O200DMM – BAB 06

MELARIKAN DIRI

Nadine sudah siap siaga untuk kabur dari ruangan tersebut. Sementara Maxi, pria tanpa rasa malu itu sudah bertelanjang dada menunjukkan tatto yang begitu banyak di area dada kirinya serta perut bagian kiri juga punggung kirinya. Apa dia seorang gangster?

“Tebakanmu hampir benar penulis. Akan aku beritahu sebutan orang-orang ketika memanggilku!” Maxi melangkah perlahan sehingga aura menakutkan darinya ikut di rasakan oleh Nadine. Selangkah demi selangkah sama saja seperti menginjak dada Nadine yang mulai sesak.

“Mereka memanggilku Killer Monster!” Nadine sudah mulai ketakutan, nafasnya memburu, detak jantungnya meningkat. Tak butuh waktu lama, gadis itu langsung berbalik dengan cepat dan berlari mencapai pintu, berusaha membuka tapi ternyata pintu tersebut terkunci. Sial!

“BUKA PINTUNYA-- ” Teriak Nadine sambil menggedor keras, tidak peduli dengan keberadaan sang pemilik rumah. Teriakan Nadine berhenti ketika sebuah tubuh keras menempel di punggungnya secara paksa.

Maxi begitu dekat dengan Nadine, dia menghirup aroma memabukkan yang keluar dari sang gadis, aroma jeruk segar. Sementara Nadine memejamkan mata saat merasakan nafas panas di area lehernya ketika tangan Maxi mulai menyingkirkan rambut panjang yang menutupi area leher jenjangnya.

“Don't touch me!” pinta Nadine penuh penekanan. Dia sangat ketakutan saat pria itu meniupkan angin kecil di telinganya membuat seluruh tubuhnya merinding.

Berusaha bergerak saja tidak bisa, dalam posisi tubuhnya harus di tekan di pintu membuat Nadine tak bisa melakukan perlawanan.

“Kamu sudah memancingku, penulis.” Bisik Maxi sedikit mendesah.

Nadine benar-benar gemetar saat tangan lainnya dari seorang Maxi mulai menggerayangi punggungnya yang masih tertutup mantel. Tangannya ia gerakan agar bisa lepas dari pria sialan itu, tapi malangnya, Maxi malah mencengkram lengannya kuat-kuat.

“Jadilah betina yang tenang.” Titah Maxi.

“Aku tidak akan mau dan aku tidak akan pernah mau merendahkan diriku sendiri kepada orang sialan seperti mu.” Gertak Nadine.

Maxi mulai menggeram ketika harus menahan emosinya sendiri, sampai pria itu memilih melepaskan Nadine tiba-tiba. Rasanya sangat menegangkan bagi Nadine, wanita itu merasa tenang untuk sejenak saat dia dan pria itu kembali berjarak.

“Aku akan pergi. Sementara kamu, bersikaplah baik sebelum aku lepas kendali.” Bukankah peringatan dari Maxi sudah sangat jelas. Tapi bagi seorang Nadine, peringatan itu tidaklah penting untuk dia dengar atupun patuhi.

Pria itu menarik Nadine untuk menjauh dari pintu. Hanya satu tarikan saja sudah membuatnya melayang hampir tersungkur ke lantai.

Saat pria itu melangkah keluar dan kembali menutup pintunya tak lupa juga untuk mengunci rapat pintu tersebut. Nadine bergegas, menggedor pintu tersebut sambil berteriak kencang. “AKU BILANG BUKA PINTUNYA. KALIAN TIDAK DENGAR HAH! BUKA PINTUNYA.” Brakkk! Brakk! brakk! Suara kasar dari pintu terus saja berbunyi.

para penjaga di sana tak memperdulikannya meski dia orang tengah berjaga di luar pintu tepat.

“Jaga wanita itu, jangan sampai kabur. Dia cukup cerdik.” Ujar Maxi kepada seluruh anak buahnya yang berjaga di mansion tersebut. Rupanya Maxi juga waspada akan tingkah dari sosok Nadine Chysara, tak di ragukan lagi kenekatan dari seorang warga Asia. Khususnya Indonesia.

Saat ia berjalan menuju mobilnya. Ponselnya berdering.

[“Aku akan datang Paman.”] Ucap Maxi datar dan langsung mematikannya tanpa banyak bicara. Jujur saja dia sedikit malas meladeni pamannya.

“Zero, antar aku ke Forexzo.” Pinta Maxi.

.

.

.

Nadine mulai menangis ketika tangannya sudah memerah akibat gedoran keras yang dia lakukan. Wanita itu merosot dan bersandar di pintu, kepalanya mendongak sambil menangis sesenggukan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Di sisi lain, di bandara Chicago. April beserta Dita masih berusaha menelpon Nadine, mereka tidak tahu kalau ponsel temannya sudah di buang di jalan. Rasa khawatir terus saja menyelimuti mereka berdua, mereka tidak mungkin pulang tanpa Nadine.

“Bagaimana keadaan Nadine? Aku sangat khawatir.” Ujar Dita menggigit jari-jarinya dengan panik.

“Ponselnya tidak aktif sejak tadi.” Balas April yang sama khawatirnya dan mulai resah.

Ternyata Maxi menyuruh anak buahnya untuk mengantar kedua wanita itu kembali ke bandara dengan selamat, meski begitu perasaan keduanya tak luput khawatir pada temannya yang masih menjadi tahanan.

10 jam lagi penerbangan menuju negara Indonesia dan tanda-tanda kehadiran Nadine masih tidak ditemukan. Bagaimana mereka bisa pulang tanpa temannya itu? Dan bagaimana keadaan Nadine saat ini?

...***...

Sempat putus asa. Nadine mulai memikirkan sesuatu untuk bisa kabur di saat pria pembunuh tadi pergi. Ia mulai menyeka air matanya, sebuah tekad besar sudah terkumpul di kedua mata Nadine, tidak peduli meskipun dia akan mati.

Dia adalah seorang penulis, imajinasi luas di miliki oleh Nadine. Wanita itu langsung mengeluarkan sebuah gincu merah darah milik Dita yang di titipkan di saku celananya. Dengan cepat Nadine mulai melumurinya di area pergelangan tangan kirinya hingga menetas seperti darah.

Nadine segera mengusap jejak air matanya lagi. Lewat 2 jam, dia mulai mengetuk pelan pintu. Tok! Tok! Tok! “Aku lapar. Aku mau makan, aku belum makan sejak tadi-- ” sebisa mungkin Nadine mengendalikan suaranya agar terdengar seperti seseorang yang benar-benar kelaparan, juga berharap ada penjaga di luar sana.

“Apa kalian dengar? Aku-- ” Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah satu pelayan dan satu penjaga. Sajian yang cukup cepat.

Nadine melihat sebuah hidangan di nampan yang saat ini dibawa oleh pelayan cantik berambut blonde. Sementara si penjaga berkulit hitam botak itu menatap Nadine sedikit curiga, lalu berjalan pergi meninggalkan pelayan tadi bersama Nadine setelah dilihatnya cukup aman.

“Ini makan malam Anda.” Pelayan itu masih berdiri lalu meletakkan nampan tadi di atas meja dan berjalan menuju pintu. Tanpa pelayan itu sadari, Nadine memukul lehernya menggunakan vas bunga yang terbuat dari kaca berat sehingga pelayan tadi jatuh pingsan dalam hitungan detik.

Tubuhnya bergetar saat pertama kalinya dia terpaksa melukai seseorang apalagi seorang wanita sepertinya. “Aku minta maaf!” lirihnya dan mulai memecahkan vas bunga tadi hingga suaranya terdengar sampai ke luar.

“Cepat kau periksa.” Pinta salah satu anak buah bertopi kepada pria berkulit hitam yang sempat masuk bersama pelayan tadi.

Dengan sigap pria berkulit hitam mulai masuk dan terkejut ketika melihat wanita bosnya sudah tergeletak penuh darah di pergelangan tangan beserta pecahan vas dan pelayan tadi yang masih tergeletak tanpa ada noda darah seperti Nadine. Cukup panik saat melihat dua orang wanita tergeletak tidak sadarkan diri.

“Rob! Cepat panggil dokter!” Teriak pria kulit hitam tadi mulai panik. Dengan segera, pria bertopi yang seharusnya menjaga di depan pintu, langsung pergi untuk memberitahu yang lainnya agar segera mendatangkan seorang dokter sebelum bosnya datang.

Ketika pria bertopi tadi sudah pergi, Nadine berusaha menahan nafasnya ketika penjaga tadi mencoba memeriksa hembusan nafasnya. dengan ketakutan yang luar biasa, tangan kanan Nadine mulai meraba-raba sisi sampingnya yang sudah dia siapkan sebelumnya, sebuah asbak rokok dari kaca milik Maxi.

Bruak! Satu pukulan berhasil mengenai kepala penjaga tadi hingga darah keluar dari pelipisnya. Penjaga itu sempat memegangi lukanya sembari menunjuk ke Nadine sampai ia mulai lemas dan tergeletak di lantai. Nadine memejamkan matanya sejenak, berusaha menahan tangisannya yang merasa berdosa ketika harus melakukan kekerasan kepada seseorang.

Nadine berdiri dan menatap pria tadi. “Im sorry. Aku benar-benar minta maaf hikss.” Ucapnya mulai gemetar dan segera keluar dari pintu.

3 jam lewat. Nadine mengendap-endap dan mencoba mencari jalan keluar. Sudah di duga, rumah itu seperti labirin, untung Nadine sudah menghafalnya meski sedikit.

Dia berlari kecil sambil terus waspada akan sekitar. Setiap lorong terdapat penjaga di sana, para pelayan juga tertawa riang ketika dia tidak punya pekerjaan. “Aku mohon selamatkan aku.” Gumam Nadine bersandar di tembok sejenak sambil memejamkan mata.

“CEPAT CARI WANITA ITU!” suara keras membuat Nadine mulai panik dan cepat-cepat pergi. para penjaga di sana segera mencari keberadaan nya.

Nadine berlari cepat menuju ruang tamu, dia terkejut saat melihat beberapa penjaga dan para pelayan di sana, menatapnya dengan bingung. “Ada musuh masuk lewat jendela. Mereka membawa senjata.” Desak Nadine tergesa-gesa. Seketika para penjaga tentu saja percaya.

Mereka semua segera bersiap menuju arahan yang Nadine tunjuk, sementara para pelayan masih berdiri tegak menatap Nadine dengan curiga.

“Apa yang kalian lihat. Cepat bantu mereka sebelum bos kalian datang.” Tipu Nadine benar-benar membuat ricuh satu Mansion.

Dia sangat senang saat orang-orang di mansion begitu bodoh karena tertipu olehnya.

Terpopuler

Comments

^⁠__⁠daena__⁠^

^⁠__⁠daena__⁠^

siapa dulu dong warga +62 gitu loh😂😂,,siap2 si bos ngamuk

2025-02-21

1

HNF G

HNF G

nah kan.... serandom itu penduduk +62😂😂😂😂😂😂😂

2024-11-12

2

HNF G

HNF G

negara konoha.... yg orang2nya gak bs diduga ke randomannya😂😂😂😂😂😂😂

2024-11-12

1

lihat semua
Episodes
1 O200DMM – BAB 01
2 O200DMM – BAB 02
3 O200DMM – BAB 03
4 O200DMM – BAB 04
5 O200DMM – BAB 05
6 O200DMM – BAB 06
7 O200DMM – BAB 07
8 O200DMM – BAB 08
9 O200DMM – BAB 09
10 O200DMM – BAB 10
11 O200DMM – BAB 11
12 O200DMM – BAB 12
13 O200DMM – BAB 13
14 O200DMM – BAB 14
15 O200DMM – BAB 15
16 O200DMM – BAB 16
17 O200DMM – BAB 17
18 O200DMM – BAB 18
19 O200DMM – BAB 19
20 O200DMM – BAB 20
21 O200DMM – BAB 21
22 O200DMM – BAB 22
23 O200DMM – BAB 23
24 O200DMM – BAB 24
25 O200DMM – BAB 25
26 O200DMM – BAB 26
27 O200DMM – BAB 27
28 O200DMM – BAB 28
29 O200DMM – BAB 29
30 O200DMM – BAB 30
31 O200DMM – BAB 31
32 O200DMM – BAB 32
33 O200DMM – BAB 33
34 O200DMM – BAB 34
35 O200DMM – BAB 35
36 O200DMM – BAB 36
37 O200DMM – BAB 37
38 O200DMM – BAB 38
39 O200DMM – BAB 39
40 O200DMM – BAB 40
41 O200DMM – BAB 41
42 O200DMM – BAB 42
43 O200DMM – BAB 43
44 O200DMM – BAB 44
45 O200DMM – BAB 45
46 O200DMM – BAB 46
47 O200DMM – BAB 47
48 O200DMM – BAB 48
49 O200DMM – BAB 49
50 O200DMM – BAB 50
51 O200DMM – BAB 51
52 O200DMM – BAB 52
53 O200DMM – BAB 53
54 O200DMM – BAB 54
55 O200DMM – BAB 55
56 O200DMM – BAB 56
57 O200DMM – BAB 57
58 O200DMM – BAB 58
59 O200DMM – BAB 59
60 O200DMM – BAB 60
61 O200DMM – BAB 61
62 O200DMM –BAB 62
63 O200DMM – BAB 63
64 O200DMM – BAB 64
65 O200DMM – BAB 65
66 O200DMM – BAB 66
67 O200DMM – BAB 67
68 O200DMM –BAB 68
69 O200DMM – BAB 69
70 O200DMM – BAB 70
71 O200DMM – BAB 71
72 O200DMM – BAB 72
73 O200DMM – BAB 73
74 O200DMM — BAB 74
75 O200DMM – BAB 75
76 O200DMM – BAB 76
77 O200DMM – BAB 77
78 O200DMM — BAB 78
79 O200DMM — BAB 79
80 O200DMM — BAB 80
81 O200DMM — BAB 81
82 O200DMM — BAB 82
83 O200DMM – BAB 83
84 O200DMM – BAB 84
85 O200DMM – BAB 85
86 O200DMM — BAB 86
87 O200DMM – BAB 87
88 O200DMM — BAB 88
89 O200DMM — BAB 89
90 O200DMM — BAB 90
91 O200DMM — BAB 91
92 O200DMM — BAB 92
93 O200DMM — BAB 93
94 O200DMM — BAB 94
95 O200DMM — BAB 95
96 O200DMM — BAB 96
97 O200DMM — BAB 97
98 O200DMM — BAB 98
99 O200DMM — BAB 99
100 O200DMM— BAB 100
101 O200DMM — BAB 101
102 O200DMM — BAB 102
103 O200DMM — BAB 103
104 O200DMM — BAB 104
105 O200DMM — BAB 105
106 O200DMM — BAB 106
107 O200DMM — BAB 107
108 O200DMM — BAB 108
109 O200DMM — BAB 109
110 O200DMM — BAB 110
111 O200DMM — BAB 111
112 O200DMM — BAB 112
113 O200DMM — BAB 113
114 O200DMM — BAB 114
115 O200DMM — BAB 115
116 O200DMM — BAB 116
117 O200DMM — BAB 117
118 O200DMM — BAB 118
119 O200DMM — BAB 119
120 O200DMM — BAB 120
121 O200DMM — BAB121
122 O200DMM — BAB 122
123 O200DMM — BAB 123
124 O200DMM — BAB 124
125 O200DMM — BAB 125
126 O200DMM — BAB 126
127 O200DMM — BAB 127
128 O200DMM — BAB 128
129 O200DMM — BAB 129
130 O200DMM — BAB 130
131 O200DMM — BAB 131
132 O200DMM — BAB 132
133 O200DMM — BAB 133
134 O200DMM — BAB 134
135 O200DMM — BAB 135
136 O200DMM — BAB 136
137 O200DMM — BAB 137
138 O200DMM — BAB 138
139 O200DMM — BAB 139
140 O200DMM — BAB 140
141 O200DMM — BAB 141
142 O200DMM — BAB 142
143 O200DMM —BAB 143
144 O200DMM — BAB 144
145 O200DMM — BAB 145
146 O200DMM — BAB 146
147 O200DMM — BAB 147
148 O200DMM — BAB 148
149 O200DMM — BAB 149
150 O200DMM — BAB 150
151 O200DMM — BAB 151
152 O200DMM — BAB 152
153 O200DMM — BAB 153
154 O200DMM — BAB 154
155 O200DMM — BAB 155
156 O200DMM — BAB 156
157 O200DMM — BAB 157
158 O200DMM — BAB 158
159 O200DMM — BAB 159
160 O200DMM — BAB 160
161 O200DMM — BAB 161
162 O20DMM — BAB 162
163 O200DMM — BAB 163
164 O200DMM — BAB 164
165 O200DMM — BAB 165
166 O200DMM — BAB 166
167 O200DMM — BAB 167
168 O200DMM — BAB 168
169 O200DMM — BAB 169
170 O200DMM — BAB 170
171 O200DMM — BAB 171
172 O200DMM — BAB 172
173 O200DMM — BAB 173
174 O200DMM — BAB 174
175 O200DMM — BAB 175
176 O200DMM — BAB 176
177 O200DMM — BAB 177
178 O200DMM — BAB 178
179 O200DMM — BAB 179
180 O200DMM — BAB 180
181 O200DMM — BAB 181
182 O200DMM — BAB 182
183 O200DMM — BAB 183
184 O200DMM — BAB 184
185 O200DMM —BAB 185
186 O20DMM — BAB 186
187 O20DMM — BAB 187
188 O20DMM — BAB 188
189 O20DMM — BAB 189
190 O20DMM — BAB 190
191 O20DMM — BAB 191
192 O20DMM — BAB 192
193 O20DMM — BAB 193
194 O20DMM — BAB 194
195 O20DMM — BAB 195
196 O200DMM — BAB 196
197 O200DMM — BAB 197
198 O200DMM — BAB 198
199 O200DMM — BAB 199
200 O200DMM — BAB 200
201 Info SEASON-2 O200DMM
Episodes

Updated 201 Episodes

1
O200DMM – BAB 01
2
O200DMM – BAB 02
3
O200DMM – BAB 03
4
O200DMM – BAB 04
5
O200DMM – BAB 05
6
O200DMM – BAB 06
7
O200DMM – BAB 07
8
O200DMM – BAB 08
9
O200DMM – BAB 09
10
O200DMM – BAB 10
11
O200DMM – BAB 11
12
O200DMM – BAB 12
13
O200DMM – BAB 13
14
O200DMM – BAB 14
15
O200DMM – BAB 15
16
O200DMM – BAB 16
17
O200DMM – BAB 17
18
O200DMM – BAB 18
19
O200DMM – BAB 19
20
O200DMM – BAB 20
21
O200DMM – BAB 21
22
O200DMM – BAB 22
23
O200DMM – BAB 23
24
O200DMM – BAB 24
25
O200DMM – BAB 25
26
O200DMM – BAB 26
27
O200DMM – BAB 27
28
O200DMM – BAB 28
29
O200DMM – BAB 29
30
O200DMM – BAB 30
31
O200DMM – BAB 31
32
O200DMM – BAB 32
33
O200DMM – BAB 33
34
O200DMM – BAB 34
35
O200DMM – BAB 35
36
O200DMM – BAB 36
37
O200DMM – BAB 37
38
O200DMM – BAB 38
39
O200DMM – BAB 39
40
O200DMM – BAB 40
41
O200DMM – BAB 41
42
O200DMM – BAB 42
43
O200DMM – BAB 43
44
O200DMM – BAB 44
45
O200DMM – BAB 45
46
O200DMM – BAB 46
47
O200DMM – BAB 47
48
O200DMM – BAB 48
49
O200DMM – BAB 49
50
O200DMM – BAB 50
51
O200DMM – BAB 51
52
O200DMM – BAB 52
53
O200DMM – BAB 53
54
O200DMM – BAB 54
55
O200DMM – BAB 55
56
O200DMM – BAB 56
57
O200DMM – BAB 57
58
O200DMM – BAB 58
59
O200DMM – BAB 59
60
O200DMM – BAB 60
61
O200DMM – BAB 61
62
O200DMM –BAB 62
63
O200DMM – BAB 63
64
O200DMM – BAB 64
65
O200DMM – BAB 65
66
O200DMM – BAB 66
67
O200DMM – BAB 67
68
O200DMM –BAB 68
69
O200DMM – BAB 69
70
O200DMM – BAB 70
71
O200DMM – BAB 71
72
O200DMM – BAB 72
73
O200DMM – BAB 73
74
O200DMM — BAB 74
75
O200DMM – BAB 75
76
O200DMM – BAB 76
77
O200DMM – BAB 77
78
O200DMM — BAB 78
79
O200DMM — BAB 79
80
O200DMM — BAB 80
81
O200DMM — BAB 81
82
O200DMM — BAB 82
83
O200DMM – BAB 83
84
O200DMM – BAB 84
85
O200DMM – BAB 85
86
O200DMM — BAB 86
87
O200DMM – BAB 87
88
O200DMM — BAB 88
89
O200DMM — BAB 89
90
O200DMM — BAB 90
91
O200DMM — BAB 91
92
O200DMM — BAB 92
93
O200DMM — BAB 93
94
O200DMM — BAB 94
95
O200DMM — BAB 95
96
O200DMM — BAB 96
97
O200DMM — BAB 97
98
O200DMM — BAB 98
99
O200DMM — BAB 99
100
O200DMM— BAB 100
101
O200DMM — BAB 101
102
O200DMM — BAB 102
103
O200DMM — BAB 103
104
O200DMM — BAB 104
105
O200DMM — BAB 105
106
O200DMM — BAB 106
107
O200DMM — BAB 107
108
O200DMM — BAB 108
109
O200DMM — BAB 109
110
O200DMM — BAB 110
111
O200DMM — BAB 111
112
O200DMM — BAB 112
113
O200DMM — BAB 113
114
O200DMM — BAB 114
115
O200DMM — BAB 115
116
O200DMM — BAB 116
117
O200DMM — BAB 117
118
O200DMM — BAB 118
119
O200DMM — BAB 119
120
O200DMM — BAB 120
121
O200DMM — BAB121
122
O200DMM — BAB 122
123
O200DMM — BAB 123
124
O200DMM — BAB 124
125
O200DMM — BAB 125
126
O200DMM — BAB 126
127
O200DMM — BAB 127
128
O200DMM — BAB 128
129
O200DMM — BAB 129
130
O200DMM — BAB 130
131
O200DMM — BAB 131
132
O200DMM — BAB 132
133
O200DMM — BAB 133
134
O200DMM — BAB 134
135
O200DMM — BAB 135
136
O200DMM — BAB 136
137
O200DMM — BAB 137
138
O200DMM — BAB 138
139
O200DMM — BAB 139
140
O200DMM — BAB 140
141
O200DMM — BAB 141
142
O200DMM — BAB 142
143
O200DMM —BAB 143
144
O200DMM — BAB 144
145
O200DMM — BAB 145
146
O200DMM — BAB 146
147
O200DMM — BAB 147
148
O200DMM — BAB 148
149
O200DMM — BAB 149
150
O200DMM — BAB 150
151
O200DMM — BAB 151
152
O200DMM — BAB 152
153
O200DMM — BAB 153
154
O200DMM — BAB 154
155
O200DMM — BAB 155
156
O200DMM — BAB 156
157
O200DMM — BAB 157
158
O200DMM — BAB 158
159
O200DMM — BAB 159
160
O200DMM — BAB 160
161
O200DMM — BAB 161
162
O20DMM — BAB 162
163
O200DMM — BAB 163
164
O200DMM — BAB 164
165
O200DMM — BAB 165
166
O200DMM — BAB 166
167
O200DMM — BAB 167
168
O200DMM — BAB 168
169
O200DMM — BAB 169
170
O200DMM — BAB 170
171
O200DMM — BAB 171
172
O200DMM — BAB 172
173
O200DMM — BAB 173
174
O200DMM — BAB 174
175
O200DMM — BAB 175
176
O200DMM — BAB 176
177
O200DMM — BAB 177
178
O200DMM — BAB 178
179
O200DMM — BAB 179
180
O200DMM — BAB 180
181
O200DMM — BAB 181
182
O200DMM — BAB 182
183
O200DMM — BAB 183
184
O200DMM — BAB 184
185
O200DMM —BAB 185
186
O20DMM — BAB 186
187
O20DMM — BAB 187
188
O20DMM — BAB 188
189
O20DMM — BAB 189
190
O20DMM — BAB 190
191
O20DMM — BAB 191
192
O20DMM — BAB 192
193
O20DMM — BAB 193
194
O20DMM — BAB 194
195
O20DMM — BAB 195
196
O200DMM — BAB 196
197
O200DMM — BAB 197
198
O200DMM — BAB 198
199
O200DMM — BAB 199
200
O200DMM — BAB 200
201
Info SEASON-2 O200DMM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!