Bab 12

"Pagi ini aku sudah berjanji pada diriku untuk membuka lembaran baru dan melupakan segala sakit dihatiku yang ditimbulkan olehmu." ~Aqila~

.

.

.

Keesokan harinya.

Aqila terbangun karena suara tirai yang digeser dikamarnya. Ia mengerjapkan matanya ketika melihat sang mama yang membuka tirai itu.

“Selamat pagi sayang,” sapa Mama Angel dengan tersenyum.

“Pagi ma,” saut Aqila dengan mendudukkan dirinya.

“Bagaimana keadaanmu nak?” tanya Mama Angel.

“Alhamdulillah lebih baik,” saut Aqila.

“Ah iya mah Aqila kerja ya ma,” sambung Aqila.

“Ehh tapi kamu kan kemarin baru pulang sayang,” ucap Mama Angel.

“Aku sudah lama ijin mah. Gak enak sama yang lain,” memelas Aqila.

Akhirnya mau tak mau sang mama mengangguk, dengan senang Aqila mencium pipi sang mama dan berjalan menuju kamar mandi.

Butuh waktu 20 menit Aqila membersihkan diri dan segera mengenakan kemeja dan celana jeansnya.

Tak lupa jas kebanggaannya berada ditangan kirinya. Ia berjalan meninggalkan kamar menuju meja makan.

Disana sudah tertata rapi banyak makanan pagi ini. Aqila segera duduk dan mengambil makanan. Tanpa menunggu Axel ia segera sarapan terlebih dahulu.

“Lah tumben kaka ditinggal?” gerutu Axel.

“Udah laper,” saut cuek Qila.

“Heleh kakak aja meski laper ya nungguin kamu,” gerutu Axel.

“Iya iya yaudah ah kakak makan ayo,” seru Aqila dengan wajah memelas.

Akhirnya Axel ikut sarapan juga bersama Aqila. Axel memandangi wajah sang adik yang terlihat segar dan bersemangat. Ia berdoa semoga sang adik akan selalu seperti ini dan melupakan semua kesedihannya.

Aqila yang merasa diperhatikan akhirnya mendongak.

“Kenapa kak?” tanya Aqila pada Axel.

“Gakpapa kakak seneng aja kamu udah bisa gini,” ucap tulus Axel.

“Doakan Aqila selalu yah,” seru Aqila.

Axel mengangguk dan mereka melanjutkan sarapan mereka. Setelah habis Aqila segera berpamitan kepada mama dan kakaknya.

Selesai pamit Aqila segera berjalan menuju mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang. Pikirannya kembali saat ia tadi sehabis berpakaian.

🍵🍵

“Aku harus yakin untuk move on, melupakan semuanya dan bangkit dari kesedihan ini. Aku yakin semua akan indah pada masanya,” ucap Aqila dengan menatap pantulan dirinya dicermin.

Dengan semangat ia merias wajahnya dangan make up tipis untuk menutup wajah pucat dan kantung matanya yang menandakan ia habis menangis.

🍵🍵

25 menit perjalanan menuju rumah sakit akhirnya berakhir. Ia memarkirkan mobilnya ditempat biasa dan keluar dengan anggun. Tas ditangan kirinya dan jas yang tergantung dilengan tangannya membuatnya terlihat semakin cantik.

Sepanjang perjalanan semua orang yang mengenal Aqila dan suster pun menyapanya dengan hangat. Tak kalah itu para Dokter senior pun yang masih muda dengan terang-terangan mendekati Aqila.

Tetapi itu semua tak membuat Aqila terlena. Ia hanya bisa membalas sapaan. Setelah sampai di ruangannya. Ia segera mengenakan jasnya dan disusul oleh Suster Dini.

“Selamat datang Dokter,” sapa Suster Dini ramah.

“Iya din,” saut Aqila.

“Hari ini jadwalnya lumayan padat Dokter,” seru Suster Dini.

Ya Suster Dini adalah suster yang menbantu pekerjaan Aqila. Jika diluar pekerjaan mereka berdua akan seperti teman. Keduanya dulu adalah teman sekampus tetapi hanya jurusan saja yang berbeda.

“Oke gakpapa aku juga udah kangen ketemu sama anak-anak. Kamu jangan terlalu formal sama aku din kalau lagi berdua,” ucap Aqila dengan cemberut.

“Baiklah la, udah tu bibir jangan kayak bebek,” goda Dini.

“Astaga awas kamu yah,” seru Aqila.

“Yaudah ayo kita keruangan praktek,” ajak Dini.

Aqila mengangguk dan keduanya segera berjalan menuju ruangan praktik Aqila. Terlihat sudah ada beberapa orang tua dan anak-anak yang menunggu didepan ruangan praktiknya. Setelah menebar senyum Aqila segera masuk dan menjalankan pekerjaannya dengan senyum mengembang.

Hingga tanpa sadar waktu pun sudah semakin berlalu dan jam istirahat pun sudah dimulai.

“Akhirnya selesai juga” gumam Aqila dengan menyandarkan punggungnya pada sofa ruang kerjanya.

“Iya kan La ramai banget yah,” ucap Dini.

“Begitulah Din tapi aku senang,” seru Aqila.

“Yayaya kau memang penyuka anak-anak,” ucap Dini.

“Ah ayo makan siang,” ajak Dini.

Menatap jam ditangannya dan benar saja waktunya makan siang. “Kita makan dimana?” tanya Aqila dengan melepas jas kebanggaannya.

“Kalau didepan rumah sakit gimana?” ucap Dini.

“Baiklah ayo,” ucap Aqila.

Ia segera meraih dompet nya dan merapikan kemejanya. Berjalan berdampingan keluar dari ruangan menuju tempat makan.

Tetapi sebelum ia sampai di depan seseorang memanggil namanya.

“Dokter Qila.”

Aqila berbalik.

“Ya ada apa Dokter Paul?” tanya Aqila dengan tersenyum.

Dokter Paul ini adalah Dokter bedah saraf yang terkenal tampan dirumah sakit tempat Aqila bekerja. Wajahnya yang belasteran dan kebulean membuatnya sangat dikagumi di seantero rumah sakit. Bahkan pasiennya pun ada yang tergila-gila padanya. Tapi itu semua tak membuat Dokter Paul menyempilkan hatinya pada salah satu wanita itu.

Atensinya hanya ada pada satu wanita. Ya wanita didepannya yang sangat tertutup dan cuek. Sejatinya Dokter Paul adalah dokter yang ramah dan murah senyum.

Aqila sendiri masih menunggu ucapan apa yang selanjutnya dikatakan oleh lelaki didepannya.

“Apa anda mau makan siang?” tanya Dokter Paul.

“Iya Dokter,” ucap Aqila.

“Apa aku boleh bergabung,” seru Dokter Paul.

“Tentu saja boleh,” ucap Aqila dengan tersenyum manis.

Akhirnya disinilah sekarang mereka bertiga. Menunggu makanan pesanan selesai. Mereka menunggu sambil membahas pekerjaan dirumah sakit. Ya begitulah Dokter jika bertemu sesama Dokter pasti yang dibahas ya tak luput dari perihal rumah sakit dan pasien.

“Silahkan,” ucap pelayan sopan sambil menata makanan diatas meja.

“Terimakasih,” ucap Aqila.

Akhirnya ketiganya makan tanpa bersuara hanya bunyi deting sendok yang terdengar. Karena kelaparan akhirnya makanan Aqila habis terlebih dahulu. Ia segera meneguk minumannya hingga tandas.

“Dokter lapar yah?” tanya heran Dini.

“Iya Din,” saut Aqila.

“Pantas saja Dokter cepet banget makannya,” ucap Dini.

Aqila hanya tersenyum ,setelah selesai Aqila beranjak menuju kasir. Ia membuka dompetnya dan akan membayar tetapi sayang tangannya kalah cepat dengan Dokter Paul.

Aqila segera menatap Dokter Paul yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum manis.

“Biar aku yang membayarnya,” ucap Dokter Paul.

“Tapi..” ucapan Aqila terpotong.

“Tidak ada penolakan,” tegas Dokter Paul.

Mau tak mau Aqila hanya bisa mengangguk, setelah selesai ia keluar dan kembali ke rumah sakit. Dalam perjalanan Aqila tetap mengobrol dengan keduanya sampai berhenti didepan ruangan Aqila.

“Saya uacapin banyak termakasih ya Dok,” ucap tulus Aqila.

“Tidak perlu seperti itu,” ucap Dokter Paul dengan senyum manis.

Setelah berpamitan Dokter Paul kembali keruangannya sedangkan Aqila ia membereskan meja kerjanya karena jam kerjanya sampai jam segini. Ia beranjak dan segera meraih tasnya dan keluar dari ruang kerjanya.

Ia berjalan menuju parkiran mobil dan segera menaikinya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Aqila tak tau harus kemana tetapi ia membutuhkan ketenangan.

Menarik nafas dalam saat tau ia akan kemana. Segera ia mempercepat laju mobilnya dan melajukan menuju tempat itu.

Bugg.

Aqila menutup pintu mobil dengan keras dan berlari menuju pasir putih yang indah dengan air pantai yang bagus dan dingin itu.

Aqila bertelanjang kaki menjejakkan kakinya ke pasir putih itu. Ia merasa senang sekali berada dipantai dan beruntung suasana sedikit bersahabat dan sedikit orang disini.

Aqila memilih duduk dan menatap hamparan laut didepannya. Pikirannya menjadi tenang dan sejenak melupakan lelaki yang ia benci itu.

--*--

Hayo gimana dengan kelanjutannya?

Duh babang Paul muncul juga nih. Dokter tampan dan seksi ini selalu muncul jika Aqila kesulitan.

Hayoo hayoo jan baper loh yah hahah.

Jangan lupa LIKE, KOMEN VOTE YAH

Terpopuler

Comments

Verra Shiva

Verra Shiva

dokter aqila sama dokter paul aja thor.

2022-03-03

0

Mama amiinn Asis

Mama amiinn Asis

jangan2 jodonya aqila dokter paul

2020-12-04

0

Elly Kurnia

Elly Kurnia

penasaran nantinya aqila jodohnya ma siapa

2020-10-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Season 1 TAMAT
52 Season 2 Bab 1
53 Season 2 Bab 2
54 Season 2 Bab 3
55 Season 2 Bab 4
56 Season 2 Bab 5
57 Season 2 Bab 6
58 Season 2 Bab 7
59 Season 2 Bab 8
60 Season 2 Bab 9
61 Season 2 Bab 10
62 Season 2 Bab 11
63 Season 2 Bab 12
64 Season 2 Bab 13
65 Season 2 Bab 14
66 Season 2 Bab 15
67 Season 2 Bab 16
68 Season 2 Bab 17
69 Season 2 Bab 18
70 Season 2 Bab 19
71 Season 2 Bab 20
72 Season 2 Bab 21
73 Season 2 Bab 22
74 Season 2 Bab 23
75 Season 2 Bab 24
76 Season 2 Bab 25
77 Season 2 Bab 26
78 Season 2 Bab 27
79 Season 2 Bab 28
80 Season 2 Bab 29
81 Season 2 Bab 30
82 Season 2 Bab 31
83 Season 2 Bab 32
84 Season 2 Bab 33
85 Season 2 Bab 34
86 Season 2 Bab 35
87 Season 2 Bab 36
88 Season 2 Bab 37
89 Season 2 Bab 38
90 Season 2 Bab 39
91 Season 2 bab 40
92 Season 2 Bab 41
93 Season 2 Bab 42
94 Season 2 Bab 43
95 Season 2 Bab 44
96 Season 2 Bab 45
97 Season 2 Bab 46
98 Season 2 Bab 47
99 Season 2 Bab 48
100 Season 2 Bab 49
101 Season 2 Bab 50
102 Season 2 Bab 51
103 Season 2 Bab 52
104 Season 2 Bab 53
105 Season 2 Bab 54
106 Season 2 Bab 55
107 Season 2 Bab 56
108 Season 2 Bab 57
109 Season 2 Bab 58
110 Season 2 Bab 59
111 Season 2 Bab 60
112 Season 2 Bab 61
113 Season 2 Bab 62
114 Season 2 bab 63
115 Season 2 Bab 64
116 Season 2 Bab 65
117 Season 2 Ban 66
118 Season 2 Bab 67
119 Season 2 Bab 68
120 Season 2 Bab 69
121 Season 2 Bab 70
122 Season 2 Bab 71
123 Season 2 Bab 72
124 Season 2 Bab 73
125 Season 2 Ban 74
126 Season 2 Bab 75
127 Season 2 Bab 76
128 Season 2 Bab 77
129 Season 2 Bab 78
130 Season 2 bab 79
131 Season 2 Bab 80
132 Season 2 Bab 81
133 Season 2 bab 82
134 Season 2 Bab 83
135 Season 2 bab 84
136 Season 2 Bab 85
137 Season 2 Bab 86
138 Season 2 Bab 87
139 Season 2 bab 88
140 Season 2 Bab 89
141 Season 2 Bab 90
142 Season 2 Bab 91
143 Season 2 Bab 92
144 Season 2 Bab 93
145 Season 2 Bab 94
146 Season 2 Bab 95
147 Season 2 Bab 96
148 Season 2 Bab 97 (Ekstra Part-Berkunjung ke Arab)
149 Season 2 bab 98 (Ekstra Part–Honeymoon)
150 Season 2 Bab 99 (Ekstra Part-Bahagia Bersama)
151 Say Hello and Thank You All Readers.
152 Kabar Bahagia
153 Novel Baru
154 PROMOSI NOVEL BARU LANJUTAN AQILA LOVE STORY!
155 PROMOSI NOVEL BARU
156 Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
157 RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Season 1 TAMAT
52
Season 2 Bab 1
53
Season 2 Bab 2
54
Season 2 Bab 3
55
Season 2 Bab 4
56
Season 2 Bab 5
57
Season 2 Bab 6
58
Season 2 Bab 7
59
Season 2 Bab 8
60
Season 2 Bab 9
61
Season 2 Bab 10
62
Season 2 Bab 11
63
Season 2 Bab 12
64
Season 2 Bab 13
65
Season 2 Bab 14
66
Season 2 Bab 15
67
Season 2 Bab 16
68
Season 2 Bab 17
69
Season 2 Bab 18
70
Season 2 Bab 19
71
Season 2 Bab 20
72
Season 2 Bab 21
73
Season 2 Bab 22
74
Season 2 Bab 23
75
Season 2 Bab 24
76
Season 2 Bab 25
77
Season 2 Bab 26
78
Season 2 Bab 27
79
Season 2 Bab 28
80
Season 2 Bab 29
81
Season 2 Bab 30
82
Season 2 Bab 31
83
Season 2 Bab 32
84
Season 2 Bab 33
85
Season 2 Bab 34
86
Season 2 Bab 35
87
Season 2 Bab 36
88
Season 2 Bab 37
89
Season 2 Bab 38
90
Season 2 Bab 39
91
Season 2 bab 40
92
Season 2 Bab 41
93
Season 2 Bab 42
94
Season 2 Bab 43
95
Season 2 Bab 44
96
Season 2 Bab 45
97
Season 2 Bab 46
98
Season 2 Bab 47
99
Season 2 Bab 48
100
Season 2 Bab 49
101
Season 2 Bab 50
102
Season 2 Bab 51
103
Season 2 Bab 52
104
Season 2 Bab 53
105
Season 2 Bab 54
106
Season 2 Bab 55
107
Season 2 Bab 56
108
Season 2 Bab 57
109
Season 2 Bab 58
110
Season 2 Bab 59
111
Season 2 Bab 60
112
Season 2 Bab 61
113
Season 2 Bab 62
114
Season 2 bab 63
115
Season 2 Bab 64
116
Season 2 Bab 65
117
Season 2 Ban 66
118
Season 2 Bab 67
119
Season 2 Bab 68
120
Season 2 Bab 69
121
Season 2 Bab 70
122
Season 2 Bab 71
123
Season 2 Bab 72
124
Season 2 Bab 73
125
Season 2 Ban 74
126
Season 2 Bab 75
127
Season 2 Bab 76
128
Season 2 Bab 77
129
Season 2 Bab 78
130
Season 2 bab 79
131
Season 2 Bab 80
132
Season 2 Bab 81
133
Season 2 bab 82
134
Season 2 Bab 83
135
Season 2 bab 84
136
Season 2 Bab 85
137
Season 2 Bab 86
138
Season 2 Bab 87
139
Season 2 bab 88
140
Season 2 Bab 89
141
Season 2 Bab 90
142
Season 2 Bab 91
143
Season 2 Bab 92
144
Season 2 Bab 93
145
Season 2 Bab 94
146
Season 2 Bab 95
147
Season 2 Bab 96
148
Season 2 Bab 97 (Ekstra Part-Berkunjung ke Arab)
149
Season 2 bab 98 (Ekstra Part–Honeymoon)
150
Season 2 Bab 99 (Ekstra Part-Bahagia Bersama)
151
Say Hello and Thank You All Readers.
152
Kabar Bahagia
153
Novel Baru
154
PROMOSI NOVEL BARU LANJUTAN AQILA LOVE STORY!
155
PROMOSI NOVEL BARU
156
Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
157
RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!