Bab 16 : Cinta juga butuh logika.

Devano masuk ke dalam kamar, tangannya menenteng satu set baju tidur milik Gelsey mamanya.

"Kata mama suruh pakai baju mama nih mbak, semua masih baru kok." Devano menyerahkan baju tersebut kepada Letta yang sedang duduk bersandar pada papan ranjang sambil memainkan ponselnya.

Perempuan berstatus istri itu terlihat cuek dan lebih mementingkan berbalas chat dengan Helen sang sahabat.

"Mbak," panggil Devano lagi yang hanya dibalas lirikan judes oleh Letta.

Devano menggaruk kepala yang tak gatal, melihat Letta yang acuh begitu, sudah dipastikan jika Letta pasti ngambek, garis bawahi ya 'NGAMBEK!' karena kedatangan Freya tadi ke rumah mereka.

"Kenapa sih?" tanya Devano sambil duduk mepet Letta, tuh suami pura-pura bego melihat istrinya marah.

"Auk!" Jawaban judes Letta bikin Devano gemes sendiri dan mengulum senyum.

"Marah? Cemburu? Kan udah aku bilang, aku nggak ada hubungan apa-apa ama dia," ucap Devano sambil menyandarkan kepala di bahunya Letta.

"Dih siapa yang cemburu juga?! Awas kamu berat, Devano!" Letta mencoba mengedikkan bahu agar Devano segera menyingkirkan kepala dari pundak Letta, tapi.... Devano cuek tetap bersandar pada bahu yang belakangan hari ini begitu nyaman Devano sandari.

"Beneran nggak cemburu?" tanya Devano dengan senyum manis sekedar menggoda Letta yang masih tetap manyun.

"Aku tuh nggak punya hubungan apa-apa ama Freya mbak, aku hanya anggap dia adik nggak lebih, beda sama rasa yang aku rasain ama kamu," lanjut Devano membuat Letta memalingkan wajah hingga hidung bangirnya menyentuh pipi Devano.

Dengan wajah sedikit mendongak, Devano bisa melihat kedalaman mata bening itu, kedua mata itu saling mengunci, ada getar yang sama pada keduanya.

Devano beringsut, ibu jarinya mengusap bibir tipis Letta dengan lembut, dan perlahan Devano mendekat, memiringkan kepala hingga bibirnya menyentuh bibir Letta dengan lembut.

Rasa kenyal dan manis itu Devano cecap, rasanya....um....begitu luar biasa, first kiss nya telah ia berikan untuk Letta.

Letta terpaku, dia tak munafik, meski ini bukan ciuman pertamanya, tapi rasa bibir Devano berbeda dengan mantannya yang dulu, yang ini lebih manis dan..... meski amatiran, tapi Letta suka.

Devano merenggangkan jarak, menatap mata Letta dengan intens, mencari penolakan disana, tapi dia melihat dalam mata itu hanya ada rasa damba terhadapnya.

Devano mendekat dan mulai mencecap lagi bibir tipis itu, sedikit mengu*** atas dan bawah hingga menimbulkan suara kecipak di ruangan itu.

Devano nyaris kehilangan kendali, dia cepat tersadar, tetapi tanpa dia sangka justru Letta naik ke atas pangkuannya dan mulai mema**t kembali bibir sang suami.

Sudah mengelak tapi dikasih kejutan seperti ini siapa yang nolak coba? Apalagi status mereka halal untuk melakukan itu, jadilah Devano semakin bergairah dan membalas perlakuan Letta yang bikin..... nagih.

Masih saling bertaut dan mencecap, suara ketukan di pintu kamar itu mengintrupsi perbuatan panas keduanya.

"Bukain mbak, ada yang bangun nih, malu kalo ketauan mama." Devano menunjuk sesuatu yang mengeras di bawah sana.

Membenahi penampilan yang sedikit berantakan, Letta lalu turun dan membuka pintu kamar Devano.

"Mama mau keluar dulu ama papa, kamu mau nitip sesuatu nggak?" tanya Gelsey.

"Emang mama mau kemana?" Letta keheranan melihat mama mertuanya berdandan sekeren ini.

"Mau muter doang cari martabak," jawab Gelsey santai.

"Emang mama masih laper?"

"Nggak sih, cuman pengen jalan ama papa doang, kangen pengen pacaran aja."

"Oh.... ya udah mama ma papa ati-ati ya, kita nggak pengen apa-apa kok."

"Oke kalo gitu, kalo mau makan kue yang dari mamanya Freya buka aja ya Let, mama tinggal dulu." Gelsey menepuk pipi Letta pelan lalu meninggalkan menantunya yang masih menatap penuh minat atas kemesraan kedua mertuanya.

Senang lihat yang manis-manis seperti itu, bahkan Daddy dan mommy yang berusia senja saja masih selalu bersikap mesra dalam setiap kesempatan.

Letta kembali menutup pintu, menatap sekilas Devano yang masih memperhatikan gerak-geriknya, tak mempedulikan Devano, Letta mengambil baju milik Gelsey tadi dan membawanya ke dalam kamar mandi.

Di pantulan kaca itu, Letta memukul kepalanya pelan, ingat apa yang dilakukannya tadi, naik ke pangkuan Devano tanpa malu.

'Dasar bego!' maki Letta pada diri sendiri.

Tak mungkin sembunyi terlalu lama dalam kamar mandi, akhirnya Letta keluar dari sana dan melihat Devano sudah berbaring dengan mata menatap layar ponselnya.

Melihat chatingan teman se genk nya yang sahut-sahutan di group membuat Devano hanya terkekeh geli.

Monty : Devano angkrem!

Jason : Dikekepin bini, bikin patah hati anak orang.

Ali : Bangs** memang! Bikin orang

pengen.

Brandon : Yang paling nggak peduli ama cewek, ash* malah dapetnya duluan!

Devano hanya terkekeh membaca sumpah serapah sahabat-sahabatnya itu, tak ingin membalasnya, Devano meletakkan ponselnya di nakas ketika

merasakan pergerakan Letta di sampingnya.

"Chattan ama siapa sih?" tanya Letta kepo.

"Ama anak-anak," jawab Devano lalu tidur miring sambil memeluk pinggang Letta.

"Oh.... " sahut Letta sekenanya.

"Mbak.... " panggil Devano.

"Ya."

Devano kembali mendekatkan wajahnya dan mengakuisisi bibir sang istri yang membuat candu itu.

Mumpung mama dan papa sedang pergi, Devano akan mempraktikkan sesuatu yang membuatnya penasaran selama ini.

Dengan posisi Letta yang sekarang ada di bawahnya, Devano merasa tertantang untuk menjamah semua yang telah sah menjadi miliknya itu.

Saling mencecap dan membelit, keduanya pun ngos-ngosan, menahan rasa yang semakin menggebu, Devano tak ingin buru-buru, dia cukup tahu diri bahwa hubungan mereka baru saja terjalin, meski ada hasrat yang menggelora tapi Devano berusaha menahannya.

Cup.... sebuah kecupan di kening Letta mengakhiri petualangan keduanya sampai di sana saja, besok mereka akan mengeksplorasi tempat yang lain lagi.

Bagi Letta, meski Devano bukan pasangan pertamanya, tapi pengalaman ini adalah pengalaman pertama seorang pria menyentuhnya sedalam ini.

Letta selalu memberi batasan yang jelas kepada kedua mantannya dulu untuk tidak melakukan sesuatu yang melebihi batas.

Dan Letta masih belum bisa menyerahkan semuanya, sebelum dia yakin akan cinta Devano kepadanya.

Ya Letta tidak mau naif, meski mereka telah resmi sebagai sepasang suami-istri tapi Letta juga harus berfikir logis, hingga tak ada penyesalan dikemudian hari.

Apalagi suami berondongnya ini masih berstatus pelajar SMU, meski Devano luar biasa keren dan super ganteng tapi otak Letta harus tetap dipakai saat berdua dengan suaminya itu.

Cinta itu juga butuh logika bukan?

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BEGOK DARI MANA, MLH BAGUS NYENENGIN SUAMI..

2024-02-18

1

Eva kusrini

Eva kusrini

lanjut

2023-11-16

3

Rien

Rien

makin seru nik cerita hhhhee good

2023-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Putus Cinta berjuta rasanya
2 Bab 2 : Tawuran
3 Bab 3 : Rencana Perjodohan
4 Bab 4 : Status baru Devano
5 Bab 5 : Siapa dia?
6 Bab 6 : Gue sumpahin lo....
7 Bab 7 : Ketangkap Basah
8 Bab 8 : Tiba-tiba Menikah
9 Bab 9 : Pasutri baru
10 Bab 10 : Di rumah mertua
11 Bab 11 : Ternyata dia punya pacar
12 Bab 12 : Dinner berdua ala Devano
13 Bab 13 : Gosipan Ibu-ibu komplek
14 Bab 14 : Romantisme pengantin baru
15 Bab 15 : Freya oh Freya
16 Bab 16 : Cinta juga butuh logika.
17 Bab 17 : Obrolan Letta dan papa mertua.
18 Bab 18 : Letta ngambek
19 Bab 19 : Devano pusing
20 Bab 20 : Gue hancurin lo seperti rengginang
21 Bab 21 : Tak bisa membohongi perasaan
22 Bab 22 : Goncangan di perusahaan papa
23 Bab 23 : Meneruskan yang tertunda
24 Bab 24 : Kehilangan kabar papa.
25 Bab 25 : Usaha Letta
26 Bab 26 : Kehilangan jejak
27 Bab 27 : Peperangan dimulai
28 Bab 28 : Bramenda turun tangan
29 Bab 29 : Ada yang belum selesai.
30 Bab 30 : Devano - Febian
31 Bab 31 : Cemburunya Devano
32 Bab 32 : Ulang Tahun Bramenda
33 Bab 33 : Menyusun Rencana.
34 Bab 34 : Jatuhnya Atmaja corp.
35 Bab 35 : Manisnya masa putih abu itu.
36 Bab 36 : Versi kita
37 Bab 37 : Obrolan di meja makan.
38 Bab 38 : Ujian Akhir Sekolah
39 Bab 39 : Masa sebelum dewasa datang
40 Bab 40 : Kunjungan sahabat
41 Bab 41 : Ujian itu datang
42 Bab 42 : Milik aku
43 Bab 43 : Tak Mengerti
44 Bab 44 : Sedih
45 Bab 45 : Usaha memisahkan mereka
46 Bab 46 : Ngadu
47 Bab 46 : Tamu untuk Letta
48 Bab 48 : Mulai ada titik terang
49 Bab 49 : Ujian dari masa lalu
50 Bab 50 : Kehilangan Dia.
51 Bab 51 : Dipecat dengan tidak hormat
52 Bab 52 : Home Sweet Home
53 Bab 53 : Aktifitas Baru
54 Bab 54 : Ngintilin Suami
55 Bab 55 : Markas baru?
56 Bab 56 : Wanita penggoda
57 Bab 57 : Mencari pengganti
58 Bab 58
59 Bab 59 : Terpaksa memburu Claudia
60 Bab 60 : Pria beristri
61 Bab 61 : Levelnya Jauh di bawah Letta
62 Bab 62 : Usaha sendiri.
63 Bab 63 : Mengundurkan diri
64 Bab 64 : Tak di hargai!
65 Bab 65 : Menyakitkan
66 Bab 66 : Banyak yang ingin di posisi lo
67 Bab 67 : Berlarutnya kesalahpahaman
68 Bab 68 : Pura-pura
69 Bab 69 : Terpaksa
70 Bab 70 : Terlalu Serakah
71 Bab 71 : Tak cukup hanya itu
72 Bab 72 : Si tegas
73 Bab 73 : Nyungsep!
74 Bab 74 : Intimate Wedding.
75 Bab 75 : Bulan Madu
76 Bab 76 : Masih Bulan Madu
77 Bab 77 : Hamil?
78 Bab 78 : Bumil Perkasa
79 Bab 79 : His name is...
80 Bab 80 : Kebahagiaan sejati
81 Bab 81 : Persaingan
82 Bab 82 : Waktu yang mendewasakannya.
83 Bab 83 : Namanya juga anak cowok
84 Bab 84 : Tentang Kenzo dan Kanaka
85 Bab 85 : Berantem lagi
86 Bab 86 : Garangnya Kenzo
87 Bab 86 : Surat cinta dari guru BK.
88 Bab 88 : Mimo ngamuk
89 Bab 89 : Mempertahankan harga diri
90 Bab 90 : Bersitegang
91 Bab 91 : Tamu??
92 Bab 92 : Vetsa membuyarkan impian semua orang
93 Bab 93 : Sedewasa itu
94 Bab 94 : Two Most Wanted
95 Bab 95 : Ending
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 : Putus Cinta berjuta rasanya
2
Bab 2 : Tawuran
3
Bab 3 : Rencana Perjodohan
4
Bab 4 : Status baru Devano
5
Bab 5 : Siapa dia?
6
Bab 6 : Gue sumpahin lo....
7
Bab 7 : Ketangkap Basah
8
Bab 8 : Tiba-tiba Menikah
9
Bab 9 : Pasutri baru
10
Bab 10 : Di rumah mertua
11
Bab 11 : Ternyata dia punya pacar
12
Bab 12 : Dinner berdua ala Devano
13
Bab 13 : Gosipan Ibu-ibu komplek
14
Bab 14 : Romantisme pengantin baru
15
Bab 15 : Freya oh Freya
16
Bab 16 : Cinta juga butuh logika.
17
Bab 17 : Obrolan Letta dan papa mertua.
18
Bab 18 : Letta ngambek
19
Bab 19 : Devano pusing
20
Bab 20 : Gue hancurin lo seperti rengginang
21
Bab 21 : Tak bisa membohongi perasaan
22
Bab 22 : Goncangan di perusahaan papa
23
Bab 23 : Meneruskan yang tertunda
24
Bab 24 : Kehilangan kabar papa.
25
Bab 25 : Usaha Letta
26
Bab 26 : Kehilangan jejak
27
Bab 27 : Peperangan dimulai
28
Bab 28 : Bramenda turun tangan
29
Bab 29 : Ada yang belum selesai.
30
Bab 30 : Devano - Febian
31
Bab 31 : Cemburunya Devano
32
Bab 32 : Ulang Tahun Bramenda
33
Bab 33 : Menyusun Rencana.
34
Bab 34 : Jatuhnya Atmaja corp.
35
Bab 35 : Manisnya masa putih abu itu.
36
Bab 36 : Versi kita
37
Bab 37 : Obrolan di meja makan.
38
Bab 38 : Ujian Akhir Sekolah
39
Bab 39 : Masa sebelum dewasa datang
40
Bab 40 : Kunjungan sahabat
41
Bab 41 : Ujian itu datang
42
Bab 42 : Milik aku
43
Bab 43 : Tak Mengerti
44
Bab 44 : Sedih
45
Bab 45 : Usaha memisahkan mereka
46
Bab 46 : Ngadu
47
Bab 46 : Tamu untuk Letta
48
Bab 48 : Mulai ada titik terang
49
Bab 49 : Ujian dari masa lalu
50
Bab 50 : Kehilangan Dia.
51
Bab 51 : Dipecat dengan tidak hormat
52
Bab 52 : Home Sweet Home
53
Bab 53 : Aktifitas Baru
54
Bab 54 : Ngintilin Suami
55
Bab 55 : Markas baru?
56
Bab 56 : Wanita penggoda
57
Bab 57 : Mencari pengganti
58
Bab 58
59
Bab 59 : Terpaksa memburu Claudia
60
Bab 60 : Pria beristri
61
Bab 61 : Levelnya Jauh di bawah Letta
62
Bab 62 : Usaha sendiri.
63
Bab 63 : Mengundurkan diri
64
Bab 64 : Tak di hargai!
65
Bab 65 : Menyakitkan
66
Bab 66 : Banyak yang ingin di posisi lo
67
Bab 67 : Berlarutnya kesalahpahaman
68
Bab 68 : Pura-pura
69
Bab 69 : Terpaksa
70
Bab 70 : Terlalu Serakah
71
Bab 71 : Tak cukup hanya itu
72
Bab 72 : Si tegas
73
Bab 73 : Nyungsep!
74
Bab 74 : Intimate Wedding.
75
Bab 75 : Bulan Madu
76
Bab 76 : Masih Bulan Madu
77
Bab 77 : Hamil?
78
Bab 78 : Bumil Perkasa
79
Bab 79 : His name is...
80
Bab 80 : Kebahagiaan sejati
81
Bab 81 : Persaingan
82
Bab 82 : Waktu yang mendewasakannya.
83
Bab 83 : Namanya juga anak cowok
84
Bab 84 : Tentang Kenzo dan Kanaka
85
Bab 85 : Berantem lagi
86
Bab 86 : Garangnya Kenzo
87
Bab 86 : Surat cinta dari guru BK.
88
Bab 88 : Mimo ngamuk
89
Bab 89 : Mempertahankan harga diri
90
Bab 90 : Bersitegang
91
Bab 91 : Tamu??
92
Bab 92 : Vetsa membuyarkan impian semua orang
93
Bab 93 : Sedewasa itu
94
Bab 94 : Two Most Wanted
95
Bab 95 : Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!