O200DMM – BAB 13

*MENIKAHLAH DENGANKU 200 H**ARI*

Maxi masih mencengkram erat pergelangan tangan Nadine. Jarak mereka sangat dekat hingga hidung mancung Maxi terkadang menyentuh kepala Nadine yang terus mencoba meronta.

“Hikss-- tolong lepaskan aku.” Mohon Nadine masih menangis dan enggan menatap mata Maxi.

“Berapa kali pun kamu kabur, kamu tidak akan pernah bisa.” Wanita itu mendengarkan, namun dia masih menunduk.

Ericsson sudah menatap marah ke arah Maxi dan Nadine. Dalam benaknya-- kenapa keponakannya itu tidak langsung membunuhnya? Padahal gadis itu tahu dan juga saksi. Ericsson geram sendiri melihat perilaku Maxi yang tidak seperti biasanya.

Pria ataupun wanita, muda atau tua Maxi akan langsung membunuh mereka jika ada seseorang yang membangkang, kabur darinya ataupun mengetahui sesuatu. Tapi kali ini sangat berbeda.

“Tatap aku penulis.” Pinta Maxi. Nadine menggeleng, menolak perintahnya.

Tolakan Nadine mempererat cengkraman di pergelangan tangannya sendiri, hingga akhirnya dia memilih menatap manik abu-abu tersebut yang penuh amarah dan kesedihan. Nadine dapat melihat jelas tatapan seperti itu, tapi kenapa?

Sedangkan Maxi juga melihat ke dalam manik mata cokelat milik Nadine yang kini berair dan merah. Tak ingin berlama-lama kalut kedalam tatapan tadi, Maxi mulai menariknya dan mengajaknya masuk kembali ke Mansion. Tidak peduli meski pamannya berdiri di sana dengan tatapan marah dan tidak setuju.

Suara permohonan Nadine terus menggema di seisi ruangan. Kini tubuhnya benar-benar kehabisan tenaga untuk bisa melawan seorang Maxi. Pria angkuh itu masih tuli dan tidak mau mendengarkan suara permohonan serta rintihan dari Nadine.

Nafas Maxi tersengal ketika dia menarik tangan Nadine dan melemparnya, lalu berjalan mendekatinya dan langsung mencengkram kedua pipi Nadine dengan satu tangannya, sementara tangan lainnya ia buat menahan lengan tangan Nadine.

Gadis itu masih terisak, dan kini dia sudah membuat amarah Maxi berpuncak.

“Aku sudah memperingati mu sejak awal, dan kali ini aku tidak suka mengulang kembali kata-kata ku.” Tegas Maxi menggerakkan gigi-giginya. Nadine masih menatapnya arogan sampai dia mulai mendorong kasar dada pria itu sehingga mereka berjarak lagi.

“AKU TIDAK MAU DAN AKU TIDAK PEDULI DENGAN PERINTAHMU. HAH- HAH- HAH- AKU NADINE!!! Tidak akan pernah patuh kepada siapapun.” Gadis itu benar-benar sudah lepas kendali dan mungkin bosan hidup.

Tak tahu harus berbuat apalagi. Maxi hendak membalasnya tiba-tiba Zero datang memberitahunya bahwa sang paman ingin bicara serius dengannya.

Sebelum pergi, Maxi menoleh ke Nadine memberikan tatapan peringatan lalu bergegas pergi dan tidak lupa juga mengunci ruangan tersebut juga menyuruh enam penjaga stay di depan pintu tersebut.

Lagi, Nadine di kurung di kamar dan tinggalkan sendirian.

Sementara dalam hati, Maxi merutuki pamannya yang selalu saja membuatnya pusing.

.

.

.

Langkah Maxi terus berjalan sampai dia memasuki ruang kerjanya, dimana Ericsson sudah menunggunya di sana.

Karena rumahnya sangat besar sehingga butuh 1 setengah menit untuk sampai di ruangan tersebut. Kamar Nadine sendiri berada di ujung lorong, sedangkan ruang kerja Maxi berada di tengah-tengah, sungguh membingungkan.

“Ada apa Paman?” tanya Maxi bersuara malas, berat nan kasar.

Ericsson segera berbalik dan melihat Maxi sudah berdiri di hadapannya.

“Apa gadis itu melihat semuanya?” Maxi masih diam mengamati pamannya dengan alis berkerut tak suka.

Ericsson sendiri memiliki ketakutan yang besar, firasatnya sangat buruk dengan kehadiran Nadine sekarang. Jika sampai Nadine mengetahui semuanya, maka tamatlah riwayatnya. Pertama kali dia melihat Nadine, wanita itu terlihat cukup tenang namun tanggap.

“Dia tidak perlu ikut campur.” Balas Maxi mencoba tenang.

“Tapi bagaimana jika dia kabur lalu membuka mulutnya dan mengatakan kepada semua orang tentang kita, pekerjaan kita dan semuanya yang dia ketahui Tomasso.” Maxi yang awalnya bersikap tenang, kini dia sudah mulai gerak sendiri.

Ucapan pamannya yang kini seperti hasutan setan baginya, namun dia juga tidak bisa menolak karena sejak awal dia hanyalah suruhan Ericsson. Juga balas budi atas semua yang pernah pria tua itu berikan untuknya.

Tiba-tiba Ericsson memberikan pistol ke tangan Maxi sambil menatapnya penuh harapan. “Kau harus membunuhnya sekarang juga. Kita tidak bisa mempercayai orang asing.”

Pria yang saat ini sedang berpikir, hanya bisa diam menerima pistol yang berada di tangannya. Ericsson yang masih takut jika sampai Maxi membangkang, lagi dan lagi dia terus memberinya hasutan serta dorongan untuk membunuh.

“LAKUKAN TOMASSO!” Maxi langsung menoleh dan menatap Ericsson sangat tajam penuh kemarahan. Bahkan hanya mendapat tatapan dari Maxi saja sudah membuat Ericsson ketakutan serta panik.

“Namaku Maxi. Maxi! Jangan pernah lupakan itu.” Ucap pria tampan yang saat ini rahangnya berkedut.

Tak butuh waktu lama, Maxi langsung pergi dari sana sambil membawa pistol di tangannya. Zero yang menjaga di luar ruangan tadi, tahu apa yang bosnya akan lakukan. Terkadang pria muda berkulit putih itu kasihan melihat bosnya yang selalu terlihat tertekan di saat pria gagah tanpa senyuman itu merasa lelah.

Ceklek! Pintu terbuka. Nadine yang tadinya duduk di kursi, langsung berdiri waspada ketika melihat kedatangan Maxi dengan satu pistol perak di tangan kirinya, berjalan santai ke arah Nadine tanpa senyuman.

Apakah dia akan mati?

Nadine mencoba melangkah mundur, berharap dia bisa menghindari pria gila yang ada di depannya saat ini.

“Ap-apa yang akan kamu lakukan?” tanya gugup Nadine.

Di saat punggungnya mulai mentok ke dinding, barulah Maxi mengehentikan langkahnya dan menyodorkan pistol mengarah ke kepala Nadine. Tentu saja gadis itu tersentak dan mengangkat kedua tangannya.

“Apa yang kamu lihat?”

Kedua mata Nadine tertutup lemah, saat dia membuka kembali lagi-lagi air matanya menetes. “Tidak ada.” Jawab Nadine menggigit bibir bawahnya.

Tangan, kaki semuanya sudah gemetar ketika pistol masih mengarah di kepalanya. Kapan saja Maxi bisa melepaskan pelatuknya, atau tanpa sengaja jari telunjuknya menyentuh pelatuk tersebut.

“Katakan. Sebelum aku membiarkan peluru ini bersarang di kepalamu. KATAKAN!”

“Hiksss-- y-yaa, ak-aku melihat mu membunuh hiksss. Wanita itu hfffuuu..” Rasanya sesak sekali saat Nadine berusaha mengeluarkan suaranya. Maxi masih memperhatikan betapa ketakutannya gadis di depannya saat ini.

Awalnya menunduk, kini Nadine memberanikan diri untuk menatap Maxi. Berjalan mendekatinya dan memegang pistol tersebut, mengarahkannya ke dadanya.

“Aku mohon jangan lakukan hikss. Aku-aku yakin kamu masih punya hati Maxi hikss, biarkan aku pergi... Aku mohon hikss.” Nadine masih menangis sesenggukan.

“Sayangnya hatiku sudah mati.” Pria itu masih menatapnya datar mendorong Nadine sampai dia kembali menjauh dari pistolnya.

Maxi mengarahkan kembali senjata tersebut ke kepala Nadine.

“Baik. Ayo lakukan, bunuh aku dan tunjukkan bahwa kamu benar-benar seorang monster hikss, ayo lakukan, aku ingin merasakan bagaimana rasanya di bunuh oleh seorang monster sepertimu.” Kedua alis Maxi berkerut heran.

“Tapi ingat satu hal. Kematianku tidak akan pernah membuatmu hidup tenang Maxi Ed Tommaso.” Ancam balik Nadine pasrah. Gadis itu mulai berdiri tegak dan menutup matanya. Dia lebih baik mati daripada tinggal bersama pria seperti Maxi.

Dadanya naik turun ketika dia menunggu rasa sakit yang akan bersarang di kepalanya. Pria bernama Maxi itu menatap wajah Nadine penuh emosi.

Daarrr!

Suara tembakan berbunyi nyaring bersamaan dengan pecahan kaca jendela yang terkena peluru tersebut.

Nadine tidak merasakan sakit di kepala maupun bagian tubuh lainnya. -‘Apa aku sudah mati?’ batinnya. Ia mulai membuka matanya dengan perasaan takut tak karuan, melihat pistol perak yang masih mengacung ke arahnya dengan asap keluar dari bibir pistol.

Maxi menurunkan pistol tersebut, melangkah satu langkah ke depan dengan wajah datar dia mengatakan, “Menikahlah denganku 200 hari. Aku pastikan tidak akan ada yang berani menyentuh mu termasuk pamanku.”

Nadine terdiam, kaget dan syok mendengar tawaran tersebut. Menikah dengan pria sepertinya sama saja menyambut kematiannya sendiri setiap harinya.

Terpopuler

Comments

Puspa Ayundari

Puspa Ayundari

terinspirasi dr kisah 365 days thor ?

2024-04-30

1

Yuyun Anggriani AnasYuyun

Yuyun Anggriani AnasYuyun

lnjt kak😘

2023-12-09

2

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

lanjut terus Thor...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2023-10-14

2

lihat semua
Episodes
1 O200DMM – BAB 01
2 O200DMM – BAB 02
3 O200DMM – BAB 03
4 O200DMM – BAB 04
5 O200DMM – BAB 05
6 O200DMM – BAB 06
7 O200DMM – BAB 07
8 O200DMM – BAB 08
9 O200DMM – BAB 09
10 O200DMM – BAB 10
11 O200DMM – BAB 11
12 O200DMM – BAB 12
13 O200DMM – BAB 13
14 O200DMM – BAB 14
15 O200DMM – BAB 15
16 O200DMM – BAB 16
17 O200DMM – BAB 17
18 O200DMM – BAB 18
19 O200DMM – BAB 19
20 O200DMM – BAB 20
21 O200DMM – BAB 21
22 O200DMM – BAB 22
23 O200DMM – BAB 23
24 O200DMM – BAB 24
25 O200DMM – BAB 25
26 O200DMM – BAB 26
27 O200DMM – BAB 27
28 O200DMM – BAB 28
29 O200DMM – BAB 29
30 O200DMM – BAB 30
31 O200DMM – BAB 31
32 O200DMM – BAB 32
33 O200DMM – BAB 33
34 O200DMM – BAB 34
35 O200DMM – BAB 35
36 O200DMM – BAB 36
37 O200DMM – BAB 37
38 O200DMM – BAB 38
39 O200DMM – BAB 39
40 O200DMM – BAB 40
41 O200DMM – BAB 41
42 O200DMM – BAB 42
43 O200DMM – BAB 43
44 O200DMM – BAB 44
45 O200DMM – BAB 45
46 O200DMM – BAB 46
47 O200DMM – BAB 47
48 O200DMM – BAB 48
49 O200DMM – BAB 49
50 O200DMM – BAB 50
51 O200DMM – BAB 51
52 O200DMM – BAB 52
53 O200DMM – BAB 53
54 O200DMM – BAB 54
55 O200DMM – BAB 55
56 O200DMM – BAB 56
57 O200DMM – BAB 57
58 O200DMM – BAB 58
59 O200DMM – BAB 59
60 O200DMM – BAB 60
61 O200DMM – BAB 61
62 O200DMM –BAB 62
63 O200DMM – BAB 63
64 O200DMM – BAB 64
65 O200DMM – BAB 65
66 O200DMM – BAB 66
67 O200DMM – BAB 67
68 O200DMM –BAB 68
69 O200DMM – BAB 69
70 O200DMM – BAB 70
71 O200DMM – BAB 71
72 O200DMM – BAB 72
73 O200DMM – BAB 73
74 O200DMM — BAB 74
75 O200DMM – BAB 75
76 O200DMM – BAB 76
77 O200DMM – BAB 77
78 O200DMM — BAB 78
79 O200DMM — BAB 79
80 O200DMM — BAB 80
81 O200DMM — BAB 81
82 O200DMM — BAB 82
83 O200DMM – BAB 83
84 O200DMM – BAB 84
85 O200DMM – BAB 85
86 O200DMM — BAB 86
87 O200DMM – BAB 87
88 O200DMM — BAB 88
89 O200DMM — BAB 89
90 O200DMM — BAB 90
91 O200DMM — BAB 91
92 O200DMM — BAB 92
93 O200DMM — BAB 93
94 O200DMM — BAB 94
95 O200DMM — BAB 95
96 O200DMM — BAB 96
97 O200DMM — BAB 97
98 O200DMM — BAB 98
99 O200DMM — BAB 99
100 O200DMM— BAB 100
101 O200DMM — BAB 101
102 O200DMM — BAB 102
103 O200DMM — BAB 103
104 O200DMM — BAB 104
105 O200DMM — BAB 105
106 O200DMM — BAB 106
107 O200DMM — BAB 107
108 O200DMM — BAB 108
109 O200DMM — BAB 109
110 O200DMM — BAB 110
111 O200DMM — BAB 111
112 O200DMM — BAB 112
113 O200DMM — BAB 113
114 O200DMM — BAB 114
115 O200DMM — BAB 115
116 O200DMM — BAB 116
117 O200DMM — BAB 117
118 O200DMM — BAB 118
119 O200DMM — BAB 119
120 O200DMM — BAB 120
121 O200DMM — BAB121
122 O200DMM — BAB 122
123 O200DMM — BAB 123
124 O200DMM — BAB 124
125 O200DMM — BAB 125
126 O200DMM — BAB 126
127 O200DMM — BAB 127
128 O200DMM — BAB 128
129 O200DMM — BAB 129
130 O200DMM — BAB 130
131 O200DMM — BAB 131
132 O200DMM — BAB 132
133 O200DMM — BAB 133
134 O200DMM — BAB 134
135 O200DMM — BAB 135
136 O200DMM — BAB 136
137 O200DMM — BAB 137
138 O200DMM — BAB 138
139 O200DMM — BAB 139
140 O200DMM — BAB 140
141 O200DMM — BAB 141
142 O200DMM — BAB 142
143 O200DMM —BAB 143
144 O200DMM — BAB 144
145 O200DMM — BAB 145
146 O200DMM — BAB 146
147 O200DMM — BAB 147
148 O200DMM — BAB 148
149 O200DMM — BAB 149
150 O200DMM — BAB 150
151 O200DMM — BAB 151
152 O200DMM — BAB 152
153 O200DMM — BAB 153
154 O200DMM — BAB 154
155 O200DMM — BAB 155
156 O200DMM — BAB 156
157 O200DMM — BAB 157
158 O200DMM — BAB 158
159 O200DMM — BAB 159
160 O200DMM — BAB 160
161 O200DMM — BAB 161
162 O20DMM — BAB 162
163 O200DMM — BAB 163
164 O200DMM — BAB 164
165 O200DMM — BAB 165
166 O200DMM — BAB 166
167 O200DMM — BAB 167
168 O200DMM — BAB 168
169 O200DMM — BAB 169
170 O200DMM — BAB 170
171 O200DMM — BAB 171
172 O200DMM — BAB 172
173 O200DMM — BAB 173
174 O200DMM — BAB 174
175 O200DMM — BAB 175
176 O200DMM — BAB 176
177 O200DMM — BAB 177
178 O200DMM — BAB 178
179 O200DMM — BAB 179
180 O200DMM — BAB 180
181 O200DMM — BAB 181
182 O200DMM — BAB 182
183 O200DMM — BAB 183
184 O200DMM — BAB 184
185 O200DMM —BAB 185
186 O20DMM — BAB 186
187 O20DMM — BAB 187
188 O20DMM — BAB 188
189 O20DMM — BAB 189
190 O20DMM — BAB 190
191 O20DMM — BAB 191
192 O20DMM — BAB 192
193 O20DMM — BAB 193
194 O20DMM — BAB 194
195 O20DMM — BAB 195
196 O200DMM — BAB 196
197 O200DMM — BAB 197
198 O200DMM — BAB 198
199 O200DMM — BAB 199
200 O200DMM — BAB 200
201 Info SEASON-2 O200DMM
Episodes

Updated 201 Episodes

1
O200DMM – BAB 01
2
O200DMM – BAB 02
3
O200DMM – BAB 03
4
O200DMM – BAB 04
5
O200DMM – BAB 05
6
O200DMM – BAB 06
7
O200DMM – BAB 07
8
O200DMM – BAB 08
9
O200DMM – BAB 09
10
O200DMM – BAB 10
11
O200DMM – BAB 11
12
O200DMM – BAB 12
13
O200DMM – BAB 13
14
O200DMM – BAB 14
15
O200DMM – BAB 15
16
O200DMM – BAB 16
17
O200DMM – BAB 17
18
O200DMM – BAB 18
19
O200DMM – BAB 19
20
O200DMM – BAB 20
21
O200DMM – BAB 21
22
O200DMM – BAB 22
23
O200DMM – BAB 23
24
O200DMM – BAB 24
25
O200DMM – BAB 25
26
O200DMM – BAB 26
27
O200DMM – BAB 27
28
O200DMM – BAB 28
29
O200DMM – BAB 29
30
O200DMM – BAB 30
31
O200DMM – BAB 31
32
O200DMM – BAB 32
33
O200DMM – BAB 33
34
O200DMM – BAB 34
35
O200DMM – BAB 35
36
O200DMM – BAB 36
37
O200DMM – BAB 37
38
O200DMM – BAB 38
39
O200DMM – BAB 39
40
O200DMM – BAB 40
41
O200DMM – BAB 41
42
O200DMM – BAB 42
43
O200DMM – BAB 43
44
O200DMM – BAB 44
45
O200DMM – BAB 45
46
O200DMM – BAB 46
47
O200DMM – BAB 47
48
O200DMM – BAB 48
49
O200DMM – BAB 49
50
O200DMM – BAB 50
51
O200DMM – BAB 51
52
O200DMM – BAB 52
53
O200DMM – BAB 53
54
O200DMM – BAB 54
55
O200DMM – BAB 55
56
O200DMM – BAB 56
57
O200DMM – BAB 57
58
O200DMM – BAB 58
59
O200DMM – BAB 59
60
O200DMM – BAB 60
61
O200DMM – BAB 61
62
O200DMM –BAB 62
63
O200DMM – BAB 63
64
O200DMM – BAB 64
65
O200DMM – BAB 65
66
O200DMM – BAB 66
67
O200DMM – BAB 67
68
O200DMM –BAB 68
69
O200DMM – BAB 69
70
O200DMM – BAB 70
71
O200DMM – BAB 71
72
O200DMM – BAB 72
73
O200DMM – BAB 73
74
O200DMM — BAB 74
75
O200DMM – BAB 75
76
O200DMM – BAB 76
77
O200DMM – BAB 77
78
O200DMM — BAB 78
79
O200DMM — BAB 79
80
O200DMM — BAB 80
81
O200DMM — BAB 81
82
O200DMM — BAB 82
83
O200DMM – BAB 83
84
O200DMM – BAB 84
85
O200DMM – BAB 85
86
O200DMM — BAB 86
87
O200DMM – BAB 87
88
O200DMM — BAB 88
89
O200DMM — BAB 89
90
O200DMM — BAB 90
91
O200DMM — BAB 91
92
O200DMM — BAB 92
93
O200DMM — BAB 93
94
O200DMM — BAB 94
95
O200DMM — BAB 95
96
O200DMM — BAB 96
97
O200DMM — BAB 97
98
O200DMM — BAB 98
99
O200DMM — BAB 99
100
O200DMM— BAB 100
101
O200DMM — BAB 101
102
O200DMM — BAB 102
103
O200DMM — BAB 103
104
O200DMM — BAB 104
105
O200DMM — BAB 105
106
O200DMM — BAB 106
107
O200DMM — BAB 107
108
O200DMM — BAB 108
109
O200DMM — BAB 109
110
O200DMM — BAB 110
111
O200DMM — BAB 111
112
O200DMM — BAB 112
113
O200DMM — BAB 113
114
O200DMM — BAB 114
115
O200DMM — BAB 115
116
O200DMM — BAB 116
117
O200DMM — BAB 117
118
O200DMM — BAB 118
119
O200DMM — BAB 119
120
O200DMM — BAB 120
121
O200DMM — BAB121
122
O200DMM — BAB 122
123
O200DMM — BAB 123
124
O200DMM — BAB 124
125
O200DMM — BAB 125
126
O200DMM — BAB 126
127
O200DMM — BAB 127
128
O200DMM — BAB 128
129
O200DMM — BAB 129
130
O200DMM — BAB 130
131
O200DMM — BAB 131
132
O200DMM — BAB 132
133
O200DMM — BAB 133
134
O200DMM — BAB 134
135
O200DMM — BAB 135
136
O200DMM — BAB 136
137
O200DMM — BAB 137
138
O200DMM — BAB 138
139
O200DMM — BAB 139
140
O200DMM — BAB 140
141
O200DMM — BAB 141
142
O200DMM — BAB 142
143
O200DMM —BAB 143
144
O200DMM — BAB 144
145
O200DMM — BAB 145
146
O200DMM — BAB 146
147
O200DMM — BAB 147
148
O200DMM — BAB 148
149
O200DMM — BAB 149
150
O200DMM — BAB 150
151
O200DMM — BAB 151
152
O200DMM — BAB 152
153
O200DMM — BAB 153
154
O200DMM — BAB 154
155
O200DMM — BAB 155
156
O200DMM — BAB 156
157
O200DMM — BAB 157
158
O200DMM — BAB 158
159
O200DMM — BAB 159
160
O200DMM — BAB 160
161
O200DMM — BAB 161
162
O20DMM — BAB 162
163
O200DMM — BAB 163
164
O200DMM — BAB 164
165
O200DMM — BAB 165
166
O200DMM — BAB 166
167
O200DMM — BAB 167
168
O200DMM — BAB 168
169
O200DMM — BAB 169
170
O200DMM — BAB 170
171
O200DMM — BAB 171
172
O200DMM — BAB 172
173
O200DMM — BAB 173
174
O200DMM — BAB 174
175
O200DMM — BAB 175
176
O200DMM — BAB 176
177
O200DMM — BAB 177
178
O200DMM — BAB 178
179
O200DMM — BAB 179
180
O200DMM — BAB 180
181
O200DMM — BAB 181
182
O200DMM — BAB 182
183
O200DMM — BAB 183
184
O200DMM — BAB 184
185
O200DMM —BAB 185
186
O20DMM — BAB 186
187
O20DMM — BAB 187
188
O20DMM — BAB 188
189
O20DMM — BAB 189
190
O20DMM — BAB 190
191
O20DMM — BAB 191
192
O20DMM — BAB 192
193
O20DMM — BAB 193
194
O20DMM — BAB 194
195
O20DMM — BAB 195
196
O200DMM — BAB 196
197
O200DMM — BAB 197
198
O200DMM — BAB 198
199
O200DMM — BAB 199
200
O200DMM — BAB 200
201
Info SEASON-2 O200DMM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!