Bab 6

"Anak ayah cantik banget!" puji Pak Anton melihat sang putri sudah berdandan cantik untuk melaksanakan wisuda di sekolahnya.

"Makasih ayah." ucap Adinda memeluk sang ayah dengan erat.

"Ayah sayang kamu nak, baik baik ya, jaga diri kamu, jadi anak yang kuat." bisik pak Anton memeluk sang anak.

"Siap ayah, nanti ayah habis rapat lansung ke sekolah ya, ayah juga hati hati ya." ujar Adinda, tapi entah kenapa dari kemaren dia kepikiran dengan sang ayah, yang selalu mengucapkan kata kata penuh makna, ahhh... Sudah lah, Adinda tidak mau berfikir negatif yang akan merusak suasana hatinya.

Tin...

Tin....

Dari luar sudah terdengar suara klason mobil, ya Lusi membawa mobil pribadinya, dan sudah janjian akan berangkat bareng, karena ayahnya akan datang saat acara akan di mulai, karena ada meeting yang tidak bisa di wakilkan.

"Tuh, Lusi sudah jemput." ujar Pak Anton melepas pelukan mereka.

"Ok, Ayah aku berangkat dulu, jangan lupa datang ya, telat juga ngak pa apa." ujar Arimbi.

"Siap sayang." sahut Pak Anton merangkul bahu sang anak ke arah mobil Lusi.

Lusi sangat terharu melihat kasih sayang pak Anton kepada Adinda, tidak seperti dirinya, ayahnya selingkuh, dia sama sekali tidak pernah dapat kasih sayang sang ayah, walau dulu mereka satu rumah, ayahnya tidak terlalu perduli dengan dirinya, sampai ke dua orang tuanya bercerai, dan sampai saat ini ayah nya tidak pernah menghubungi dirinya, mamanya yang akan menikah lagi dengan kekasihnya, namun laki laki itu juga mempunyai seorang anak perempuan yang seumuran dengan Lusi.

"Pagi Om." sapa Lusi keluar dari mobil.

"Pagi juga sayang, wah... Anak gadis om makin cantik aja," puji pak Anton.

"Makasih Om," sahut Lusi berkas kaca, dia ingin segala pujian itu di ucapkan oleh ke dua orang tuanya, namun apa daya, itu tidak mungkin terjadi.

"Kamu sudah sarapan belum?" tanya Pak Anton, sambil menepuk pundak Lusi dengan pelan, dia tau sahabat anaknya ini juga dari keluarga broken home, sebisa mungkin pak Anton juga memberikan kasih sayang sebagai seorang ayah.

"Sudah om," sahut Lusi dengan tersenyum tulus.

"Ya sudah, berangkat lah, tapi hati hati bawa mobil ya, Om datangnya sedikit telat, karena ada meeting yang ngak bisa om tinggalkan, jadi om akan datang sedikit telat, tolong jaga Adinda ya, kalian harus akur." merangkul Adinda dan Lusi.

"Pasti om, kami juga akan mencari kampus yang sama kok." ujar Lusi namun dia sedikit bingung dengan ucapan pak Anton itu, tapi ya sudah lah, dia abaikan pikiran aneh di kepalanya.

"Bagus itu. Om jadi tenang kalau kalian selalu bareng." ujar pak Anton, membuat Lusi sedikit kaget, tidak mau berfikir macam macam, dia memilih untuk izin berangkat saja.

"Kami berangkat ya Om" ujar Lusi, Adinda sebelum masuk ke dalam mobil, malah memeluk sang ayah, mengecup pipi ayahnya, dan pak Anton tidak mau kalah, mengecupi seluruh wajah sang anak, dan memeluk erat Adinda.

"Udah sana berangkat, nanti kalian terlambat." ucap Pak Anton membukakan pintu samping kemudi.

"Iya Ayah, dadaaa....!" Adinda melambaikan tangannya, dan Lusi membunyikan klason mobil.

Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, pak Anton juga masuk ke dalam, dan bergegas untuk rapi rapi menuju tempat meeting nya.

Di dalam mobil dua gadis cantik itu terdiam dengan pikiran masing masing, namun sama sama tidak ingin mengucapkan ke cemasan masing masing.

"Lus, mama datang ngak ke wisuda kita?" tanya Adinda memecahkan keheningan.

"Datang kok, cuma sebentar, maklum mama kan mau nikah lagi." ujar Lusi.

"Ha.... Emang jadi mereka nikah, bukan kah kamu menolak, dan juga sudah memberi alasannya?" kaget Adinda.

Dinda hanya mengedikan bahu tanda tidak tau.

"Biarin aja lah, klau mama senang dengan pilihannya, trus aku bisa apa, makanya aku ngajak kamu kuliah ke luar kota, karena aku ngak mau tinggal serumah bersama mereka, kamu tau sendirikan, anak manja itu selalu mencari perhatian mama, demi kewarasan aku, biar aku yang mengalah." ujar Lusi menahan sesak.

Bukan dia tidak ingin mamanya menikah lagi, tapi tolong lah mencari laki laki yang bisa juga menyayangi dirinya, dan tidak mempunyai anak yang egois seperti anak calon ayah tirinya, namun apa di kata, mamanya sudah di butakan oleh cinta, dan melupakan perasaan sang anak, justru sangat menyukai gadis manja seperti anak calon suaminya, yang selalu pintar mengambil hati sang mama, mengabaikan anaknya sendiri, ya sudah lah, lebih baik dia merestui pernikahan mamanya, dan memilih menjauh dari mama dan keluarga baru sang mamanya.

"Sabar ya Lusi, ada aku bersama mu, kita akan terus bersama, ok.!" ujar Adinda.

"Iya kamu sahabat terbaikku, kita akan tetap bersama, apa pun yang terjadi, temani aku sampai sukses, dan menemukan laki laki yang tepat, agar aku bisa bahagia." ujar Lusi serak menahan sesak di dadanya.

"Pasti!" ucap Adinda mantap, dan menautkan kelingking mereka.

"Sudah, jangan sedih sedih, hari ini hari bahagia kita." ujar Dinda lagi.

"Hmm... Kamu benar, apa pun yang terjadi, tetap lah menjadi kuat, dan tetap menjaga kewarasan kita, mereka bisa mencari kebahagian mereka, kenapa kita ngak." semangat Lusi, berusaha tegar.

Lima belas menit berlalu, akhirnya mereka sampai juga di parkiran sekolah.

"Kalian lama banget sih." kesal Rini dan Sita.

"Maaf sayang biasa lah, tuan putri izin sama bapak moyang, dramanya banyak banget." kekeh Lusi.

Adinda hanya mencibik, mendengar ledekan Lusi.

"Rizka mana?" tanya Adinda.

"Ngak tau, tadi ngomongnya mau ke toilet, tapi ngak balik balik." acuh Rini.

"Sudah lah, ngak usah di pikirin, klau ngak mau main sama kita, ya udah sih, santai aja." acuh Lusi yang males melihat tingkah Rizka akhir akhir ini.

"Yuk kita ke aula yuk, kita duduk di sana aja, pegel juga nih kaki, di ajak berdiri mulu." keluh Rini.

"Ya udah yuk." ajak Adinda.

Keempat gadis cantik yang biasa memang sudah cantik, dan hari ini berkali kali lipat ke cantikan mereka, karena di dandani, membuat banyak mata menatap penuh kagum sama mereka.

"Mana sih ayah, kok lum datang juga ya, padahal bentar lagi kita mau naik panggung ini," keluh Adinda mulai gelisah, dia celingak celinguk melihat pintu masuk, namun batang hidung sang ayah belum juga terlihat.

Cek..

Cek....

Dan pada akhirnya acara di mulai oleh pembawa acara, sampai penyambutan dan beberapa wejangan dari kepala sekolah dan guru guru mereka.

Dan kini pengumuman siswa lulus terbaik dengan nem tertinggi dan juga untuk beberapa siswa yang mendapat beasiswa di kampus negeri baik di dalam maupun di luar kota.

Dan Adinda salah satu murid berprestasi dan di dampuk sebagai siswa lulus terbaik, dan mendapatkan beasiswa ke universitas terbaik di jakarta, dan sepertinya alam pun mendukung keinginan dua gadis tadi, Lusi pun mendapat bea siswa yang sama di kampus yang sama dengan adinda.

"Wahhh... Kalian benar benar keren deh, kita pisah dong." rajuk Rini dan Sita.

"Sudah sudah, kalian naik ke panggung dulu, tuh sudah di panggil sama pak Bambang." tegur Rini.

"Ayah kok lom datang ya." keluh Adinda mulai gelisah.

Di tempat berbeda, di jalan menuju ke sekolah Pelita Hati, sedang terjadi tabrakan beruntun, dan salah satu korbannya adalah Pak Anton.

Kring.....

Kring....

"Ya hallo." kepala sekolah mengangkat telpon karena ada salah seorang menelponnya.

.....

"APA...!!" pekik pak Kepala sekolah, wajahnya lansung pucat pasi, matanya lansung menatap sendu ke arah Adinda.

Deg..

"Ada apa ini." gumam Adinda saat menatap bapak kepala sekolah yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan.

"Adinda, bisa ikut bapak sebentar nak." panggil kepala sekolah dengan wajah kalutnya.

"Mau kemana pak?" tanya Adinda semakin tidak karuan.

"Nanti kamu akan tau, kamu ikut bapak sama ibu Maya dulu ya," ujar Kepala sekolah.

"Tapi pak, ayah aku gimana, dia belum datang, takut dia akan mencari aku." ujar Adinda.

"Nanti kita akan ketemu sama Ayah kamu, sekarang ikut sama bapak dan bu Maya dulu." ujar Pak Kepala sekolah.

Mau tidak mau Adinda hanya pasrah di ajak olah kepala sekolah dan gurunya, walau banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepalanya.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

tuhkaaan...sedih aku Thor

2025-02-01

0

Winsulistyowati

Winsulistyowati

Iyaa..Iklan Trus...Knopo Rapat iklannya

2024-08-23

0

I Dw Ny Manasamadhi

I Dw Ny Manasamadhi

selalu muncul reklame Anjing

2024-07-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 12
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 33
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 bab 60
61 Ban 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Ban 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 122
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 167
169 Bab 168
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 12
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 33
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
bab 60
61
Ban 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Ban 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 122
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 167
169
Bab 168
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!