6. Kenapa?

Aline menghela napas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya. Hal itu sukses membuat Nuri dan Vivi semakin penasaran dan tidak sabar untuk mendengar apa yang ingin di bicarakan oleh Aline.

"Cepat, katakan apa yang ingin kamu bicarakan!" titah Nuri pada putrinya itu.

"Jangan membuat kami penasaran, Lin!" timpal Vivi yang semakin tidak sabar menunggu Aline bicara.

"Kakak dan ibu yang sabar, ya! Terutama kakak," ucap Aline lagi-lagi menghela napas panjang.

"Cepat katakan apa yang ingin kamu katalan! Jika tidak, ibu akan pergi,"kesal Nuri yang merasa Aline sengaja membuat Vivi dan dirinya penasaran.

"Begini, aku.. aku melihat kak Roni mengunggah foto dan video pernikahan nya dengan wanita lain," ucap Aline dengan wajah sedih sekaligus khawatir pada ibu dan kakaknya.

"Apa?!" Nuri sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Aline.

Sedangkan Vivi nampak biasa saja,"Untung saja aku bertemu dengan kak Roni. Semoga ibu dan ayah mau merestui kami. Entah mengapa, aku sangat yakin, kalau kak Roni itu orang yang baik," gumam Vivi dalam hati.

"Kamu tidak bercanda, "kan?" tanya Nuri dengan ekspresi serius.

"Tentu saja tidak, Bu. Untuk apa aku bercanda soal hal yang serius semacam itu? Ini, ibu lihat sendiri postingan kak Roni," ujar Aline seraya menunjukkan foto dan video yang di posting Roni di Instagram-nya.

Nuri terdiam dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di jelaskan. Ada amarah, khawatir, kesal, bingung, panik, dan entah apalagi. Sedangkan Aline nampak mengernyitkan keningnya menatap ekspresi, kakaknya.

"Kenapa wajah kakak terlihat datar seperti itu? Tidak terkejut, kesal, marah, apalagi panik. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Aline dalam hati, menatap kakaknya dengan penuh tanda tanya.

Sedangkan Nuri yang melihat postingan Roni tidak sampai selesai pun ikut menatap ke arah Vivi yang terlihat datar.

"Vi, apa kamu sudah tahu soal ini?" tanya Nuri menatap Vivi juga penuh dengan tanda tanya di hati, sama seperti Aline.

Bukan tanpa alasan Nuri dan Aline menjadi heran dengan ekspresi Vivi saat ini. Pasalnya, mereka berdua tahu benar, kalau Vivi sangat mencintai Roni. Vivi sudah lama menyukai Roni. Hingga Roni putus dengan pacarnya satu setengah tahun yang lalu. Vivi pun mulai mendekati Roni, dan satu tahun yang lalu, Vivi dan Roni resmi berpacaran.

Satu bulan yang lalu, Vivi dan Roni memutuskan untuk menikah. Pernikahan yang rencananya akan di gelar enam hari lagi. Mengingat semua itu, tentu saja Nuri dan Aline merasa aneh, ketika Vivi malah terlihat datar saat mengetahui bahwa Roni telah menikah dengan orang lain.

Vivi menghela napas panjang, lalu menatap ibunya dan adiknya bergantian.

"Aku sudah tahu, Bu,"sahut Vivi masih dengan wajah datarnya.

"Lalu, kenapa kamu terlihat datar seperti itu? Padahal, enam hari lagi adalah hari pernikahan kalian. Undangan juga sudah di sebar kemarin. Dia menikah dengan orang lain, Vi. Dia telah mengkhianati kamu. Itu artinya, kamu gagal menikah, Vi. Kita semua akan malu. Uang yang kita habiskan untuk persiapan pernikahan akan terbuang sia-sia. Apa kamu tidak merasa marah, khawatir, kesal, bingung atau panik?" tanya Nuri yang benar-benar penasaran dengan ekspresi wajah Vivi saat ini.

"Kemarin, saat aku tahu dia menikah dengan wanita lain, aku memang merasa marah, kesal khawatir, bingung dan juga panik, Bu. Bahkan semalam, aku sempat frustasi dan hampir mati bunuh diri,"jawab Vivi jujur adanya.

"Vivi..." ucap Nuri langsung memeluk Vivi.

"Kakak.." ucap Aline ikut memeluk Vivi.

Tanpa terasa, ibu dan anak itu meneteskan air mata.

"Tidak apa. Aku baik-baik saja. Ibu dan Aline jangan khawatir! Sekarang, aku sudah sadar, dia hanya pria brengseek yang tidak seharusnya aku cintai dan tidak pantas aku tangisi," ucap Vivi membuat Nuri dan Aline melepaskan pelukannya.

"Dia mengatakan, bahwa aku adalah wanita penghibur yang menjajakan tubuh ku pada semua pria. Dia berkata, kalau aku sengaja ingin menjerat dia. Padahal, dia telah menodai aku. Dia memilih menikah dengan wanita lain walaupun pernikahan kami tinggal satu minggu lagi. Dia tidak peduli padaku walaupun aku sedang mengandung darah dagingnya. Sampai mati pun, aku tidak ingin lagi menikah dengan dia," ucap Vivi dengan ekspresi penuh kebencian.

"A.. apa?! Kamu.. Kamu sedang mengandung?" tanya Nuri yang rasanya seperti tersambar petir di siang bolong, karena mengetahui putrinya hamil di luar nikah. Parahnya lagi, orang yang menghamili putrinya malah menikah dengan wanita lain.

"Kakak mengandung anak pria brengseek itu?" tanya Aline tak kalah terkejut.

"Satu bulan yang lalu, dia mengajak aku ke pesta ulang tahun temannya. Aku di paksa minum minuman beralkohol, karena kalah dalam game yang di adakan di pesta itu. Aku mabuk, karena seumur hidupku, baru sekali itu aku minum minuman beralkohol. Hingga... hingga akhirnya aku dan dia melakukan hal yang tidak seharusnya kami lakukan. Tapi, sumpah demi Tuhan, Bu, aku hanya melakukan hal itu sekali. Walaupun pernah beberapa kali dia mengajak aku melakukannya lagi, tapi aku selalu menolaknya, Bu. Maafkan aku, Bu. Aku tidak bisa menjaga diri dengan baik," ucap Vivi dengan wajah tertunduk penuh penyesalan. Tanpa terasa air mata Vivi menetes.

Nuri dan Aline kembali' memeluk Vivi dengan perasaan yang tidak dapat di deskripsikan. Wajah mereka basah oleh air mata.

"Jadi, pria brengseek itu telah menodai putri ku? Menghamili putriku, membatalkan menikahi putri ku dan tidak mau bertanggung jawab atas benih yang telah dia tanam di rahim putri ku? Dasar pria brengseek! Aku sumpahi dia tidak akan memiliki anak seumur hidupnya karena tidak mau bertanggung jawab atas janin di rahim putri ku,"sumpah serapah Nuri pada pria yang telah memberi harapan palsu, menodai, menghamili dan mengkhianati putrinya.

"Kasihan sekali kakak. Sekarang hidup kakak telah hancur gara-gara si Roni brengseek itu. Awas saja! Jika sampai bertemu dengan aku, akan aku hajar pria brengseek itu sampai babak belur. Berani sekali menghancurkan kakakku yang baik hati, manis dan cantik ini," gumam Aline dalam hati penuh dendam.

"Ibu tidak perlu khawatir! Aku tidak akan membuat ayah dan ibu malu. Cucu ibu akan memiliki seorang ayah yang bertanggung jawab, tulus dan baik hati. Dia tidak akan di panggil anak haram. Enam hari lagi, aku akan tetap menikah," ucap Vivi tenang.

Nuri dan Aline pun membulatkan mata mereka, karena mendengar apa yang dikatakan oleh Vivi. Spontan ibu dan anak itu melepaskan pelukan mereka dan menatap Vivi yang malah tersenyum lembut.

Vivi tanpa sadar tersenyum lembut saat mengingat betapa baik dan perhatiannya Roni yang baru di temui dan di kenalnya semalam. Jauh berbeda, bahkan bertolak belakang dengan Roni si pria brengseek, mantan calon suaminya yang tidak bertanggung jawab itu. Entah mengapa Vivi dulu mencintai pria brengseek itu. Apa mungkin Vivi sudah terkena guna-guna? Ilmu pelet? Terkena ajian jaran goyang atau mungkin Semar mesem? Entahlah. Kita wakilkan saja pada tiga kata ini, "Cinta Itu Buta", judul lagu kali.

"Apa maksud kamu?" tanya ibu Vivi nampak cemas,"Vivi tidak menjadi stress karena di tinggal pria brengseek itu, 'kan?" gumam Nuri dalam hati.

"Kakak ku tidak akan menjadi gila karena telah dikhianati dan batal menikah dalam keadaan mengandung, 'kan?" gumam Aline dalam hati.

"Pria yang datang bersama ku tadi bersedia menikahi aku dan menjadi ayah dari bayi yang aku kandung," jawab Vivi tersenyum tipis.

"Apa? Pria tadi mau menikahi kamu dan menjadi ayah dari bayi yang kamu kandung?" tanya ibu Nuri tidak percaya.

"Pria yang mana?" tanya Aline yang tadi tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang berada di ruangan rawat ayahnya.

"Iya, Bu," sahut Vivi penuh keyakinan.

"Kamu benar-benar serius?" tanya Nuri yang masih merasa belum yakin.

"Hum. Semalam, aku nekat bunuh diri dengan menjatuhkan diri ke sungai yang tidak jauh dari pabrik kaca. Dia menolong aku dan membawa aku ke rumah sakit. Saat aku sadar, aku kembali ingin bunuh diri dengan pisau. Tapi, lagi-lagi dia menggagalkan niat ku itu. Dia dan dokter Fina yang merupakan sahabatnya, mencoba menguatkan aku dan mengingatkan aku agar tidak terjerumus ke lembah dosa. Dia bersedia menikahi aku dan menerima aku," jelas Vivi tersenyum lembut.

"Kenapa dia mau menikahi kamu?" tanya Nuri yang merasa aneh karena ada pria yang mau menikahi Vivi yang hamil di luar nikah. Apalagi anak yang di kandung Vivi bukan anak pria itu.

"Kenapa, kak?" tanya Aline yang juga penasaran.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

.

Terpopuler

Comments

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

aku sih berharap semoga pernikahan Roni langgeng , tapi bgmn nanti terserah author alurnya

2024-01-12

5

Gagas Permadi

Gagas Permadi

lanjuuut

2024-01-03

1

ande

ande

roni yg tulus pun mendapatkan orang yg tulus pula untuk mencintaix

2023-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 1. Menyelamatkan
2 2. Kamu Serius?
3 3. Kebetulan
4 4. Setuju
5 5. Kamu Gagap?
6 6. Kenapa?
7 7. Restu
8 8. Terlalu Baik
9 9. Apa Jijik?
10 10. Nyaman
11 11. Yang Sempurna
12 12. Hak
13 13. Terimakasih
14 14. Trauma
15 15. Ingin Lagi
16 16. Bahan Tertawaan
17 17. Berbohong
18 18. Brutal
19 19. Mencemari
20 20. Tidak Terima
21 21. Merasa Curiga
22 22. Seandainya
23 23. Sudah Puas
24 24. Amputasi
25 25. Menguping
26 26. Berhak
27 27. Ingin Tahu
28 28. Koma
29 29. Bisakah?
30 30. Solusi Untuk Roni
31 31. Tidak Mirip
32 32. Jangan Egois!
33 33. Di Usir
34 34. Demi Giyan
35 35. Memata-matai
36 36. Tertohok
37 37. Pergi
38 38. Hancur
39 39. Putus
40 40. Tidak Terima
41 41. Sudah Menikah
42 42. Kesempatan
43 43. Apa Yang Salah?
44 44. Mengikhlaskan
45 45. Belum Berhasil
46 46. Dingin
47 47. Ingin Mengambil
48 48. Tes DNA
49 49. Saran
50 50. Kembalilah!
51 51. Bagaimana Caranya?
52 52. Kesempatan
53 53. Suhu Bicara
54 54. Mana Mungkin Berani?
55 55. Malu
56 56. Harapan
57 57. Harus Bagaimana?
58 58. Jangan Menyesal
59 59. Latihan Ganda
60 60. Ingin Apa?
61 61. Refleks
62 62. Itu Dulu
63 63. Benar-benar Melupakan?
64 64. Kesiangan
65 65. Agresif
66 66. Ujian
67 67. Cemburu?
68 68. Wejangan
69 69. Rencana
70 70. Siapa Yang Majikan?
71 71. Jika
72 72. Korban
73 73. Me Time
74 74. Tidak Yakin
75 75. Salah Orang
76 76. Merasa Bersalah
77 77.Membujuk
78 78. Salah
79 79. Tiba-tiba
80 80. Di Salah Artikan
81 81. Perlakuan Berbeda
82 82. Curiga.
83 83. Mencelos
84 84. Merasa Janggal
85 85. Tidak Marah?
86 86. Penyebab Utama
87 87. Siapa?
88 88. Bersimpuh
89 89. Keras Kepala
90 90. Ketakutan
91 91. Bukan!
92 92. FYI
93 93. Maaf
94 94. Tidak Menyadari
95 95. Mengikhlaskan
96 96. Nenek Giyan
97 97. Ingin Mengambil?
98 98. Malas Meladeni
99 99. Merasa Paling Benar
100 100. Memaafkan
101 101. Biarlah Aku Saja
102 102. Kabar
103 103. Aku Mencintaimu
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Menyelamatkan
2
2. Kamu Serius?
3
3. Kebetulan
4
4. Setuju
5
5. Kamu Gagap?
6
6. Kenapa?
7
7. Restu
8
8. Terlalu Baik
9
9. Apa Jijik?
10
10. Nyaman
11
11. Yang Sempurna
12
12. Hak
13
13. Terimakasih
14
14. Trauma
15
15. Ingin Lagi
16
16. Bahan Tertawaan
17
17. Berbohong
18
18. Brutal
19
19. Mencemari
20
20. Tidak Terima
21
21. Merasa Curiga
22
22. Seandainya
23
23. Sudah Puas
24
24. Amputasi
25
25. Menguping
26
26. Berhak
27
27. Ingin Tahu
28
28. Koma
29
29. Bisakah?
30
30. Solusi Untuk Roni
31
31. Tidak Mirip
32
32. Jangan Egois!
33
33. Di Usir
34
34. Demi Giyan
35
35. Memata-matai
36
36. Tertohok
37
37. Pergi
38
38. Hancur
39
39. Putus
40
40. Tidak Terima
41
41. Sudah Menikah
42
42. Kesempatan
43
43. Apa Yang Salah?
44
44. Mengikhlaskan
45
45. Belum Berhasil
46
46. Dingin
47
47. Ingin Mengambil
48
48. Tes DNA
49
49. Saran
50
50. Kembalilah!
51
51. Bagaimana Caranya?
52
52. Kesempatan
53
53. Suhu Bicara
54
54. Mana Mungkin Berani?
55
55. Malu
56
56. Harapan
57
57. Harus Bagaimana?
58
58. Jangan Menyesal
59
59. Latihan Ganda
60
60. Ingin Apa?
61
61. Refleks
62
62. Itu Dulu
63
63. Benar-benar Melupakan?
64
64. Kesiangan
65
65. Agresif
66
66. Ujian
67
67. Cemburu?
68
68. Wejangan
69
69. Rencana
70
70. Siapa Yang Majikan?
71
71. Jika
72
72. Korban
73
73. Me Time
74
74. Tidak Yakin
75
75. Salah Orang
76
76. Merasa Bersalah
77
77.Membujuk
78
78. Salah
79
79. Tiba-tiba
80
80. Di Salah Artikan
81
81. Perlakuan Berbeda
82
82. Curiga.
83
83. Mencelos
84
84. Merasa Janggal
85
85. Tidak Marah?
86
86. Penyebab Utama
87
87. Siapa?
88
88. Bersimpuh
89
89. Keras Kepala
90
90. Ketakutan
91
91. Bukan!
92
92. FYI
93
93. Maaf
94
94. Tidak Menyadari
95
95. Mengikhlaskan
96
96. Nenek Giyan
97
97. Ingin Mengambil?
98
98. Malas Meladeni
99
99. Merasa Paling Benar
100
100. Memaafkan
101
101. Biarlah Aku Saja
102
102. Kabar
103
103. Aku Mencintaimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!