Halo Readers

Halo readers. Gimana kabar kalian

Sehat selalu ya 😄👍

Mimin mendoakan semua kalian semua selalu sehat terus. Aminn.

Terimakasih karna selalu membaca cerita dari sweetgirl.

Kalau kalian suka, bisa vote & comment. Okey itu aja. Itu saja sudah sangat membantu bagi kami, para penulis agar lebih baik dalam membuat cerita.

Selamat membaca 😁😁

.... ...

.... ...

.... ...

Dalam kelas IPA. Suasana tegang menyelimuti tempat ini.

"Jangan banyak bergerak, nak." Anggota team keamanan, masih menghalangi dengan tongkat listrik, kepada Rio Dewantoro di pojok kelas. Aku tak bisa bergerak bebas leluasa. Semuanya menodong tongkat kepadaku.

"Lepaskan dia, pak. Lagipula mereka semua telah pergi. Kau tak ikut bersama para bajingan itu?" Ujar Alfa, ketua kelas IPA, yang ikut berdiri.

Petugas team keamanan menengok asal suara itu.

" Dengar, yang dia katakan!" Aku ikut bersuara, yang Alfa katakan.

Tampak keraguan di wajah petugas itu. Keringat mengucur, membuat tak nyaman.

Petugas tadi mulai mematikan tongkat itu, dan berlari kabur meninggalkan kelas Ipa ini.

" Huuu! , " Ejek seisi kelas, melihat petugas yang kabur begitu saja.

" Cih, badan nya saja besar tapi kalau sendiri malah takut. Semua petugas sama saja. " Timpal Alfa.

" Fiuh.... " Rio mengelap keringat, menggunakan sikut baju seragam.

Alfa, sang ketua kelas memastikan. "Kau baik-baik saja, Rio?"

Rio ikut mengangguk, bahwa dia memang tidak terluka. Hanya saja, saat ku-perhatikan lebih cermat, ia memang tak suka seperti ini. keringat perlahan turun dari dahi Rio, sangat berkeringat sejak tadi.

"Syukurlah, kau tak luka." Alfa mengelus dada.

Aku kembali, di dalam bangku pribadi.

"Sekolah ini memang tak pernah benar. Apa gunanya petugas keamanan di sekolah. Meresahkan. " Sebal Alfa, ketua kelas yang suka membela teman-temannya.

Rio yang mendengar keluh Alfa, dari bangku belakang, ikut sebal, mengingat kejadian penangkapan Bu Veronica yang dibawa paksa oleh Tristan. Dengan memangku wajah, melamun seketika, Rio masih berpikir-pikir apa yang akan Tristan lakukan selanjutnya.

Di tengah-tengah jam terbang pelajaran yang berantakan, Rio melamun menatap kearah luar. Sejak kepergian Abimana, sekolah ini mengalami banyak perubahan.

Ditambah, kepala sekolah yang lama, sekarang diganti dengan yang baru.

Ayah Abimana yang merupakan kepala sekolah lama, melantik kepala sekolah baru yang ternyata dia mempunyai anak bernama Tristan. Memberikan peraturan baru disini.

Entah dari sistem peraturan yang tak masuk akal sekarang, ditambah kehadiran Tristan di kelas yang memuakkan, membuat peraturan sendiri, bahwa siapapun yang membantah suruhan Tristan, akan dikenakan hukuman. Bisa guru atau murid.

Pelajaran sementara dihentikan untuk beberapa jam ke depan. Menyisakan beberapa menit menunggu makan siang.

Sampai, bel berdering kembali. Seluruh pelajaran ditiadakan sebentar, menyuruh semua murid untuk beristirahat.

Waktu makan siang akhirnya datang. Semuanya tampak berlari menuju area kantin. Tidak ada yang tau kelanjutan hukuman untuk Bu Veronica. Ini seperti tidak pernah terjadi.

Kejadian ini seperti debu atau angin lalu. Tidak ada yang peduli, maupun tidak ada yang mau membantu.

Sudah menjadi suatu kebiasaan di tempat ini. Andaikan saja, seseorang mempunyai kekuatan di sekolah ini dan merubah peraturan tak masuk akal dari Tristan. Maka begitu, tempat belajar menjadi normal.

Sekali lagi, itu hanya pemikiran Rio Dewantoro.

...... ...

Nb: Tentang Abimana Dwisasana, Rio Dewantoro akan melanjutkan misi nya. Mencari tau tentang anak yang dilihat waktu itu.

Di ruang UKS.

Juga, Abimana akan mencari tau tentang anak yang mengintip dirinya, dari balik pintu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!