9. Apa Jijik?

Beberapa tamu undangan yang hadir itu nampak terkejut saat menyadari bahwa yang datang dalam resepsi pernikahan Vivi adalah Aiden, salah satu pengusaha kaya raya di negari ini.

"Astagaa.. ganteng banget! Lebih ganteng aslinya dari pada yang aku lihat di televisi,"

"Yang di rangkul itu pasti istrinya yang di sembunyikan dari publik itu, 'kan?"

"Kemungkinan besar, iya. Lihatlah, mereka terlihat sangat mesra,"

"Istrinya itu cantiknya bikin nggak bosan di pandang, ya?"

"Nggak nyangka di acara resepsi pernikahan Vivi akan ada tamu kehormatan pengusaha kaya raya di negeri ini,"

"Apa pekerjaan suami Vivi, hingga Tuan Aiden datang ke resepsi pernikahan Vivi ini?"

"Sayang sekali tidak bisa memotret mereka,"

"Mungkin karena alasan ini para tamu undangan yang hadir di larang memotret ataupun membuat video di resepsi pernikahan ini. Kemarin, 'kan, Tuan Aiden bilang, tidak ingin mengekspos wajah istrinya,"

"Kita potret diam-diam saja. Mereka tidak akan tahu,"

Kasak kusuk para tamu undangan itu membuat Aline jadi penasaran. Apalagi saat tiba-tiba seorang pria mendatangi salah satu tamu undangan yang diam-diam memotret Aiden dan istrinya. Pria itu meminta tamu undangan itu untuk menghapus foto yang diambilnya. Pria itu juga mengancam akan mengeluarkan orang itu dari tempat itu, jika masih nekat memotret Aiden secara diam-diam.

Aline juga sempat heran saat beberapa orang pria berseragam hitam melarang para tamu undangan memotret ataupun membuat video di resepsi pernikahan itu. Dan tidak menyangka, jika orang-orang itu benar-benar mengawasi para tamu undangan dengan ketat. Dan langsung mengambil handphone siapapun yang berani memotret apalagi membuat video.

"Apa benar, karena alasan itu, orang gagap itu membuat pengaturan tidak boleh memotret ataupun membuat video apapun di dalam ruangan ini? Memangnya siapa sebenarnya pria gagap itu, hingga Tuan Aiden datang ke resepsi pernikahan ini?" gumam Aline yang jadi tambah penasaran.

Para tamu undangan semakin berisik saat melihat satu rombongan orang masuk ke dalam ruangan itu. Tiga laki-laki tampan, tiga wanita muda cantik yang duanya kembar, lalu seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.

"Selamat, ya, Ron! Semoga langgeng sampai kakek nenek!" ucap Aiden, atasan Roni.

"Selamat, Ron!" ucap Yuniar, istri Aiden.

"Te.. Te.."

"Plak"

"Terimakasih Tuan nyonya," ucap Roni tanpa titik dan koma setelah pundaknya di tepuk oleh Aiden.

Kemudian sepasang suami-isteri itu pun mengucapkan selamat pada Vivi. Roni memberitahu Vivi bahwa Aiden adalah atasnya di kantor.

"Kenapa aku merasa familiar dengan wajah atasan kak Roni ini, ya?" gumam Vivi dalam hati saat melihat Aiden. Namun Vivi tidak berani menatap Aiden terlalu lama. Vivi tidak mau dibilang tidak sopan karena menatap seorang pria terlalu lama, sedangkan dirinya sudah bersuami.

"Kak, kakak sudah ada disini?" tanya seorang wanita cantik pada Aiden. Wanita itu datang dengan kembarannya dan juga bersama rombongannya.

"Aku juga baru tiba, Ra," sahut Aiden tersenyum tipis.

"Selamat, ya, atas pernikahan kalian! Semoga selalu harmonis. Perkenalkan, aku Aurora. Ini suamiku Rayyan dan kakakku Aiden," ucap Aurora menepuk dada Rayyan, lalu bergelayut di lengan Aiden.

"Sayang, berhentilah bergelayut pada Kakak ketemu gede kamu itu! Suamimu ada di sini!" ucap Rayyan, suami Aurora seraya menarik Aurora ke sisinya.

"Ishh.. Aku ini kakak ipar kamu! Kenapa kamu selalu saja cemburu pada ku?" protes Aiden pada Rayyan.

"Tuan Aiden dan Tuan Rayyan ini sudah punya istri masing-masing. Tapi, masih juga bertengkar karena nyonya Aurora," celetuk Andi, asisten Rayyan yang memeluk pinggang istrinya.

"Dua orang sahabat ini semenjak menjadi ipar malah suka bertengkar," cetus Hendrik, kakak Rayyan menghela napas kasar.

"Sudah! Jangan tunjukkan tingkah kalian yang absurd itu di depan umum! Kita ke sini mau memberi selamat pada pengantin baru," ucap Naima, ibu Rayyan dan Hendrik.

"Perkenalkan, namaku Andi, aku sahabat Roni. Ini istri ku, Kanaya. Ini majikan ku, Tuan Rayyan dan istrinya nyonya Aurora. Yang ini adalah kakaknya Tuan Rayyan, yaitu Tuan Hendrik dan istrinya nyonya Miti. Yang ini nyonya Naima, ibu Tuan Rayyan dan Tuan Hendrik. Sedangkan yang itu adalah Tuan Aiden dan istrinya nyonya Yuniar. Tuan Aiden adalah majikannya Roni sekaligus kakak nyonya Aurora," ucap Andi memperkenalkan rombongannya pada Vivi, mengingat Roni akan kesulitan untuk memperkenalkan mereka satu persatu karena Roni gagap.

Mendengar Andi yang memperkenalkan rombongannya, para tamu undangan yang datang pun mulai berbisik-bisik lagi.

"Jadi benar, kalau itu Tuan Aiden dan Tuan Rayyan? Pengusaha terkaya di negeri ini? Dua sahabat sekaligus ipar yang kekayaannya hampir sama?"

"Sebenarnya, jabatan apa yang di miliki suaminya Vivi ini, hingga orang-orang terkenal yang tidak sembarang orang bisa melihat dan menemui mereka sampai datang ke acara pernikahan Vivi ini?"

Bisik-bisik dua orang tamu undangan yang membuat Aline mengernyitkan keningnya.

"Siapa sebenarnya orang gagap yang dinikahi kak Vivi ini?" gumam Aline dalam hati.

Sedangkan Vivi nampak berinteraksi dengan tamu suaminya. Vivi nampak cepat akrab dengan orang-orang itu.

Waktu terus berjalan. Tidak terasa pesta pernikahan itu akhirnya selesai juga. Roni dan Vivi pun masuk ke kamar pengantin yang sudah di siapkan pihak Wedding organizer. Kamar pengantin yang berada di hotel tempat resepsi pernikahan itu di gelar. Roni lah yang melunasi sisa empat puluh persen pembayaran pada pihak Wedding organizer yang di pakai jasanya oleh keluarga Vivi.

Vivi nampak canggung pada Roni saat keduanya sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.

"Emm.. Kak, a.. aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu," pamit Vivi yang ingin membersihkan make-up yang dipakainya, sekaligus membersihkan diri. Roni mengangguk seraya tersenyum tipis, dan Vivi pun bergegas mengambil pakaian ganti, lalu masuk ke kamar mandi.

Roni menatap kamar hotel yang tidak terlalu mewah itu. Roni tidak mencari tempat resepsi pernikahan yang lebih mewah, walaupun dirinya mampu. Karena keluarga Vivi sudah terlanjur membayar enam puluh persen uang yang harus di bayarkan pada wedding organizer itu. Selain itu, Roni juga tidak ingin menunjukkan seberapa kaya dirinya. Roni bahkan hanya mengundang Aiden dan keluarga besarnya saja dalam pesta pernikahannya dengan Vivi.

Karena tidak ada sofa di kamar itu, Roni pun duduk di tepi ranjang. Di bagian tengah ranjang itu sudah di hiasi kelopak bunga mawar yang di bentuk hati. Suasana di dalam kamar itu pun terkesan romantis dengan lilin yang di letakkan di beberapa tempat.

Sesaat kemudian, Roni beranjak dari duduknya dan mengambil laptop yang tadi dibawanya. Roni duduk di tepi ranjang sambil memangku laptopnya. Pemuda itu memilih memeriksa beberapa file di laptopnya sambil menunggu Vivi selesai membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian Vivi sudah keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur kimono yang panjangnya selutut berlengan pendek.

"Em, kak, aku sudah selesai membersihkan diri. Kakak bisa membersihkan diri sekarang," ucap Vivi terlihat semakin canggung.

Roni mengangguk kecil seraya tersenyum tipis. Pemuda itu menutup laptopnya dan meletakkannya di atas nakas. Roni beranjak mengambil pakaian ganti, lalu bergegas membersihkan diri.

"Aku canggung sekali,"gumam Vivi memilin jemari tangannya sendiri seraya duduk di tepi ranjang.

Tidak berapa lama kemudian, Roni keluar dari kamar mandi dan Vivi pun beranjak berdiri. Roni berjalan mendekati Vivi dan entah mengapa hal itu membuat jantung Vivi mulai berdetak kencang tidak beraturan. Roni menepuk lembut lengan Vivi, membuat Vivi menatap Roni. Roni pun mulai berbicara menggunakan bahasa isyarat.

"Vi, sudah malam. Istirahatlah! Kamu bisa tidur di atas ranjang, aku akan tidur di lantai," ucap Roni membuat Vivi terkejut.

"Ke.. Kenapa kakak tidur di bawah? Apa.. apa kakak tidak mau tidur seranjang dengan aku?" tanya Vivi ragu. Vivi menatap ekspresi wajah Roni, "apa kakak jijik padaku, karena aku sudah tidak suci lagi? Karena aku mengandung anak orang lain?" tanya Vivi menatap lekat wajah Roni. Terlihat kesedihan di mata wanita itu.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Sinar Mentari

Sinar Mentari

bkan nya ga boleh ya sebelum melahirkan... Karena anak yg di kandung bkn anak nya... itu mnrut ku sih... tapi ga tau pendapat org lain gmna🙏

2024-02-12

4

ande

ande

bukanx ta mau tapi takutx kamu yg risih🤣

2024-01-02

2

andina

andina

ko bisa suami gagap vivi nikahi aline, adiknya vivi.
kemana vivi?

2024-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Menyelamatkan
2 2. Kamu Serius?
3 3. Kebetulan
4 4. Setuju
5 5. Kamu Gagap?
6 6. Kenapa?
7 7. Restu
8 8. Terlalu Baik
9 9. Apa Jijik?
10 10. Nyaman
11 11. Yang Sempurna
12 12. Hak
13 13. Terimakasih
14 14. Trauma
15 15. Ingin Lagi
16 16. Bahan Tertawaan
17 17. Berbohong
18 18. Brutal
19 19. Mencemari
20 20. Tidak Terima
21 21. Merasa Curiga
22 22. Seandainya
23 23. Sudah Puas
24 24. Amputasi
25 25. Menguping
26 26. Berhak
27 27. Ingin Tahu
28 28. Koma
29 29. Bisakah?
30 30. Solusi Untuk Roni
31 31. Tidak Mirip
32 32. Jangan Egois!
33 33. Di Usir
34 34. Demi Giyan
35 35. Memata-matai
36 36. Tertohok
37 37. Pergi
38 38. Hancur
39 39. Putus
40 40. Tidak Terima
41 41. Sudah Menikah
42 42. Kesempatan
43 43. Apa Yang Salah?
44 44. Mengikhlaskan
45 45. Belum Berhasil
46 46. Dingin
47 47. Ingin Mengambil
48 48. Tes DNA
49 49. Saran
50 50. Kembalilah!
51 51. Bagaimana Caranya?
52 52. Kesempatan
53 53. Suhu Bicara
54 54. Mana Mungkin Berani?
55 55. Malu
56 56. Harapan
57 57. Harus Bagaimana?
58 58. Jangan Menyesal
59 59. Latihan Ganda
60 60. Ingin Apa?
61 61. Refleks
62 62. Itu Dulu
63 63. Benar-benar Melupakan?
64 64. Kesiangan
65 65. Agresif
66 66. Ujian
67 67. Cemburu?
68 68. Wejangan
69 69. Rencana
70 70. Siapa Yang Majikan?
71 71. Jika
72 72. Korban
73 73. Me Time
74 74. Tidak Yakin
75 75. Salah Orang
76 76. Merasa Bersalah
77 77.Membujuk
78 78. Salah
79 79. Tiba-tiba
80 80. Di Salah Artikan
81 81. Perlakuan Berbeda
82 82. Curiga.
83 83. Mencelos
84 84. Merasa Janggal
85 85. Tidak Marah?
86 86. Penyebab Utama
87 87. Siapa?
88 88. Bersimpuh
89 89. Keras Kepala
90 90. Ketakutan
91 91. Bukan!
92 92. FYI
93 93. Maaf
94 94. Tidak Menyadari
95 95. Mengikhlaskan
96 96. Nenek Giyan
97 97. Ingin Mengambil?
98 98. Malas Meladeni
99 99. Merasa Paling Benar
100 100. Memaafkan
101 101. Biarlah Aku Saja
102 102. Kabar
103 103. Aku Mencintaimu
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Menyelamatkan
2
2. Kamu Serius?
3
3. Kebetulan
4
4. Setuju
5
5. Kamu Gagap?
6
6. Kenapa?
7
7. Restu
8
8. Terlalu Baik
9
9. Apa Jijik?
10
10. Nyaman
11
11. Yang Sempurna
12
12. Hak
13
13. Terimakasih
14
14. Trauma
15
15. Ingin Lagi
16
16. Bahan Tertawaan
17
17. Berbohong
18
18. Brutal
19
19. Mencemari
20
20. Tidak Terima
21
21. Merasa Curiga
22
22. Seandainya
23
23. Sudah Puas
24
24. Amputasi
25
25. Menguping
26
26. Berhak
27
27. Ingin Tahu
28
28. Koma
29
29. Bisakah?
30
30. Solusi Untuk Roni
31
31. Tidak Mirip
32
32. Jangan Egois!
33
33. Di Usir
34
34. Demi Giyan
35
35. Memata-matai
36
36. Tertohok
37
37. Pergi
38
38. Hancur
39
39. Putus
40
40. Tidak Terima
41
41. Sudah Menikah
42
42. Kesempatan
43
43. Apa Yang Salah?
44
44. Mengikhlaskan
45
45. Belum Berhasil
46
46. Dingin
47
47. Ingin Mengambil
48
48. Tes DNA
49
49. Saran
50
50. Kembalilah!
51
51. Bagaimana Caranya?
52
52. Kesempatan
53
53. Suhu Bicara
54
54. Mana Mungkin Berani?
55
55. Malu
56
56. Harapan
57
57. Harus Bagaimana?
58
58. Jangan Menyesal
59
59. Latihan Ganda
60
60. Ingin Apa?
61
61. Refleks
62
62. Itu Dulu
63
63. Benar-benar Melupakan?
64
64. Kesiangan
65
65. Agresif
66
66. Ujian
67
67. Cemburu?
68
68. Wejangan
69
69. Rencana
70
70. Siapa Yang Majikan?
71
71. Jika
72
72. Korban
73
73. Me Time
74
74. Tidak Yakin
75
75. Salah Orang
76
76. Merasa Bersalah
77
77.Membujuk
78
78. Salah
79
79. Tiba-tiba
80
80. Di Salah Artikan
81
81. Perlakuan Berbeda
82
82. Curiga.
83
83. Mencelos
84
84. Merasa Janggal
85
85. Tidak Marah?
86
86. Penyebab Utama
87
87. Siapa?
88
88. Bersimpuh
89
89. Keras Kepala
90
90. Ketakutan
91
91. Bukan!
92
92. FYI
93
93. Maaf
94
94. Tidak Menyadari
95
95. Mengikhlaskan
96
96. Nenek Giyan
97
97. Ingin Mengambil?
98
98. Malas Meladeni
99
99. Merasa Paling Benar
100
100. Memaafkan
101
101. Biarlah Aku Saja
102
102. Kabar
103
103. Aku Mencintaimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!