Kelima orang preman yang mendatanginya tampak berjalan dengan wajah sangar menatap kepada Jason. Namun Jason sedikitpun tidak merasa takut oleh mereka. Dia tidak menghiraukan kelima orang tersebut.
“Boss, aku mengenalnya. Sepertinya dia pemuda yang tinggal di apartemen A.” bisik salah satu dari preman tersebut pada orang tinggi kekar yang berdiri paling depan.
Orang yang dipanggil boss itu berjalan mendekati Jason dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Di leher preman itu tergantung kalung emas yang cukup besar dan tebal. Dia juga mengenakan beberapa gelang emas dan cincin emas di jari tangannya.
Jason tersenyum melihat hal itu. “Di masa lalu, hanya wanita yang mengenakan banyak perhiasan emas sepertimu,” katanya.
Wajah boss preman itu terlihat merah mendengar kata-kata Jason yang seperti mengejeknya. Terlebih lagi keempat preman bawahannya juga turut terkekeh di belakangnya setelah mendengar perkataan Jason.
“Diam! Apa yang kalian tertawakan.” Teriak si boss itu dengan geram pada anak buahnya.
Keempat anak buahnya itu sontak terdiam namun masih tersenyum sambil menutup mulut mereka.
Si boss preman itu memalingkan wajahnya menatap geram pada Jason. “Kamu! Keluarkan semua yang kamu miliki? Kamu harus membayar jika ingin melewati jalan ini,” ujarnya.
“Sepertinya orang-orang ini sengaja mencari masalah denganku,” pikir Jason.
“Sejak kapan ada pungutan bagi mereka yang melewati jalan ini?” Jason menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.
“Sejak aku mengatakannya,” sahut boss preman itu.
Jason tertawa mendengar alasan tidak masuk akal preman tersebut. Dan tentu saja hal itu membuat preman itu menjadi naik pitam karenanya. Boss preman itu segera memerintahkan bawahannya untuk mengelilingi Jason agar dia tidak melarikan diri.
“Kamu pikir aku akan lari? Tidak. Aku tidak akan membayar pungutanmu dan juga tidak akan lari,” kata Jason kemudian.
“Oke. Karena kamu yang memintanya, jangan salahkan kami bertindak kasar. Serang dia!” Boss preman itu memerintahkan empat orang bawahannya yang mengepung untuk menyerang Jason.
Mendengar perintah dari bossnya, keempat preman itu langsung menyerang ke arah Jason. Namun Jason hanya diam berdiri di tempatnya dengan wajah acuh tak acuh melihat serangan mereka.
“Terlalu lemah!” teriak Jason.
Plak! Plok! Plak! Plak!
Empat tamparan masing-masing mendarat di wajah para bawahan preman itu. Tubuh mereka terpental oleh tamparan keras Jason. Keempat preman itu merasakan sakit yang amat sangat di wajahnya. Tamparan Jason bahkan menanggalkan gigi dari dua orang preman jalanan itu.
Si Boss menjadi berang melihat semua bawahannya tergeletak oleh sebuah tamparan Jason. Dia segera mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya lalu menyerang dengan ganas ke arah Jason.
Bugh!
Jason bergerak menghindari serangan pisau milik boss preman, lalu melangkah satu kaki menyambut wajah boss preman itu dengan tinju tangan kanannya. Pukulan tinju Jason mengenai wajah boss preman itu dengan telak dan mematahkan tulang hidungnya.
Boss preman itu terjengkang jatuh ke jalanan sambil memegang hidungnya yang berdarah.
“Ka-Kau mematahkan tulang hidungku,” boss preman itu meringis kesakitan dan darah tidak berhenti mengalir dari hidungnya yang telah patah.
“Aku bermaksud untuk memperbaiki hidungmu agar kamu terlihat lebih cantik,” sahut Jason sambil berjalan mendekati boss preman tersebut.
Krakk!
“Aarrgghh…”
Lalu kaki Jason menginjak kaki kanan boss preman yang terduduk di jalanan itu hingga patah dan boss preman itu pun melonglong kesakitan.
Keempat bawahan preman itu merasa beruntung meskipun mereka mendapatkan satu tamparan dari Jason, namun setidaknya anggota tubuh mereka tidak ada yang dipatahkan oleh Jason.
“Kamu memang benar-benar seorang wanita. Hanya sakit sedikit saja sudah menangis meraung-raung,” ejek Jason kembali berjalan menuju kaki kiri boss preman itu.
“Ja-Jangan patahkan kakiku lagi,” pinta boss preman itu.
Krakkk!
Jason tidak mempedulikan permintaan boss preman itu lalu mematahkan kembali kaki kirinya dengan hanya menginjaknya.
“Sekarang perlihatkan kedua tanganmu dan taruh di tanah,” perintah Jason.
“Ampun, tolong jangan tanganku ini. Aku akan memberikan semua milikku padamu,” sahut boss preman itu memelas mohon ampunan.
Kemudian Jason berjalan mendekati boss preman itu kembali. “Apa yang bisa kamu berikan padaku?”
Mata boss preman itu berkedut mendengarnya. Lalu dia mengeluarkan seluruh uang di dalam dompetnya dan memberikan pada Jason.
“Ah, uang ini hanya untuk biaya keterkejutanku karena kalian menghadang jalanku.”
Boss preman itu mengerti lalu mengeluarkan seluruh cincin di jarinya dan memberikan kepada Jason.
“Ini hanya biaya operasi kaki kananmu.”
Mata boss preman itu berkedut mendengar kata-kata Jason. Lalu dia melepaskan kalung emas dan gelang emas yang dipakainya.
“Ini hanya biaya operasi hidungmu,” kata Jason kembali.
“A-Aku sungguh tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan padamu,”
Wajah boss preman itu tampak sedih menahan sakit pada kedua kakinya yang patah. Entah apa yang membuatnya merasa sial hari ini bertemu dengan bintang petaka pemuda ini.
“Baiklah, aku anggap kamu masih berhutang kaki kiri ini. Aku akan meminta bayaran padamu bulan depan. Datanglah kemari dengan membawa uangnya,” lanjut Jason kemudian.
“Baik,” sahut boss preman itu dengan wajah kesal namun sedih.
Jason melihat mimik di wajah boss preman itu. “Apakah kamu merasa aku terlalu banyak menerima pembayaran? Apakah kamu tidak puas?” Jason memasukkan seluruh uang dan emas yang diberikan oleh boss preman tersebut.
“Jika kamu merasa seperti itu, aku akan memberikan diskon padamu. Kemarikan tangan kirimu. Aku tidak akan memungut bayaran atas operasinya. Kali ini aku melakukannya dengan gratis,” ujar Jason sambil tersenyum.
“Tidak… Tidak, aku puas… aku puas!” Sahut boss preman itu sambil bersujud menundukkan kepalanya pada Jason.
“Kalian semua, bawa pergi boss kalian dari sini sebelum aku berubah pikiran lagi,” perintah Jason pada keempat anak buah boss preman itu.
Meski terseok-seok keempat preman bawahan itu segera mengangkat tubuh boss mereka dan membawanya pergi dari tempat itu.
“Lumayan, jika semudah ini mendapatkan uang. Besok aku akan berkeliling di jalanan kota Danjia untuk mendapatkan hasil seperti ini.” Gumam Jason dengan gembira.
Jason kemudian pergi menuju ke mini market di ujung jalan itu untuk membeli secangkir kopi panas dan kemudian duduk dengan santai di depan mini market itu sambil menyesap kopinya.
“Apa yang harus aku lakukan besok? Bagaimana mengerjakan ujian itu?” Jason mengkerutkan keningnya memikirkan hari ujiannya besok.
Ketika Jason tengah menyesap kopinya, tampak dua buah mobil mewah meluncur dan berhenti persis di depan mini market itu.
Dari salah satu mobil yang berwarna merah, tampak turun dua orang wanita cantik dengan wajah merah dan berjalan gontai menuju ke arah mini market itu. Kemudian dari dalam mobil satunya yang berwarna putih muncul tiga orang lelaki yang juga berjalan agak gontai namun dia masih bisa berjalan dengan lurus.
“Itu salah satu dari tiga tuan muda terkenal di kota Danjia,” bisik dia orang di belakang Jason
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
InSaf
orang jadul mana Tau kopi. apalagi china, klo teh iya
2024-12-12
0
MATADEWA
Lanjut.....
2025-03-02
0
Atuk
⭐⭐⭐⭐⭐
2025-01-14
0