Pria tanpan itu menerimah telpon dari seorang gadis yang saat ini mendekatinya. Ya pria itu adalah Rendy pria yang sudah melekat di hati Claudia, pria incaran Claudia saat ini. Claudia dan nyonya Mayangsari tidak tahu jika mereka yang akan masuk kedalam jebakan Rendy
Drekkkkk...drekkkkk.!
Rendy dan asisten Irvan yang lagi berbincang tiba-tiba hp Rendy berbunyi.
Namun bukan Rendy yang mengangkat telpon dari Claudia melainkan orang kepercayaan Rendy, Rendy malas bicara dengan Claudia menurut Rendy Claudia hanya menjadi pion saja, Rendy mendekati Claudai bukan karena cinta tapi ada yang Rendy rencanakan dan kedua orang Tuan Rendy juga tahu tapi mereka diam saja, mereka tahu apa yang di lakukan Rendy adalah yang terbaik.
"Tuan....ini ada telpon dari nona Claudia, apakah saya bantu angkat untuk Tuan?" tanya orang kepercayaannya.
"Kamu angkat saja, kamu sudah tahu bukan apa jawaban saya, jawab sesuai dengan apa yang kita bicarakan tadi, saya malas bicara dengan perempjan gila itu" ujar Rendy.
"Baik Tuan" ujar asisten Irvan.
"Hallo nona, ada yang bisa saya bantu"? Tanya asisten Irvan.
"Hallo...ini siapa ya, Mana Tuan kamu saya mau bicara. Bilang ada telpon dari nona Claudia pasti Tuan kamu mau bicara sama saya. Karena saya calon istrinya" Ujar Claudia.
"Maaf nona, sementara waktu Tuan tidak bisa di ganggu karena Tuan lagi sibuk, jadi lebih baik nona sampaikan saja sama saya nanti baru saya sampaikan ke Tuan, tenang saja nona apa yang nona sampaikan tidak akan ada yang tau selain saya dan Tuan " ujar Asisten Irvsn.
"Sesibuk apa sih Tuan kamu sampai tidak bisa bicara dengan calon istrinya? dan kamu juga ngapain angkat telpon saya lancang sekali. Seharusnya biarkan saja sampai Tuan kamu angkat, jangan sembarangan ngomong ya sama saya karena saya ini sebentar lagi menjadi nyonya kamu, kalau berani kamu macam-macam kamu akan saya pecat. Kalau kamu sudah di pecat percayalah kamu tidak akan dapat kerja di mana pun" Ngerocos Claudia membuat asisten Irvan senyum.
"Astaga nona, saya juga disuruh sama Tuan untuk angkat telpon dari dari anda nona Claudia! kalau tidak saya juga tidak sudih bicara sama anda nona! Ingat nona perkataan itu adalah doa bisa jadi doa nona terbalik, kalau nona benaran nikah dengan Tuan sebelum nona sah menjadi suami Tuan, saya terlebih dulu mengundurkan diri jadi asisten pribadi Tuan, karena lebih baik saya tidak bekerja dari pada punya majikan sombong seperti nona...belum tentu Tuan juga mau nikah dengan nona. Setahu saya dari dulu sanpai sekarang selerah Tuan muda itu levelnya sangat tinggi bukan serendah ini." Ujar asisten Irvan.
Claudia murka mendengar perkataan Asisten Irvan tapi karena di bisikan oleh nyonya Mayangsari, sehingga Claudia kembali tenang kalau tidak dia sudah bersiap mengeluarkan jurus andalan mencaci maki orang sifat Claudia sangat buruk.
"Kau ya asisten rendahan...berani kamu ngomong begitu sama nona muda kamu, awas kalau Tuan kamu tahu kamu memperlakukan saya begini pasti dia pecat kamu nanti saya akan aduin kamj nanti ke Tuan muda" ujar Claudia.
"Maaf nona saya tidak punya banyak waktu untuk berdebat dengan anda nona, jadi kalau nona telpon hanya mau merendahkan saya dan memaki saya lebih baik saya matikan saja, nona sudah buang-buang waktu saya saja, asal nona tahu walaupun kerjaan saya hanya sebatas asisten tapi saya kerja dengan tulus dan iklas bahkan uang yang saya dapaykan juga halal nona , bukan mendekati orang kaya dengan menjajakan tubuh saya baru bisa makan " ujar Asisten Irvan.
Mendengar itu Claudia panik takutnya asisten Irvan benaran matikan telpon, berarti dia gagal mengajak Rendy untuk makan malam bersama dan gagal juga rencana mereka, tapi karena Claudia memiliki tampremen yang buruk sehingga dia tidak mau minta maaf.
"He...enak aja main mati,in aja, tolong sampaikan ke Tuan anda bilang kalau nona Claudia ngajak makan malam bersama sekalian nongkrong di Club" ujar Claudia.
"Maaf nona sepertinya Tuan tidak bisa karena Tuan sudah janji dengan teman-temannya untuk nogkrong nanti malam jadi lebih baik nona caei teman nongkrong laìn saja" ujar asisten Irvan .
"Bilang sama Tuan anda tidak masalah saya ikut sama mereka, enak aja bilang cari teman lain aku itu mau nongkrong bareng calon suami bukan orang lain." ujar Claudia.
Asisten Irvan menatap Rendy dan Rendy angkat tangan itu artinya setujuh.Rendy sama sekali tidak ada niat untuk bicara dengan Claudia
"Baiklah saya sudah sampaikan ke Tuan dan katanya setujuh nona janji jam tujuh malam di club " ujar asisten Irvan
Rendy yang sementara duduk menatap ke arah asisten Irvan hanya diam saja, Rendy sudah geram dengan kelicikan nyonya Mayangsari.
Setelah panggilan di matikan asisten Irvan kembali meletakan hp di atas meja, asisten Irvan tidak perlu menjelaskan lagi kepada Rendy karena Rendy sudah mendegar semuanya.
Bahkan apa yang di bicarakan oleh Claudia dan nyonya Mayangsari Rendy mendengar semua membuat Rendy makin muak.
"Hore.....mah..ternyata Rendy mau ya ampun gampang banget mrngelabuinya, padahal seorang Tuan muda tapi kok bisa di bogongi oleh seorang Claudia" ujar Claudia kegirangan.
"Iya sayang mama juga bilang apa Rendy itu gampang membohonginya, nanti kalau kalian sudah resmi menikah kamu tinggal minta 50% saham dan aset perusahaan di balik nama atas nama kamu saja sayang pasti dia mau" ujar nyonya Mayangsari.
"Terus gimana mah rencana nanti malam mama mau lakukan apa, hati-hati loh mah takut kalau ketahuan bisa hancur kita, apalagi sekaran papa sudah meninggal sama kayak mbak Namira jazad mereka tidak di temukan karena hanyut ke sungai."ujar Claudia.
Nyonya Mayangsari tersenyum sembari berkata lirih" Sayang kamu tahu bukan siapa mama? Jadi tidak perlu takut kamu serakan semua pengurusan ke mama saja, sedangkan tugas kamu sekarang kamu carikan baju yang terbaik yang agak seksi dan persiapkan diri kamu untuk ke club nanti malam, tapi ingat pastikan pria yang kamu bawah ke kamar hotel itu adalah Rendy jangan sampai orang lain karena kalau pria lain ibu tidak akan bantu kamu nanti."
"Loh. Kenapa begitu mah...bukannya kata mama yang akan siapkan semua berarti apapun itu resikonya mama juga harus banti Claudia, tapi ya percaya aja mah...Claudia tahu kok apa yang akan harus Claudia lakukan, tapi benaran nih mama mau anak gadis mama di hancurkan oleh pria sedangkan belum menikah." tanya Claudia.
Mana ada lagi hati nurani Nyonya Mayangsari, asal kamu tahu saja Claudia ibu kamu itu gila harta, jadi dia tidak akan puas dengan apa yang sudah di dapatkan daat ini, ibu kamu bisa menghalalkan segalah cara agar mendapatkan apa yang diinginkan, jadi mana mungkin nyonya Mayangsari menyesal jika Claudia sudah dirusakin oleh orang sebelum dia menikah.
"Ah...kamu ya nak, dulu juga mama begitu sebelum menikah dengan papa kamu. Dulu mama itu bisa bercinta dengan siapa saja mama mau, karena dulu mama sangat cantik makanya semua teman-teman mama itu iri sama mama. Bahkan setelah mama menikah dengan papa kamu saja mama masih janjian dengan brondong di hotel setiap kali papa kamu tugas di luar kota" ujar Nyonya Mayangsari membuat Claudia terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments