Yanyan yang sudah mengalami masalah di perlakuan seperti ini merasa marah tidak tahan lagi keluar dari rumah keluarganya dengan marah
Karena dia menikah dengan sheng dia sekarang tinggal di gubuk belakang asrama pemuda pelajar
Kembali dia tidak menemukan keberadaan sheng dia mengeretakan gigi menahan amarah mulai memasak untuk dirinya sendiri tapi dia juga sesekali senang jika membayangkan kehidupan yoona jauh lebih buruk darinya
Disaat pemerintah mulai melonggarkan segalanya dan universitas juga sudah berkembang banyak pemuda pelajar mengambil kesempatan pulang dan banyak juga yang menikah di desa memutuskan hubungan dan kembali meninggalkan semuanya
Tapi hanya yanyan yang kembali bersama sheng ke kota melihat itu banyak yang iri tapi ayah dan ibu yo tidak peduli dengan anak yang mementingkan diri sendiri
Selama itu juga kehidupan ayah dan ibu yo meningkat karena kiriman makanan dari yoona membuat punggung ayah yo lebih bias ke yoona dari pada yanyan.
Yoona tidak ingin mengikuti ujian masuk dan memilih mendukung cheng di rumah
" menantu aku membawa kan mu buah plum " seru cheng tersenyum
Yoona yang mengidam terus senang dengan antusias memakan buah plum itu " enak "
Selama masa kehamilan ini cheng selalu ada di samping Yoona dan pasti akan memenuhi keinginan gadis itu dan selalu di hadiahi kecupan dari yoona membuat pria itu tambah semangat
9 bulan telah berlalu perekonomian negara meningkat makin banyak yang berjualan dan sekolah telah sepenuhnya di buka
Dan selama itu juga yoona mendapatkan kabar dari ibunya bahwa yanyan telah kembali ke kota dan mengikuti ujian masuk bersama suaminya
Yoona mencibir tidak yakin kedua manusia itu masuk tanpa dia sebagai umpan meriam yang memberikan uang dan membangun reputasi pada yanyan apakah dia berhasil tinggal di kota dengan kaya itu relatif kecil.
Pada bulan dua belas bulan lunar yoona melahirkan seorang bayi laki-laki gemuk wajahnya sangat mengikuti cheng
Kehidupan yoona semakin berkembang sejalan dengan kehidupan karir prianya dia juga sering membantu para koki untuk membantu mengolah makanan yang mereka tidak bisa sehingga membuat makanan di kafetaria semakin meningkat dan membuat para prajurit berterimakasih pada yoona
Para pemimpin juga memperhatikan perkembangan cheng yang semakin kuat di ke tentara
Karena panatu yu yang merupakan bagian devisi keuangan menyukai cheng dia juga membantu cheng mendapatkan kouta masuk akademi militer
Karena itu ketika usia putra mereka 5 bulan mereka pindah ke kota kyota
Dengan uang yang dihasilkan yoona dengan menjual resep dan uang keluarga keduanya membeli rumah yang relatif besar dekat dengan universitas tempat cheng mendaftar
" menantu keluarga kita akan semakin berkembang "
" aku percaya "
Keduanya tersenyum memasuki rumah baru.
Hari kedua di kota baru yoona tinggal di rumah merawat bayinya dengan tenang
Sesekali keluar mengajak bayi itu berjemur
Dalam beberapa bulan bayi itu dapat terlihat berubahnya semakin gemuk dan putih sangat lucu seperti foto bayi pada tahun baru imlek
Bayi itu sering bermanja-manja di pelukan yoona dan mengabaikan ayahnya membuat yoona tertawa dan cheng muram
Cheng yang mendapatkan hari libur pergi mengajak istri dan anaknya berjalan-jalan di kota itu
" suami aku ingin itu " mata yoona bersinar melihat kue bulan
Cheng tersenyum membelikan langsung
Sudah lama sejak melahirkan yoona tetap cantik seperti gadis yang belum menikah dan memiliki anak membuat cheng selalu waspada pada pencuri yang melirik istrinya
Kedua pasangan itu berjalan di jalan membuat para pengunjung terpesona dengan keluarga terdiri dari tiga orang itu
Bruk
Yoona tidak sengaja nenyengol seseorang wanita
" maaf "
Wanita yang di sengol berbalik menatap yoona dengan terkejut, yoona juga tak kalah terkejut
" kakak " sapa yoona lembut
Gadis itu adalah yanyan yang telah kehilangan wajah mudanya tampak sangat tua dan penuh kerutan seperti termakan oleh waktu
Yanyan menatap tubuh yoona yang mengunakan barang-barang baru dengan marah hatinya penuh kecemburuan
Sudah lama di menyadari suaminya sangat tidak mampu apalagi dia tidak memiliki uang sepeser pun saat datang ke kota dan membuat mertunya memandang rendah saat mempunyai pekerjaan pun dia tetap di pandang rendah karena tidak dapat memasuki universitas karena reputasi yang buruk dan semua ini penyebabnya adalah yoona
" apakah kau puas "
" ah??? "
" apakah kau puas menghancurkan hidup ku "
" kakak aku tidak- "
" kau dan ibu mu adalah wanita yang merusak hidup ku harusnya aku tidak perlu bersikap baik pada wanita murahan seperti kalian . Seharusnya cheng menjadi suami ku buka kamu "
Air mata yoona mengalir dia menatap dengan sedih tampilan yoona itu membuat semuanya juga terpesona.
Yanyan menatap wajah gadis itu yang menangis tapi tetap tampan merasa amarahnya semakin besar
Melayangkan tangan ingin menampar cheng menahan tangan itu matanya dingin
" kamerad yanyan berhatikan kata-kata anda , jangan buat saya mengatakan semuanya dan anda sendirilah yang membuat hidup anda hancur "
Yanyan ingin membantah
" dan kita memang harusnya menikah tapi saya bersukur karena anda melihat saya miskin kamu membuat aku dan yoona bersama terimakasih "
Mendengar itu beberapa langsung paham wanita itu tidak menyukai pria miskin tapi siapa sangka pria miskin itu menjadi kaya
Yanyan menatap dengan kesal dan marah " berhentilah menangis wanita tak tau diri harusnya kau menjadi bayang-bayang ku kenapa kau lebih bersinar dari aku ah " teriak yanyan
Yoona terkejut
Semua menatap yanyan merasa kasihan karena merasa yanyan telah gila
Tapi tanpa mereka sadarin yoona smrik
Para penonton menghilangkan rasa kasihan dan memandang yanyan dengan jijik
Seakan tau yoona menangis putra yoona melambaikan tangan dengan wajah mengerutkan seperti ikut sedih
Yoona tidak tau ingin tertawa atau menangis melihat itu
Cheng tidak suka ada yang memarahi gadisnya menatap yanyan dengan tatapan dingin
Menarik yanyan ke belakang punggungnya " kamerad aku menghormati mu karena kau adalah kakak yoona tapi dengan perilaku seperti ini jangan salah saya bertindak keras "
Yanyan tidak tau tetap berteriak memfitnah yoona dan kebetulan di situ terdapat yamen dengan tegas cheng melaporkan kejadian ini dan para yamen menarik yanyan pergi
Seorang bibi di tempat kejadian menatap Yoona dengan kasihan " gadis jangan sedih kau harus berhati-hati "
" benar jangan mendekati dia lagi "
yoona menghapus air matanya tampak sangat menyedihkan mengangguk pada yang lain .
" menantu ayo " cheng merasa menantunya telah di rugikan oleh kakaknya hatinya tertekan melihat air mata gadis itu. membujuk dengan lembut yoona kemudian merasa lebih lega
Karena kejadian itu mereka kembali lebih awal .
Di kantor polisi
Yanyan berteriak " aku tidak bersalah tapi wanita itu "
" diam "
" kenapa kalian tidak paham bukan aku tapi wanita pembohong itu "
" cih apakah kami akan percaya pada wanita jahat seperti mu "
" tidak aku - "
Yanyan kemudian melihat ke arah orang yang baru saja masuk matanya penuh harapan " sheng tolong aku "
" apa lagi yang kau lakukan " ujar sheng marah
" sheng aku tidak melakukan apa-apa "
Sheng merasa jijik saat melihat yanyan tapi dia tau yanyan akan dapat melakukan apapun untuk membuat dia dalam masalah hanya bisa menahan diri untuk tetap bersama gadis lumpur itu
Mengabaikan yanyan dia bertanya pada yamen setelah mengetahui apa yang terjadi wajahnya berubah jelek tapi tetap memohon untuk mengeluarkan istrinya dari sana. Bagaimana pun sheng masih mementingkan reputasinya
Keluar dari kantor polisi yanyan dengan jujur mengikuti sheng pulang
" akhirnya wanita tak tau diri pulang cepat masak " wanita tua yang merupakan ibu sheng menatap marah pada yanyan
Yanyan mengutuk wanita tua itu tapi karena sudah membuat masalah hari ini dia dengan jujur pergi ke dapur
" dari mana wanita itu kenapa bisa pulang bersama "
" ah dia membuat masalah dengan saudara tirinya "
Mendengar itu ibu sheng menatap dengan jijik " cih orang berlumpur tetap saja orang berlumpur "
Sheng tidak berbicara masuk kedalam kamar melihat putranya di kasur dengan males
Di kampung ayah dan ibu yo telah berkembang dengan baik kehidupan mereka lebih kaya dari pada tahun-tahun sebelumnya
" shufen kau sangat bahagia sekarang "
Shufen tersenyum bangga " ah siapa suruh putri ku sangat menjanjikan dan berbakti "
Semua hanya mengangguk setuju dan iri tidak ada yang membahas yanyan sama sekali
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments