Selama pengobatan Jason, Vinox berusaha keras menahan dirinya agar tidak pingsan. Dia tidak berani menolak cara pengobatan Jason yang sangat ekstrem itu. Vinox kemudian terbatuk dan memuntahkan darah kental yang agak kehitaman.
Namun selama setengah jam akhirnya Jason selesai melakukan pengobatannya. Tampak keringat membanjiri tubuh Vinox, nafasnya terengah-engah setelah menahan rasa sakit yang amat sangat. Matanya terlihat merah menahan diri dari emosi. “Se-Sebaiknya lain kali aku dibius saja,” kata Vinox lemas.
Dalam pengetahuan pengobatan Jason, tidak mengenal tentang pembiusan. Menurut pengobatan yang diketahuinya, mengobati manusia yang dalam kondisi sadar lebih mudah dan cepat daripada manusia yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Energi yang dibutuhkan olehnya juga tidak terlalu besar dibandingkan pasien yang tidak sadarkan diri.
“Kamu bisa mencoba untuk melakukan beberapa gerakan. Tubuhmu sudah pulih kembali. Tetapi kamu masih memerlukan istirahat dan minum beberapa obat yang nanti aku resepkan untukmu agar pulih total bahkan kekuatanmu akan meningkat lebih tinggi,” kata Jason kembali.
“Benarkah?”
Vinox merasa tidak percaya mendengar hal itu. Menurut pemahamannya, untuk menyembuhkan luka patah tulang akan memerlukan operasi penyambungan tulang dan prosesnya tidak akan bisa sembuh secepat itu.
Tetapi Vinox merasa sangat nyaman dengan dadanya, dia tidak lagi merasakan sakit di bagian dadanya yang mengalami patah tulang rusuk. Dia lalu berdiri dan mulai menggerakkan tangan dan tubuhnya kembali.
“Ajaib! Ilmu pengobatan tuan sangat luar biasa meskipun menyakitkan,” teriak Vinox yang merasa gembira.
Jason tersenyum melihat Vinox yang merasa gembira karena telah sembuh meskipun dia masih harus beristirahat terlebih dahulu dan tidak membebani ototnya terlalu berlebihan. “Jangan terlalu memaksakan diri. Kamu masih harus beristirahat beberapa hari dan meminum resep obat dariku,” sahut Jason.
“Baik tuan. Aku sangat berterima kasih dan bersedia untuk menjadi bawahanmu dengan patuh,” Vinox memberikan hormat pada Jason dan berlutut di depannya.
“Berdirilah!” kata Jason kembali.
“Baik!” Vinox pun bangkit dan berdiri kembali. Kini dia tidak lagi meragukan kekuatan Jason yang bisa membunuh namun juga bisa menyembuhkan. Dia merasa bangga bisa bergabung menjadi bawahan orang yang kuat dan jenius seperti Jason.
Jason kemudian menuliskan resep obat untuk Vinox dan memberikan padanya.
“Minumlah obat ini setiap hari, dan kekuatanmu akan bertambah lebih tinggi dari sebelumnya.”
“Baik tuan.”
Vinox lalu menyimpan resep tersebut lalu mengajak Jason pergi ke ruang pribadi miliknya di dalam markas strategis geng Serigala Putih.
Ruang pribadinya itu tampak mewah dengan kursi sofa yang besar dan peralatan komputer tercanggih dan beberapa buku di dalam ruangan itu. Juga terdapat ruang tidur yang mewah di tempat itu untuknya beristirahat.
“Kehidupanmu cukup baik selama ini.” Kata Jason setelah melihat kemewahan dari fasilitas dalam markas geng Serigala Putih.
“Hahaha… benar tuan. Penghasilan geng Serigala Putih kami lumayan besar dan cukup untuk membayar semua ini,” sahut Vinox dengan tertawa kecil.
“Baiklah, aku ingin meminta kalian untuk melakukan sebuah pekerjaan.” Kali ini Jason tampak mulai serius. Dia lalu duduk di sofa itu bersama Vinox yang telah menuangkan teh untuknya.
“Pekerjaan apa yang ingin tuan lakukan untuk kami?” tanya Vinox selanjutnya.
“Aku ingin kalian mencari informasi tentang sekte Panjang Umur,” sahut Jason.
“Sekte Panjang Umur?”
Wajah Vinox mengkerut mendengarkan hal itu, selama ini dalam ketentaraan dia pernah mendengar tentang sekte itu tetapi hanya sekilas.
“Benar. Kumpulkan informasi tentang sekte ini dan beritahukan padaku!” Jason memerintahkan Vinox melakukan hal itu.
“Baik. Kami akan segera melaksanakan tugas ini,” sahut Vinox dengan sungguh-sungguh.
Setelah itu mereka memperbincangkan berbagai hal tentang kegiatan dan pekerjaan geng Serigala Putih sehari-harinya. Vinox kemudian menyerahkan kartu bank hitam kepada Jason dan juga kartu penthouse miliknya kepada Jason.
“Tuan, ambillah kedua kartu ini untukmu. Kamu adalah pemilik dari geng Serigala Putih sekarang,” kata Vinox sambil menyerahkan kedua kartu bank dan juga kartu penthouse miliknya.
Jason melihat ketulusan dari hati Vinox, jadi dia tidak mau mengecewakannya dan mengambil barang-barang yang dia berikan. “Jika aku tinggal di penthousemu, kamu akan tinggal dimana?”
“Hahaha… tuan tidak usah khawatir padaku. Aku bisa tinggal di kamar ini atau di kediaman lain milik geng Serigala Putih. Kami tidak hanya memiliki satu hotel saja,” sahut Vinox kemudian.
Jason tersenyum, rupanya kehidupan geng Serigala Putih benar-benar lebih mewah dari yang dia bayangkan.
“Tapi tuan, kami memiliki saingan yaitu geng Harimau Emas yang sering mengganggu aktivitas dan juga kegiatan bersih kami. Aku harap tuan bisa membantu kami untuk melawan mereka.” Vinox kemudian menceritakan tentang geng Harimau Emas yang juga kuat dan menyamai kekuatan geng Serigala Putih.
“Baik. Kita akan membahas tentang hal ini lain kali. Tapi jika mereka berani menyerang kita, aku tidak akan segan-segan untuk melawan secara langsung,” sahut Jason.
“Siap tuan!” Mata Vinox berbinar mendengar hal itu. Selama ini kekuatan dirinya lebih lemah dari kekuatan ketua geng Harimau Emas, Luo Jin. Namun karena dirinya memiliki dukungan dari tentara kerajaan H, membuat geng Harimau Emas tidak berani untuk mengganggu mereka secara terang-terangan.
Tapi kali ini dengan kekuatan Jason, Vinox yakin geng Serigala Putih akan bisa mengalahkan geng Harimau Emas di masa depan.
Setelah menyelesaikan segala urusan internal dan mendengarkan penjelasan dari Vinox, Jason kemudian meminta diantarkan kembali ke apartemen miliknya. Meskipun kini dia memiliki penthouse di hotel Jingga, namun Jason masih ingin menyimpannya dulu dan tetap tinggal di apartemen sederhana.
Vinox mengerti maksud Jason untuk menyembunyikan identitasnya, jadi dia tidak ingin membantah tentang hal itu. Dia sendiri lalu mengantarkan Jason ke apartemen sederhana miliknya.
Pagi harinya, Jason terbangun oleh telepon dari Angela yang ingin menjemputnya untuk pergi ke kediaman keluarga Qin.
“Apakah ada masalah lagi dengan kakek Qin?” gumamnya.
Setelah Jason membersihkan dirinya, dia lalu melihat mobil Angela telah datang untuk menjemput dirinya. Hari ini Angela terlihat mengenakan pakaian yang elegan dengan riasan sederhana yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik dan anggun.
“Ada apakah hari ini? Kamu terlihat cantik dan anggun nona,” goda Jason.
Wajah Angela menjadi merah mendengar kata-kata Jason, dia tidak berani menatap langsung mata Jason seperti biasanya. Kemudian Angela mengajak Jason pergi ke kediaman keluarga Qin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Atuk
🌟🌟🌟🌟🌟
2025-01-15
0
Ajna dillah
menikah
2024-11-09
0
Syawaluddin Dudin
m1ezzzz
2024-07-02
2