Bab 16

Selepas kepergian pelayan tadi, Garra dan Mariam saling bertatap-tatapan. Belum ada yang bicara. Garra menatap gadis itu, sudut bibirnya terangkat. Lucu sekali melihatnya cemburu begini. Oh ya ampun, Garra ingin mencubit pipinya.

"Kenapa denganmu? Kau marah padaku? Memangnya aku salah apa? Kau cemburu melihatku dengan wanita lain? Memangnya kau tidak percaya diri? Katanya kau cantik, seksi, lucu, kaya, dan ..." jeda sebentar. Pria itu tertawa dalam hati ketika sadar ia sudah bicara panjang lebar. Garra menatap gadis di depannya dengan alis naik turun, lalu lanjut bicara lagi.

" Dan kau masih perawan. Apa yang tidak kau punya, hm? Memangnya kau bisa kalah dengan wanita tadi?" pancing Garra, sengaja menggoda. Ini pertama kalinya ia berani menggoda Mariam. Betul-betul sudah teracuni oleh gadis gila ini. Kalau papanya terus menempatkan wanita lain di sisinya, kenapa dia tidak cari sendiri saja? Apalagi dirinya menyukai gadis ini, begitu pula sebaliknya.

Kalau Mariam bersamanya, dia juga bisa melindungi gadis itu. Hanya saja rasa khawatir akan kehilangan kadang masih terus mengganggunya. Namun ia memutuskan untuk melawan kekhawatiran itu. Kalau begitu terus, kapan dia bisa hidup dengan perempuan yang dia cintai coba.

Didepannya Mariam menahan tawa. Garra kok beda ya hari ini? Tidak menghindarinya seperti biasa. Atau jangan-jangan semalam antara mereka memang sudah terjadi sesuatu ...

"Kau aneh hari ini. Meski aku suka, tetap saja rasanya aneh. Katakan, apa ada yang terjadi semalam?" Mariam bertanya. Ia belum ingat kejadian semalam.

"Ingat saja sendiri, bocah nakal." pria itu mengetuk kepalanya pelan. Mariam berdecih. Lalu bersedekap dada di depan Garra.

"Siapa perempuan tadi, kamu sengaja mau kencan buta di belakangku? Kamu tahu aku sedang mengejarmu kan? Kenapa malah ikut kencan buta? Memangnya aku tidak semenarik itu di matamu hah? Kurang cantik apa coba aku, hmph!" sembur Mariam kesal lalu kembali membuang muka. Gadis itu berhasil membuat Garra mengulum senyum.

"Wanita tadi bukan siapa-siapa. Aku tidak mengenalnya. Papaku sengaja mengenalkan dia padaku. Kita tidak akan pernah bertemu lagi, kau tenang saja." kata Garra kemudian. Tidak ingin Mariam salah paham. Tentu. Karena ia sudah memutuskan mencoba menjalin hubungan dengan gadis ini. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya. Mariam terlalu mempesona, walau cukup gila.

Mariam menatap pria itu lagi. Ada rasa senang dalam hatinya.

"Kamu jelasin itu biar aku nggak salah paham?" ia bertanya antusias.

"Mm, bukankah kau sedang mengejarku? Aku akan menunggu sampai kau bisa membuatku jatuh hati padamu." kata Garra. Padahal ia memang sudah jatuh hati.

Mariam tersenyum senang. Mulai lupa akan rasa jengkelnya. Kali ini ia suka dengan interaksi mereka. Garra tampaknya mulai membuka diri padanya.

"Aku rasa kamu sudah mulai jatuh hati padaku." kata Mariam semangat. Ia bisa merasakan. Tapi Garra masih saja jual mahal.

"Belum sepenuhnya."

"Bohong. Kau sangat peduli padaku akhir-akhir. Selalu melarangku keluar malam, melarangku bergaul dengan teman-teman yang nakal, bahkan membawaku ke tempatmu. Aku dengar dari kakakku, itu adalah pertama kalinya kau bawa perempuan ke tempatmu. Katakan, apa itu bisa dilakukan oleh seorang laki-laki yang nggak suka sama kita? Jangan sok jual mahal kayak cewek deh." kata Mariam panjang lebar. Garra terkekeh, lalu menatapnya Mariam lama.

Sesudah itu ia mendekatkan wajah dan bicara di depan wajah Mariam.

"Kau ingin menjadi kekasihku?" tanyanya sengaja. Padahal sudah tahu tapi ingin bermain-main juga.

"Kamu sudah tahu jawabannya Garra." balas Mariam.

"Aku akan mengabulkannya."

"Benarkah?!" gadis itu berseru senang. Akhirnya setelah hampir empat bulan mengganggu seorang Garra.

"Tapi ada syaratnya." senyuman di wajah Mariam menghilang seketika. Astaga laki-laki ini, dia lempar juga lama-lama.

"Kenapa harus ada syarat segala sih?"

"Kalau kau keberatan tidak apa-apa. Hubungan kita tetap seperti ini." dasar laki-laki laknat.

"Katakan apa syaratnya, cepat!"

Garra tersenyum menang. Ia kembali berbisik di depan wajah Mariam.

"Kalau kau ingat apa yang sudah kau lakukan padaku semalam, aku akan menerimamu." ucapnya.

Mariam mengernyitkan dahi. Sebenarnya semalam apa yang terjadi sih? Kenapa dia lupa sekali? Dan kenapa Garra ingin dia ingat?

"Kalau sampai aku ingat, jangan sekali-kali kau ingkar janji." katanya. Garra tersenyum tipis. Ia memang sengaja. Karena ia ingin gadis itu mengingat kejadian penting apa yang telah dia lupakan. Yang membuat tubuh Garra selalu kepanasan dan tegang tiap kali mengingatnya.

Tak lama kemudian pelayan mengetuk pintu ruangan tersebut dan masuk membawa pesanan mereka. Mata Mariam berbinar-binar seketika. Sudah lama dia tidak menikmati makanan enak di restoran. Meski makanan di rumahnya tergolong enak-enak juga.

"Silahkan nikmati makanannya." kata pelayan itu lalu keluar. Mariam merasa lucu dengan gaya bicara sih pelayan. Memangnya semua pelayan di sini semuanya harus bicara begitu?

"Makan saja. Jangan menilai orang, Pekerjaan mereka memang begitu." kata Garra. Ia tahu jelas apa yang ada di pikiran Mariam sekarang ini. Mariam tersenyum lebar. Ia lalu mulai mencicipi makanannya.

"Mmph, enak sekali. Ayo rasa yang ini. Kamu pasti suka." seru Mariam. Ia mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut Garra. Menyuapi pria itu. Garra dengan senang hati menyambutnya.

"Bagaimana? Enak kan?" Pria itu mengangguk. Mariam kembali mengunyah. Wajahnya sangat menikmati. Garra tersenyum ikut menikmati kebahagiaan di wajah Mariam. Sesekali ia melirik ke jam tangan.

Masih lima belas menit. Kesempatannya berduaan dengan gadis itu hampir selesai. Dia harus kembali ke kantor setelahnya.

"Cepat habiskan. Aku harus kembali ke kantor setelah mengantarmu pulang." katanya kemudian.

"Pergi saja. Aku bisa pulang sendiri. Aku nggak mau pekerjaanmu terganggu gara-gara aku. Tapi aku minta uang taksi. Aku lagi nggak ada duit." balas Mariam, tidak malu-malu. Garra tercengang sebentar, tapi hanya sebentar lalu bicara lagi.

"Tidak, aku akan mengantarmu pulang. Kau ingat kalau dirimu masih menjadi saksi penting kan? Jangan keluar malam dan keluyuran sendirian sampai aku menangkap pelakunya. Pelaku itu bisa saja mengenalimu." kali ini Garra berubah serius.

"Cieee ... Ada yang mulai perhatian nih sama cewek cantik macam aku ..." goda Mariam.  Percaya diri sekali dengan dirinya. Garra berdeham, tidak menampik. Toh memang benar.

"Cepat habiskan makananmu." katanya sedikit salah tingkah. Garra akui memang mulai perhatian pada gadis ini. Tapi kalau di ledek begitu kan bisa salting juga. Pria itu menarik napas kemudian. Pikirannya kembali ke masalah yang serius. Semoga pelaku penembakan malam itu tidak tahu ada seorang saksi yang melihatnya. Supaya Mariam tetap aman.

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

mariam bisa bela diri gak kan bar2..atau hanya bisa bikin huru hara hatinya garra..cieee

2024-10-23

0

Moh Yasin

Moh Yasin

seru👍

2024-10-16

0

Aunty

Aunty

ko g jls si thor alurny

2024-06-06

3

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 S2 - bab 1
99 S2 - bab 2
100 S2- bab 3
101 S2- bab 4
102 S2- bab 5
103 S2 - bab 6
104 S2 - bab 7
105 S2 -bab 8
106 S2-bab 9
107 S2 - bab 10
108 S2 bab 11
109 S2 bab 12
110 S2 bab 13
111 S2 14
112 S2 15
113 S2 16
114 S2 17
115 S2 18
116 S2 19
117 S2 20
118 S2 21
119 S2 22
120 S2 23
121 S2 24
122 S2 25
123 S2 26
124 S2 27
125 S2 28
126 S2 29
127 S2 30
128 S2 31
129 S2 32
130 S2 33
131 S2 34
132 S2 35
133 S2 36
134 S2 37
135 S2 38
136 S2 39
137 S2 40
138 S2 41
139 S2 42
140 S2 Bab 43
141 S2 bab 44
142 S2 Bab 45
143 S2 Bab 46
144 S2 Bab 47
145 S2 Bab 48
146 S2 Bab 49
147 S2 bab 50
148 S2 Bab 51
149 S2 bab 52
150 S2 bab 53
151 S2 bab 54
152 S2 55 END
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
S2 - bab 1
99
S2 - bab 2
100
S2- bab 3
101
S2- bab 4
102
S2- bab 5
103
S2 - bab 6
104
S2 - bab 7
105
S2 -bab 8
106
S2-bab 9
107
S2 - bab 10
108
S2 bab 11
109
S2 bab 12
110
S2 bab 13
111
S2 14
112
S2 15
113
S2 16
114
S2 17
115
S2 18
116
S2 19
117
S2 20
118
S2 21
119
S2 22
120
S2 23
121
S2 24
122
S2 25
123
S2 26
124
S2 27
125
S2 28
126
S2 29
127
S2 30
128
S2 31
129
S2 32
130
S2 33
131
S2 34
132
S2 35
133
S2 36
134
S2 37
135
S2 38
136
S2 39
137
S2 40
138
S2 41
139
S2 42
140
S2 Bab 43
141
S2 bab 44
142
S2 Bab 45
143
S2 Bab 46
144
S2 Bab 47
145
S2 Bab 48
146
S2 Bab 49
147
S2 bab 50
148
S2 Bab 51
149
S2 bab 52
150
S2 bab 53
151
S2 bab 54
152
S2 55 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!