Bab 11

Hanya butuh beberapa menit bagi Garra untuk sampai di restoran yang dikatakan oleh teman Mariam tadi. Ia mengemudi dalam kecepatan tinggi. Awalnya ia menelpon hanya untuk mencari tahu keberadaan Mariam. Apakah gadis itu keluyuran lagi atau mendengarkan larangannya kemarin agar tidak keluar-keluar dulu.

Tapi Garra lagi-lagi dibuat khawatir begitu mendengar gadis itu mabuk. Astaga anak itu, Garra sampai-sampai terpikir membeli tali untuk mengikatnya di rumah agar dia tidak keluar malam terus. Dia khawatir. Apalagi pelaku penembakan masih sedang di cari keberadaannya.

Pria itu melompat keluar dari mobil dan berlari memasuki restoran. Tapi tidak sampai masuk ke dalam, ia melihat Mariam bersama temannya telah berada di depan pintu keluar.

Garra mendekati mereka. Dahinya berkerut melihat Mariam. Dia sangat mabuk. Dengan segera lelaki itu mengambil alih tubuh Mariam. Gadis itu terus meracau. Garra menatap Cinta. Teman Mariam tampak canggung melihatnya.

"Kenapa dia mabuk begini? Kalian minum-minum?" suara Garra agak tinggi dan sorot matanya tajam. Pandangannya melirik ke dalam restoran sebentar. Ia kesal karena restoran terkenal ini menjual  alkohol kepada pelanggan. Apakah mereka mendapat ijin? Pria itu akan memeriksanya nanti.

"Tidak, tidak." tangan Cinta melambai-lambai ke udara. Sedikit ciut menatap detektif tampan yang sepertinya marah.

"Lalu?" pria itu menatap Cinta lagi. Kemudian perempuan itu mulai menjelaskan semuanya. Dari awal sampai akhir.

Rahang Garra mengeras. Teman apa itu? Reunian apa?

"Eh ada Garra. Cinta, lihat. Garra datang hehe. Halo Garra." Mariam kembali meracau sembari mengucel-ucel pipi Garra, matanya sayu. Dan ia senyum-senyum terus seperti orang gila.

"Dia akan pulang bersamaku. Bagaimana denganmu?"

"Aku bawa mobil. Aku bisa pulang sendiri." balas Cinta langsung.

"Kalau begitu kami pergi dulu." kata Garra. Cinta mengangguk. Ia melihat Garra menggendong Mariam dipunggung pria itu dan tersenyum.

"Dugaanku benar. Pria itu memang menyukainya. Kau beruntung Mari." ucap Cinta sembari tersenyum, kemudian berjalan ke mobilnya.

___________

Begitu tiba di mobil, Garra mendudukkan Mariam. Namun tangan Mariam memeluk lehernya semakin kuat, gadis itu menolak turun dari punggungnya. Tak ingin melepaskan pria itu.

"Aku harus mengemudi Mariam. Lepas dulu." Garra terus berusaha. Lagi-lagi gagal. Ia mengalami kesulitan.

"Nggak mau. Garra aku pusing," oceh gadis itu. Garra mengembuskan napas panjang.

"Turun dulu. Kita harus pulang. Dengarkan aku, mm?" lalu ia berbicara dengan lembut, berharap Mariam akan menurut. Lucunya, gadis itu menurut. Garra tersenyum.

"Anak manis." ia menepuk pelan kepala Mariam lalu berjalan berputar masuk ke tempat kemudi.

Pria itu menyetir dengan tenang. Ia memutuskan membawa Mariam ke apartemennya. Gadis itu sudah sangat mabuk. Kalau ia pulangkan ke rumah orangtuanya, takutnya mamanya tidak akan tidur tenang dan mengomeli gadis itu sepanjang malam.

Garra tahu sekali watak mama Mariam. Ia ingat tante Mia suka sekali mengomeli anak-anaknya, terutama kalau mereka tidak menurut padanya atau pun berbuat sesuatu yang bikin hati wanita itu kesal.

Lalu, kenapa ia tidak pulangkan ke rumah Foster saja? Sejujurnya masih ada alasan lain bagi Garra, kenapa lelaki itu tidak memulangkan Mariam ke rumah orangtua atau kakaknya.

Karena Garra ingin membawa gadis itu ke tempatnya. Ingin menjaganya sepanjang malam ini. Garra ingin memastikan Mariam tetap aman. Pekerjaannya yang begitu padat hari ini dan membuatnya merasa cukup stres. Ia ingin menghilangkan rasa stresnya dengan menatap wajah Mariam.

"Di mana ini?" Mariam bertanya ketika mobil Garra berhenti di parkiran apartemen laki-laki itu. Ia masih mabuk.

"Apartemenku." sahut Garra. Mendengar itu Mariam tersenyum lebar lalu menunjuk-nunjuk lelaki dihadapannya. Matanya masih membuka dan menutup seperti orang mabuk pada umumnya.

"Kau nakal Garra, kau terus menolakku tapi ternyata ..." Mariam mencondongkan kepalanya dan bicara pelan di depan wajah Garra. Garra ingin mundur tapi ia baru sadar mereka masih di dalam mobil. Jadi ia hanya bisa bersandar di dinding pintu kendaraan beroda empat itu.

Sebelah tangan Mariam menekan dadanya.

"Katakan," ia bisa merasakan napas gadis itu di wajahnya. Garra menunggu gadis itu bicara.

"Apa kau bergairah padaku? Aku membuatmu terangsang? Kau pasti sudah terpesona dengan tubuh seksiku kan? Bagaimana, ingin mencobanya? Aku hanya menawarkan padamu. Kalau itu kamu, tidak apa-apa kita melakukannya sebelum menikah. Lagian aku yakin setelah itu kau akan langsung menikahiku." Mariam mengatakan kalimat tersebut dengan sangat santai, bahkan tak lupa memberikan sedikit godaan dengan meniup telinga Garra. Garra langsung terbatuk-batuk dibuatnya. Wajahnya memerah. Ia berusaha menahan diri.

"Kau mabuk, jangan bicara sembarangan." lalu didorongnya tubuh Mariam dan cepat-cepat keluar dari mobil.

Pria itu kembali menggendong Mariam, naik ke apartemennya. Ia membawa Mariam ke kamar dan menaikkannya ke ranjang besar miliknya. Apartemen miliknya hanya ada satu kamar, jadi gadis itu hanya bisa tidur di kamarnya. Dia sendiri akan tidur di sofa.

Habis membaringkan Mariam, Garra menghubungi Foster. Ia menceritakan kejadian yang di alami Mariam hari ini dan tentang gadis itu yang akan tinggal semalam di tempatnya.

"Tidak, tidak akan terjadi apa-apa. Kau bisa percaya padaku." kata Garra ketika Foster menggodanya.

"Ya, aku percaya padamu. Tapi tidak dengan anak itu, dia tidak bisa di percaya. Hati-hatilah, aku dengar dari istriku akhir-akhir ini dia sedang gencar membaca buku mengejar pria idaman. Buku itu cukup mesum, kau tahu maksud kan?" Foster menggoda. Dan Garra langsung kehilangan kata-kata. Ia berdeham canggung.

"Jangan lupa beritahu tante Mia. Aku tutup telponnya." Garra cepat-cepat memutuskan sambungan. Kemudian membalikan badan menatap Mariam. Lama ia menatap gadis itu lalu menggeleng-geleng kuat.

Ia harus mandi. Menjernihkan pikirannya. Namun ketika pria itu hendak berjalan ke kamar mandi, tangan dari belakang menarik tubuhnya dengan kuat hingga ia terjatuh ke tempat tidur. Ulah siapa lagi coba kalau bukan sih gadis mabuk itu.

Posisi mereka terbaring di ranjang dengan Mariam memeluk tubuh Garra dari belakang. Garra mencoba melepaskan diri namun Mariam tidak mau melepaskannya. Akhirnya pria itu memutar tubuhnya menghadap gadis itu dan wajah mereka langsung bertemu.

Mariam tersenyum padanya. Mata gadis itu amat menggoda. Sangat indah. Sedetik kemudian Garra kembali mendapatkan ciuman di bibirnya. Ya, Mariam mengecupnya. Membuat pria itu menegang seketika.

Terpopuler

Comments

Boa Hancock

Boa Hancock

Huayoo looo, mana di kamar lg tempat pribadi bkn t4 umum 🤭 xixixixi

2025-02-17

0

T€RL∆NJURG∆L∆U

T€RL∆NJURG∆L∆U

gegara buku encum garra jd korbannya 😅

2024-12-21

0

strawberry 🍓

strawberry 🍓

jiiiiiiah garra tergoda yaaaaa wkwkwk

2024-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 S2 - bab 1
99 S2 - bab 2
100 S2- bab 3
101 S2- bab 4
102 S2- bab 5
103 S2 - bab 6
104 S2 - bab 7
105 S2 -bab 8
106 S2-bab 9
107 S2 - bab 10
108 S2 bab 11
109 S2 bab 12
110 S2 bab 13
111 S2 14
112 S2 15
113 S2 16
114 S2 17
115 S2 18
116 S2 19
117 S2 20
118 S2 21
119 S2 22
120 S2 23
121 S2 24
122 S2 25
123 S2 26
124 S2 27
125 S2 28
126 S2 29
127 S2 30
128 S2 31
129 S2 32
130 S2 33
131 S2 34
132 S2 35
133 S2 36
134 S2 37
135 S2 38
136 S2 39
137 S2 40
138 S2 41
139 S2 42
140 S2 Bab 43
141 S2 bab 44
142 S2 Bab 45
143 S2 Bab 46
144 S2 Bab 47
145 S2 Bab 48
146 S2 Bab 49
147 S2 bab 50
148 S2 Bab 51
149 S2 bab 52
150 S2 bab 53
151 S2 bab 54
152 S2 55 END
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
S2 - bab 1
99
S2 - bab 2
100
S2- bab 3
101
S2- bab 4
102
S2- bab 5
103
S2 - bab 6
104
S2 - bab 7
105
S2 -bab 8
106
S2-bab 9
107
S2 - bab 10
108
S2 bab 11
109
S2 bab 12
110
S2 bab 13
111
S2 14
112
S2 15
113
S2 16
114
S2 17
115
S2 18
116
S2 19
117
S2 20
118
S2 21
119
S2 22
120
S2 23
121
S2 24
122
S2 25
123
S2 26
124
S2 27
125
S2 28
126
S2 29
127
S2 30
128
S2 31
129
S2 32
130
S2 33
131
S2 34
132
S2 35
133
S2 36
134
S2 37
135
S2 38
136
S2 39
137
S2 40
138
S2 41
139
S2 42
140
S2 Bab 43
141
S2 bab 44
142
S2 Bab 45
143
S2 Bab 46
144
S2 Bab 47
145
S2 Bab 48
146
S2 Bab 49
147
S2 bab 50
148
S2 Bab 51
149
S2 bab 52
150
S2 bab 53
151
S2 bab 54
152
S2 55 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!