Bab 15

“Semoga apa yang aku inginkan bisa diridhai oleh Mama dan kedua kakakku” ~Aqila~

.

.

.

Keesokan harinya.

Aqila menggeliat pelan dan mengerjapkan matanya, matanya menyipit dan menatap jam dinding. Seketika matanya melebar.

“Ya ampun jam 8 mati aku bentar lagi harus ke rumah sakit,” ucap Aqila.

Ia langsung melempar selimut itu dan berlari menuju kamarnya. Sepertinya pagi ini ia harus mandi bebek karena dikejar waktu. 10 menit ia sudah keluar dari kamar mandi. Memakai kemeja dan celana jeansnya dan tak lupa jas kebanggaannya ia bawa. Berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa lalu ia segera mencari keberadaan sang mama.

“Mama Aqila pamit,” ucap Aqila ketika menemukan sang mama di dapur.

“Loh kamu belum sarapan sayang ” saut Mama Angel.

Aqila menatap jam pergelangan di tangan kirinya dan menggeleng. “Gak nutut ma keburu telat, aku berangkat ya ma,” ucap Aqila segera menyaut tangan sang mama dan menciumnya.

Ia berlari menuju meja makan dan mengecup pipi sang kakak yang terlihat sedang sarapan.

“Kamu gak makan La?” teriak Axel.

“Nggak kak,” teriak Aqila.

Segera membuka pintu mobil dan melempar tasnya asal disamping dan segera masuk. Menghidupkan mesin mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.

“Ya tuhan jangan sampai macet,” ucap Aqila saat mengemudikan mobilnya.

Dalam perjalanan Aqila terus memanjatkan doanya karena jika telat bisa-bisa ia kena marah. Dan alhamdulillah ternyata Allah masih berbaik hati, Aqila sampai sekitar pukul 9 kurang 15 menit. Ia segera berjalan masuk ke Rumah Sakit dan menuju ruangannya.

Terlihat Dini sudah bersiap didalam ruangan Aqila.

“Maaf ya Din aku telat,” seru Aqila sambil meletakkan tasnya dan ia segera memakai jas nya dan merapikan penampilannya.

“Kamu baru bangun yah?” tanya Dini.

“Iya Din bener,“ saut Aqila dengan cengiran tak berdosa.

“Hahahha tapi untung belum telat kamu La,” ucap Dini.

Aqila mengangguk membenarkan perkataan Dini. Ya beginilah mereka ketika diluar jam kerja mereka akan berbicara santai tetapi jika sudah masuk jam kerja perkataan formalnya akan dimulai.

Setelah membacakan jadwal Aqila akhirnya dimulailah pekerjaannya dengan semangat. Aqila terlihat ceria dan gembira saat ini. Setiap kali memeriksa anak-anak Aqila pasti tersenyum dan sesekali menggoda anak-anak itu.

Jam istirahat pun berlangsung sebelum Aqila meninggalkan ruangan polinya Dini memberitahu pengumuman pada Aqila.

“La kamu mau ikut jadi relawan?” tanya Dini.

“Relawan?” tanya balik Aqila.

“Iya La, kamu gaktau?” tanya Dini.

Aqila menggeleng.

“Astaga pantesan kamu gak nyalonin,” gerutu Dini.

“Lah emang apa sih jelasin?” tanya Aqila penasaran.

“Begini La, Rumah sakit ini kan Rumah sakit terbesar di Jakarta nah dari Rumah sakit kita akan ada relawan yang bakal dikirim ke Palestina disana lagi ada gencaran dari Israel. Jadi mereka butuh tenaga medis juga,” ucap Dini menjelaskan.

“Astagfirullah aku baru tau,” sesal Aqila.

“Kamu mau ikut?” tanya Dini.

“Pengen,” ucap Qila cepat.

“Tapi apa kamu diijinkan?” seru Dini.

“Aku bakalan minta ijin dulu,” seru yakin Aqila.

“Baiklah ayo kita keluar,” ajak Dini.

Aqila mengangguk lalu keduanya berjalan berdampingan menuju kantin Rumah Sakit.

Ternyata siang itu Kantin terlihat ramai dan padat. Mau tak mau Aqila dan Dini duduk di kursi paling pojok dan itupun berbagi dengan 2 lelaki asing yang sudah duduk disana terlebih dahulu.

“Anda mau makan apa Dokter?” tanya Dini sopan karena disana banyak orang.

“Aku mau sayur bayam dengan perkedel jagung saja dan jangan lupa telur dan sambal,” ucap Aqila.

Dini memgacungkan jempolnya dan mulai memesan. Sedangkan Aqila ia duduk sambil menatap ponselnya. Ia asyik mencari pemberitaan tentang gencaran di Palestina. Ia bertekad meminta ijin pada orang tua dan saudaranya untuk pergi menjadi relawan.

“Semoga Mama dan kakak ijinin aku berangkat dan juga agar aku segera melupakan semua tentangnya,” gumam Aqila dengan mata berkaca-kaca.

Tanpa sadar Dini telah berdiri di dekat Aqila.

“Dokter,” panggil Dini kedua kalinya.

Aqila terperanjat kaget. “Ya,” saut Aqila.

“Ini,” menyodorkan sepiring nasi dan sebotol air mineral.

“Makasih yah.”

“Sama-sama,” saut Dini dengan tersenyum.

Akhirnya keduanya segera memakan makanannya dengan lahap tanpa menggubris kedua lelaki yang duduk didepan mereka.

Aqila yang aslinya memang cuek juga tak terlihat risih ketika ia menyadari jika ia ditatap oleh lelaki didepannya. Tetapi tidak dengan Dini, Dini merasa risih sendiri dan ia mempercepat makanannya.

“Alhamdulillah kenyang,” ucap Aqila setelah menghabiskan makanannya.

“Jelas lah Dokter kenyang kan abis makan,” celetuk Dini.

“Hahahha iya yah,” saut Aqila dengan cengengesan.

“Yaudah ayo Din,” sambung Aqila.

Keduanya berdiri dan segera membayar makanan mereka dan meninggalkan Kantin Rumah Sakit.

--*--

Kedua lelaki yang berada di meja yang sama dengan Aqila pun terdiam. Sejujurnya mereka adalah orang penting di rumah sakit tempat Aqila bekerja.

Aqila bekerja pun ada didua tempat. Ia bekerja di Rumah Sakit besar itu tanpa bantuan sang kakak ipar karena memang permintaan Aqila untuk bisa kerja dengan hasilnya sendiri. Dan jika jadwal Aqila kosong ia akan datang ke rumah sakit milik keluarga Raharja.

Kembali pada dua lelaki tampan yang duduk di kursi depan Aqila tadi.

“Anda tidak apa-apa tuan?” tanya lelaki disampingnya.

Lelaki tampan itu mengangguk.

Reynaldi Johan Pratama, ya lelaki tampan itu yang berumur 33 tahun adalah direktur Rumah sakit tempat Aqila bekerja. Dan lelaki itu adalah lelaki sama yang ditinggal menikah oleh dua wanita dikampus nya yang membuatnya hingga sekarang masih saja sendiri.

Dan lelaki yang tak kalah tampan disampingnya adalah Bima, sekretaris cekatan yang membantu pekerjaan Rey mengurus perusahaan dan rumah sakitnya.

Hari ini ia memang memutuskan mengunjungi Rumah sakitnya untuk mengontrol dan ternyata tanpa ia sengaja bertemu dengan wanita cantik yang super cuek didepannya. Bahkan wanita itu yang tak lain adalah Aqila tak menggubris keberadaan Rey dan Bima.

“Kamu cari tau wanita tadi Bim,” ucap dingin Rey.

“Baik tuan,” saut Bima.

Rey berdiri diikuti Bima, mereka pergi meninggalkan kantin dan langsung menuju mobil. Keduanya masuk dan Bima segera melajukan mobilnya ketika menatap tuannya sudah duduk aman dimobilnya.

Sepanjang perjalanan pikiran Rey tertuju pada gadis muda didepannya.

“Cantik masih muda dan cuek,” gumam Rey dengan senyuman tipis.

“Baru kali ini ada wanita seperti dia setelah aku ditinggal Meli.”

Seketika ingatan Rey kembali saat kuliah. Hatinya masih berdenyut sakit saat dulu tau bahwa Meli lebih memilih Rudi daripada dirinya.

“Hah,” menghembuskan nafas kasarnya dan memilih memejamkan matanya sejenak.

20 menit kemudian mobil yang dikendarai Bima telah terparkir aman di parkiran perusahaan. Dengan hati-hati Bima membangunkan Rey.

“Tuan sudah sampai,” ucap Bima.

Rey mengerjapkan matanya kemudian membetulkan pakaiannya agar rapi. Berjalan dengan angkuh kedalam perusahaannya dengan tatapan dingin.

Setelah sampai di ruangannya Rey segera berkutat dengan berkas diatas mejanya. Sedangkan Bima ia menjalankan perintah Rey yang menyuruhnya mencari data tentang Aqila.

Ternyata hanya butuh 5 menit Bima sudah menemukan semua data Aqila ia berjalan masuk keruangan Rey.

“Permisi tuan. Saya sudah mendapatkan data yang anda minta,” ucap sopan Bima.

Rey melepaskan kacamatanya dan segera mendongakkan wajahnya.

“Bacakan,” ucap tegas Rey.

“Aqila Kanaira Putri Cullen...”

--*--

Hyaaaaa gantung dulu yah hahaha.

Nih yang kangen si tampan Rey nih sudah datang muncul kesini hehe. Si tampan jomblo yang pernah tersakiti sekarang muncul kembali loh.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN YANG BANYAK DAN VOTE KOIN POIN DONG

Terpopuler

Comments

Verra Shiva

Verra Shiva

rey tengil dulu kan 😒😒

2022-03-11

0

Zha

Zha

ini Rey yg suka ma Adel n temennya itu kan🤔

2022-03-07

0

Maura

Maura

visual jangan lupa dong thor

2021-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Season 1 TAMAT
52 Season 2 Bab 1
53 Season 2 Bab 2
54 Season 2 Bab 3
55 Season 2 Bab 4
56 Season 2 Bab 5
57 Season 2 Bab 6
58 Season 2 Bab 7
59 Season 2 Bab 8
60 Season 2 Bab 9
61 Season 2 Bab 10
62 Season 2 Bab 11
63 Season 2 Bab 12
64 Season 2 Bab 13
65 Season 2 Bab 14
66 Season 2 Bab 15
67 Season 2 Bab 16
68 Season 2 Bab 17
69 Season 2 Bab 18
70 Season 2 Bab 19
71 Season 2 Bab 20
72 Season 2 Bab 21
73 Season 2 Bab 22
74 Season 2 Bab 23
75 Season 2 Bab 24
76 Season 2 Bab 25
77 Season 2 Bab 26
78 Season 2 Bab 27
79 Season 2 Bab 28
80 Season 2 Bab 29
81 Season 2 Bab 30
82 Season 2 Bab 31
83 Season 2 Bab 32
84 Season 2 Bab 33
85 Season 2 Bab 34
86 Season 2 Bab 35
87 Season 2 Bab 36
88 Season 2 Bab 37
89 Season 2 Bab 38
90 Season 2 Bab 39
91 Season 2 bab 40
92 Season 2 Bab 41
93 Season 2 Bab 42
94 Season 2 Bab 43
95 Season 2 Bab 44
96 Season 2 Bab 45
97 Season 2 Bab 46
98 Season 2 Bab 47
99 Season 2 Bab 48
100 Season 2 Bab 49
101 Season 2 Bab 50
102 Season 2 Bab 51
103 Season 2 Bab 52
104 Season 2 Bab 53
105 Season 2 Bab 54
106 Season 2 Bab 55
107 Season 2 Bab 56
108 Season 2 Bab 57
109 Season 2 Bab 58
110 Season 2 Bab 59
111 Season 2 Bab 60
112 Season 2 Bab 61
113 Season 2 Bab 62
114 Season 2 bab 63
115 Season 2 Bab 64
116 Season 2 Bab 65
117 Season 2 Ban 66
118 Season 2 Bab 67
119 Season 2 Bab 68
120 Season 2 Bab 69
121 Season 2 Bab 70
122 Season 2 Bab 71
123 Season 2 Bab 72
124 Season 2 Bab 73
125 Season 2 Ban 74
126 Season 2 Bab 75
127 Season 2 Bab 76
128 Season 2 Bab 77
129 Season 2 Bab 78
130 Season 2 bab 79
131 Season 2 Bab 80
132 Season 2 Bab 81
133 Season 2 bab 82
134 Season 2 Bab 83
135 Season 2 bab 84
136 Season 2 Bab 85
137 Season 2 Bab 86
138 Season 2 Bab 87
139 Season 2 bab 88
140 Season 2 Bab 89
141 Season 2 Bab 90
142 Season 2 Bab 91
143 Season 2 Bab 92
144 Season 2 Bab 93
145 Season 2 Bab 94
146 Season 2 Bab 95
147 Season 2 Bab 96
148 Season 2 Bab 97 (Ekstra Part-Berkunjung ke Arab)
149 Season 2 bab 98 (Ekstra Part–Honeymoon)
150 Season 2 Bab 99 (Ekstra Part-Bahagia Bersama)
151 Say Hello and Thank You All Readers.
152 Kabar Bahagia
153 Novel Baru
154 PROMOSI NOVEL BARU LANJUTAN AQILA LOVE STORY!
155 PROMOSI NOVEL BARU
156 Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
157 RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Season 1 TAMAT
52
Season 2 Bab 1
53
Season 2 Bab 2
54
Season 2 Bab 3
55
Season 2 Bab 4
56
Season 2 Bab 5
57
Season 2 Bab 6
58
Season 2 Bab 7
59
Season 2 Bab 8
60
Season 2 Bab 9
61
Season 2 Bab 10
62
Season 2 Bab 11
63
Season 2 Bab 12
64
Season 2 Bab 13
65
Season 2 Bab 14
66
Season 2 Bab 15
67
Season 2 Bab 16
68
Season 2 Bab 17
69
Season 2 Bab 18
70
Season 2 Bab 19
71
Season 2 Bab 20
72
Season 2 Bab 21
73
Season 2 Bab 22
74
Season 2 Bab 23
75
Season 2 Bab 24
76
Season 2 Bab 25
77
Season 2 Bab 26
78
Season 2 Bab 27
79
Season 2 Bab 28
80
Season 2 Bab 29
81
Season 2 Bab 30
82
Season 2 Bab 31
83
Season 2 Bab 32
84
Season 2 Bab 33
85
Season 2 Bab 34
86
Season 2 Bab 35
87
Season 2 Bab 36
88
Season 2 Bab 37
89
Season 2 Bab 38
90
Season 2 Bab 39
91
Season 2 bab 40
92
Season 2 Bab 41
93
Season 2 Bab 42
94
Season 2 Bab 43
95
Season 2 Bab 44
96
Season 2 Bab 45
97
Season 2 Bab 46
98
Season 2 Bab 47
99
Season 2 Bab 48
100
Season 2 Bab 49
101
Season 2 Bab 50
102
Season 2 Bab 51
103
Season 2 Bab 52
104
Season 2 Bab 53
105
Season 2 Bab 54
106
Season 2 Bab 55
107
Season 2 Bab 56
108
Season 2 Bab 57
109
Season 2 Bab 58
110
Season 2 Bab 59
111
Season 2 Bab 60
112
Season 2 Bab 61
113
Season 2 Bab 62
114
Season 2 bab 63
115
Season 2 Bab 64
116
Season 2 Bab 65
117
Season 2 Ban 66
118
Season 2 Bab 67
119
Season 2 Bab 68
120
Season 2 Bab 69
121
Season 2 Bab 70
122
Season 2 Bab 71
123
Season 2 Bab 72
124
Season 2 Bab 73
125
Season 2 Ban 74
126
Season 2 Bab 75
127
Season 2 Bab 76
128
Season 2 Bab 77
129
Season 2 Bab 78
130
Season 2 bab 79
131
Season 2 Bab 80
132
Season 2 Bab 81
133
Season 2 bab 82
134
Season 2 Bab 83
135
Season 2 bab 84
136
Season 2 Bab 85
137
Season 2 Bab 86
138
Season 2 Bab 87
139
Season 2 bab 88
140
Season 2 Bab 89
141
Season 2 Bab 90
142
Season 2 Bab 91
143
Season 2 Bab 92
144
Season 2 Bab 93
145
Season 2 Bab 94
146
Season 2 Bab 95
147
Season 2 Bab 96
148
Season 2 Bab 97 (Ekstra Part-Berkunjung ke Arab)
149
Season 2 bab 98 (Ekstra Part–Honeymoon)
150
Season 2 Bab 99 (Ekstra Part-Bahagia Bersama)
151
Say Hello and Thank You All Readers.
152
Kabar Bahagia
153
Novel Baru
154
PROMOSI NOVEL BARU LANJUTAN AQILA LOVE STORY!
155
PROMOSI NOVEL BARU
156
Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
157
RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!