Shena kini sudah duduk di pangkuan sean, ia memejamkan matanya merasakan nikmat dibawah sana. Sedangkan sean sibuk menjamah tubuh shena yang ada di atasnya.
"tuan...," lirih shena di telinga sean.
"apa?" tanya sean dengan suara berat dan seraknya, ia sudah sampai dipuncak kenikmatannya.
Sean langsung menahan pinggul shena agar tak kembali naik, ia mengeluarkan semuanya kedalam rongga dibawah tubuh shena.
"ahhhhh.... Nikmat sekali," ucap sean mencium leher dan bahu shena.
"kau sudah keluar kan?" tanya sean karena ia merasa miliknya sangat basah dan hangat sebelum ia mengeluarkan miliknya.
"aku tidak tau tapi maafkan aku, aku baru saja pipis," ucap shena malu karena ia mengira dirinya mengompol.
Sean terkekeh ia mulai menggerakkan pinggulnya lagi sampai membuat shena kembali merintih," itu bukan keluar air kencing. Itu namanya kau sudah mencapai titik kenikmatan saat bercinta,"
"katakan apa kau suka melakukannya denganku? apa menurutmu ini enak?"
Shena hanya mengangguk, ia masih bersandar di bahu sean. Ia kembali memejamkan matanya karena sean kembali menggerakkan pinggulnya.
"bagimana jika aku tak sengaja mencintaimu," tanya shena melihat kedua manik sean yang juga melihatnya.
Sean memegang tengkuk shena dan langsung menciumnya, entah kenapa ia tak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan shena.
"aku sudah bilang kau tidak boleh mencintaiku,"
"tapi kenapa? bukankah jika kita terbiasa bersama cinta akan muncul di antara kita?"
"itu hanya pepatah kuno,"
Sean langsung menghentikan kegiatannya, ia melepaskan tautan dirinya dan shena.
"mandilah terlebih dahulu kita harus lekas pergi dari sini, aku akan berkemas,"
Shena tampak kecewa namun ia langsung mengangguk dan mematuhi perintah sean untuk mandi.
"jangan pernah berusaha menerobos masuk ke hatiku karena itu tidak sopan. Ada istriku didalamnya, kau tak bisa sembarangan mengetuknya karena aku tidak mau dia bangun dan melihatmu," ucap sean melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.
......
Sean dan shena sudah sampai di Bandara Internasional John F. Kennedy new york. Sean bergegas membawa shena ke mansion yang ia miliki.
Menempuh perjalanan sekitar 20 menit untuk sampai di kota Manhattan. Shena selalu terpukau melihat semuanya, ia tak berhenti membuka mulutnya karena kagum.
"ini kota apa?"
"kita sudah memasuki kota Manhattan, tempat tinggal ku disini. Apa indah?"

"indah sekali, tuan tapi apa tak apa jika kau membawaku? Bagaimana dengan keluargamu?" tanya shena khawatir.
"aku tinggal sendiri, tapi ada beberapa orang yang menjagaku," jelas sean.
"ahh begitu? Apa pekerjaanmu?"
"tak perlu tau,"
Sean merupakan pedagang liar, ia memiliki pangkat tinggi di dunia pasar gelap. bahkan sudah tersemat julukan mafia di namanya. Namun ia memiliki restoran terkenal untuk menutupi seluruh pendapatannya.
"kenapa? Apa kau milyarder? Uuuuu kau bahkan punya pengawal," tanya shena kagum
"aku punya restoran terkenal disini,"
"aku mau lihat," pinta shena excited.
"lain kali saja, kita harus kembali ke rumah. dokumen menumpuk sudah menungguku, aku tak bisa terlalu bersantai dan pergi menemanimu," jelas sean yang langsung di angguki oleh shena.
"terimakasih tuan, kau sudah mau membawaku kemari. Aku senang sekali kau mau mengajakku berkeliling dunia," shena tak berhenti mengucapkan terima kasih pada pria di sampingnya.
"bagaimana jika aku membuangmu disini? Tanpa sepeser uang dan pengetahuan?"
"mungkin aku akan menjadi pelacur jalanan,"
"siapa yang mau memungutmu, dasar!"
"kau, kau pasti akan memungut ku lagi karena kau bilang jika bersetubuh dengan ku itu enak," ucap shena tak tau malu.
"ahhh kau benar benar membuatku gila,"
Sean menghentikan mobilnya didepan gerbang besar yang menjulang tinggi berwarna hitam. Ia menunggu gerbang terbuka, "ini rumahku,"

"kau mau menipuku? Ini istana tidak mungkin pemilik restoran terkenal mempunyai istana semegah ini. Kau sebenarnya siapa?"
"ahhh kau ternyata tak bisa di bodohi, kau akan tau pekerjaan ku tapi tidak sekarang,"
Sean membawa masuk shena ke rumah megah miliknya, tak henti hentinya shena terpukau. ia bahkan terang terangan mengagumi rumah sean yang tampak begitu indah luar biasa seperti di kerajaan fantasi.
"max siapkan kamar untuknya, aku harus pergi sekarang," perintah sean kepada tangan kanannya.
"baik tuan,"
"nona kau bisa ikut denganku," shena berjalan mengikuti pria yang di panggil max itu. Ia masih sangat kagum dengan rumah mewah ini.
"ini kamar mu, kau bisa masuk dan memakai semua yang ada di dalamnya. Jika kau lapar kau bisa pergi ke dapur atau menelfon agar pelayanan menghampiri kamarmu. Apa ada yang ingin kau tanyakan?"
Max berumur 25 tahun tak jauh dari shena, ia pria tampan namun jauh lebih tampan sean.
"tuan, emm.... Apa aku bisa berjalan jalan? Aku ingin melihat rumah ini," tanya shena hati hati.
"aku tak punya kuasa untuk memberimu ijin, kau bisa bertanya langsung pada tuan sean. Sebaiknya kau masuk kedalam kamarmu agar tuan sean tak kesal padamu," max langsung pergi meninggalkan shena di depan kamarnya.
"ahhh kenapa semua orang yang ku temui sangat ketus dan wajahnya menegangkan. tapi jauh lebih menakutkan ibuku," shena berjalan masuk membuka pintu kamarnya, ia langsung kagum dan senang.

"wahh aku bahkan tak berekspektasi jika kamarku akan semegah ini. Lihat bagian kanan dan kirinya," shena langsung masuk ke dalam, ia melompat ke atas ranjang dan mulai melompat senang.
Shena menjelajahi semua ruangan di kamarnya, baju baju bagus berukuran pas dan perias make up yang mahal dan mewah.
Semua ini tak pernah terbayangkan di otaknya, tak pernah terbesit di pikirannya jika ia bisa merasakan semua kemewahan ini.
"ahhhhh sungguh aku sangat senang, bisa bebas bergerak dan berteriak!!!"
Sean dari luar langsung membuka pintu, ia mendapati gadis berkelakuan sepesial itu sedang melompat lompat kegirangan.
"wahhh aku seperti punya anak daripada aku mempunyai wanita," gumam sean melihat shena.
"berhentilah melompat bodoh, kau bisa terjatuh!" ucap sean lantang yang langsung membuat shena kaget dan hilang keseimbangan. Shena langsung meluncur bebas ke lantai dengan kepala sebagai tumpuannya.
"aduhh...." shena memegangi kepalanya yang sakit, rasa pusing langsung menyerangnya.
"ah tuan sakit sekali,"
Sean masih berdiri di ambang pintu, ia rasanya ingin berlari menghampiri shena namun gengsinya terlalu tinggi, ia tak ingin terlihat menyayangi shena.
"gadis bodoh, keluarlah dan makan. Aku akan pergi, kau bebas berjalan jalan, yang penting jangan pernah keluar dari rumahku. Mengerti?"
"terimakasih tuan, tapi tuan,"
"apa? Katakan,"
"apa kau bisa membelikan aku pembalut? Aku merasa jika akan segera haid," shena sebenarnya malu namun bagaimana lagi, ia tak tau harus meminta kepada siapa selain sean.
"ahhh wanita sialan," gumam sean.
"minta saja pada max, dia akan menuruti semua maumu," sean berbalik dan langsung membanting pintu sangat keras.
"kenapa harus marah? Apa dia malu? Hahaha aku juga," tawa shena melihat pintu yang baru saja di banting oleh sean.
...🪼TBC🪼...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Bastard_🗡️
seruuu
2024-01-17
2
Mas Roni
lanjut Thor,,.langsung 2 bab Thor biar seru bacanya😁
2023-11-23
3