Ketika tiba di kediaman keluarga Qin, tampak kakek Qin sendiri yang menjemput kedatangan mereka.
“Silahkan masuk nak Jason,” sambut kakek Qin dengan ramah pada dirinya.
Kakek Qin lalu mengajak Jason menuju ke ruang tengah untuk berbicara secara pribadi. Dia kemudian meminta Angela untuk menyiapkan hidangan bersama para pelayan keluarga Qin.
“Nak Jason, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Ikutlah bersamaku berjalan-jalan di halaman belakang.” Kakek Qin lalu berdiri dan berjalan menuju ke kebun di halaman belakang kediaman keluarga Qin.
Jason mengikuti kakek Qin ke halaman belakang. Dia tidak tahu apa yang ingin disampaikan oleh kakek Qin padanya.
Kebun bagian belakang kediaman keluarga Qin tampak teduh dan nyaman, Jason melihat aliran Qi di kebun itu sangat bagus. Dia merasa kagum dengan penataannya yang luar biasa.
“Nak, duduklah!” kakek Qin mengajak Jason menuju ke sebuah gazebo di kebun belakang untuk duduk. Jason kemudian duduk di depan kakek Qin dengan hati bertanya-tanya.
“Kemarin keluarga Chu datang kemari. Mereka ingin menjodohkan Angela dengan Edward, putra mereka yang juga teman kalian di kampus.” Kakek Qin memulai menjelaskan tentang perjodohan Angela. Jason mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh kakek Qin.
Tentang perjodohan ini sudah pernah mendengar dari cerita Angela pada dirinya. Tapi menurut ingatan Jason, Angela menolak perjodohan itu dengan alasan masih sekolah.
“Nak, Angela tidak menyetujui perjodohan dengan keluarga Chu. Bagaimana menurutmu jika aku menjodohkan kalian berdua? Aku lebih percaya Angela berada ditanganmu daripada keluarga Chu,” lanjut kakek Qin.
Pernyataan dari kakek Qin itu membuat jantung Jason seperti mau melompat karena terkejut. Dia sama sekali tidak berpikir untuk mencari istri dalam kehidupan ini terlebih dulu. Tapi Jason memikirkan pemilik tubuhnya ini, dia merasa dalam ingatan pemilik tubuh, hubungan antara Jason dan Angela lebih dari sekedar teman biasa.
Dalam hati pemilik tubuh Jason sepertinya terdapat sedikit perhatian pada Angela, namun status mereka yang berbeda membuat Jason merasa ragu untuk melangkah lebih jauh sebelumnya.
“Apakah Angela menyetujui keputusan ini, kakek?,” Jason ingin mengetahui bagaimana perasaan Angela pada dirinya.
“Kita bisa menanyakan langsung padanya,” sahut kakek Qin sambil menunjuk pada Angela yang sedang datang membawa makanan kecil dan minuman teh untuk mereka.
“Angela, kemarilah dan duduk bersama kami,” panggil kakek Qin.
Angela pun berjalan dengan jantung yang berdebar-debar dan duduk di samping kakeknya. Wajahnya terlihat merah dan tidak berani menatap ke arah Jason, dia hanya melirik sesekali padanya.
“Cucuku, kakek sudah bertanya pada Jason tentang pernikahan kalian. Bagaimana menurutmu?” kakek Qin bertanya secara langsung padanya.
Angela tertegun sekejap mendengar pertanyaan kakeknya, kemudian dia menganggukkan kepalanya. “Angela menuruti perintah kakek saja,” sahutnya pelan namun dia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang menjadi merah seketika.
Kakek Qin tersenyum mendengar jawaban Angela. “Nah, bagaimana menurutmu Jason?”
Jason terdiam sejenak lalu dia perlahan menganggukkan kepalanya juga. “Aku menuruti kata-kata kakek saja.”
“Hahaha… baiklah jika demikian. Karena kedua belah pihak sudah menyetujui, maka aku akan segera mengumumkan dan mempersiapkan pernikahan kalian,” kakek Qin tertawa merasa senang dengan hal itu.
Kakek Qin lalu pergi meninggalkan mereka berdua di kebun belakang itu. “Aku akan melihat persiapan hidangan terlebih dulu. Kalian mengobrollah disini berdua.”
Setelah kepergian kakek Qin, Jason melihat pada Angela yang menundukkan kepalanya dengan wajah yang masih merah dan jantung berdebar-debar.
“Angela, benarkah yang aku dengar? Apakah kamu menyukaiku?” tanya Jason kemudian.
Pertanyaan Jason membuat Angela tersadar, lalu dia memandang pada Jason, namun hatinya sedikit kesal padanya.
“Tidakkah kamu tahu perasaanku selama ini?” batinnya.
Akhirnya Angela mendengus dan berdiri hendak meninggalkannya. “Jika bukan karena kakek, mana mungkin aku mau menikah sama orang keras kepala sepertimu.”
Jason sedikit terkejut dengan sikap Angela padanya, namun dia tahu hati Angela yang selalu lembut padanya.
“Lagipula, hanya aku temanmu satu-satunya selama ini. Siapa lagi yang kamu handalkan di masa depan,” lanjut Angela sebelum pergi meninggalkan Jason yang hanya bisa tertawa kecil dalam hatinya.
“Ah, sepertinya aku akan jatuh ke sarang harimau,” pikir Jason dalam hatinya sambil tertawa.
Setelah mendapatkan kepastian dari kedua belah pihak, akhirnya kakek Qin pun mengumumkan acara pernikahan Jason dan Angela dalam waktu dekat ini. Pihak keluarga Angela terkejut mendengar pernyataan tiba-tiba dari kakek Qin. Mereka tidak menyangka Angela, anak mereka akan menikah tiba-tiba dengan laki-laki yang tidak diketahui latar belakangnya.
Jason merupakan anak seorang buruh pelabuhan dan ibunya telah meninggal sejak melahirkan dirinya. Sedangkan ayahnya meninggal dalam kecelakaan kerja saat bekerja di pelabuhan kota Qinji.
Jadi Jason yang selama ini hidup bersama ayahnya menjadi sebatang kara saat menjelang kuliah karena kematian ayahnya. Selama ini dia tinggal di apartemen yang mereka tempati, hanya Angela satu-satunya teman dari sekolah menengah yang sering mendatanginya selama ini.
Dalam hati Jason selama ini tidak berani berharap pada Angela yang statusnya lebih tinggi darinya dan berasal dari keluarga kaya di kota Qin. Tapi kini, Jason yang berada di tubuh ini adalah orang yang berbeda.
Meskipun Jason sekarang adalah orang lain, tetapi dia tetap tidak bisa menahan perasaan di hatinya yang berasal dari perasaan pemilik tubuhnya.
“Ah, aku sebaiknya mengikuti takdir dari pemilik tubuh ini saja. Aku masih belum menyelesaikan masalahku dengan mantan istriku dalam kehidupan lalu,” gumam Jason dalam hatinya.
Setelah pembicaraan dengan kakek Qin, Jason pun diantar kembali oleh Angela ke apartemennya. Mobil berhenti di depan apartemen, kemudian Jason menoleh ke arah Angela setelah turun dari mobilnya.
“Apa kamu tidak ingin mampir ke kamar calon suamimu?” goda Jason sambil tersenyum padanya.
“Cih, belum jadi suami saja sudah besar kepala,” geram Angela sambil menginjak pedal gas mobilnya. Namun setelah berlalu, Angela menoleh ke spion mobilnya dan tersenyum. Meskipun dia berbicara ketus, namun dalam hatinya dia juga menyukai Jason.
Jason hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian Angela dan dia pun pergi ke dalam apartemennya.
Ketika dia memasuki apartemennya, tiba-tiba dia mendapatkan panggilan dari Vinox.
“Tuan, kami menemukan beberapa informasi yang menarik,” kata Vinox.
“Baiklah, kirim orang untuk menjemput di apartemenku. Kita berbicara di markas,” sahut Jason kemudian.
Setelah mematikan telepon dari Vinox, Jason kembali keluar dari apartemennya menunggu seseorang dari geng Serigala Putih untuk menjemputnya.
Beberapa saat kemudian, datang sebuah mobil mewah yang dikendarai sendiri oleh Vinox menjemput Jason di apartemennya.
“Selamat sore tuan!” sapa Vinox yang kemudian berhenti di depan Jason.
Jason kemudian membuka pintu mobil kopilot dan duduk di sebelah Vinox. Mobil kemudian melaju menuju markas geng Serigala Putih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
MATADEWA
Penyelidikan dimulai.....
2025-03-02
0
Atuk
wUp
2025-01-15
0
Naga Hitam
andalkan
2024-09-18
1