Flashback
10 tahun lalu
Gavin terkejut mendengar Karina kembali dalam keadaan hamil tanpa seorang suami. Dengan wajah murka pria itu menamparnya beberapa kali hingga membuat sudut bibir Karina berdarah.
Plak
Plak
Plak
Plak
"Anak sialan!" maki Gavin.
Sementara Rania tersenyum puas melihat Karina ditampar oleh suaminya berulang kali. Akhirnya kekesalannya atas kematian putrinya beberapa hari lalu terobati.
"Gugurkan kandungan mu!" bentak Gavin tanpa menatap mata berkaca-kaca putrinya. Pria itu tidak sanggup melihat mata persis wanita yang telah membuatnya sakit hati hingga sekarang. Wanita yang sangat ia cintai dengan tulus. Namun, dengan teganya wanita itu berselingkuh dan mematahkan hatinya.
"Padre! aku tidak bisa mengugurkan anak-anak ku! aku tidak mau kehilangan darah daging ku! aku mengandung saat aku masih punya suami! statusku juga jelas pernah menikah! meskipun sekarang suamiku sudah menceraikan ku!" jawab Karina dengan tegas.
"Kalau begitu jangan pernah datang kepada ku lagi!" tegas Gavin berniat meninggalkan Karina.
"Mengapa padre selalu mengecewakan Karina? apa salah anak-anak Karina ingin hidup di dunia. Bukankah kehadiran mereka adalah sebuah berkat yang harus Padre syukuri." cecer Karina menatap ayahnya dengan sejuta kekecewaan.
"Apa kata orang nanti kalau kau hamil tanpa seorang suami!" sarkas Gavin dengan muka merah padam.
"Apa Karina benar-benar tidak berharga bagi Padre? Karina selalu berharap suatu hari nanti Padre akan menyayangi Karina dan memberikan perhatian lebih pada Karina. Tapi, sekarang Karina mengerti. Ternyata Padre sendiri lah yang sudah menghancurkan hati Karina." ujar Karina membalikkan tubuhnya keluar dari kediaman ayahnya.
"Tinggal lah di pulau Rahasia kita sampai kau melahirkan. Setelah anak itu lahir kau bisa kembali. Padre ingin kau meneruskan perusahaan Nonno." ujar Gavin pada akhirnya berlapang dada menerima kepulangan putrinya. Bagaimanapun hanya Karina seorang yang Gavin miliki sebagai penerusnya.
Karina menuruti permintaan ayahnya. Ia tinggal menetap selama satu tahun di markas rahasia ayahnya.
1 tahun kemudian
Karina menatap hangat wajah mungil ketiga anak kembarnya. Ia bahagia melihat ketiga bayi mungilnya tumbuh sehat dan mengemaskan.
"Sayang, tumbuhlah dengan baik. Kelak hanya kalian yang bisa membuat Madre ingin terus hidup." gumam Karina mengecup kening anak-anaknya.
Saat usia anak kembarnya memasuki 1 tahun. Karina mulai dilatih dengan ketat. Saat Karina melakukan kesalahan. Gavin tidak segan-segan menghukum putrinya sendiri dengan sadis. Meskipun keadaan wanita itu sudah terlihat sangat mengenaskan.
Suara erangan kesakitan terdengar memilukan dari ruangan bawah tanah. Semua anak buah Gavin tidak berani mendekati ataupun menikmati suara kesakitan itu. Mereka takut Gavin akan menghukum mereka seperti putrinya.
"Kau terlihat seperti iblis saat menyiksaku Gavin Menzies Arnold!" teriak Karina menatap tajam kearah ayahnya sembari menahan rasa sakit sekaligus ngilu di kulitnya.
Tatapan Karina selalu mengingatkan pria itu kepada wanita yang sudah beberapa tahun ini menghilang dari hidupnya. Rasa benci dan marah tiba-tiba muncul di hati dan pikirannya.
"Kau merupakan penerus ku selanjutnya! Kau tidak boleh lemah! Apa lagi lemah karena cinta mu pada pria brengsek yang tidak jelas itu!" bentak Gavin mencambuk tubuh putrinya berkali-kali. Ia tidak peduli dengan darah yang mulai mengalir dari tubuh Karina.
"Ingat rasa sakit ini! Kau tidak boleh lemah! Keturunan Menzies Arnold tidak boleh lemah! karena kau adalah putriku, satu-satunya orang yang akan menjadi penerus ku! jangan coba-coba mengkhianati Padre!" kata Gavin penuh peringatan mengakhiri kalimatnya.
Gavin kemudian menghentikan kegiatannya dan meminta asistennya untuk melanjutkan cambuknya.
"Cambuk dia sampai dia lelah berteriak kesakitan!" tegas Gavin keluar dari ruangan bawah tanah.
"Hanya kalian alasan Madre bertahan sampai hari ini." monolog Karina sebelum pandangannya mengelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚠𝚠 𝙺𝚎𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝𝚝𝚝𝚝 𝚂𝚊𝚍𝚒𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜
2025-02-22
0
Ani Ani
sedeh hidup nya
2024-08-12
0
vina maria
gile... kasihan skali karina
2024-08-09
0