Beberapa tamu undangan yang hadir itu nampak terkejut saat menyadari bahwa yang datang dalam resepsi pernikahan Vivi adalah Aiden, salah satu pengusaha kaya raya di negari ini.
"Astagaa.. ganteng banget! Lebih ganteng aslinya dari pada yang aku lihat di televisi,"
"Yang di rangkul itu pasti istrinya yang di sembunyikan dari publik itu, 'kan?"
"Kemungkinan besar, iya. Lihatlah, mereka terlihat sangat mesra,"
"Istrinya itu cantiknya bikin nggak bosan di pandang, ya?"
"Nggak nyangka di acara resepsi pernikahan Vivi akan ada tamu kehormatan pengusaha kaya raya di negeri ini,"
"Apa pekerjaan suami Vivi, hingga Tuan Aiden datang ke resepsi pernikahan Vivi ini?"
"Sayang sekali tidak bisa memotret mereka,"
"Mungkin karena alasan ini para tamu undangan yang hadir di larang memotret ataupun membuat video di resepsi pernikahan ini. Kemarin, 'kan, Tuan Aiden bilang, tidak ingin mengekspos wajah istrinya,"
"Kita potret diam-diam saja. Mereka tidak akan tahu,"
Kasak kusuk para tamu undangan itu membuat Aline jadi penasaran. Apalagi saat tiba-tiba seorang pria mendatangi salah satu tamu undangan yang diam-diam memotret Aiden dan istrinya. Pria itu meminta tamu undangan itu untuk menghapus foto yang diambilnya. Pria itu juga mengancam akan mengeluarkan orang itu dari tempat itu, jika masih nekat memotret Aiden secara diam-diam.
Aline juga sempat heran saat beberapa orang pria berseragam hitam melarang para tamu undangan memotret ataupun membuat video di resepsi pernikahan itu. Dan tidak menyangka, jika orang-orang itu benar-benar mengawasi para tamu undangan dengan ketat. Dan langsung mengambil handphone siapapun yang berani memotret apalagi membuat video.
"Apa benar, karena alasan itu, orang gagap itu membuat pengaturan tidak boleh memotret ataupun membuat video apapun di dalam ruangan ini? Memangnya siapa sebenarnya pria gagap itu, hingga Tuan Aiden datang ke resepsi pernikahan ini?" gumam Aline yang jadi tambah penasaran.
Para tamu undangan semakin berisik saat melihat satu rombongan orang masuk ke dalam ruangan itu. Tiga laki-laki tampan, tiga wanita muda cantik yang duanya kembar, lalu seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
"Selamat, ya, Ron! Semoga langgeng sampai kakek nenek!" ucap Aiden, atasan Roni.
"Selamat, Ron!" ucap Yuniar, istri Aiden.
"Te.. Te.."
"Plak"
"Terimakasih Tuan nyonya," ucap Roni tanpa titik dan koma setelah pundaknya di tepuk oleh Aiden.
Kemudian sepasang suami-isteri itu pun mengucapkan selamat pada Vivi. Roni memberitahu Vivi bahwa Aiden adalah atasnya di kantor.
"Kenapa aku merasa familiar dengan wajah atasan kak Roni ini, ya?" gumam Vivi dalam hati saat melihat Aiden. Namun Vivi tidak berani menatap Aiden terlalu lama. Vivi tidak mau dibilang tidak sopan karena menatap seorang pria terlalu lama, sedangkan dirinya sudah bersuami.
"Kak, kakak sudah ada disini?" tanya seorang wanita cantik pada Aiden. Wanita itu datang dengan kembarannya dan juga bersama rombongannya.
"Aku juga baru tiba, Ra," sahut Aiden tersenyum tipis.
"Selamat, ya, atas pernikahan kalian! Semoga selalu harmonis. Perkenalkan, aku Aurora. Ini suamiku Rayyan dan kakakku Aiden," ucap Aurora menepuk dada Rayyan, lalu bergelayut di lengan Aiden.
"Sayang, berhentilah bergelayut pada Kakak ketemu gede kamu itu! Suamimu ada di sini!" ucap Rayyan, suami Aurora seraya menarik Aurora ke sisinya.
"Ishh.. Aku ini kakak ipar kamu! Kenapa kamu selalu saja cemburu pada ku?" protes Aiden pada Rayyan.
"Tuan Aiden dan Tuan Rayyan ini sudah punya istri masing-masing. Tapi, masih juga bertengkar karena nyonya Aurora," celetuk Andi, asisten Rayyan yang memeluk pinggang istrinya.
"Dua orang sahabat ini semenjak menjadi ipar malah suka bertengkar," cetus Hendrik, kakak Rayyan menghela napas kasar.
"Sudah! Jangan tunjukkan tingkah kalian yang absurd itu di depan umum! Kita ke sini mau memberi selamat pada pengantin baru," ucap Naima, ibu Rayyan dan Hendrik.
"Perkenalkan, namaku Andi, aku sahabat Roni. Ini istri ku, Kanaya. Ini majikan ku, Tuan Rayyan dan istrinya nyonya Aurora. Yang ini adalah kakaknya Tuan Rayyan, yaitu Tuan Hendrik dan istrinya nyonya Miti. Yang ini nyonya Naima, ibu Tuan Rayyan dan Tuan Hendrik. Sedangkan yang itu adalah Tuan Aiden dan istrinya nyonya Yuniar. Tuan Aiden adalah majikannya Roni sekaligus kakak nyonya Aurora," ucap Andi memperkenalkan rombongannya pada Vivi, mengingat Roni akan kesulitan untuk memperkenalkan mereka satu persatu karena Roni gagap.
Mendengar Andi yang memperkenalkan rombongannya, para tamu undangan yang datang pun mulai berbisik-bisik lagi.
"Jadi benar, kalau itu Tuan Aiden dan Tuan Rayyan? Pengusaha terkaya di negeri ini? Dua sahabat sekaligus ipar yang kekayaannya hampir sama?"
"Sebenarnya, jabatan apa yang di miliki suaminya Vivi ini, hingga orang-orang terkenal yang tidak sembarang orang bisa melihat dan menemui mereka sampai datang ke acara pernikahan Vivi ini?"
Bisik-bisik dua orang tamu undangan yang membuat Aline mengernyitkan keningnya.
"Siapa sebenarnya orang gagap yang dinikahi kak Vivi ini?" gumam Aline dalam hati.
Sedangkan Vivi nampak berinteraksi dengan tamu suaminya. Vivi nampak cepat akrab dengan orang-orang itu.
Waktu terus berjalan. Tidak terasa pesta pernikahan itu akhirnya selesai juga. Roni dan Vivi pun masuk ke kamar pengantin yang sudah di siapkan pihak Wedding organizer. Kamar pengantin yang berada di hotel tempat resepsi pernikahan itu di gelar. Roni lah yang melunasi sisa empat puluh persen pembayaran pada pihak Wedding organizer yang di pakai jasanya oleh keluarga Vivi.
Vivi nampak canggung pada Roni saat keduanya sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.
"Emm.. Kak, a.. aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu," pamit Vivi yang ingin membersihkan make-up yang dipakainya, sekaligus membersihkan diri. Roni mengangguk seraya tersenyum tipis, dan Vivi pun bergegas mengambil pakaian ganti, lalu masuk ke kamar mandi.
Roni menatap kamar hotel yang tidak terlalu mewah itu. Roni tidak mencari tempat resepsi pernikahan yang lebih mewah, walaupun dirinya mampu. Karena keluarga Vivi sudah terlanjur membayar enam puluh persen uang yang harus di bayarkan pada wedding organizer itu. Selain itu, Roni juga tidak ingin menunjukkan seberapa kaya dirinya. Roni bahkan hanya mengundang Aiden dan keluarga besarnya saja dalam pesta pernikahannya dengan Vivi.
Karena tidak ada sofa di kamar itu, Roni pun duduk di tepi ranjang. Di bagian tengah ranjang itu sudah di hiasi kelopak bunga mawar yang di bentuk hati. Suasana di dalam kamar itu pun terkesan romantis dengan lilin yang di letakkan di beberapa tempat.
Sesaat kemudian, Roni beranjak dari duduknya dan mengambil laptop yang tadi dibawanya. Roni duduk di tepi ranjang sambil memangku laptopnya. Pemuda itu memilih memeriksa beberapa file di laptopnya sambil menunggu Vivi selesai membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian Vivi sudah keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur kimono yang panjangnya selutut berlengan pendek.
"Em, kak, aku sudah selesai membersihkan diri. Kakak bisa membersihkan diri sekarang," ucap Vivi terlihat semakin canggung.
Roni mengangguk kecil seraya tersenyum tipis. Pemuda itu menutup laptopnya dan meletakkannya di atas nakas. Roni beranjak mengambil pakaian ganti, lalu bergegas membersihkan diri.
"Aku canggung sekali,"gumam Vivi memilin jemari tangannya sendiri seraya duduk di tepi ranjang.
Tidak berapa lama kemudian, Roni keluar dari kamar mandi dan Vivi pun beranjak berdiri. Roni berjalan mendekati Vivi dan entah mengapa hal itu membuat jantung Vivi mulai berdetak kencang tidak beraturan. Roni menepuk lembut lengan Vivi, membuat Vivi menatap Roni. Roni pun mulai berbicara menggunakan bahasa isyarat.
"Vi, sudah malam. Istirahatlah! Kamu bisa tidur di atas ranjang, aku akan tidur di lantai," ucap Roni membuat Vivi terkejut.
"Ke.. Kenapa kakak tidur di bawah? Apa.. apa kakak tidak mau tidur seranjang dengan aku?" tanya Vivi ragu. Vivi menatap ekspresi wajah Roni, "apa kakak jijik padaku, karena aku sudah tidak suci lagi? Karena aku mengandung anak orang lain?" tanya Vivi menatap lekat wajah Roni. Terlihat kesedihan di mata wanita itu.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Sinar Mentari
bkan nya ga boleh ya sebelum melahirkan... Karena anak yg di kandung bkn anak nya... itu mnrut ku sih... tapi ga tau pendapat org lain gmna🙏
2024-02-12
4
ande
bukanx ta mau tapi takutx kamu yg risih🤣
2024-01-02
2
andina
ko bisa suami gagap vivi nikahi aline, adiknya vivi.
kemana vivi?
2024-01-01
1