Prepare For Something

Pukul 16.00 wib.

Suara langkah kaki terdengar jelas dari semua penjuru gedung gedung sekolah. Mulai dari gedung A, B, bahkan gedung C. Berbondong-bondong berdempet, ikut menjauh dari kelas mereka.

Kala itu, Rio Dewantoro yang baru saja keluar dari gedung A, mulai mengecek pesan yang dibaca. Berbekal telapak tangan, menutup layar ponsel dari cahaya matahari sore. Wajahnya mulai merengkuh.

"Tidak ada notif disini. " Rio menggeser pesan-pesan lain, ke bawah. "Sudahlah, aku cari saja. Semoga dia tak jauh. " Balas Rio Dewantoro yang langsung menutup ponsel, memasukan ke saku celana.

Kakinya bergerak cepat. Dia sangat tak sabar untuk memberitahu apa yang dilihat barusan dalam ruang UKS tadi siang.

Selangkah demi selangkah dia lewati. Berlari maju, melewati lapangan sekolah nan luas.

Dilihatnya, ketiga murid bercanda di dekat pohon rambutan. Dengan ayunan yang di-duduki. Mengayun kecil, maju -belakang.

"Anjani!" Sapa Rio Dewantoro, mengayun tangan kepada gadis itu, yang berbicara dengan lain.

Anjani mengarah kepala, melihat Rio di samping pohon mangga. "Oh, kau sudah sampai juga." Ikut mengayun tangan dengan wajah tersenyum bahagia.

Anjani bergerak bangun dari ayunan tadi. "Girls, aku kesana dulu. Kalian pulang saja. " Angguk Anjani, memerintah.

Dua teman tadi, mulai mengarahkan pandangan ke Rio Dewantoro. Salah satu gadis dengan rambut yang ter-ikat, mulai bicara, "Cie... ada yang mau pdkt nih. "

" Ishh, bukan lah. " Balas Anjani, menolak.

" Bilang saja, kalian saling suka, kan? " Tanya gadis satunya, rambut pendek.

" Sudahlah, pulang sana. "

Mereka tertawa. Mengambil tas yang jatuh, " Yasudah, kami pergi. Tak akan mengganggu waktu kalian. "

" Okelah-okelah. " Angguk Anjani.

Anjani menghela napas panjang, sambil menatap kepada langit sore yang semakin cantik. Warna biru dengan sentuhan oranye, sangat nyata untuk diraih.

Rio memandang kedua teman Anjani, disaat mereka mulai menatap kepada dia, dengan senyum lebar.

" Kenapa dengan teman-temanmu? " Aku menunjuk kedua orang tadi.

Anjani menggeleng, "bukan apa-apa. "

" Mereka aneh. "

"Begitulah, mereka. Ucap Anjani. Kemudian bertanya kembali, " Omong-omong, ada apa kau mencariku? "

Aku memutar mata. " Eung... "

" Bilang saja, aku akan menjawab. "

Jantungku seketika berdegup kencang. Menggerak sepatuku, cepat. Ke atas-bawah. Menunduk kepala, melihat dedaunan pohon yang kering, nan rontok.

Anjani mengamati gerakan sepatu Rio Dewantoro. " Kau...ada masalah apa? "

Sepatu yang tadinya tergerak, mulai terhenti. Rio Dewantoro mulai mengangkat kepala, memasang tampang yang mulai serius.

" Ini tentang Abimana. " Tatapan tajam mulai mengarah kepada Anjani, dari hadapan Rio Dewantoro.

Anjani tak bersuara.

" Hey, gak mungkin lah. " Nyengir Anjani.

" Apa wajahku ini terlihat bercanda? " Rio Dewantoro memasang wajah datar. Matanya menatap anjani, seperti burung elang yang siap menerkam mangsa di depan.

Gadis itu mulai melangkah ke belakang. Mengedip sekali-dua kali, memberi tanda dia tak percaya. Membuka mulut itu, sedikit.

Berlari memegang ayunan kayu di belakang tubuh Anjani. Membungkuk setengah badan dengan perasaan terkejut, mengetahui informasi yang di dengar barusan. Napasnya tersengal.

" Kau tak apa, An? " Rio menghampiri Anjani, mengusap pundak dirinya.

" Ti-tidak. Ma-maksudku, iya. "

" Duduk dulu, An. " Rio membantu Anjani, mengarah ke ayunan kayu itu.

Rio mulai menekuk kedua lutut, sambil memegang kedua sisi lengan Anjani. " Tenangkan dirimu, An. "

" I-iya. " Anjani menunduk.

Rio Dewantoro menggeret tas di samping. Mengeluarkan botol air yang dibawa. " Minumlah, An. Kau harus tenang. "

" Iya. Makasih. " Balas gadis tadi yang langsung meminum.

" Minumlah, pelan-pelan. " Rio Dewantoro mengelus rambut Anjani. Bibirnya melengkung ke-atas.

Anjani mengangguk kecil.

" Sudah tenang sekarang? " Tanya Rio, memastikan.

" Sudah. "

" Kalau kau sudah siap, kita akan menemui Abimana. " Rio mengelus air mata yang terjatuh dari pipi Anjani, yang kemerahan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!