Angela yang berjalan keluar dari rumah sakit bersama Jason tampak senang mendengar kata-kata dari dosen kelasnya. Dia tidak menyangka dengan kemampuan Jason menyelamatkan orang justru membuatnya lulus pelajaran tanpa perlu melakukan ujian.
Jason sendiri tidak terlihat peduli dengan hal itu, namun dia sangat puas bisa menyelamatkan dua orang pasien hari ini. Bagi Jason kepuasan menyelamatkan pasien jauh melebihi perasaan dari lulus ujian.
Ketika mereka berjalan keluar dari rumah sakit keluarga Qin, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan dua orang wanita yang sepertinya pernah bertemu dengan Jason. Dia adalah Cecilia Pang, kakak dari Monika Pang bersama temannya Joan Shang.
Kedua wanita itu melewati Jason dan Angela namun mereka tidak begitu mengingatnya. Namun saat berada di depan pintu ruang vip tiba-tiba Cecilia mengingat wajah Jason. “Joan, sepertinya lelaki tadi itu yang kemarin malam berkelahi di depan mini market ya?”
“Lelaki yang mana?” tanya Joan kemudian.
“Itu yang berjalan keluar dari rumah sakit ini tadi.” Cecilia Pang berbalik menoleh ke arah Joan yang memikirkan kata-kata Cecilia.
Dua orang penjaga yang berdiri di depan ruang vip memperhatikan percakapan kedua wanita cantik itu. Namun mereka tidak berani turut campur akan hal itu karena mereka mengenal nona muda Cecilia Pang.
“Aku kurang jelas Ce,” sahut Joan menyebut nama panggilan dirinya pada Cecilia.
Wajah Cecilia tampak kesal melihat Joan yang benar-benar melupakan wajah Jason. “Ah, sudahlah. Ayo kita menengok adikku,” ajak Cecilia yang kemudian masuk ke dalam ruang vip.
Di dalam ruang vip, Cecilia melihat kedua orang tuanya tengah menjaga adiknya yang masih tertidur di tempat tidurnya. Ibu Claudia yang melihat putri tertuanya datang terlihat tersenyum padanya. “Cecil, jam berapa kamu pulang semalam?” tanya Claudia pada putri tertuanya.
“Anu, kayaknya jam 11 malam bu,” sahut Cecilia yang dipanggil Cecil, nama kecil panggilan dari kedua orang tuanya.
William melihat pada putri tertuanya kemudian menggelengkan kepalanya. “Kapan kamu akan berubah untuk tidak membuang waktumu dengan bersenang-senang terus. Apakah kamu sudah memiliki calon suami?”
Mendengar kata-kata ayahnya, Cecilia tampak tertegun. Sepanjang hari Cecilia memang lebih banyak bersenang-senang ketimbang melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat. Kedua orang tuanya terlalu memanjakan Cecilia, putri pertama mereka. Hal itu juga membuat Cecilia belum memikirkan untuk mencari calon suami.
“Ayah, tidak mudah untuk mencari calon suami yang baik dan pengertian,” sahut Cecilia kemudian.
“Itu karena kamu terlalu sering bersenang-senang ketimbang melakukan sesuatu untuk keluarga Pang. Sehingga kamu akan selalu bertemu dengan lelaki yang juga suka bersenang-senang ketimbang lelaki pekerja keras.”
Cecilia menundukkan wajahnya mendengar kata ayahnya. Dia sebenarnya menyadarinya. Usia Cecilia sudah tidak muda lagi, di usianya yang ke 25 tahun, dia belum pernah berpacaran dalam hidupnya. Mungkin karena dia sendiri memiliki standar yang terlalu tinggi dalam memilih calon pasangannya.
“Ibu…” tiba-tiba terdengar sebuah suara lirih yang membuat mata semua orang terkejut namun merasa gembira.
Tampak Monika telah membuka matanya dan mulai tersadar melihat ke sekelilingnya. “Ayah…” serunya pelan.
“Monik, anakku!” Ibu Claudia segera mengambil batu kerikil yang ada di dada Monika lalu memeluk tubuh anaknya sambil meneteskan air mata terharu.
“Ibu… aku haus.” Kata Monika kemudian.
William segera mengambil air minum yang tersedia lalu memberikannya kepada Monika setelah dia perlahan mendirikan ranjang tidurnya.
Setelah melihat anaknya pulih dan sadar, Claudia menaruh batu kerikil itu di atas meja ruang vip rumah sakit.
Seorang dokter rumah sakit segera datang setelah mendapatkan alarm saat Monika tersadar dari tidurnya. Dia pun memeriksa keadaan Monika dan juga alat-alat medis yang terpasang di tubuh Monika.
“Tuan Pang, sepertinya kondisi nona muda sudah mulai pulih. Mungkin dia sudah bisa pulang dalam dua atau tiga hari ke depan,” kata dokter itu dengan wajah senang.
“Terima kasih dokter atas perhatian kalian,” sahut William padanya.
“Baiklah, jika tuan dan nyonya ada keperluan. Tolong jangan sungkan untuk memanggil kami,” kata dokter itu sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Saat dokter itu pergi, Monika yang sudah mulai sadar merasakan tubuhnya sedikit kaku dan gerakannya masih sulit untuk dilakukan. Monika pun tersenyum dan meneteskan air mata karena merasa bahagia meskipun dia baru saja mengalami kecelakaan.
Dua hari kemudian, kondisi Monika telah membaik dan pihak rumah sakit menyarankan Monika untuk melanjutkan istirahatnya di rumah saja.
Hari ketiga, tiba-tiba datang dua orang petugas polisi ke rumah keluarga Pang untuk menanyakan secara detail kejadian kecelakaan itu kepada Monika dan juga pengemudi pribadi mereka.
Sementara itu di kampus Universitas Danjia, dosen kelas juga telah mengumumkan hasil ujian universitas dan meluluskan seluruh mahasiswanya dengan nilai terbaik berada pada Jason. Dosen kelas merasa berhutang budi pada Jason karena berhasil menyelamatkan nyawa anaknya.
“Cih, mengapa nilai Jason menjadi lebih tinggi dari kita? Jangan-jangan dia berbuat curang saat ujian susulan,” cibir Edward Chu yang merasa iri pada Jason.
Wajah Angela pun tampak tersenyum kecut ketika melihat nilai Jason yang menjadi terbaik di kelas mereka untuk mata pelajaran arkeologi timur. Namun dia yang mengetahui kejadian sebenarnya tidak ingin mengatakan hal itu kepada orang-orang dikelasnya.
Jason tersenyum malu melihat teman-temannya yang tampak iri dengan hasil ujian tersebut.
Beberapa saat kemudian, tampak dua orang petugas polisi mendatangi kelas mereka. Mereka kemudian berbicara dengan dosen kelas, lalu memanggil Jason dan Angela untuk datang berbicara dengan kedua petugas polisi itu.
“Kami dari kepolisian kota ingin memeriksa petunjuk dari kalian berdua. Apakah kalian punya waktu untuk datang ke kantor kami dan memberikan penjelasan seputar kecelakaan kemarin.”
Jason menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan Angela. Mereka kemudian pergi ke kantor polisi kota untuk memberikan pernyataan seputar kecelakaan mobil yang terjadi kemarin.
Saat berada di ruang khusus, seorang petugas polisi wanita yang cantik mendatangi mereka berdua untuk bertanya seputar kejadian kemarin. Lalu Jason dan Angela memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang mereka ketahui kemarin.
“Nona, darimana kalian mengetahui kami berada di tempat kejadian kemarin?” tanya Jason kepada petugas polisi.
“Dari ini.” Sambil tersenyum, petugas polisi wanita itu mengeluarkan teleponnya lalu memutar video pendek yang memperlihatkan ketika Jason tanpa baju melakukan penyelamatan memadamkan api dalam kecelakaan kemarin.
“Ah, sungguh hal yang memalukan.” Wajah Jason tampak merah ketika menonton video pendek tersebut.
“Video pendek ini salah satu yang aku ambil dari internet. Dan masih banyak video pendek versi lain yang beredar.” Petugas polisi wanita itu melihat pada Jason dengan tatapan tajam.
Petugas polisi itu mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh Jason cukup menarik perhatian mereka. Namun hal itu juga akan menarik perhatian orang yang sedang mengincar keluarga Pang.
“Pembunuhan berencana?” Jason terkejut saat petugas polisi itu menceritakan bahwa kecelakaan itu bukanlah murni tanpa sengaja. Tetapi telah direncanakan oleh seseorang yang mengincar keluarga Pang.
“Sebaiknya kalian juga berhati-hati. Kami polisi tidak ingin para pembunuh itu juga mengincar kalian.” Petugas polisi itu mengatakan hal itu pada Jason dan Angela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
InSaf
Dunia nyata di negara manapun, polisi gak akan tiba2 beberkan kasus. pertama gak ada urusan, paling diem2 dikawal untuk mancing pelaku. kedua rahasia penyelidikan, bisa gagal klo kasus diumbar gtu AJ. tp ya namanya jg Dunia novel, sah2 aj
2024-12-12
0
MATADEWA
Musuh tdk dicari, datang takkan lari...
2025-03-02
0
Atuk
⭐⭐⭐⭐⭐
2025-01-14
0