“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan tanganmu dari nona kami.”
Tiba-tiba Yuan Li pengawal keluarga Pang tiba terlebih dulu di tempat itu. Kemudian dia diikuti oleh seorang lelaki setengah baya dan istrinya yang berjalan dengan tergesa-gesa mendekati wanita muda itu.
Melihat pihak keluarga telah datang, Jason kemudian berdiri mendekati Yuan Li. “Kondisi nona muda masih proses penyerapan penyakitnya dengan batu kerikil itu. Jangan biarkan batu itu dilepas selama tiga jam, atau kondisi nona akan memburuk kembali. Hal lain sepertinya nona hanya mengalami memar di bagian kepala tapi itu bisa ditangani oleh pihak medis.” Jason kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.
Yuan Li tertegun setelah mendengar perkataan Jason, dia mengetahui kondisi nona muda nya yang lemah sejak dia bergabung dengan keluarga Pang sebagai pengawal keluarga mereka.
“Batu kerikil apa ini?” Tiba-tiba ibu dari wanita muda itu terkejut melihat pakaian anaknya yang sedikit terbuka dan ada batu kerikil di atas dadanya. Kemudian dia mengambil batu itu dan membuangnya. Lalu dia memperbaiki pakaian anaknya yang sebelumnya sedikit terbuka di bagian dada.
“Nyonya!” Yuan Li berteriak ketika melihat nyonya Pang langsung mengambil batu kerikil itu dan membuangnya.
“Pemuda tadi menggunakan batu kerikil itu untuk menyelamatkan nyawa nona muda. Dia mengatakan jangan membuang batu itu selama tiga jam, atau kondisi nona muda akan memburuk,” kata Yuan Li kembali.
“Omong kosong apa itu? Biarkan pihak medis yang menyelamatkan anakku,” dengus nyonya Pang.
Seorang lelaki setengah baya menyipitkan matanya mendengar perkataan Yuan Li. Lelaki itu adalah William Pang, calon penerus keluarga Pang dan ayah dari wanita muda yang terluka bernama Monika Pang. Sedangkan istrinya adalah Claudia Zhu.
“Yuan Li, apakah benar yang kamu katakan itu?” William Pang bertanya padanya dengan wajah tak percaya.
“Be-Benar tuan, meskipun agak kurang percaya, tapi aku mendengar sendiri lelaki itu mengatakannya dengan jelas,” sahut Yuan Li kemudian.
Claudia yang sejak tadi sudah memanggil para medis untuk datang memeriksa anaknya mencibirkan bibirnya mendengar jawaban Yuan Li.
“Kamu bukan anak kecil lagi yang mudah dibohongi oleh hal-hal seperti itu kan?” Claudia menyilangkan tangan di dadanya memandang ke wajah Yuan Li yang tertunduk malu.
“Dokter, sepertinya wanita ini mengalami shock dan jantungnya berhenti berdetak.” Teriak seorang dokter muda yang memeriksa Monika Pang dengan gugup.
“Apa? Aku baru saja melihat anakku bernafas dan jantungnya normal,” Claudia terkejut mendengar kata-kata dokter muda itu.
Seorang dokter senior datang mendekati dan memeriksanya. Wajahnya tampak tegang lalu memerintahkan para perawat untuk melakukan pertolongan pada wanita itu.
Tampak para dokter dan perawat yang datang memasangkan alat pertolongan pacu jantung untuk merangsang jantung agar berdetak kembali.
“A-Apa yang terjadi? Katakan padaku dokter?” Wajah Claudia mulai pucat setelah melihat para dokter memberikan pertolongan serius kepada anaknya Monika.
“Yuan Li, panggil pemuda yang tadi berpesan padamu. Kamu harus menemukannya, apapun yang terjadi.” William Pang memandang Yuan Li dengan wajah tegang.
“Aku mengerti tuan,” sahut Yuan Li
William Pang adalah orang yang rasional, namun dia tidak pernah mengabaikan hal kecil meskipun hal itu bukanlah sesuatu yang logis. Tadi dia melihat sendiri kulit anaknya yang cerah sebelum istrinya Claudia membuang batu dari dada anaknya. Namun kini kulit anaknya kembali menjadi pucat.
Ketika melakukan penyelamatan yang kedua kalinya, jantung Monika memberikan respon tetapi lemah. Hal ini membuat para dokter melihat sedikit harapan untuk menyelamatkannya.
Namun kulit tubuh Monika masih pucat, jadi tim medis segera membawa Monika menuju rumah sakit terdekat dari tempat itu. Tim medis juga membawa pengemudi mobil bersama mereka ke rumah sakit Qinchen milik keluarga Qin yang berada di dekat kejadian kecelakaan itu.
Rumah sakit swasta Qinchen adalah milik keluarga Qin. Para medis tampak sibuk ketika mengetahui ada pasien VIP dari keluarga Pang yang terluka akibat kecelakaan. Seluruh staff dan dokter rumah sakit yang sedang libur didatangkan untuk memeriksa dan memberi masukan untuk penyelamatan kondisi nona Monika Pang.
Dokter Lang, direktur utama rumah sakit keluarga Qin tampak tergesa-gesa dengan wajah tegang menuju ke ruang VIP bersama beberapa dokter spesialis penyakit dalam lainnya.
Mereka segera melihat kondisi nona Monika berdasarkan catatan medis dan hasil pemeriksaan dokter sebelumnya.
Wajah William Pang tampang tegang menunggu hasil analisa dokter, sedangkan istrinya Claudia menangis tersedu-sedu berharap dokter bisa menyelamatkan putrinya itu.
Dokter Lang bersama beberapa dokter berjalan mendekati William Pang untuk memberitahukan kondisi putrinya.
“Tuan, kondisi nona semakin memburuk. Satu-satunya jalan adalah melakukan operasi penggantian jantung. Tetapi kondisi nona sangat buruk, jadi kami tidak berani melakukan operasi,” kata dokter Lang dengan wajah sedih.
“Apakah tidak ada jalan lain untuk menyelamatkannya?” tanya William.
“Aku rasa, itu adalah satu-satunya cara. Dan hal ini harus dilakukan dengan cepat,” sahut dokter Lang.
Wajah William tampak membeku memikirkan hal ini. Claudia berlari mendekati tubuh putrinya sambil menangis
Tiba-tiba terdengar suara alarm dari peralatan medis yang tersambung ke tubuh Monika. Para dokter segera berlari mendekatinya dan memberikan pertolongan pertama kepada Monika Pang. Suasana di ruangan Vip menjadi tegang oleh kejadian tersebut.
Wajah para dokter yang sudah berusaha keras terlihat jelek dan tubuh mereka terkulai lemas. Mereka menggelengkan kepalanya menatap tubuh Monika yang tidak merespon alat bantu pacu jantung.
Ledakan tangis Claudia pecah karena semua dokter di ruangan itu menundukkan kepala mereka dengan wajah sedih. Tubuh William Pang bergetar melihat kejadian tersebut. Dia tidak bisa menerima kehilangan anak perempuannya itu.
Seluruh ruangan Vip tampak berduka karena kehilangan anak perempuan keluarga Pang. Dokter Lang tampak menutup wajahnya setelah memastikan kematian dari Monika akibat gagal jantung yang kemungkinan karena adanya kelainan pada jantungnya.
Claudia meraung tidak bisa menerima kehilangan anak perempuannya itu. Dia berteriak menyalahkan para tim medis yang dianggapnya tidak becus menyelamatkan anaknya.
Sementara itu Jason yang kembali ke kampusnya bersama Angela segera menemui dosen kelas untuk melakukan ujian susulan. Namun dosen itu sudah pergi dari kampus dan meninggalkan pesan untuk Jason agar mengulang kembali tahun depan.
Tampak wajah Angela yang kecewa karena hal itu, namun Jason terlihat tidak masalah tentang ujian ini.
“Jason, maaf. Sepertinya kamu harus mengulangi kembali mengambil pelajaran ini pada tahun depan,” kata Angela dengan wajah kecewa.
“Tidak apa-apa nona Angel, kamu telah berusaha membantuku,” jawab Jason dengan santai.
Angela kemudian bertanya pada salah satu dosen yang ada disana tentang kepergian dosen kelas yang tidak biasa itu.
“Dia mendapatkan telepon bahwa anaknya mendadak sakit dan dipulangkan dari sekolah. Aku dengar saat ini dia berada di ruang gawat darurat rumah sakit Qinchen.”
“Rumah sakit Qinchen? Itukan rumah sakit milik keluargaku,” kata Angela yang terkejut mendengar kata-kata dosen tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
aku
kenapa yah,..kalau melihat perempuan,.
baik itu,mata,mulut,leher,tangan,buah dada,pinggang,bokong,paha,dan yg menu'u itu, pikiranku jadi,..apa gitu,..
2025-01-23
0
MATADEWA
Misi penyelamatan......
2025-03-02
0
Atuk
🌟🌟🌟🌟🌟
2025-01-14
0