20: Hukuman Untuk Orang Jahat

Karena pak Bandit teriak-teriak memaki pengawal dan meminta untuk pengawal memanggil bosnya datang kalau tidak bosnya otu pengecut kata pak Bandit.

"cuiiiiii.....mana bos kalia bajingan....saya mau lihat seperti apa modelnya, saya tidak takut ketemu dengannya jadi cepat panggil dia kesini" Teriak pak Bandit.

"Tadi anda meminta saya untuk memanggil bos saya untuk datang bukan? Apaka anda sudah siap? jika bos saya datang, jangan sampai anda kecil celana kerena ketakutan saat melihat bos saya."

" Hahaha....sehebat apa bos kamu sampai saya harus takut cepat panggilkan dan lepaskan saya dari sini. Saya siap bajingan jangan menyiksa saya disini tapi cobak lepaskan saya jangan kayak pengecut saya tidak takut sama kalian....mana bos kalian bajingan itu panggil dia kesini saya mau ketemu dia. Saya tidak takut" ujar pak Bandit.

Queen dan Seena turun dari mobil dan tanpa aba-aba, Queen mengeluarkan pistol dari pingangnya dan meluncurkan satu tembakan tepat kaki kiri pak Bandit membuat pak Bandit menjerit kesakitan.

Dorrrrr......!

"Argh.....!

"Bajingan siapa yang berani melakukan ini" teriak pak Bandit

"Saya...yang berani melakukannya siapa yang mencari saya, kenapa dari tadi nama saya di panggil terus ...."?ujar Queen sambil berjalan mendekati pak Bandit, membuat pak Bandit ketakutan dan terkejut ternyata yang datang Queen.

"No...nona Queen kenapa anda disini? Saya memanggil bos mereka bukan anda. Memangnya anda bos mereka?" tanya pak Bandit.

"Loh bukankah tadi anda teriak-teriak memanggil saya? Bagaimana rasanya pak Bandit? oh...ya saya lupa waktu di perusahaan saya tidak sempat menanyakan kabar anda pak Bandit, jadi tidak masalah dong sekarang baru saya tanya bagaimana kabar anda sekarang sehat? akhirnya kita ketemu lagi di tempat yang sama, tapi hari yang berbedah dan waktu yang berbedah pak Bandit, saya bos mereka jadi jika anda memanggil bos mereka ya anda memanggil saya, pak Bandit ngapain disini ini di hutan loh dan sudah gelap di hutan ini banyak sekali bina**ng buas, pak Bandit tidak takut tiba-tiba bina**ng buas itu datang dan memangsa pak Bandit?." ujar Queen tenang

"Maksud anda apa nona Queen saya tidak mengerti dengan perkataan anda dan pengawal anda dari tadi, saya ini tidak tahu apa-apa dan soal di hutan ini saat saya sadar ternyata saya sudah di ikat disini saya juga tidak tahu siapa yang melakukannya"? ujar pak Bandit.

"Ah....masa sih pak Bandit tidak tahu tempat ini? tapi pak Bandit masih ingat bukan dengan anak gadis yang bernama Namira? Dan soal jika anda bertanya kenapa anda disini dan siapa yang melakukannya, saya katakan jika saya lah orang yang melakukan semua ini, jasi anda mau apa? Anda tidak suka terserah saya tidak peduli." tanya Queen.

"Na...Namira yang mana ya? Maaf nona Queen yang nona Queen maksud Namira itu adalah anak yang saya pikir adalah nona Queen, karena mirip itu? kalau itu saya kenal karena dia putry nya Tuan Pablo yang katanya hilang tujuh tahun yang lalu, saya di suruh mencarinya makanya saat saya melihat nona Queen mirip banget dengannya maka itu saya tanya ternyata bukan."

"Oh anda yang mencarinya atau anda yang sudah membunuhnya? dan bahkan anda yang sudah melecehkannya? terus kalau benar saya adalah Namira yang anda cari apa yang akan anda lakukan? " jelas Queen.

"Ah....nona Queen jangan suka menilai buruk terhadap saya, saya ini orang baik-baik jadi mana mungkin saya melakukan kejahatan keji itu, saya di suruh untuk mencari nona Namira dan kalau sudah ketemu saya akan antarkan kembali ke orangnya yang sampai sekarang masih menunggu" ujar pak Bandit.

"Hahaha....ya..ya..saya memang sangat mengakui kebaikan anda, sangking baiknya anda tidak punya hati nurani sama sekali saat melakukan hal keji itu kepada seorang anak gadis, tidak sampai disitu anda juga sampai mendorong dia bukan? dari tebing ini dan jatuh ke sungai, pasti anda kaget karena saya tahu semua keburukan anda, dan tinggalkan pesan selamat tingal untuk keluargamu karena tidak ada kata maaf untuk manusia iblis seperti kamu, Sudah tujuh tahun bukan dalam arti saya lupa ya pak. Waktu di perusahaan anda tidak salah mengenali saya pak Bandit, karena memang saya adalah Namira Castellani yang sudah anda nodai.

Masih ingat kah anda hari itu dimana anda memperlakukan saya seperti seekor bina***ng? saya memohon kepada anda tapi anda memang tidak punya hati nurani sama sekali, anda pasti masih ingat bukan bagaimana anak itu menjerit kesakitan dan memohon kepada anda, saat pertama kali kita ketemu di ruang meeting saya langsung mengenal anda. Karena perbuatan keji anda dan teman-teman anda hampir sedikit saya kehilangan kewarasan saya, anda tahu betapa hancurnya hidup saya dulu....untuk melupakan kekejian anda terhadap saya itu butuh waktu bukan sedikit, saya sudah bersumpah atas diriku sendiri saya akan mencincang orang yang sudah mengambil kehotmatanku jadi kamu salah satu targetku."Teriak Queen sampai gemetaran.

Plakkkkk.....plakkkk!

Queen memberikan dua tamparan keras tepat di pipi kiri dan kanan pak Bandit...pak Bandit terkejut dengan pengakuan Queen, pak Bandit tidak percaya jika Queen adalah Namira. Pak Bandit sampai gemetaran dan mudur kebelakang karena takut

"Tidak...kamu bukan anak itu...kamu sengaja pura-pura mengakui kalau kamu adalah Namira padahal kamu berbohong, jelas-jelas anak itu sudah meninggal saat kami mendorong dia ke jurang saja dia sudah tidak bergerak, mana mungkin anak itu masih hidup aku tidak percaya sama kamu, kalian semua pembohong lepaskan saya tolong lepaskan saya." teriak pak Bandit

"Kenapa tidak mungkin, semua itu bisa menjadi mungkin buktinya saya ada di hadapan anda sekarang, dan saya bersumpah anda dan teman-teman anda, bahkan bos anda sendiri saya akan habisi kalian satu persatu untuk membalaskan semua kekejihan kalian semua, saya sudah muak melihat anda, kali ini saya mau bertanya pada anda siapa Tuan anda yang waktu itu membayar anda untuk menghabisi saya"?

"Jangan harap saya beritahu anda sampai kapan pun saya tidak akan memberitahu anda," ujar pak Bandit...sebenarnya Queen sudah tahu tapi Queen hanya menguji kesetaan pak Bandait terhadap bosnya.

Quen mengeluarkan sebuah belati dari pinggangnya dan mengeluarkan isinya.

"Hari ini saya ingin merengangkan otot-otot ku, anda masih sayang bukan istri dan anak-anak anda jangan pikir saya tidak tahu dimana anda tinggal, dalam sekejap mata saya bisa mrngetahui semuanya, sekarang anak dan istri anda ada dalam pengawasan saya"

"Hahaha tidak usa membual tahu apa kamu tentang keluargaku, jangan coba-coba menyentuh keluargaku mereka tidak tahu apa-apa" ujar pak Bandit.

"Pengawal Ridho minta hpny dan buka videonya itu tunjukkan kepada manusia psikopak ini, siapa yang ada dalam video itu."

Pengawal Rindo langsung keluarkan hp nya dan membuka video...yang memperlihatan ada seorang pengawal lagi bicara dengan istri pak Bandit dan disitu juga ada anaknya. Seketika mrmbuat pak Bandit berteriak agar Queen tidak menyiksa keluarganya.

"Queen saya mohon tolong jangan menyakiti mereka. Mereka tidak salah apa-apa"

Brukkkkkk.....plakkkk.!

Queen langsung meninju wajah pak Bandit dan menendang perutnya, satu kali lagi Queen melayangkan tendangannya tepat di senjata pak Bandit yang didalam membuat pak Bandit menjerit

"Ampunnnn...nona Queen ampuni saya....tolong ampuni semua kesalahan saya, saya mengaku saya salah tapi saya bukan bos saya hanya anak buah waktu itu saya juga di ancam nona Queen ampun, tolong jangan sakiti istri dan anak saya mereka tidak tahu apa-apa".

"Ampun anda bilang? waktu itu anda masih ingat seperti apa saya memohon ampun, tapi anda tidak punya hati bahkan saya memohon untuk anda lepaskan saya, dan tidak akan melaporkan kejadian itu kepada siapa pun termasuk ayah ku tapi dengan entengnya anda menghina saya jadi sekarang tidak ada kata ampun untuk anda. Ini adalah hukuman yang pantas untuk anda orang jahat"

Queen mengambil belati dan menyayat pipi pak Bandit membuat pak Bandit makin menjerit. Queen juga menyayat tangan dan kaki pak Bandit, dari wajah sampai tubuh pak Bandit sudah penuh dengan luka bahkan tidak segan Quen memotong sebelah telinga pak Bandit. Belum sampai disitu Queen tidak hanya menyayat tapi QQueen juga menusuk-nusuk belati ke ruas jari kaki dan jari tangan...bahkan Queen mencabut jari kuku kaki dan dan jari tangan pak Bandit penyiksaan yang di lakukan amat menyiksa.

Walaupun demikian pak Bandi belum meninggal, pak Bandit masih menjerit, memohon untuk Queen menghentikan aksinya bagi pengawal itu sudah hal biasa yang di lakukan oleh Queen tadi tidak heran, cara menyiksa seseorang itu ngeri dia biarkan orang itu benar-benar menderita dulu baru dia membunuhnya.

"Ampun Nona...tolong bunuh saja saya....saya tidak sanggup...tapi ingat bos saya akan membalas semua perbuatan kalian...lihat saja nanti...."

"Hehehe tidak segampang itu saya membiarkan anda meninggal pak Bandit.....makanya jangan main-main dengan saya ingat pak Bandit anak anda akan saya perlakukan seperti apa yang sudah anda perlakukan kepada saya, biar anda tahu bagaimana seorang Namira Castellani bereaksi....saya tahu anda menghubungi bos anda dan dia mengirim anda uang sebanyak seratus juta karena anda mau memberikan info kepadanya mengenai keberadaan saya bukan, aduh....anda terlalu percaya diri saya ini sudah tahu gerak gerik anda selama ini, dan anda juga sudah melakukan korupsi dengan teman kamu di perusahaan"

Dorrrrrr........!

Queen kembali memberikan satu tembakan mengenai kaki kanan Pak Bandit membuat pak Bandit makin menjerit.

"Argrrr....!"

Setelah Queen selesai menyiksa pak Bandit, Queen bagun dari duduk jongkoknya dan menatap pak Bandit yang sudah tidak berdaya sembari berkata." saya membunuh anda karena kesalahan anda sendiri, jika engkau baik maka baik pula hidup anda tapi jika engkau jahat makan engkau meninggal dalam dosa dan salah anda maafkan saya yang terpaksa menghabisi anda."

"Queen mengangkat piatolnya dan......

Dorrrrrt.....doorrrrrrtt.

Dua peluru masuk menembus jantung pak Bandit dan akhirnyan meninggal..

Pengawal Ridho buka ikatan kaki dan tangannya. Kaliam sudah siapkan semua bukan"? Tanya Queen.

"Sudah nona" ujar pengawal.

"Kalau begitu keluarkan kantong jenazanya dengan petinya, masukan kedalam peti dan kirim ke alamat tujuan" ujar Queen.

Kira-kira mayit pal Bandit di kirim kemana ya?.

Ikuti terus ya jangan bosan.

Episodes
1 1: Protokol
2 2: Penyerangan
3 3: Nyusun Jebakan
4 4: Setuju
5 5: Kecurigaan Claudia
6 6: Club
7 7: Kamar hotel
8 8: Permintaan Queen
9 9: Mulai Mengingat
10 10: Akhirnya Tiba
11 11: Penjelasan Seena
12 12: Noda Darah.
13 13: Sifat Buruk Mayangsari
14 14: Penyambutan
15 15: Ruang Meeting Dan Rencana Queen
16 16: Siapa Si Tuan R?
17 17: Kejadian di Parkiran
18 18: Apa yang di rencanakan Queen?
19 19 Hutan
20 20: Hukuman Untuk Orang Jahat
21 21: Neror
22 22: Penemuan Mayit.
23 23: Gempar Dan Sepucuk Surat
24 24: Melarang Lapor Polisi
25 25: Isi Surat.
26 26: Mansion
27 27 : Flashback
28 28: Kedatangan Mayangsari Dan Claudia.
29 29: Menuntut Tanggung Jawab
30 30 :Perdebatan
31 31: Mengusir Paksa
32 32: Pengawal Nyonya Khanza
33 33: Kita Tidak sedekat Itu.
34 34: Kesedihan Queen
35 35: Pesan dari Claudia
36 36: Keputusan Rendy
37 37: Banyak menuntut
38 38: Keluarga Toxic
39 39: Kekacauan Di Club
40 40: Adar
41 41: Memohon
42 42: Penjelasan Rendy.
43 43: Lamaran Dari Rendy
44 44: Buka Topeng.
45 45: Kelakuan Aqilla
46 46:Kekecewaan Claudia
47 47: Pembawah Cincin
48 48: Lamar Gadis bertopeng
49 49: Terimah Lamaran
50 50: Ancaman Topeng
51 51: Ketakutan
52 52: Sosok Rendy Dan Gadis Di Balik Topeng
53 53: Siapa Orang Itu?
54 54: Kemarahan Tuan Wiliam
55 55: Hujatan
56 56: Gloria
57 57: Kasih Sayang Nyonya Liliana
58 58: Iri
59 59: Queen Nginap Di Mansion
60 60: Superhero
61 61: Mayangsari Vs Claudia
62 62: Telpon Dari Manajer.
63 63: Bos Tak Tahu Diri
64 64: Tiba Di Mansion.
65 65: Penjelasan Tuan William
66 66: Amanah Dari Nyonya Andini
67 67: Cerita Queen
68 68: Masakan Queen
69 69: Batalkan Skejul
70 70: Dapat Pujian Dari Calon Ayah Mertua.
71 71: Kemesraaan Di Pagi Hari
72 72: Parcuma Cantik.
73 73: Ketahuan Wartawan.
74 74: Pemilik Queen Grup Adalah Kakak Tiriku.
75 75: Ketemu Nenek Lampir.
76 76: Kamu Namira?
77 77: Hujatan Dari Pengunjung.
78 78: Laporan
79 79: Telat Satu Detik Potong Gaji
80 80: Ada Info Baru.
81 81: Mayangsari Vs Rendy.
82 82: Perawatan.
83 83: Kekuatiran Nyonya Cahaya.
84 84: Tuan Pablo Di Culik?
85 85: Kobaran Api
86 86: Kegagalan Rendy.
87 87:Penjelasan Dokter Arman
88 88: Penanganan Cepat.
89 89: Sakitnya Tidak Seberap.
90 90: Kabar dari Rumah Sakit.
91 91: Emosi Claudia.
92 92: Kritis
93 93: Berharap.
94 94: Gagal Pergi Kerumah Sakit.
95 95: Sahabat Sejati.
96 96: Seena Vz Irvan
97 97:Ketemu
98 98: Dinner Romantis
99 99: Kekesalan Nona Khanza.
100 100: Ungkapan Isi Hati.
101 101 Penjelasan Queen
102 102: Akal Bulus Khanza.
103 103: Merendakan.
104 104: Kekecewaan Argan
105 105: Permintaan Queen
106 106: Pengakuan dan Tangisan
107 107: Keluar Rumah Sakit.
108 108: Rencana Liburan
109 109: Menyadari.
110 110 Kesedihan Mayangsari
111 111: Ide Aqilla.
112 112: Aku Masih Ingin Sendiri.
113 113: Kerinduan.
114 114: Ziarah.
115 115: Syarat!
116 116: Mayangsari Vs Imam
117 117: Penghianatan.
118 118: Kemarahan Imam
119 119: Penampakan Dimakam.
120 120: Memaafkan.
121 121: Siapa Perempuan Itu?
122 122: Kenikmatan Imam
123 123: Timbul Rasa Cinta
124 124: Berkata Jujur.
125 125: Menerima Apa Adanya.
126 126: Makan Siang Bersama.
127 127:
128 128: Retas
129 129: Resign
130 130: Minta Nomor
131 131: Pertemuan Queen dan Prita
132 132: Kemarahan Prita.
133 133: Penyerangan Di Jalan
134 134: Tidak Akan Memyerah.
135 135 Apa Kabar
136 136: Kebongkar
137 137: Pilihan
138 138: Kesempatan Kedua.
139 139: Dasar Adik Nakal.
140 140: Jangan Ikut Campur.
141 141: Orang Tua Tidak Punya Hati.
142 142: Dasar Goblok!
143 143: Salah Paham.
144 144: Acara Arisan.
145 145: Undangan Makan Malam
146 146: Curi Perhatian.
147 147 : Apa Pekerjaan Suamimu.
148 148: Selly
149 148: Satu Triliun!
150 150: Beres Bos!
151 151: Telpon Dari Mayangsari!
152 152: Kemana Queen Dan Claudia Pergi!
153 153: Malaikat Maut.
154 154: Kirim Video Ke Ibu Kamu.
155 155: Mau Mbak Membunuh Mu!
156 156: Area Latihan.
157 157: Prita Vs Mayangsari
158 158: Upss Sorry!
159 159: Ibu Kejam.
160 160: Perempuan Munafik!
161 161: Aku Menyayangi Mbak.
162 162: Rakus.
163 163: Jaga Mata-Mu
164 164: Tertipu!
165 165: Hasil Kurupsi
166 166: Ruba Betina
167 167: Serakan Claudia!
168 168: Satu Saja?
169 169: Jadi Pembantu?
170 170: Tidur Di Gudang.
171 171: Kalian Akan Menyesal?
172 172: Bidadari.
173 173: Pesan Menyentuh Hati
174 174: Minta Doa Restu.
175 175: Meminta Hak!
176 176: Bagun Kesiangan.
177 177: Butuh Pertolongan
178 178: Fitting Baju.
179 179
180 180
181 181
Episodes

Updated 181 Episodes

1
1: Protokol
2
2: Penyerangan
3
3: Nyusun Jebakan
4
4: Setuju
5
5: Kecurigaan Claudia
6
6: Club
7
7: Kamar hotel
8
8: Permintaan Queen
9
9: Mulai Mengingat
10
10: Akhirnya Tiba
11
11: Penjelasan Seena
12
12: Noda Darah.
13
13: Sifat Buruk Mayangsari
14
14: Penyambutan
15
15: Ruang Meeting Dan Rencana Queen
16
16: Siapa Si Tuan R?
17
17: Kejadian di Parkiran
18
18: Apa yang di rencanakan Queen?
19
19 Hutan
20
20: Hukuman Untuk Orang Jahat
21
21: Neror
22
22: Penemuan Mayit.
23
23: Gempar Dan Sepucuk Surat
24
24: Melarang Lapor Polisi
25
25: Isi Surat.
26
26: Mansion
27
27 : Flashback
28
28: Kedatangan Mayangsari Dan Claudia.
29
29: Menuntut Tanggung Jawab
30
30 :Perdebatan
31
31: Mengusir Paksa
32
32: Pengawal Nyonya Khanza
33
33: Kita Tidak sedekat Itu.
34
34: Kesedihan Queen
35
35: Pesan dari Claudia
36
36: Keputusan Rendy
37
37: Banyak menuntut
38
38: Keluarga Toxic
39
39: Kekacauan Di Club
40
40: Adar
41
41: Memohon
42
42: Penjelasan Rendy.
43
43: Lamaran Dari Rendy
44
44: Buka Topeng.
45
45: Kelakuan Aqilla
46
46:Kekecewaan Claudia
47
47: Pembawah Cincin
48
48: Lamar Gadis bertopeng
49
49: Terimah Lamaran
50
50: Ancaman Topeng
51
51: Ketakutan
52
52: Sosok Rendy Dan Gadis Di Balik Topeng
53
53: Siapa Orang Itu?
54
54: Kemarahan Tuan Wiliam
55
55: Hujatan
56
56: Gloria
57
57: Kasih Sayang Nyonya Liliana
58
58: Iri
59
59: Queen Nginap Di Mansion
60
60: Superhero
61
61: Mayangsari Vs Claudia
62
62: Telpon Dari Manajer.
63
63: Bos Tak Tahu Diri
64
64: Tiba Di Mansion.
65
65: Penjelasan Tuan William
66
66: Amanah Dari Nyonya Andini
67
67: Cerita Queen
68
68: Masakan Queen
69
69: Batalkan Skejul
70
70: Dapat Pujian Dari Calon Ayah Mertua.
71
71: Kemesraaan Di Pagi Hari
72
72: Parcuma Cantik.
73
73: Ketahuan Wartawan.
74
74: Pemilik Queen Grup Adalah Kakak Tiriku.
75
75: Ketemu Nenek Lampir.
76
76: Kamu Namira?
77
77: Hujatan Dari Pengunjung.
78
78: Laporan
79
79: Telat Satu Detik Potong Gaji
80
80: Ada Info Baru.
81
81: Mayangsari Vs Rendy.
82
82: Perawatan.
83
83: Kekuatiran Nyonya Cahaya.
84
84: Tuan Pablo Di Culik?
85
85: Kobaran Api
86
86: Kegagalan Rendy.
87
87:Penjelasan Dokter Arman
88
88: Penanganan Cepat.
89
89: Sakitnya Tidak Seberap.
90
90: Kabar dari Rumah Sakit.
91
91: Emosi Claudia.
92
92: Kritis
93
93: Berharap.
94
94: Gagal Pergi Kerumah Sakit.
95
95: Sahabat Sejati.
96
96: Seena Vz Irvan
97
97:Ketemu
98
98: Dinner Romantis
99
99: Kekesalan Nona Khanza.
100
100: Ungkapan Isi Hati.
101
101 Penjelasan Queen
102
102: Akal Bulus Khanza.
103
103: Merendakan.
104
104: Kekecewaan Argan
105
105: Permintaan Queen
106
106: Pengakuan dan Tangisan
107
107: Keluar Rumah Sakit.
108
108: Rencana Liburan
109
109: Menyadari.
110
110 Kesedihan Mayangsari
111
111: Ide Aqilla.
112
112: Aku Masih Ingin Sendiri.
113
113: Kerinduan.
114
114: Ziarah.
115
115: Syarat!
116
116: Mayangsari Vs Imam
117
117: Penghianatan.
118
118: Kemarahan Imam
119
119: Penampakan Dimakam.
120
120: Memaafkan.
121
121: Siapa Perempuan Itu?
122
122: Kenikmatan Imam
123
123: Timbul Rasa Cinta
124
124: Berkata Jujur.
125
125: Menerima Apa Adanya.
126
126: Makan Siang Bersama.
127
127:
128
128: Retas
129
129: Resign
130
130: Minta Nomor
131
131: Pertemuan Queen dan Prita
132
132: Kemarahan Prita.
133
133: Penyerangan Di Jalan
134
134: Tidak Akan Memyerah.
135
135 Apa Kabar
136
136: Kebongkar
137
137: Pilihan
138
138: Kesempatan Kedua.
139
139: Dasar Adik Nakal.
140
140: Jangan Ikut Campur.
141
141: Orang Tua Tidak Punya Hati.
142
142: Dasar Goblok!
143
143: Salah Paham.
144
144: Acara Arisan.
145
145: Undangan Makan Malam
146
146: Curi Perhatian.
147
147 : Apa Pekerjaan Suamimu.
148
148: Selly
149
148: Satu Triliun!
150
150: Beres Bos!
151
151: Telpon Dari Mayangsari!
152
152: Kemana Queen Dan Claudia Pergi!
153
153: Malaikat Maut.
154
154: Kirim Video Ke Ibu Kamu.
155
155: Mau Mbak Membunuh Mu!
156
156: Area Latihan.
157
157: Prita Vs Mayangsari
158
158: Upss Sorry!
159
159: Ibu Kejam.
160
160: Perempuan Munafik!
161
161: Aku Menyayangi Mbak.
162
162: Rakus.
163
163: Jaga Mata-Mu
164
164: Tertipu!
165
165: Hasil Kurupsi
166
166: Ruba Betina
167
167: Serakan Claudia!
168
168: Satu Saja?
169
169: Jadi Pembantu?
170
170: Tidur Di Gudang.
171
171: Kalian Akan Menyesal?
172
172: Bidadari.
173
173: Pesan Menyentuh Hati
174
174: Minta Doa Restu.
175
175: Meminta Hak!
176
176: Bagun Kesiangan.
177
177: Butuh Pertolongan
178
178: Fitting Baju.
179
179
180
180
181
181

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!