14. Trauma

Andi semakin mengernyitkan keningnya membaca pesan yang dikirimkan Roni itu.

"Kalian baru saja pulang dari berbulan madu. Memangnya ada masalah apa?" tanya Andi setelah membaca pesan yang dikirimkan Roni padanya.

Roni kembali mengetik di handphonenya menceritakan semuanya pada Andi. Tentang awal mula dirinya bertemu Vivi, hingga akhirnya menikah dengan Vivi, lalu mengirimkannya pada Andi.

"Apa?! Jadi, kamu dan istri kamu..." Andi tidak melanjutkan kata-katanya. Pemuda itu membuang napas kasar lalu mengusap wajahnya kasar.

Andi baru tahu tentang hubungan Roni dengan wanita yang dinikahi sahabatnya itu setelah membaca chat yang di kirim Roni padanya. Pemuda itu menghela napas berkali-kali, kemudian menatap Roni.

"Kalau boleh tahu, pada awalnya, kenapa kamu berinisiatif menolong Vivi?" tanya Andi serius.

"Aku tidak tahu. Aku spontan terjun ke sungai saat melihat dia menjatuhkan diri ke sungai. Lalu aku merasa kasihan padanya karena masalah yang datang bertubi-tubi menerpa dia. Setelah aku menikahi dia, aku merasa nyaman saat bersama dia," ketik Roni jujur adanya.

"Itu artinya kamu jatuh cinta pada pandangan pertama dan kamu tidak sadar kalau kamu mencintai dia. Lalu, pendapat apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Andi terlihat serius.

"Tentang hubungan suami-istri. Sampai sekarang, aku belum pernah menyentuh dia. Aku hanya sekedar memeluk dan mencium keningnya saja," ketik Roni cepat.

"Apa?! Astagaaa..! Jadi, hanya itu saja yang kamu lakukan selama berbulan madu?" tanya Andi dengan ekspresi tidak percaya. Apalagi saat Roni menjawab pertanyaannya dengan anggukan kepala.

"Astagaa..! Apa gunanya kamu berbulan madu, kalau kamu tidak merasakan surga dunia sekalipun? Apa kamu sama sekali tidak berhasrat saat kamu melihat istri mu? Jangan-jangan.. punya kamu tidak bisa bangun, ya? Kamu impoten?" cetus Andi yang mulutnya ceplas-ceplos.

"Plak"

"Aduh!" pekik Andi saat tiba-tiba Roni memukul kepalanya.

"A.. a..aku normal!" ucap Roni terlihat kesal.

"Kalau kamu normal, bagaimana bisa kamu menahan diri untuk tidak bercinta dengan wanita yang sudah resmi menjadi istri mu? Apa kalian pisah ranjang?" tanya Andi seraya mengelus kepalanya yang di pukul Roni tadi.

Roni menghela napas kasar, kemudian kembali mengetik di handphonenya.

"Aku menahan diri. Kami tidur seranjang, tapi hanya berpelukan saja. Aku takut terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungannya, jika aku melakukan hubungan suami-istri dengan dia. Apalagi, aku masih perjaka. Aku belum tahu bagaimana caranya melakukan hubungan suami-istri yang tidak membahayakan kandungan," ketik Roni kembali menghela napas panjang.

Andi menghela napas panjang setelah membaca pesan Roni.

"Berhubungan suami-istri tidak akan melukai bayi atau menyebabkan kelahiran prematur. Hal ini karena bayi terlindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim. Selama kehamilan aman dan sehat, sebenarnya hubungan suami-istri saat istri kita hamil itu relatif aman dilakukan. Namun, saat istri kita sedang hamil, kita memang harus lebih hati-hati dan memperhatikan posisi saat melakukan hubungan suami-istri,"

"Saat hamil, organ intim wanita menjadi lebih sensitif, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan pada aliran darah ke organ-organ reproduksi serta peningkatan pada hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin yang dapat membuat wanita lebih bergairah melakukan hubungan suami-istri. Sehingga kualitas orgasmee pun lebih meningkat,"

"Suplai darah naik dua kali lipat saat hamil agar bayi dapat tumbuh, tetapi sirkulasi yang lambat akan menghambatnya. Maka dari itu, salah satu manfaat dari melakukan hubungan suami-istri saat hamil adalah meningkatkan sirkulasi tersebut. Hubungan suami-istri juga dapat membantu tubuh menambah pasokan oksigen dan nutrisi pada janin serta dapat menghilangkan stres pada ibu hamil. Karena berhubungan suami-istri dapat merangsang produksi hormon oksitosin dan endorfin yang bisa membuat ibu hamil merasa tenang dan bahagia. Dengan begitu, stres pun dapat mereda,"

"Jangan menyepelekan tentang hubungan suami-istri ini. Jika hasrat tidak terlampiaskan bisa menimbulkan rasa tidak bahagia, mudah marah, tidak senang, bahkan stres. Selain berdampak buruk pada ibu, stres pada ibu hamil juga turut memberikan dampak kepada janin. Dampak tersebut ialah risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), peningkatan risiko kelainan jantung bawaan, maupun risiko anak dengan autisme,"

"Jika kamu takut melukai janin dalam kandungan istrimu saat melakukan hubungan suami-istri, kamu konsultasikan pada dokter cara melakukan hubungan suami-istri yang baik saat istrimu sedang mengandung," jelas Andi terlihat tenang, tapi serius.

Roni kembali menghela napas panjang mendengar penjelasan dari Andi.

"Jadi.. karena itu Vivi ingin aku memberinya nafkah batin? Dia sedang bergairah untuk melakukan hubungan suami-istri. Aku tidak tahu, kalau hal itu juga bisa berpengaruh pada janin," gumam Roni dalam hati.

Roni menatap langit senja yang berwarna keemasan. Ada rasa bersalah di hatinya karena tidak memberikan nafkah batin pada istrinya.

"A..a.."

"Plak"

"Andi apakah benar bahwa melakukan hubungan suami-istri itu bisa membuat candu?" tanya Roni setelah ditepuk lengannya oleh Andi.

"Asalkan tubuhmu tidak memproduksi terlalu banyak androgen, kamu tidak akan menjadi pecandu s3ks. Kalau masih pengantin baru, wajar saja jika sering melakukan hubungan suami-istri. Karena, baru merasakan indahnya surga dunia. Jadi masih penasaran terus. Nanti, lama-kelamaan juga tidak sesering saat masih baru menikah," sahut Andi berdasarkan pengalaman pribadinya.

"Begitu ternyata," gumam Roni dalam hati.

"By the way, kamu sekarang sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak. Apa kamu tetap tidak mau mengobati gagap mu itu? Kamu akan memberikan efek buruk pada anakmu, karena bicara mu yang gagap itu. Anakmu juga akan ikut gagap," ujar Andi menghela napas panjang.

"A..a.."

"Plak"

"Aku masih trauma pada ahli patologi wicara-bahasa," ucap Roni setelah Andi menepuk lengannya.

"Tidak semua ahli patologi wicara-bahasa seperti yang kamu temui," sahut Andi membuang napas kasar.

Roni membuang napas kasar mendengar perkataan Andi.

Ya. Gagap yang di derita Roni bukan tidak bisa di sembuhkan. Tapi, Roni trauma dengan ahli patologi wicara-bahasa. Pertama kali Roni datang ke ahli patologi wicara-bahasa adalah saat remaja. Sialnya ahli patologi wicara-bahasa yang di temui Roni itu adalah orang yang sebelumnya kepergok oleh Roni sedang berhubungan intim dengan seorang suster di sebuah ruangan.

Dokter itu menangkap Roni lalu menutup mata Roni dan mengikat Roni. Lalu dokter itu melanjutkan aktivitas intim nya dengan sang suster tanpa memedulikan Roni yang ada di ruangan itu. Dokter itu mengancam akan menyuntikkan virus berbahaya ke dalam tubuh Roni, jika Roni membocorkan perbuatan mesumnya.

Kedua kalinya, Roni datang ke dokter ahli patologi wicara-bahasa, Roni hampir saja mengalami pelecehan. Karena itu, Roni jadi trauma pada dokter ahli patologi.

"Jika tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan, aku akan pulang," ucap Andi seraya menatap Roni.

"Te..te.."

"Plak"

"Terimakasih karena sudah mau datang kesini dan memberikan pendapat serta penjelasan padaku," ucap Roni tulus.

"Tidak masalah. Oh, ya, pikirkan lagi apa yang aku katakan tadi! Obati gagap mu itu! Kamu bisa minta bantuan dokter Fina," ucap Andi kemudian beranjak pergi meninggalkan Roni.

Setelah Andi pergi, Roni melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor. Karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikannya.

*

Roni pulang ke rumah saat malam sudah larut. Vivi menyambut Roni dengan dengan senyuman.

"Kakak sudah makan?" tanya Vivi saat mereka sudah masuk ke dalam kamar. Vivi membantu Roni melepaskan jas-nya.

Roni mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban.

"Apa kakak ingin aku buatkan sesuatu?" tanya Vivi yang beralih melepaskan dasi Roni.

Roni menggelengkan kepalanya pelan dengan senyuman tipis masih menyungging di bibirnya.

Setelah melepaskan jas dan dasi Roni, Vivi nampak ragu untuk melepaskan kancing kemeja Roni. Tangannya yang terangkat untuk melepaskan kancing kemeja Roni diturunkannya lagi.

"Em, aku akan mengambil air minum dulu. Agar kakak tidak perlu pergi ke dapur malam-malam seperti kemarin," ucap Vivi kemudian meletakkan dasi dan jas Roni lalu keluar dari kamar itu.

Roni nampak mengernyitkan keningnya melihat Vivi yang seperti itu. Namun, sesaat kemudian Roni beranjak untuk berganti pakaian.

Vivi kembali ke kamarnya dengan membawa teko air minum dari kaca dan gelas kaca. Sedangkan Roni sudah selesai mengganti pakaiannya.

"Em.. ini sudah larut malam. Aku tidur lebih dulu, ya, kak?" ucap Vivi tanpa menunggu jawaban dari Roni.

"Apa dia marah karena masalah tadi pagi?" gumam Roni dalam hati menatap Vivi.

Roni menyusul Vivi yang sudah berbaring terlebih dahulu. Roni duduk di sebelah Vivi berbaring, lalu menyentuh tangan Vivi. Vivi menatap Roni yang memegang tangannya.

"Soal kenapa aku belum menyentuh kamu.."

"Aku lelah. Aku ingin tidur," ucap Vivi memotong kata-kata Roni yang menggunakan bahasa isyarat. Vivi menutup tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya.

Sesaat Roni tertegun melihat reaksi Vivi itu.

"Apa dia marah padaku?" gumam Roni dalam hati menatap Vivi yang sudah memejamkan matanya.

Roni jadi teringat perkataan Andi, bahwa kebutuhan biologis yang tidak tersalurkan bisa mengakibatkan banyak hal negatif. Salah satunya adalah mudah marah.

Roni membelai kepala Vivi dengan lembut. Perlahan jemari tangan Roni turun dari kepala Vivi dan membelai pipi Vivi.

"Deg"

"Deg"

"Deg"

Jantung Vivi tiba-tiba berdetak kencang saat Roni membelai pipinya. Jantung Vivi semakin berdetak tidak karuan saat jemari Roni menyentuh bibirnya.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

pawang buaya jantan🐊

pawang buaya jantan🐊

aku ga rela ya kalo roni nyentuh vivi

2024-04-02

3

Patrish

Patrish

selalu mendapat pengetahuan yang bagus... tq Thor...

2024-01-30

2

ande

ande

apakah roni bakal belah duren mlm ini☺☺

2024-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Menyelamatkan
2 2. Kamu Serius?
3 3. Kebetulan
4 4. Setuju
5 5. Kamu Gagap?
6 6. Kenapa?
7 7. Restu
8 8. Terlalu Baik
9 9. Apa Jijik?
10 10. Nyaman
11 11. Yang Sempurna
12 12. Hak
13 13. Terimakasih
14 14. Trauma
15 15. Ingin Lagi
16 16. Bahan Tertawaan
17 17. Berbohong
18 18. Brutal
19 19. Mencemari
20 20. Tidak Terima
21 21. Merasa Curiga
22 22. Seandainya
23 23. Sudah Puas
24 24. Amputasi
25 25. Menguping
26 26. Berhak
27 27. Ingin Tahu
28 28. Koma
29 29. Bisakah?
30 30. Solusi Untuk Roni
31 31. Tidak Mirip
32 32. Jangan Egois!
33 33. Di Usir
34 34. Demi Giyan
35 35. Memata-matai
36 36. Tertohok
37 37. Pergi
38 38. Hancur
39 39. Putus
40 40. Tidak Terima
41 41. Sudah Menikah
42 42. Kesempatan
43 43. Apa Yang Salah?
44 44. Mengikhlaskan
45 45. Belum Berhasil
46 46. Dingin
47 47. Ingin Mengambil
48 48. Tes DNA
49 49. Saran
50 50. Kembalilah!
51 51. Bagaimana Caranya?
52 52. Kesempatan
53 53. Suhu Bicara
54 54. Mana Mungkin Berani?
55 55. Malu
56 56. Harapan
57 57. Harus Bagaimana?
58 58. Jangan Menyesal
59 59. Latihan Ganda
60 60. Ingin Apa?
61 61. Refleks
62 62. Itu Dulu
63 63. Benar-benar Melupakan?
64 64. Kesiangan
65 65. Agresif
66 66. Ujian
67 67. Cemburu?
68 68. Wejangan
69 69. Rencana
70 70. Siapa Yang Majikan?
71 71. Jika
72 72. Korban
73 73. Me Time
74 74. Tidak Yakin
75 75. Salah Orang
76 76. Merasa Bersalah
77 77.Membujuk
78 78. Salah
79 79. Tiba-tiba
80 80. Di Salah Artikan
81 81. Perlakuan Berbeda
82 82. Curiga.
83 83. Mencelos
84 84. Merasa Janggal
85 85. Tidak Marah?
86 86. Penyebab Utama
87 87. Siapa?
88 88. Bersimpuh
89 89. Keras Kepala
90 90. Ketakutan
91 91. Bukan!
92 92. FYI
93 93. Maaf
94 94. Tidak Menyadari
95 95. Mengikhlaskan
96 96. Nenek Giyan
97 97. Ingin Mengambil?
98 98. Malas Meladeni
99 99. Merasa Paling Benar
100 100. Memaafkan
101 101. Biarlah Aku Saja
102 102. Kabar
103 103. Aku Mencintaimu
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Menyelamatkan
2
2. Kamu Serius?
3
3. Kebetulan
4
4. Setuju
5
5. Kamu Gagap?
6
6. Kenapa?
7
7. Restu
8
8. Terlalu Baik
9
9. Apa Jijik?
10
10. Nyaman
11
11. Yang Sempurna
12
12. Hak
13
13. Terimakasih
14
14. Trauma
15
15. Ingin Lagi
16
16. Bahan Tertawaan
17
17. Berbohong
18
18. Brutal
19
19. Mencemari
20
20. Tidak Terima
21
21. Merasa Curiga
22
22. Seandainya
23
23. Sudah Puas
24
24. Amputasi
25
25. Menguping
26
26. Berhak
27
27. Ingin Tahu
28
28. Koma
29
29. Bisakah?
30
30. Solusi Untuk Roni
31
31. Tidak Mirip
32
32. Jangan Egois!
33
33. Di Usir
34
34. Demi Giyan
35
35. Memata-matai
36
36. Tertohok
37
37. Pergi
38
38. Hancur
39
39. Putus
40
40. Tidak Terima
41
41. Sudah Menikah
42
42. Kesempatan
43
43. Apa Yang Salah?
44
44. Mengikhlaskan
45
45. Belum Berhasil
46
46. Dingin
47
47. Ingin Mengambil
48
48. Tes DNA
49
49. Saran
50
50. Kembalilah!
51
51. Bagaimana Caranya?
52
52. Kesempatan
53
53. Suhu Bicara
54
54. Mana Mungkin Berani?
55
55. Malu
56
56. Harapan
57
57. Harus Bagaimana?
58
58. Jangan Menyesal
59
59. Latihan Ganda
60
60. Ingin Apa?
61
61. Refleks
62
62. Itu Dulu
63
63. Benar-benar Melupakan?
64
64. Kesiangan
65
65. Agresif
66
66. Ujian
67
67. Cemburu?
68
68. Wejangan
69
69. Rencana
70
70. Siapa Yang Majikan?
71
71. Jika
72
72. Korban
73
73. Me Time
74
74. Tidak Yakin
75
75. Salah Orang
76
76. Merasa Bersalah
77
77.Membujuk
78
78. Salah
79
79. Tiba-tiba
80
80. Di Salah Artikan
81
81. Perlakuan Berbeda
82
82. Curiga.
83
83. Mencelos
84
84. Merasa Janggal
85
85. Tidak Marah?
86
86. Penyebab Utama
87
87. Siapa?
88
88. Bersimpuh
89
89. Keras Kepala
90
90. Ketakutan
91
91. Bukan!
92
92. FYI
93
93. Maaf
94
94. Tidak Menyadari
95
95. Mengikhlaskan
96
96. Nenek Giyan
97
97. Ingin Mengambil?
98
98. Malas Meladeni
99
99. Merasa Paling Benar
100
100. Memaafkan
101
101. Biarlah Aku Saja
102
102. Kabar
103
103. Aku Mencintaimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!