan madu?" tanya Andi dengan ekspresi tidak percaya. Apalagi saat Roni menjawab pertanyaannya dengan anggukan kepala.
"Astagaa..! Apa gunanya kamu berbulan madu, kalau kamu tidak merasakan surga dunia sekalipun? Apa kamu sama sekali tidak berhasrat saat kamu melihat istri mu? Jangan-jangan.. punya kamu tidak bisa bangun, ya? Kamu impoten?" cetus Andi yang mulutnya ceplas-ceplos.
"Plak"
"Aduh!" pekik Andi saat tiba-tiba Roni memukul kepalanya.
"A.. a..aku normal!" ucap Roni terlihat kesal.
"Kalau kamu normal, bagaimana bisa kamu menahan diri untuk tidak bercinta dengan wanita yang sudah resmi menjadi istri mu? Apa kalian pisah ranjang?" tanya Andi seraya mengelus kepalanya yang di pukul Roni tadi.
Roni menghela napas kasar, kemudian kembali mengetik di handphonenya.
"Aku menahan diri. Kami tidur seranjang, tapi hanya berpelukan saja. Aku takut terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungannya, jika aku melakukan hubungan suami-istri dengan dia. Apalagi, aku masih perjaka. Aku belum tahu bagaimana caranya melakukan hubungan suami-istri yang tidak membahayakan kandungan," ketik Roni kembali menghela napas panjang.
Andi menghela napas panjang setelah membaca pesan Roni.
"Berhubungan suami-istri tidak akan melukai bayi atau menyebabkan kelahiran prematur. Hal ini karena bayi terlindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim. Selama kehamilan aman dan sehat, sebenarnya hubungan suami-istri saat istri kita hamil itu relatif aman dilakukan. Namun, saat istri kita sedang hamil, kita memang harus lebih hati-hati dan memperhatikan posisi saat melakukan hubungan suami-istri,"
"Saat hamil, organ intim wanita menjadi lebih sensitif, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan pada aliran darah ke organ-organ reproduksi serta peningkatan pada hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin yang dapat membuat wanita lebih bergairah melakukan hubungan suami-istri. Sehingga kualitas orgasmee pun lebih meningkat,"
"Suplai darah naik dua kali lipat saat hamil agar bayi dapat tumbuh, tetapi sirkulasi yang lambat akan menghambatnya. Maka dari itu, salah satu manfaat dari melakukan hubungan suami-istri saat hamil adalah meningkatkan sirkulasi tersebut. Hubungan suami-istri juga dapat membantu tubuh menambah pasokan oksigen dan nutrisi pada janin serta dapat menghilangkan stres pada ibu hamil. Karena berhubungan suami-istri dapat merangsang produksi hormon oksitosin dan endorfin yang bisa membuat ibu hamil merasa tenang dan bahagia. Dengan begitu, stres pun dapat mereda,"
"Jangan menyepelekan tentang hubungan suami-istri ini. Jika hasrat tidak terlampiaskan bisa menimbulkan rasa tidak bahagia, mudah marah, tidak senang, bahkan stres. Selain berdampak buruk pada ibu, stres pada ibu hamil juga turut memberikan dampak kepada janin. Dampak tersebut ialah risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), peningkatan risiko kelainan jantung bawaan, maupun risiko anak dengan autisme,"
"Jika kamu takut melukai janin dalam kandungan istrimu saat melakukan hubungan suami-istri, kamu konsultasikan pada dokter cara melakukan hubungan suami-istri yang baik saat istrimu sedang mengandung," jelas Andi terlihat tenang, tapi serius.
Roni kembali menghela napas panjang mendengar penjelasan dari Andi.
"Jadi.. karena itu Vivi ingin aku memberinya nafkah batin? Dia sedang bergairah untuk melakukan hubungan suami-istri. Aku tidak tahu, kalau hal itu juga bisa berpengaruh pada janin," gumam Roni dalam hati.
Roni menatap langit senja yang berwarna keemasan. Ada rasa bersalah di hatinya karena tidak memberikan nafkah batin pada istrinya.
"A..a.."
"Plak"
"Andi apakah benar bahwa melakukan hubungan suami-istri itu bisa membuat candu?" tanya Roni setelah ditepuk lengannya oleh Andi.
"Asalkan tubuhmu tidak memproduksi terlalu banyak androgen, kamu tidak akan menjadi pecandu s3ks. Kalau masih pengantin baru, wajar saja jika sering melakukan hubungan suami-istri. Karena, baru merasakan indahnya surga dunia. Jadi masih penasaran terus. Nanti, lama-kelamaan juga tidak sesering saat masih baru menikah," sahut Andi berdasarkan pengalaman pribadinya.
"Begitu ternyata," gumam Roni dalam hati.
"By the way, kamu sekarang sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak. Apa kamu tetap tidak mau mengobati gagap mu itu? Kamu akan memberikan efek buruk pada anakmu, karena bicara mu yang gagap itu. Anakmu juga akan ikut gagap," ujar Andi menghela napas panjang.
"A..a.."
"Plak"
"Aku masih trauma pada ahli patologi wicara-bahasa," ucap Roni setelah Andi menepuk lengannya.
"Tidak semua ahli patologi wicara-bahasa seperti yang kamu temui," sahut Andi membuang napas kasar.
Roni membuang napas kasar mendengar perkataan Andi.
Ya. Gagap yang di derita Roni bukan tidak bisa di sembuhkan. Tapi, Roni trauma dengan ahli patologi wicara-bahasa. Pertama kali Roni datang ke ahli patologi wicara-bahasa adalah saat remaja. Sialnya ahli patologi wicara-bahasa yang di temui Roni itu adalah orang yang sebelumnya kepergok oleh Roni sedang berhubungan intim dengan seorang suster di sebuah ruangan.
Dokter itu menangkap Roni lalu menutup mata Roni dan mengikat Roni. Lalu dokter itu melanjutkan aktivitas intim nya dengan sang suster tanpa memedulikan Roni yang ada di ruangan itu. Dokter itu mengancam akan menyuntikkan virus berbahaya ke dalam tubuh Roni, jika Roni membocorkan perbuatan mesumnya.
Kedua kalinya, Roni datang ke dokter ahli patologi wicara-bahasa, Roni hampir saja mengalami pelecehan. Karena itu, Roni jadi trauma pada dokter ahli patologi.
"Jika tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan, aku akan pulang," ucap Andi seraya menatap Roni.
"Te..te.."
"Plak"
"Terimakasih karena sudah mau datang kesini dan memberikan pendapat serta penjelasan padaku," ucap Roni tulus.
"Tidak masalah. Oh, ya, pikirkan lagi apa yang aku katakan tadi! Obati gagap mu itu! Kamu bisa minta bantuan dokter Fina," ucap Andi kemudian beranjak pergi meninggalkan Roni.
Setelah Andi pergi, Roni melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor. Karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikannya.
*
Roni pulang ke rumah saat malam sudah larut. Vivi menyambut Roni dengan dengan senyuman.
"Kakak sudah makan?" tanya Vivi saat mereka sudah masuk ke dalam kamar. Vivi membantu Roni melepaskan jas-nya.
Roni mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban.
"Apa kakak ingin aku buatkan sesuatu?" tanya Vivi yang beralih melepaskan dasi Roni.
Roni menggelengkan kepalanya pelan dengan senyuman tipis masih menyungging di bibirnya.
Setelah melepaskan jas dan dasi Roni, Vivi nampak ragu untuk melepaskan kancing kemeja Roni. Tangannya yang terangkat untuk melepaskan kancing kemeja Roni diturunkannya lagi.
"Em, aku akan mengambil air minum dulu. Agar kakak tidak perlu pergi ke dapur malam-malam seperti kemarin," ucap Vivi kemudian meletakkan dasi dan jas Roni lalu keluar dari kamar itu.
Roni nampak mengernyitkan keningnya melihat Vivi yang seperti itu. Namun, sesaat kemudian Roni beranjak untuk berganti pakaian.
Vivi kembali ke kamarnya dengan membawa teko air minum dari kaca dan gelas kaca. Sedangkan Roni sudah selesai mengganti pakaiannya.
"Em.. ini sudah larut malam. Aku tidur lebih dulu, ya, kak?" ucap Vivi tanpa menunggu jawaban dari Roni.
"Apa dia marah karena masalah tadi pagi?" gumam Roni dalam hati menatap Vivi.
Roni menyusul Vivi yang sudah berbaring terlebih dahulu. Roni duduk di sebelah Vivi berbaring, lalu menyentuh tangan Vivi. Vivi menatap Roni yang memegang tangannya.
"Soal kenapa aku belum menyentuh kamu.."
"Aku lelah. Aku ingin tidur," ucap Vivi memotong kata-kata Roni yang menggunakan bahasa isyarat. Vivi menutup tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya.
Sesaat Roni tertegun melihat reaksi Vivi itu.
"Apa dia marah padaku?" gumam Roni dalam hati menatap Vivi yang sudah memejamkan matanya.
Roni jadi teringat perkataan Andi, bahwa kebutuhan biologis yang tidak tersalurkan bisa mengakibatkan banyak hal negatif. Salah satunya adalah mudah marah.
Roni membelai kepala Vivi dengan lembut. Perlahan jemari tangan Roni turun dari kepala Vivi dan membelai pipi Vivi.
"Deg"
"Deg"
"Deg"
Jantung Vivi tiba-tiba berdetak kencang saat Roni membelai pipinya. Jantung Vivi semakin berdetak tidak karuan saat jemari Roni menyentuh bibirnya.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
pawang buaya jantan🐊
aku ga rela ya kalo roni nyentuh vivi
2024-04-02
3
Patrish
selalu mendapat pengetahuan yang bagus... tq Thor...
2024-01-30
2
ande
apakah roni bakal belah duren mlm ini☺☺
2024-01-05
1