Setelah itu kakek Qin memanggil paman Lin untuk segera menyiapkan makanan bagi semua orang. Dia merasa gembira karena tubuhnya telah pulih dan seperti terlahir kembali.
Dokter Lang dan kedua perawatnya masih tidak percaya dengan keajaiban yang dilihatnya itu. Dia pun memeriksa tubuh kakek Qin dengan teliti dan tidak merasakan adanya penyakit. Tubuh kakek Qin telah sembuh total. Bahkan penyakit gula darah yang sebelumnya dimiliki oleh kakek Qin pun kini telah kembali normal.
“Hei, aku merasa lebih muda kembali,” kata kakek Qin
Untuk menyambut kesembuhannya, kakek Qin mengajak seluruh tamu di kediamannya itu untuk menikmati santapan makan malam bersama.
Angela terlihat sangat bergembira karena kesembuhan kakeknya. Dia yang duduk disamping Jason berbisik padanya. “Terima kasih telah menyelamatkan kakekku Jason.”
Jason hanya menganggukkan kepalanya pelan, dia masih menikmati makanan yang dihidangkan dengan lahap untuk mengembalikan energinya yang telah terpakai untuk mengobati kakek Qin.
Dokter Lang dan kedua perawatnya yang juga turut makan bersama menatap ke arah Jason seperti melihat hantu. Mereka tidak percaya Jason yang masih muda memiliki kemampuan membangkitkan orang mati bahkan menyembuhkan penyakit yang ada ditubuh pasiennya seperti muda kembali.
“Ini benar-benar diluar pemahaman medisku,” gumam dokter Lang dalam hatinya.
Apa yang dilakukan oleh Jason hari itu membuka mata dokter Lang tentang pengobatan tradisional, dia tidak menyangka seorang anak muda yang berumur dua puluhan tahun memiliki bakat pengobatan tradisional sehebat itu.
“Tuan Jason, aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang telah aku katakan sebelumnya.Hari ini mataku telah terbuka olehmu tentang luasnya tehnik pengobatan. Aku bersulang untukmu tuan,” dokter Lang mengangkat gelasnya dengan senyuman pada Jason.
Dokter Lang adalah direktur rumah sakit swasta milik keluarga Qin, tentu saja dia juga orang yang berpikiran terbuka. Meskipun awalnya dia merasa tindakan Jason diluar logika medis, namun hasil yang diperlihatkan oleh Jason merupakan bukti nyata bahwa Jason bukanlah membual.
“Terima kasih dokter Lang. Berikutnya akan merepotkan dokter Lang untuk menjaga kesehatan kakek Qin selanjutnya,” sahut Jason dengan mengangkat gelasnya.
“Hahaha… hari ini aku merasa senang. Jason, bagaimana jika kamu bekerja di rumah sakit milik keluarga Qin dan membantu dokter Lang. Kamu bisa duduk menjadi salah satu direktur di rumah sakit tersebut,” kata kakek Qin.
Dokter Lang pun terlihat bersemangat mendengar hal itu, selama ini di rumah sakitnya telah banyak kehilangan pasien yang sakit parah dan tidak bisa diobati oleh mereka. Namun dengan kehadiran Jason tentunya akan bisa mengurangi pasien yang meninggal karena sakit.
Jason bukannya tidak tahu maksud mereka untuk hal itu, namun dia tersenyum menjawabnya. “Kakek Qin, apa kamu ingin cepat membunuhku. Aku masih harus berlatih untuk meningkatkan kekuatan tubuhku. Sebelumnya aku sangat kelelahan dan tidak bisa bergerak hanya karena menyembuhkan satu pasien. Tapi terima kasih atas tawarannya, maaf aku belum bisa memenuhi hal itu,” sahutnya.
Wajah kakek Qin dan dokter Lang tampak kecewa mendengar jawaban Jason, namun mereka bisa mengerti alasan Jason.
“Mereka tidak tahu bahwa untuk membangkitkan kematian, hal itu akan mengurangi satu tahun usiaku karena kontrakku dengan Dewa Iblis,” batin Jason
Melihat sedikit rasa kecewa di wajah kakek Qin, Jason pun berbicara lagi. “Tapi jika ada masalah yang perlu aku bantu, jangan sungkan untuk menghubungiku. Aku akan berusaha untuk membantu kalian,” lanjut Jason
Kata-kata Jason itu menghilangkan kekecewaan di wajah kakek Qin dan dokter Lang, mereka pun segera menanyakan nomer telepon Jason untuk disimpan.
“Ah, telepon? Aku sepertinya kehilangan itu waktu terjatuh,” sahut Jason. Namun sebenarnya dia tidak tahu apakah dia memiliki telepon atau tidak.
Mendengar hal itu, kakek Qin segera meminta Angela untuk singgah membelikan Jason telepon saat mengantarkannya pulang.
Angela menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang melihat pada Jason. Belum pernah dia merasa senang seperti hari ini. Jika tanpa bantuan Jason, mungkin saja sehari tidak akan cukup baginya berkabung kehilangan kakeknya itu.
“Apakah Angela menyukai pemuda ini?” batin kakek Qin melihat tatapan mata Angela pada Jason.
“Jika tidak bisa mempekerjakannya, tapi menjadikannya cucu menantu juga tidak buruk. Memiliki menantu yang bisa membangkitkan orang mati adalah berkah yang luar biasa,” gumam kakek Qin kemudian.
Setelah menikmati santap malam bersama, mereka pun satu persatu kembali. Jason yang datang bersama Angela kemudian diantarkan kembali oleh Angela ke rumahnya.
Angela kemudian menurunkan Jason di sebuah apartemen sederhana yang menjadi tempat tinggal Jason di kota Danjia. Sebelumnya tak lupa Angela mengajak Jason simpang ke sebuah toko hanphone untuk membelikannya telepon agar bisa dihubungi.
“Ah, rupanya anak ini tinggal di sini. Aku harus berkeliling untuk mengingat-ingat keadaan sekitarnya nanti,” gumam Jason dalam hatinya.
“Ohya, ingat untuk ujian besok pagi. Aku akan meneleponmu besok pagi-pagi sebelum berangkat dan menjemputmu disini,” kata Angela.
“Baik. Terima kasih Angel,” sahut Jason.
Setelah kepergian Angela, Jason berjalan memasuki halaman apartemennya. Sebelum memasuki apartemen itu, Jason melihat sekelilingnya dan mencari tempat duduk yang ada di halaman depan apartemen itu. Jason kemudian berusaha mengingat nomer kamar dari pikiran Jason.
Dia pun duduk disana sementara untuk mengingat-ingat sesuatu dari apartemen tersebut. Setelah mengingat beberapa hal penting, Jason kemudian melangkah menuju ke kamarnya.
Kamar apartemen Jason terlihat berantakan, kepala Jason menjadi pusing dengan bau di dalam kamar itu. “Anak ini sepertinya memang seorang pemalas,” batin Jason mengingat kata Edward yang menyebutnya pemalas.
Kemudian Jason meluangkan waktunya untuk membersihkan kamar yang berantakan itu dan membuka ventilasi udara agar kamar itu tidak pengap dan berbau.
Jason kemudian mengamati dan mencoba barang-barang baru yang tidak pernah dilihatnya di masa lalu. Meskipun awalnya dia merasa kesulitan, tetapi dia menikmati hal itu dan akhirnya menjadi terbiasa menggunakan barang-barang tersebut.
“Aku harus terus berlatih meningkatkan kekuatan fisik tubuh baru ini agar aku bisa membalaskan dendam atas kematianku,” gumam Jason.
“Eh, apakah dia masih hidup hingga saat ini? Ah, aku lupa menanyakan hal itu pada Dewa Iblis sebelumnya. Nanti jika bertemu lagi, aku akan menanyakannya.”
Sebagai seorang pendekar tanpa tanding di kehidupan sebelumnya, Jason memiliki kekuatan fisik dan spiritual yang tinggi pada tubuh lamanya. Namun kini di tubuh yang baru tapi lemah ini membuatnya kesulitan untuk menggunakan kekuatan maksimal miliknya.
“Sebaiknya aku segera melatih tubuhku yang baru ini,”
Malam itu Jason belum merasa mengantuk, dia berjalan berkeliling sekitar apartemennya untuk mengetahui lingkungan tempat tinggalnya. Dia mengingat-ingat hal-hal apa yang ditemuinya selama berkeliling.
Di ujung jalan dekat apartemennya, terdapat sebuah mini market yang cukup ramai anak-anak muda yang duduk di depannya. Jason hanya mengamati lingkungan tersebut lalu kembali menuju ke apartemennya.
“Hei nak, kenapa aku baru melihatmu di sekitar sini?”
Sebuah suara terdengar berbicara dengannya. Jason kemudian menoleh ke arah suara itu dan melihat ada lima orang yang datang mendekatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
HartOhar
kalau bisa jangan bilang membaktikan orang mati
bisa dg ucapan p3nyakit terselubung yg tak dapat terdeteksi dg alat medis, mungkin begitu l3bih baik
2025-01-25
0
InSaf
emang di dalam klausul kontrak, gak ada nomor yg bisa dihubungi?
2024-12-12
0
arlita chaneel
hal mudah itu...atur aja thor/Grin/
2024-12-29
0