Saat terbangun tengah malam. Karina tiba-tiba merasa lapar dan ingin makan sesuatu. Mungkin karena Karina belum makan malam.
Dengan mata terkantuk-kantuk Karina membuka kedua matanya. Ia mengelus perut ratanya dengan lembut.
"Sayang, apa kalian lapar?" tanya Karina dengan suara parau sehabis bangun tidur.
"Semoga aroma makanan itu tidak membuat Mama mual lagi." lirih Karina beranjak dari atas kasur.
Saat tiba di meja makan. Karina melihat begitu banyak menu makanan disana.
"Apa Josephine membeli makanan ini semuanya?" gumam Karina dengan suara pelan.
Entah mengapa tiba-tiba napsu makannya sedikit meningkat saat melihat semua makanan yang disajikan di atas meja makan.
Karina juga terlihat senang saat merasa sudah tidak mual lagi saat mencium aroma makanan itu. Karina makan dengan lahap dan menghabiskan semua makanan itu.
"Aku harus mengucapkan terima kasih kepada Josephine untuk makan malam hari ini." celetuk Karina menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Makanan ini juga sangat enak. Aku sangat menyukainya. Next time aku akan minta Josephine membelinya lagi." timpalnya lagi tersenyum senang menikmati makan malamnya.
Disisi lain
"Apa kita langsung berangkat ke keluar negeri? Atau mau singgah di mansion terlebih dulu, Tuan?" tanya asisten seorang pria kepada atasannya.
"Langsung ke bandara." jawab pria itu memejamkan kedua matanya.
Keesokan harinya
Karina tiba-tiba merasa sangat mual saat bangun di pagi hari. Lagi-lagi ia memuntahkan cairan berwarna bening dari dalam perutnya.
"Sayang, jangan siksa Mama seperti ini. Mama tidak sanggup harus mengalami morning sick setiap hari. Lebih baik kalian hukum Papa kalian karena sudah berani membuang kita."celetuk Karina tanpa sadar.
Karina kemudian memutuskan untuk mandi dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan calon bayinya. Karina juga sudah tahu, kalau Josephine sudah kembali ke kediamannya.
Karina membuat sarapan sesuai bahan baku yang ada. Segelas susu ibu hamil dan juga sehelai roti dilapisi selai rasa strawberry.
Saat mencium aroma susu itu. Karina merasa perutnya biasa saja. Ia tiba-tiba tidak merasa mual lagi saat mencium aroma dari makanan di sekitarnya.
Karina tersenyum senang saat menyadari hal tersebut. Ia menikmati sarapan paginya dengan sangat bahagia.
"Biarkan Papa kalian yang merasakan morning sick kehamilan Mama. Biarkan ia merasakan apa yang Mama rasakan saat sedang mengandung kalian." monolog Karina tersenyum lebar.
Disisi lain
Seorang pria menutup hidungnya saat mencium aroma parfum dari kliennya.
"Charles! Gantikan aku untuk melanjutkan meeting ini. Aku merasa perut ku tiba-tiba mual saat mencium aroma parfum mu." celetuk pria itu tanpa filter berdiri dari duduknya dan berlari menuju toilet.
"Apa Istri tuan muda Gultom sedang mengandung? Sepertinya pria itu terlihat mengalami morning sick seperti yang aku alami saat Istri ku mengandung anak ku." tebak klien pria itu dengan wajah tenang.
Semua orang tahu, status Ocean adalah pria yang sudah beristri. Namun, semua orang juga tahu kalau istri pria itu tidak pernah di tunjukkan ke publik. Tidak ada satupun yang mengenal istri sah pria itu.
"Doakan yang terbaik saja, Tuan." jawab Charles tersenyum kikuk. Ia tidak mau membahas masalah pribadi sang atasan di jam kerja. Apa lagi klien mereka merupakan orang asing yang tidak harus tahu masalah pribadi atasannya.
Charles melanjutkan rapat mereka tanpa kehadiran Ocean. Meskipun sebenarnya Charles sedikit khawatir dengan keadaan atasannya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚊𝚔𝚠𝚊𝚠 𝚗𝚐𝚒𝚍𝚊𝚖 😄😄😄😄
2025-02-22
0
Ani Ani
itu lah yang terjadi
2024-08-12
0
Shinta Dewiana
masih penuh misteri
2024-07-24
0