Acarapun dimulai, tetap tidak ada yang menarik dari pesta yang terasa membosankan ini. Grace bahkan terlihat tidak peduli disaat semua orang mengucap selamat kepada Felly. Dia dan Kimi hanya duduk menikmati makanan serta minuman yang tersaji.
Meskipun bosan Grace tidak akan meninggalkan acaranya sebelum selesai, itu karena Felly yang menantangnya.
Sampai MC menyebut nama Jean, disitulah perhatian Grace terpusat. Jean berjalan menuju panggung dengan sebuah gitar di tangannya.
Pencahayaan tiba-tiba menggelap seiring dengan suara Jean yang mengalun indah, ternyata pemuda itu menyanyi. Lirik lagu romantis Jean bawakan untuk Felly yang hari ini berulang tahun.
"Apa-apaan ini!" marah Grace tidak terima. Gadis itu sampai memukul meja untuk meluapkan kemarahannya.
"Tenang, Grace!" bujuk Kimi.
"Awas saja kau, Felly!"
Grace ingin naik ke atas panggung dan menghentikan Jean menyanyi tapi Kimi langsung menahannya, "Jangan mempermalukan dirimu sendiri, Grace. Ayo kita pulang!"
...---...
Semalaman Grace tidak bisa tidur, dia terus memikirkan ada hubungan apa sebenarnya antara Jean dan Felly karena selama ini keduanya tidak pernah terlihat dekat.
Berbagai pikiran buruk mulai bersarang di dalam otaknya. Selama ini Felly terlihat tidak peduli saat Grace secara terang-terangan menyukai Jean. Atau mungkin selama ini Felly dan Jean backstreet?
"Oh tidakkkk!!"
Keesokan harinya Grace melewatkan sarapannya karena ingin cepat sampai di sekolah.
"Ini masih pagi, Grace." rutuk Kimi yang baru saja dijemput oleh Grace. Rambutnya masih terlihat berantakan tapi Grace sudah menariknya masuk ke dalam mobil.
"Pelan-pelan, Grace. Aku sedang menyisir rambutku."
"Ck, kau ini banyak sekali protes."
Sesampainya di sekolah Grace langsung turun dari mobil dan meninggalkan Kimi yang masih berkutat dengan cermin. Grace tidak langsung masuk ke kelasnya, dia membelokan arahnya menuju ke kelas Jean untuk meminta penjelasan. Tapi ternyata pemuda itu belum datang.
Grace putar balik, tapi betapa sialnya dia ketika berpapasan dengan si angkuh Felly.
Felly tersenyum sinis, "Hey Grace, pergi kemana kau semalam?"
Grace tak menghiraukannya, gadis itu ingin melangkah tapi Felly langsung menahannya.
"Tunggu dulu, sepertinya kau melewatkan satu momen."
Grace masih bergeming, dia enggan menjawab.
"Bisa kau tebak momen apa itu?"
Namun diluar dugaan dengan gerakan cepatnya Grace menarik rambut Felly tanpa ampun, "Perempuan si*alan, sejak kapan kau dekat dengan Jean hah?"
"Lepaskan bodoh, kau melukaiku!" teriak Felly yang balik menggapai rambut panjang Grace.
Sayangnya tidak semudah itu, karena Grace sudah bisa menepis serangan balasan dari Felly. Lagi dan lagi semua berkat ilmu bela diri dari Opa Arion kesayangannya.
"Kenapa kalian diam saja, cepat bantu aku!" perintah Felly pada ketiga babunya.
"Maaf Fel, kami tidak berani. Itu urusan kalian berdua." cicit mereka yang sebenarnya takut pada Grace.
"Arrrgghhhh rambutku..."
Sebelum dirinya lepas kendali, Grace melepaskan tarikannya dengan sangat kuat sampai membuat Felly tersungkur di lantai, "Aku selalu mengampunimu, tapi mulai sekarang tidak akan lagi!" ancamnya.
Perkelahian mereka kembali menjadi buah bibir siswa lain, namun kali ini ada nama baru yang diperbincangkan diantara keduanya yaitu Jean.
Grace berlari menuju halaman belaksng sekolah dan menaiki satu persatu anak tangga yang akan membawanya ke rooftop, dia benar-benar tidak peduli dengan suara bel masuk sekolah, Grace tetap tidak berhenti.
Di atas sana Grace berteriak sekencang mungkin untuk meluapkan semua kekesalannya.
"Arrrggghhh dasar brengsek!"
Grace kembali ke kelas saat bel istirahat pertama berbunyi. Dia datang ke kelas dengan wajah yang masam. Kimi yang sedari tadi mencari keberadaan Grace langsung menghampirinya.
"Kemana saja kau? Dari tadi aku mencarimu. Ponselmu juga tidak aktif."
"Tidak penting." jawab Grace ketus.
"Kudengar kau berkelahi lagi dengan Felly."
"Diamlah, aku sedang malas bicara."
"Oh begitu, baru saja aku ingin memberitahumu sesuatu."
Grace mengendikan bahunya tidak peduli.
"Kata anak-anak tadi Jean mencarimu."
"Apa kau bilang?" teriak Grace tanpa sadar.
"Kau tuli ya?"
"Lalu ke mana Jee sekarang?"
"Kau bertanya padaku? Ya jelas aku tidak tahu."
"Isshh kau memang sahabat yang tidak berguna!" Grace berlari keluar untuk mencari pujaan hatinya yang katanya tadi sempat mencari-carinya.
"Sepertinya kau sudah mulai menyadari cintaku" gumam Grace dengan pedenya.
Tanpa memikirkan sesuatu yang buruk Grace langsung mencari Jean, dia bertanya ke beberapa siswa yang mungkin saja melihat pria itu dan ternyata Jean sedang berada di bangunan olahraga sekolah.
"Jee." panggil Grace dengan lembut.
Mendengar nama panggilannya disebut Jean pun menoleh, tatapannya lurus dan menusuk tajam, tapi Grace tidak merasakan itu dia merasa tatapan Jean itu menunjukkan rasa cinta terhadapnya.
Cinta itu buta kan?
Grace ingin mendekt tapi Jean langsung menariknya tanpa aba-aba.
Jean menyeret gadis itu ke halaman belakang. Grace yang ditarik dengan paksa justru merasa kegirangan, dia seperti melihat adegan film yang sering dilihatnya, sang pria menarik sang wanita lalu dicium di tempat yang sepi. Bahagianyaaa.
Dirasa tempatnya aman Jean langsung melepaskan Grace begitu saja. Membuat gadis itu mengerjap kebingungan.
"Jee." panggil Grace lagi.
"Berhentilah memanggilku seperti itu! Hanya orang-orang terdekatku yang berhak memanggilku dengan sebutan itu."
"Tapi Jee bukankah sekarang kita sudah dekat?" balas Grace konyol.
"Omong-omong ada apa kau mencariku Jee?"
"Pagi ini kau berkelahi dengan Felly di depan kelasku dan parahnya lagi kalian malah membawa-bahwa Namaku!"
"Itu karena aku tidak terima semalam kau bernyanyi di acara Felly. Kau tahu? Aku cemburu Jee." jelas Grace supaya Jean tidak salah paham.
"Cih, atas dasar apa kau cemburu padaku? Kau ini bukan siapa-siapa bagiku, kau hanya seorang pengganggu!" ucapnya menusuk.
Seharusnya Grace merasa sakit hati tapi justru Gadis itu malah tersenyum lucu.
"Jadi aku sudah berhasil mengganggu hatimu?"
Jean mengacak rambutnya frustasi, berbicara dengan Grace membuat dirinya semakin emosi.
"Dengarkan aku gadis gilaaa, aku tidak peduli kau ingin berkelahi dengan siapa dan atas alasan apa yang terpenting aku tidak ingin namaku terseret dalam masalah yang kau perbuat!" peringat Jean dengan tegas wajahnya terlihat memerah karena menahan marah.
"Tapi Jee aku.."
"Berhenti menggangguku, kau pikir aku suka melihatmu mengejar-ngejarku seperti ini? Yang ada aku semakin jijik. Di mataku kau tak lebih dari seorang gadis murahan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Hartaty
hmmm kejam kali kau jee, ntar bucin
2024-05-07
0
Samsia Chia Bahir
Kapok kw grace 😝😝😝
2024-03-16
0