Fina menghela napas panjang setelah bicara panjang lebar pada Vivi. Sedangkan Roni sepertinya juga memberi kesempatan pada Vivi untuk berpikir.
"Dia sepertinya gadis baik-baik. Selama ini Roni tidak pernah tertarik pada wanita. Tapi, hari ini tiba-tiba Roni ingin menikah. Tidak apa, jika Roni menikahi gadis yang sudah tidak perawan. Asalkan dia bahagia dan ada yang akan menemaninya hingga hari tuanya nanti," gumam Fina dalam hati yang sebenarnya juga memikirkan masa depan Roni.
Roni memang tampan dan kaya. Setelah bertahun-tahun menjadi asisten Aiden yang merupakan pebisnis kaya, Roni memiliki aset dan tabungan yang tidak sedikit. Namun, keadaan Roni yang gagap membuat para wanita berpikir ulang untuk mendekati, apalagi untuk menikah dengan Roni. Roni sendiri juga terlihat tidak tertarik dengan seorang wanita pun.
Karena itu, Fina khawatir, jika Roni sampai tidak mendapatkan pasangan hidup. Jadi, saat Roni mengatakan ingin menikah, Fina pun langsung mendukung Roni seratus persen. Apalagi, Fina melihat Vivi sepertinya gadis-gadis baik-baik, tapi sayangnya bernasib buruk.
Vivi masih diam dan nampak berpikir. Mempertimbangkan keputusan apa yang akan diambilnya. Keputusan yang pastinya akan menentukan masa depannya.
"Vi.." panggil Roni setelah beberapa menit ruangan itu hening tanpa suara.
Vivi menatap Roni yang mulai berbicara menggunakan bahasa isyarat. Namun, kali in Roni menggunakan bahasa isyarat dengan tempo sedang. Tidak seperti saat berbicara dengan Melda (sekretaris Aiden, CEO yang merupakan majikan Roni ) ataupun saat berbicara dengan anak buahnya.
"Aku benar-benar tulus padamu. Aku tidak tahu kenapa, tapi sejak aku melihat kamu ingin bunuh diri dari jembatan, aku spontan langsung ikut menjatuhkan diri ke sungai dan ingin menyelamatkan kamu. Dan setelah mengetahui banyak masalah yang menimpa kamu dan keluarga kamu, aku ingin menolong kamu sekali lagi. Namun, aku sadar, aku memiliki kekurangan yang mungkin akan membuatmu di hina orang, jika kamu menikah dengan ku. Jadi, aku minta maaf jika aku lancang ingin menikahi kamu,"
"Tidak apa, jika kamu tidak mau menikah dengan ku. Tapi, tolong jangan bunuh bayi dalam kandungan kamu! Dia tidak berdosa. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan biaya rumah sakit. Aku yang akan membayarnya," ucap Roni menggunakan bahasa isyarat kemudian membalikkan tubuhnya hendak keluar dari ruangan itu. Roni merasa Vivi tidak akan mau menikah dengan dirinya.
"Tunggu! Aku akan menikah dengan kamu. Tapi..." ucap Vivi menunduk nampak ragu.
Roni kembali membalikkan tubuhnya menatap Vivi. Sedangkan Fina yang tidak terlalu mengerti dengan bahasa isyarat pun bingung harus berkomentar apa. Fina hanya bisa menunggu apa yang hendak dikatakan oleh Vivi dan mengira-ngira apa yang di katakan Roni.
"Haishh. Aku menyesal mengatakan Roni bisa bahasa isyarat. Sekarang, aku jadi tidak tahu apa yang kalian bicarakan," gerutu Fina penuh sesal.
"Ta.. Ta.. Tapi a.. a.. apa?" tanya Roni terlihat penasaran.
"Apa kamu benar-benar yakin ingin menikah dengan aku? Pernikahan ini, jika di pikir-pikir hanya menguntungkan aku saja. Belum lagi, kita baru hari ini saling mengenal. Bagaimana jadinya pernikahan ini ke depannya?" tanya Vivi nampak ragu.
Bukankah wajar, jika Vivi merasa ragu dan bimbang? Dirinya dan Roni baru kali ini bertemu, dan tidak saling mengenal. Tapi, tiba-tiba Roni ingin menikah dengan dirinya. Apalagi alasannya adalah untuk menolong dirinya.
Pertolongan yang akan mempengaruhi masa depan mereka berdua. Orang yang baru dikenal rela menolong dirinya hingga harus menikahi dirinya. Bukankah hal ini sangat mengejutkan dan terasa tidak masuk akal? Itulah yang ada di dalam hati Vivi.
"Vi.." panggil Roni membuat Vivi menatap Roni.
Roni kembali menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan Roni. Sedangkan Fina membuang napas kasar karena tidak bisa nimbrung dalam pembicaraan dua orang itu.
"Jika kamu menikah dengan aku, kita akan berteman, lalu belajar saling mengenal, saling mengerti dan saling memahami. Kita bicarakan segalanya secara perlahan-lahan. Kita jalani mengalir apa adanya. Jika tidak cocok, atau kamu malu karena memiliki suami yang gagap seperti aku, kamu boleh meminta cerai dari aku setelah anak itu lahir," ucap Roni serius.
Sedangkan Fina yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Roni hanya bisa menghela napas berkali-kali. Terkadang, wanita itu terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah. Aku setuju menikah dengan mu," ucap Vivi membuat Roni dan Fina terkejut sekaligus senang.
Entah mengapa dua sahabat itu terlihat senang hanya karena mendapatkan persetujuan dari Vivi.
"Tapi, bagaimana aku menyampaikan hal ini pada kedua orang tuaku?" tanya Vivi terlihat bingung.
"Kalau menurut aku, Roni harus melamar kamu, Vi. Dari situ, kamu harus jujur sekaligus berbohong pada orang tua kamu, Vi,"ucap Fina membuat Vivi dan Roni mengernyitkan kening mereka secara bersamaan.
"Maksud dokter?" tanya Vivi tidak mengerti.
"Begini, kamu harus jujur bahwa kamu telah di tinggal menikah oleh calon suamimu. Dan kamu harus jujur bahwa kamu sudah mengandung anak si brengseek itu. Setelah itu, kalian harus berbohong, kalau Roni ini sudah lama menaruh hati padamu, tapi kamu hanya menganggap dia sebagai teman biasa. Saat Roni ini tahu, kamu di tinggal calon suami kamu menikah dengan wanita lain dalam keadaan mengandung, Roni bersedia menikahi kamu. Karena itu Roni melamar kamu,"
"Jadi, kalian hanya harus berbohong bahwa kalian sudah lama saling mengenal dan Roni sudah lama suka padamu. Bagaimana? Bukankah ini masuk akal? Karena, jika kalian mengatakan bahwa kalian baru saling mengenal hari ini, orang tua Vivi akan ragu untuk merestui pernikahan kalian," jelas Fina panjang lebar, menatap Roni dan Vivi bergantian
Vivi dan Roni saling menatap, kemudian keduanya saling mengangguk tanda setuju.
"Nah, jadi, masalah ini sudah selesai. Sekarang, sebaiknya Vivi memulihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, kalian bisa menghadap orang tua Vivi," ujar Fina merasa lega.
"Terimakasih. Aku tidak tahu harus mengucapkan apalagi dan harus bagaimana membalas kebaikan dokter dan kak Roni," ucap Vivi seraya menyeka air matanya karena merasa terharu.
"Sudah! Jangan menangis lagi. Sebaiknya kamu istirahat! Agar kamu bisa lekas pulih," ujar Fina menasehati.
"Do.. Dok.."
"Plak"
"Dokter orang tua Vivi pasti mencari dan mengkhawatirkan Vivi karena sudah larut malam seperti ini belum pulang," ucap Roni cepat setelah lengannya di teluk Fina.
"Oh, masalah itu. Kalau boleh tahu, pekerjaan kamu apa, Vi?"tanya Fina.
"Saya bekerja sebagai staf kantor," sahut Vivi.
Kalau begitu, kamu telepon kedua orang tua kamu dan katakan, kamu mendadak ada tugas keluar kota. Kalau kamu mengatakan menginap di rumah teman, 'kan, tidak etis jika kamu tidak pulang saat ayah kamu mengalami kecelakaan," ujar Fina pada Vivi yang terdengar masuk akal.
"I.. I.."
"Plak"
"Ini, pakai handphone aku saja," ucap Roni setelah di tepuk lengannya oleh Fina. Roni memberikan handphonenya yang kunci layarnya sudah di buka pada Vivi.
"Roni, biarkan Vivi bicara pada orang tuanya dulu. Kita bicara soal apa saja yang harus kamu siapkan untuk lamaran," ucap Fina yang langsung menarik tangan Roni keluar dari ruangan itu.
Fina membawa Roni ke ruangan yang tidak ada penghuninya.
"Roni, kamu harus melamar Vivi, layaknya seorang pria yang melamar wanita. Hal itu agar kamu di hargai oleh calon mertua kamu," ujar Fina menasehati.
"A.. A.."
"Plak"
"Apa saja yang harus saya siapkan?" tanya Roni setelah lengannya di tepuk oleh Fina.
Fina mengatakan semua yang harus di siapkan oleh Roni untuk melamar Vivi dan Roni pun mengerti.
Setelah berbicara dengan Fina, Roni meminta anak buahnya yang masih berada di rumah sakit itu untuk menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan untuk lamaran sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Fina.
Roni kembali ke kamar Vivi dan melihat gadis itu masih duduk. Vivi mencoba tersenyum saat melihat Roni.
"Terimakasih," ucap Vivi seraya mengulurkan handphone Roni yang di pinjamkan Roni tadi.
"Vi.." panggil Roni.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Uyhull01
kekurangn Roni tak menutup kelebihan yng d miliki,
stju dgan dokter Fina
2023-12-17
5
Umi Auliya
jadi terharu banget sama kebaikan hati Roni,semoga Roni bahagia seperti 4 sahabatnya Aiden, Rayyan, Andi dan dr.Fina
2023-12-11
2
Mr.VANO
beruntungny kamu vi,ketemu roni yg baik hati,ikhlas menikai kamu yg lg berbadan dua,,smg vivi mencintai roni
2023-12-08
1