Tanpa disadari dirinya berjalan mendekat ke suatu benda yang ada di bagian ruangan Feli berada di depan benda itu yang tertempel di dinding yaitu lukisan
sebuah lukisan yang terlihat nyata mengambarkan sebuah negeri terdapat kerajaan yang sangat cantik dan indah seperti dongeng kanvas lukisan tersebut di bingkai dengan bingkai berwarna ke emasan yang memiliki ukiran klasik memuat nya tampak elegan
"waah... cantiknya"
tanpa sadar Feli memegang lukisan tersebut dia lupa tanganya berlumur darah karena lukanya belum di tangani
darah masih mengalir di tangan
darah Feli sedikit mengenai lukisan,
cepat cepat ia menjatuhkan tanganya
"Ah aku lupa tangan ku.. masih berdarah"
"Felii... ayok buruan nanti kita di tinggal"
teriak Erik memanggil Feli
"iya"
baru berberapa langkah berjalan hedak meninggalkan ruangan itu tiba tiba,
Cahaya yang sangat terang muncul entah dari mana, seketika Feli menghentikan langkah kakinya
ruangan yang tadi nya remang menjadi terang bahkan Feli tidak bisa membuka matanya saking silau cahaya itu
yang ada hanya putih semua
saat sudah berberapa menit Feli membuka mata dia tersentak dan membulatkan matanya dilihatnya ke langit langit yang tinggi dengan ukiran serta lampu lampu kristal
Tunggu kenapa ini! dimana aku?
bangunan apa ini, mewahnya
aiis aku lagi mimpi kali
mungkin waktu misi selesai aku pingsan
tangan ku juga ngak sakit berarti ini memang mimpi
Feli mengangkat tangan nya dan melihat tidak ada luka
tuhkan cuman mimpi, tapi kenapa kayak nyata ya
Dia mencubit pipinya kasar
"aaw..kenapa sakit kalau mimpi kan seharusnya ngak sakit"
"apakah nona sudah sadar "
Feli memalingakan kepalanya ke arah sumber suara dilihatnya wanita mungkin muda berberapa tahun darinya
siapa dia?
hah sejak kapan dia di situ?
"apakah nona merasa tidak nyaman"
"siapa kamu?"
orang itu yang semula pandangan nya memandang ke bawah, sedikit menaikan pandangan melihat Feli seperti sedikit kaget
"ini saya nona pelayan pribadi anda..Lian nona"
Lian yaa, pelayan pribadi dan nona? apaan coba ini orang.
Feli meraba di sekitarnya kenapa terasa sangat nyata dan sekali lagi dia mencubit pipinya dan juga tangan
masih sakit, kenapa ini ya kali ini rumah sakit masa semewah ini tunggu kalau ini bukan mimpi apa aku..
Dia langsung bangun dan turun dari kasur yang empuk dan besar itu berjalan mencari sesuatu
wanita yang menyebut dirinya sebagai pelayan melihat kebingungan ke arah Feli
"nona apa yang anda perlukan,
katakan saja pada saya"
"ituu cerminya dimana?"
"cermin! apakah anda memerlukan cermin"
"iyaa yang besar"
"disebelah sini nona"
Feli mengikuti pelayan itu yang memandu nya ke sisi lain ruangan
ooh di situ mana aku tahu orang ini ruanganya besar begini mungkin tiga kali lipat kamar tidur asrama di tepat pelatihan mungkin ya
Feli sampai di depan kaca ia membulatkan matanya bingung dengan apa yang ada di pantulan kaca
siapa orang ini, ini bukan aku
Seorang gadis muda berambut hitam pekat panjang lurus hampir sepinggul dan mata biru yang indah bulu mata yang panjang dan juga lentik, hidung kecil yang mancung memang benar benar cantik
Masih belum percaya Feli berputar putar dan melompat gerakan yang dipantulkan masih tetap sama
Pelayan yang melihat tingkahnya merasa aneh
Feli berusaha berfikir keras
Eem kalau ini bukan mimpi masa aku..
ngak ngak masa iya kayak gitu!!
aaaa ngak mungkin kan ini, tapi rasanya ini sangat nyata, kesadaran ku masih normal
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments