bab 6 istana sean

Shena kini sudah duduk di pangkuan sean, ia memejamkan matanya merasakan nikmat dibawah sana. Sedangkan sean sibuk menjamah tubuh shena yang ada di atasnya.

"tuan...," lirih shena di telinga sean.

"apa?" tanya sean dengan suara berat dan seraknya, ia sudah sampai dipuncak kenikmatannya.

Sean langsung menahan pinggul shena agar tak kembali naik, ia mengeluarkan semuanya kedalam rongga dibawah tubuh shena.

"ahhhhh.... Nikmat sekali," ucap sean mencium leher dan bahu shena.

"kau sudah keluar kan?" tanya sean karena ia merasa miliknya sangat basah dan hangat sebelum ia mengeluarkan miliknya.

"aku tidak tau tapi maafkan aku, aku baru saja pipis," ucap shena malu karena ia mengira dirinya mengompol.

Sean terkekeh ia mulai menggerakkan pinggulnya lagi sampai membuat shena kembali merintih," itu bukan keluar air kencing. Itu namanya kau sudah mencapai titik kenikmatan saat bercinta,"

"katakan apa kau suka melakukannya denganku? apa menurutmu ini enak?"

Shena hanya mengangguk, ia masih bersandar di bahu sean. Ia kembali memejamkan matanya karena sean kembali menggerakkan pinggulnya.

"bagimana jika aku tak sengaja mencintaimu," tanya shena melihat kedua manik sean yang juga melihatnya.

Sean memegang tengkuk shena dan langsung menciumnya, entah kenapa ia tak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan shena.

"aku sudah bilang kau tidak boleh mencintaiku,"

"tapi kenapa? bukankah jika kita terbiasa bersama cinta akan muncul di antara kita?"

"itu hanya pepatah kuno,"

Sean langsung menghentikan kegiatannya, ia melepaskan tautan dirinya dan shena.

"mandilah terlebih dahulu kita harus lekas pergi dari sini, aku akan berkemas,"

Shena tampak kecewa namun ia langsung mengangguk dan mematuhi perintah sean untuk mandi.

"jangan pernah berusaha menerobos masuk ke hatiku karena itu tidak sopan. Ada istriku didalamnya, kau tak bisa sembarangan mengetuknya karena aku tidak mau dia bangun dan melihatmu," ucap sean melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.

......

Sean dan shena sudah sampai di Bandara Internasional John F. Kennedy new york. Sean bergegas membawa shena ke mansion yang ia miliki.

Menempuh perjalanan sekitar 20 menit untuk sampai di kota Manhattan. Shena selalu terpukau melihat semuanya, ia tak berhenti membuka mulutnya karena kagum.

"ini kota apa?"

"kita sudah memasuki kota Manhattan, tempat tinggal ku disini. Apa indah?"

![](contribute/fiction/7869179/markdown/44005085/1700721110880.jpeg)

"indah sekali, tuan tapi apa tak apa jika kau membawaku? Bagaimana dengan keluargamu?" tanya shena khawatir.

"aku tinggal sendiri, tapi ada beberapa orang yang menjagaku," jelas sean.

"ahh begitu? Apa pekerjaanmu?"

"tak perlu tau,"

Sean merupakan pedagang liar, ia memiliki pangkat tinggi di dunia pasar gelap. bahkan sudah tersemat julukan mafia di namanya. Namun ia memiliki restoran terkenal untuk menutupi seluruh pendapatannya.

"kenapa? Apa kau milyarder? Uuuuu kau bahkan punya pengawal," tanya shena kagum

"aku punya restoran terkenal disini,"

"aku mau lihat," pinta shena excited.

"lain kali saja, kita harus kembali ke rumah. dokumen menumpuk sudah menungguku, aku tak bisa terlalu bersantai dan pergi menemanimu," jelas sean yang langsung di angguki oleh shena.

"terimakasih tuan, kau sudah mau membawaku kemari. Aku senang sekali kau mau mengajakku berkeliling dunia," shena tak berhenti mengucapkan terima kasih pada pria di sampingnya.

"bagaimana jika aku membuangmu disini? Tanpa sepeser uang dan pengetahuan?"

"mungkin aku akan menjadi pelacur jalanan,"

"siapa yang mau memungutmu, dasar!"

"kau, kau pasti akan memungut ku lagi karena kau bilang jika bersetubuh dengan ku itu enak," ucap shena tak tau malu.

"ahhh kau benar benar membuatku gila,"

Sean menghentikan mobilnya didepan gerbang besar yang menjulang tinggi berwarna hitam. Ia menunggu gerbang terbuka, "ini rumahku,"

![](contribute/fiction/7869179/markdown/44005085/1700721110887.jpeg)

"kau mau menipuku? Ini istana tidak mungkin pemilik restoran terkenal mempunyai istana semegah ini. Kau sebenarnya siapa?"

"ahhh kau ternyata tak bisa di bodohi, kau akan tau pekerjaan ku tapi tidak sekarang,"

Sean membawa masuk shena ke rumah megah miliknya, tak henti hentinya shena terpukau. ia bahkan terang terangan mengagumi rumah sean yang tampak begitu indah luar biasa seperti di kerajaan fantasi.

"max siapkan kamar untuknya, aku harus pergi sekarang," perintah sean kepada tangan kanannya.

"baik tuan,"

"nona kau bisa ikut denganku," shena berjalan mengikuti pria yang di panggil max itu. Ia masih sangat kagum dengan rumah mewah ini.

"ini kamar mu, kau bisa masuk dan memakai semua yang ada di dalamnya. Jika kau lapar kau bisa pergi ke dapur atau menelfon agar pelayanan menghampiri kamarmu. Apa ada yang ingin kau tanyakan?"

Max berumur 25 tahun tak jauh dari shena, ia pria tampan namun jauh lebih tampan sean.

"tuan, emm.... Apa aku bisa berjalan jalan? Aku ingin melihat rumah ini," tanya shena hati hati.

"aku tak punya kuasa untuk memberimu ijin, kau bisa bertanya langsung pada tuan sean. Sebaiknya kau masuk kedalam kamarmu agar tuan sean tak kesal padamu," max langsung pergi meninggalkan shena di depan kamarnya.

"ahhh kenapa semua orang yang ku temui sangat ketus dan wajahnya menegangkan. tapi jauh lebih menakutkan ibuku," shena berjalan masuk membuka pintu kamarnya, ia langsung kagum dan senang.

![](contribute/fiction/7869179/markdown/44005085/1700734138960.jpeg)

"wahh aku bahkan tak berekspektasi jika kamarku akan semegah ini. Lihat bagian kanan dan kirinya," shena langsung masuk ke dalam, ia melompat ke atas ranjang dan mulai melompat senang.

Shena menjelajahi semua ruangan di kamarnya, baju baju bagus berukuran pas dan perias make up yang mahal dan mewah.

Semua ini tak pernah terbayangkan di otaknya, tak pernah terbesit di pikirannya jika ia bisa merasakan semua kemewahan ini.

"ahhhhh sungguh aku sangat senang, bisa bebas bergerak dan berteriak!!!"

Sean dari luar langsung membuka pintu, ia mendapati gadis berkelakuan sepesial itu sedang melompat lompat kegirangan.

"wahhh aku seperti punya anak daripada aku mempunyai wanita," gumam sean melihat shena.

"berhentilah melompat bodoh, kau bisa terjatuh!" ucap sean lantang yang langsung membuat shena kaget dan hilang keseimbangan. Shena langsung meluncur bebas ke lantai dengan kepala sebagai tumpuannya.

"aduhh...." shena memegangi kepalanya yang sakit, rasa pusing langsung menyerangnya.

"ah tuan sakit sekali,"

Sean masih berdiri di ambang pintu, ia rasanya ingin berlari menghampiri shena namun gengsinya terlalu tinggi, ia tak ingin terlihat menyayangi shena.

"gadis bodoh, keluarlah dan makan. Aku akan pergi, kau bebas berjalan jalan, yang penting jangan pernah keluar dari rumahku. Mengerti?"

"terimakasih tuan, tapi tuan,"

"apa? Katakan,"

"apa kau bisa membelikan aku pembalut? Aku merasa jika akan segera haid," shena sebenarnya malu namun bagaimana lagi, ia tak tau harus meminta kepada siapa selain sean.

"ahhh wanita sialan," gumam sean.

"minta saja pada max, dia akan menuruti semua maumu," sean berbalik dan langsung membanting pintu sangat keras.

"kenapa harus marah? Apa dia malu? Hahaha aku juga," tawa shena melihat pintu yang baru saja di banting oleh sean.

...🪼TBC🪼...

Terpopuler

Comments

Bastard_🗡️

Bastard_🗡️

seruuu

2024-01-17

2

Mas Roni

Mas Roni

lanjut Thor,,.langsung 2 bab Thor biar seru bacanya😁

2023-11-23

3

lihat semua
Episodes
1 bab 1 malam tragis
2 bab 2 bertemu duda kaya
3 bab 3 sekamar
4 bab 4 restoran vale
5 bab 5 kesan pertama
6 bab 6 istana sean
7 bab 7 periode
8 bab 8 nona
9 bab 9 kebodohan
10 bab 10 eliza
11 bab 11
12 bab 12 irene
13 bab 13 makan malam
14 bab 14 mengacuhkan
15 bab 15 Australia
16 bab 16 makan malam Irene
17 bab 17
18 bab 18 cinta sean
19 bab 19 sean
20 bab 20 ketakutan shena
21 bab 21
22 bab 22 iblis shena
23 bab 23 makan malam bersama
24 bab 24
25 bab 25 gempa
26 bab 26 evakuasi
27 bab 27
28 bab 28 terpisah
29 bab 29 godaan vale
30 bab 30
31 bab 31 siapa yang salah?
32 bab 32 the beginning of Shena's journey
33 bab 33 sean dan shena
34 bab 34
35 bab 35 bayi rewel
36 bab 36
37 bab 37 kekacauan
38 bab 38 hubungan gagal
39 bab 39 vale
40 bab 40 terkunci
41 bab 41 kandungan
42 bab 42
43 bab 43 gugur
44 bab 44 target
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48 pertunjukan spektakuler
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 106
107 bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 bab 113
114 bab 114
115 bab 115 END
116 ex's tears & HALLUCIATORY RELATIONSHIP
117 episode 117 s2
118 episode 118 s2
119 episode 119 s2
120 episode 120 s2
121 episode 121 s2
122 episode 122 s2
123 episode 123 s2
124 episode 124 s2
125 episode 125 s2
126 episode 126 s2
127 episode 127 s2
128 episode 128 s2
129 episode 129 s2
130 episode 130 s2
131 episode 131 s2
132 episode 132 s2
133 episode 133 s2
134 episode 134 s2
135 episode 135 s2
136 episode 136 s2
137 episode 137 s2
138 episode 138 s2
139 episode 139 s2
140 episode 140 s2
141 episode 141 s2
142 episode 142 s2
143 episode 143 s2
144 episode 144 s2
145 episode 145 s2
146 episode 146 s2
147 episode 147 s2
148 episode 148 s2
149 episode 149 s2
150 episode 150 s2
151 ayo mampir
152 episode 152 s2
153 episode 153 s2
154 episode 154 s2
155 episode 155 s2
156 episode 156 s2
157 episode 157 s2
158 episode 158 s2
159 episode 159 s2
160 episode 160 s2
161 episode 161 s2
162 episode 162 s2
163 episode 163 s2
164 episode 164 s2
165 episode 165 s2 END
Episodes

Updated 165 Episodes

1
bab 1 malam tragis
2
bab 2 bertemu duda kaya
3
bab 3 sekamar
4
bab 4 restoran vale
5
bab 5 kesan pertama
6
bab 6 istana sean
7
bab 7 periode
8
bab 8 nona
9
bab 9 kebodohan
10
bab 10 eliza
11
bab 11
12
bab 12 irene
13
bab 13 makan malam
14
bab 14 mengacuhkan
15
bab 15 Australia
16
bab 16 makan malam Irene
17
bab 17
18
bab 18 cinta sean
19
bab 19 sean
20
bab 20 ketakutan shena
21
bab 21
22
bab 22 iblis shena
23
bab 23 makan malam bersama
24
bab 24
25
bab 25 gempa
26
bab 26 evakuasi
27
bab 27
28
bab 28 terpisah
29
bab 29 godaan vale
30
bab 30
31
bab 31 siapa yang salah?
32
bab 32 the beginning of Shena's journey
33
bab 33 sean dan shena
34
bab 34
35
bab 35 bayi rewel
36
bab 36
37
bab 37 kekacauan
38
bab 38 hubungan gagal
39
bab 39 vale
40
bab 40 terkunci
41
bab 41 kandungan
42
bab 42
43
bab 43 gugur
44
bab 44 target
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48 pertunjukan spektakuler
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
106
107
bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
bab 113
114
bab 114
115
bab 115 END
116
ex's tears & HALLUCIATORY RELATIONSHIP
117
episode 117 s2
118
episode 118 s2
119
episode 119 s2
120
episode 120 s2
121
episode 121 s2
122
episode 122 s2
123
episode 123 s2
124
episode 124 s2
125
episode 125 s2
126
episode 126 s2
127
episode 127 s2
128
episode 128 s2
129
episode 129 s2
130
episode 130 s2
131
episode 131 s2
132
episode 132 s2
133
episode 133 s2
134
episode 134 s2
135
episode 135 s2
136
episode 136 s2
137
episode 137 s2
138
episode 138 s2
139
episode 139 s2
140
episode 140 s2
141
episode 141 s2
142
episode 142 s2
143
episode 143 s2
144
episode 144 s2
145
episode 145 s2
146
episode 146 s2
147
episode 147 s2
148
episode 148 s2
149
episode 149 s2
150
episode 150 s2
151
ayo mampir
152
episode 152 s2
153
episode 153 s2
154
episode 154 s2
155
episode 155 s2
156
episode 156 s2
157
episode 157 s2
158
episode 158 s2
159
episode 159 s2
160
episode 160 s2
161
episode 161 s2
162
episode 162 s2
163
episode 163 s2
164
episode 164 s2
165
episode 165 s2 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!