Wajah William juga tampak terkejut mendengar kata-kata istrinya Claudia yang tidak mengerti situasi dan masih menggunakan nada angkuh untuk meminta bantuan penyelamat anaknya.
“Istriku… apa maksudmu!” bisik William pada istrinya.
Claudia menoleh pada suaminya dengan tatapan mata tidak merasa bersalah. “Aku tahu anak ini tentu akan meminta bayaran tinggi untuk menyelamatkan anak kita. Aku hanya menyetujuinya asalkan dia bisa menyelamatkannya,” sahut Claudia.
Jason yang mendengar kata-kata Claudia, kemudian menggelengkan kepalanya. “Aku tidak butuh uangmu nyonya. Aku sudah pernah menyelamatkannya dan berpesan agar tidak membuang batu kerikil itu. Tapi kamu membuangnya.”
“Jika kamu merasa uang bisa menyelamatkan nyawa anakmu, silahkan. Kamu bisa membeli orang lain, tetapi kamu tidak bisa membeliku,” sahut Jason yang tersinggung dengan keangkuhan Claudia dan berbalik hendak pergi dari ruang vip itu.
William tercengang mendengar kata-kata Jason. Dia menatap istrinya dengan marah. “Apa kamu pikir semua hal bisa diselesaikan dengan uang?” Teriaknya dengan wajah merah.
Wajah Claudia tampak tertegun mendengar kata-kata William. Dia melihat ke arah orang-orang di tempat itu dan juga anaknya Monika. “Apa yang telah aku lakukan?” batinnya.
Dokter Lang pun terkejut ketika melihat sikap Jason yang tersinggung seperti itu. Dia tahu Jason menyelamatkan kakek Qin tanpa menerima uang dan juga kemewahan lainnya. Dia menatap kesal kepada Claudia karena telah berbicara sembarangan.
William yang berlari mengejar Jason lalu menghadangnya dan bersujud di depannya. “Tuan, maafkan istriku yang telah menyinggungmu. Tolonglah putri kami. Dia benar-benar membutuhkan bantuanmu.”
Wajah William yang tulus membuat hati Jason kembali tergugah. Kemudian dia melihat Claudia yang juga datang dan tiba-tiba turut bersimpuh di depan Jason.
“Tuan, maafkan atas sikap dan kata-kataku tadi. Aku harap tuan bisa menolong menyelamatkan putri kami.” Claudia kini tidak merasa malu lagi untuk bersujud pada Jason.
Melihat kedua orang tua itu bersujud padanya membuat hati Jason kembali tergugah. Dia kemudian menganggukkan kepalanya mengiyakan untuk menolong nona muda keluarga Pang.
Wajah William dan Claudia tampak cerah setelah melihat Jason bersedia untuk membantu mereka dan mengantarnya kembali ke dalam ruang vip.
Di dalam ruang vip dokter Lang tampak merasa senang melihat kembalinya Jason. Nona muda Monika Pang yang telah dinyatakan mati oleh para dokter karena tidak bisa diselamatkan kini tubuhnya sudah mulai dingin dan semakin pucat.
“Tolong kosongkan ruang vip ini,” pinta Jason kepada dokter Lang dan William.
Mereka lalu meminta orang-orang untuk pergi meninggalkan ruang vip itu. Hanya William, Claudia dan dokter Lang yang masih berada di dalam ruang vip. Yuan Li berdiri di luar pintu ruang vip dan menjaganya agar tidak ada yang berani mengganggu proses penyelamatan nona mudanya.
Jason berjalan mendekati tubuh Monika Pang yang sudah mulai memucat. Dia kemudian mengambil batu kerikil yang telah dibawakan oleh Yuan Li untuknya.
Lalu dia mengalirkan tenaga dalamnya ke batu kerikil itu lalu meletakkannya kembali di dada Monika Pang. Dari batu kerikil itu mengalir tenaga dalam Jason yang kemudian mengalir menuju jantung dan mengikatnya. Lalu setelah mengikat jantung itu, energi tersebut menyerap penyakit yang ada di jantung Monika Pang dan mengalirkannya kembali ke batu kerikil itu.
Jason kemudian berjalan menuju kaki Monika Pang dan mengalirkan energi dari telapak kakinya untuk membantu membersihkan memompa kembali aliran darah dari kaki menuju ke arah jantung Monika Pang.
Tindakan Jason membuat darah yang telah membeku perlahan kembali menjadi cair dan mengalir ke sekujur tubuh.
Alat detak jantung yang terpasang di tubuh Monika kembali berdenyut setelah merasakan denyut jantung Monika yang telah kembali normal secara perlahan.
Wajah William dan istrinya Claudia tampak cerah berbinar ketika melihat perubahan di tubuh Monika Pang anak kesayangan mereka. Dokter Lang pun segera memeriksa peralatan medis yang terpasang di tubuh Monika.
Wajah dokter Lang tampak bersemangat ketika melihat data-data kondisi tubuh Monika yang perlahan berangsur-angsur mulai pulih menjadi normal. “I-Ini sungguh luar biasa,” gumam dokter Lang yang kagum memandang perubahan kondisi Monika Pang.
Nafas Monika Pang mulai normal kembali, wajahnya tampak mulai cerah dan denyut jantungnya pun normal.
“Untuk saat ini, jantungnya telah pulih secara perlahan. Namun dia belum sembuh secara total. Karena luka ini telah cukup lama di derita oleh nona Pang, maka diperlukan beberapa kali terapi untuk bisa menyembuhkan penyakit jantung nona Pang secara total.”
Dokter Lang tampak terkejut mendengar hal itu. “Kamu bisa menyembuhkannya penyakit jantungnya secara total?” Dia tidak percaya dengan metode pengobatan Jason yang aneh benar-benar bisa menyembuhkan penyakit jantung serius seperti itu. Tetapi apa yang dilakukan oleh Jason adalah bukti nyata yang membuatnya meragukan kemampuan medisnya sendiri.
“Benar, akan memerlukan dua atau tiga kali terapi lagi dalam sebulan. Penyakit kelainan jantung nona Pang akan hilang dan dia menjadi sehat seperti wanita lainnya.”
“Benarkah tuan?” Claudia tampak berseri-seri mendengar penjelasan Jason, demikian juga dengan William. Mereka yang sebelumnya tidak menduga anak mereka memiliki sakit kelainan jantung seperti itu, kini merasa lega setelah mendengar kata-kata Jason yang dia ucapkan dengan sungguh-sungguh.
“Baiklah, untuk saat ini cukup sekian. Setelah nona Pang tersadar, kalian bisa melepaskan batu kerikil itu dan membuangnya. Ingat, kali ini tunggu hingga nona Pang sadar dengan sendirinya,” pesan Jason.
“Baik. Kami akan menjaganya dengan sungguh-sungguh kali ini. Terima kasih tuan,” sahut Claudia yang langsung duduk disamping anaknya dan menjaganya. Kali ini dia berjanji tidak akan membiarkan siapapun membuang batu kerikil di dada anaknya itu sebelum dia sadarkan diri.
William berjalan mendekati Jason dengan wajah gembira melihat perubahan kondisi tubuh anaknya. “Tuan, bolehkah kami mengetahui namamu?” tanya William kemudian.
“Namaku Jason, Jason Lee,” sahut Jason
“Tuan Jason, aku sungguh berhutang budi padamu. Jika suatu saat kamu memerlukan bantuan keluarga Pang, katakanlah pada kami. Kami akan berusaha untuk membantumu sekuat tenaga,” kata William kemudian.
“Terima kasih tuan Pang,” sahut Jason kembali sambil memberi hormat padanya.
“Panggil aku William,” William pun turut memberikan hormatnya pada Jason.
Setelah itu mereka pun mulai berbincang ringan sebelum kepergian Jason dari ruang vip tersebut. Dokter Lang tidak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada Jason karena telah membantu menyelamatkan pasien vip mereka.
Hal ini tentu akan membuat nama rumah sakit Qinchen menjadi semakin terkenal karena berhasil menyelamatkan keluarga kaya sekelas keluarga Pang.
Jason kemudian pergi setelah bertemu dengan Angela yang sejak tadi menunggunya di depan ruang gawat darurat. Namun sebelum kepergiannya, dosen kelas tampak berjalan mendekati Jason dan memberikan hormat padanya.
“Jason, terima kasih karena telah menyelamatkan anakku. Abaikan pesanku hari ini. Kamu tidak perlu lagi mengikuti ujian dariku. Aku akan memberikan nilai yang bagus untukmu dan lulus,” kata dosen kelas dengan wajah sungguh-sungguh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
InSaf
udah Tau punya masalah kelainan jantung trs mabuk2an pulang malam, gak logis. apalagi anak hoyang kaya... pasti benar2 akan dijaga.
2024-12-12
0
InSaf
saya juga klo mati diidupin lagi trs punya elmu kanuragan Dan ahli pengobatan kyk gtu pastinya Bu Buna Seta. cm sayank... itu cm khayalan
2024-12-12
0
HartOhar
wah.....orang baik ada saja jalannya
2025-01-25
0