MENJERAT PRIA KAYA

Alina berdiam di dalam kamar tidurnya, di Mansion Keluarga Ruiz. Ia merasa takut saat Logan mengancamnya tadi, apalagi tatapan pria itu begitu tajam seakan ingin membunuhnya.

"Apa aku harus mengatakannya pada Mommy?" gumam Alina seorang diri. Mulai ada keraguan di dalam hatinya, antara mengatakan semua dan menghancurkan kebahagiaan Mom Flo atau diam dan menerima amarah Logan setiap harinya.

Alina terus memikirkannya, tapi beberapa kali ia menggelengkan kepalanya.

"Tidak! Tidak! Kamu tak boleh menghalangi kebahagiaan Mommy, Al. Kamu tahu bagaimana Mommy berjuang seorang diri membesarkanmu. Kamu juga tahu bagaimana Mommy selalu diejek oleh orang-orang. Apa kamu mau Mommy mengalami hal itu lagi?" gumam Alina kembali.

Alina menghela nafasnya pelan. Ia mengambil keputusan untuk tidak memberitahukan ancaman Logan pada Mom Flo, karena menurutnya kebahagiaan Mom Flo adalah yang terpenting saat ini. Tak apa ia diancam, asal Mom Flo bisa bahagia bersama Uncle Darius.

Keesokan harinya, Alina akan berangkat pagi pagi menuju ke Perusahaan periklanan yang menjadi tempatnya bekerja setiap harinya, bahkan ia tetap bekerja saat weekend. Sesekali ia akan mengajukan cuti, hanya untuk menemani Mom Flo pergi berbelanja, atau sekedar piknik berdua di pinggir danau.

Alina kini sudah berada di meja makan untuk menyantap sarapan paginya. Pelayan sudah mempersiapkan semuanya, sesuai arahan dari Florence sebelum ia pergi bersama dengan Darius.

Sesuap, dua suap, masuk ke dalam mulut Alina. Namun saat ia menyendok untuk ketiga kalinya, meja makan itu digebrak dengan sangat kencang hingga membuat Alina kaget dan makanan yang ada di sendoknya tercecer, dan piring yang ia gunakan pun sudah jatuh ke pangkuannya.

Alina yang kaget kemudian menengadahkan wajahnya. Ia melihat sosok Logan di sana dengan wajah yang sangat menyeramkan, membuat Alina langsung menundukkan kepalanya, karena tak berani melihat ke arahnya.

"Benar-benar tak tahu malu! Masih bisa sarapan di sini tanpa tuan rumah. Otakmu itu terbuat dari apa?! Atau jangan-jangan kamu tak memiliki otak sama seperti Mommy-mu itu, jadi tak bisa berpikir?" ujar Logan dengan sinis dan ketus.

Ingin rasanya Alina membalas umpatan serta makian Logan, tapi ia tak ingin membuat Mom Flo semakin dipandang buruk.

Awalnya Alina ingin langsung pergi ke perusahaan tempatnya bekerja, tapi Mom Flo mengirimkannya pesan singkat untuk sarapan terlebih dahulu karena ia telah meminta pada salah seorang pelayan untuk menyiapkan makan pagi bagi Vanilla dan Logan.

Kalau saja ia langsung pergi dan tak menuruti perintah Mom Flo, mungkin ia tak perlu berhadapan dengan Logan. Tampan, gagah, kaya, tapi minim attittude, demikianlah pemikiran Alina.

"Angkat kakimu dari sini! Aku tidak akan pernah sudi sarapan pagi bersama dengan keluarga tak tahu malu!"

Brakkkk

Sekali lagi Alina tersentak kaget karena Logan kembali menggebrak meja, bahkan menarik sebuah taplak meja yang menutupi hampir keseluruhan meja, hingga semua piring yang ada di atasnya berhamburan ke lantai.

Seorang pelayan yang mendengar hal itu langsung melangkah mendekat. Mata pelayan tersebut membulat saat melihat kekacauan yang terjadi di meja makan itu, sementara Logan menatapnya dengan sinis dan tajam.

"Cepat bersihkan dan buatkan aku sarapan. Buang semua piring dan peralatan makan yang digunakan oleh orang lain selain Keluarga Ruiz, menjijikkan!!" teriak Logan.

Sakit hati? tentu saja. Siapa yang tak akan sakit hati ketika dianggap menjijikkan, apalagi peralatan makan yang ia gunakan, langsung akan dibuang. Apakah Tuan Logan yang terhormat tak bisa menghargai nilai sebuah barang? Demikian pikir Alina.

"Segera pergi dari sini, menyebalkan sekali harus melihat wajahmu, membuat selera makanku hilang. Dasar tidak tahu malu!" celetuk Logan tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.

Alina bangkit dari duduknya lalu kembali naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar tidurnya. Ia harus mengganti pakaiannya kembali karena pakaiannya sudah terkena makanannya yang tumpah. Setelahnya, ia langsung berangkat.

"Ingat! Jangan pernah ada yang melayaninya atau kalian semua akan kupecat," pesan Logan.

"Ta-Tapi, Tuan. Nyonya Flo yang memberikan perintah seperti itu untuk kami," kata salah seorang pelayan.

"Di sini aku yang memberi perintah! Apa kalian semua mau kupecat? Aku bisa melakukannya sekarang, tanpa keputusan Daddy atau siapa pun," kata Logan.

Para pelayan pun terdiam dan akhirnya mulai membereskan semuanya tanpa banyak bicara lagi. Mereka takut kalau sampai dipecat karena akan sulit mencari pekerjaan saat ini.

**

Waktu kembali terlewati dengan cepat, hingga kini telah sampai pada satu bulan sebelum acara pernikahan antara Darius dengan Flo. Nyonya besar, yang tak lain adalah nenek Logan, telah merestui hubungan antara Darius dan Florence, yang dulu sempat ia tentang.

"Vin, apa kamu punya ide? Aku benar-benar tak ingin pernikahan ini terjadi," kata Logan sambil menahan kepala dengan sebelah tangannya.

"Aku juga sedikit bingung mengapa Uncle ingin menikah lagi. Bukankah Uncle terlihat sangat mencintai Aunty?" tanya Vin. Ia adalah salah satu sahabat Logan yang bekerja menjadi asisten pribadi, padahal gedung perusahaan milik keluarga Walker tepat berada di sebelah gedung perusahaan Ruiz.

"Kurasa wanita itu telah menjebak Daddy, kalau tidak tak mungkin begitu cepatnya Daddy berpaling dari Mommy," ujar Logan.

"Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kamu sudah mengancam putrinya? Bahkan kamu juga tak segan-segan menampakkan ketidaksukaanmu padanya? Tapi mengapa ia tetap mau menikah dengan Uncle?" tanya Vin.

"Bukan sekali dua kali aku mengancam putrinya, tapi sepertinya ancamanku tak dipedulikannya. Aku sangat yakin kedua wanita itu ingin menjebak Daddy," kata Logan di hadapan Vin.

"Kalau kamu tak menghasilkan apa-apa dengan mengancamnya, mungkin yang perlu kamu ancam adalah calon istri Uncle," kata Vin.

"Hmm ... sepertinya kamu benar. Aku terlalu memikirkan perasaan Daddy selama ini. Terima kasih, Vin. Aku akan mencobanya."

Dan benar saja, saat Logan pulang dari perusahaan dan mendapati Flo serta Alina tengah bercengkerama di ruang makan, amarahnya kembali meluap. Logan menatap sinis pada keduanya, hingga Flo melihat ke arahnya.

"Kamu sudah pulang, Log," sapa Flo yang langsung berdiri. Seorang pelayan datang membawakan segelas air. Saat sampai di depan Logan, Flo membantu mengambilkan gelas tersebut dan menyerahkannya pada Logan.

Pranggg!!!

Gelas yang tadi terlihat begitu cantik, kini sudah pecah dan berhamburan, berantakan di lantai.

"Ahhh!!" teriak Flo yang sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Logan.

"Jangan pernah menyentuh apapun yang ditujukan untukku. Aku tak suka! Lebih baik aku melemparkannya ke tong sampah daripada diambilkan oleh wanita tak tahu diri dan tak tahu malu sepertimu!"

Alina mengepalkan tangannya saat mendengar Logan yang menghina Mom Flo. Ingin sekali ia memukul wajah Logan hingga tak berbentuk lagi.

"Apa kamu tak malu memiliki orang tua sepertinya? Yang bisanya hanya menjerat seorang pria kaya. Mungkin ia sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu. Dasar wanita murrahannn!!!" teriak Logan sambil menatap Alina, tanpa peduli dengan sekitarnya.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Riz

Riz

si logan kyk ciwi-ciwi lagi PMS... emosian /Facepalm/

2024-01-19

3

Cipika Cipiki

Cipika Cipiki

astaghfirullah !! pelan pelan dong pa Logan saya kaget nih 🤭

2023-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 ANGKAT KAKI
3 HARUS BICARA
4 MENJERAT PRIA KAYA
5 KEBAHAGIAANMU
6 CINTA MOMMY
7 PERGI ADALAH PILIHAN TERBAIK
8 BUTUH PELEPASAN
9 SEDANG PERGI
10 MILIKKU TAK BEKERJA
11 TAK BISA MENGHUBUNGI
12 TAK ADA YANG TAHU KEBERADAANNYA
13 TERJATUH
14 TERHEMPAS
15 MOMMY KANDUNGMU
16 FLASHBACK
17 NODA PADA ADIKKU
18 BAYIMU SUDAH TAK ADA
19 KEHILANGAN MASA DEPAN
20 MAAFKAN AKU
21 SIAP UNTUK BERMAIN
22 BAWA AKU BERSAMAMU
23 SEBUAH PERINGATAN
24 JIKA DIRIMU MEMBENCIKU
25 MEMARAHI DAN MENGHUKUMKU
26 PUCAT DAN BERKERINGAT
27 ZACH ALEXANDER
28 MULAI GILA
29 MARTIN LUCA
30 SEBUAH PESAN
31 AKAN TETAP DI SINI
32 IA MENGHILANG
33 ANAK SIAPA?
34 MEMILIKI KELUARGA YANG UTUH
35 HARUS BISA BERTAHAN
36 MENGEJAR MASA DEPANKU
37 ANAK ITU ADALAH PUTRAKU
38 HALO SAYANG, INI DADDY
39 PEMBATALAN KERJA SAMA
40 PEMBALASAN
41 TAK MEMERLUKAN YANG LAIN
42 TAK MEMERLUKAN UANGMU
43 MINTA MAAF
44 TAK SUKA DENGANMU
45 MAKAN MALAM
46 CANTIK
47 LAKUKANLAH, AKU SIAP
48 MELAMARKU
49 DIA JUGA BERGUNA
50 AKAN MENGENALIMU
51 MEMPERMALUKANMU
52 BERTUNANGAN
53 PUKULAN
54 PERGI BERSAMA
55 RUMAH PERISTIRAHATAN
56 MAKAN MALAM
57 AKU MENYUKAIMU
58 SAKIT
59 MENAHAN EMOSI
60 KEPRIBADIAN GANDA
61 MENIKAHLAH DENGANKU
62 KABUR
63 KESAKITAN
64 MENCARI PEKERJAAN
65 HASIL TERAPI
66 DITOLAK
67 KERIBUTAN
68 MENJADI ISTRIKU
69 MENCARI WANITA LAIN
70 UNGKAPAN CINTA
71 VITAMIN
72 SESUATU YANG KITA INGINKAN
73 HARUS MENEMUKANMU
74 KONDISI ALINA
75 MENANTU
76 BERTEMU DENGANNYA
77 PUTRIKU MASIH HIDUP
78 PRIA LAIN
79 PERTEMUAN
80 PIKIRAN KE MANA-MANA
81 MEMULAI DARI AWAL
82 CALON ISTRI
83 INTIMIDASI
84 MAAFKAN AKU
85 MARTIN DAN ZEE
86 DEAN DAN NORMAN
87 KAMU MILIKKU
88 HATIKU DAN HATIMU
89 DIHUKUM
90 PALSU
91 GANJARAN YANG SETIMPAL
92 MELAHIRKAN
93 PEMERIKSAAN
94 KEBERSAMAAN
95 TURUT BAHAGIA
96 LEBIH CEPAT LAGI!
97 KEMBALI MENYAKITINYA
98 SURAT CERAI
99 MELAKUKAN HAL YANG BENAR
100 SATU KESEMPATAN
101 TAK BISAKAH KAMU KEMBALI?
102 BERTEMU ISTRIKU SENDIRI
103 APA YANG HARUS KULAKUKAN?
104 PERGI MEMBAWA CINTA
105 PASTI AKAN BAHAGIA
106 EXTRA PART (1)
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
ANGKAT KAKI
3
HARUS BICARA
4
MENJERAT PRIA KAYA
5
KEBAHAGIAANMU
6
CINTA MOMMY
7
PERGI ADALAH PILIHAN TERBAIK
8
BUTUH PELEPASAN
9
SEDANG PERGI
10
MILIKKU TAK BEKERJA
11
TAK BISA MENGHUBUNGI
12
TAK ADA YANG TAHU KEBERADAANNYA
13
TERJATUH
14
TERHEMPAS
15
MOMMY KANDUNGMU
16
FLASHBACK
17
NODA PADA ADIKKU
18
BAYIMU SUDAH TAK ADA
19
KEHILANGAN MASA DEPAN
20
MAAFKAN AKU
21
SIAP UNTUK BERMAIN
22
BAWA AKU BERSAMAMU
23
SEBUAH PERINGATAN
24
JIKA DIRIMU MEMBENCIKU
25
MEMARAHI DAN MENGHUKUMKU
26
PUCAT DAN BERKERINGAT
27
ZACH ALEXANDER
28
MULAI GILA
29
MARTIN LUCA
30
SEBUAH PESAN
31
AKAN TETAP DI SINI
32
IA MENGHILANG
33
ANAK SIAPA?
34
MEMILIKI KELUARGA YANG UTUH
35
HARUS BISA BERTAHAN
36
MENGEJAR MASA DEPANKU
37
ANAK ITU ADALAH PUTRAKU
38
HALO SAYANG, INI DADDY
39
PEMBATALAN KERJA SAMA
40
PEMBALASAN
41
TAK MEMERLUKAN YANG LAIN
42
TAK MEMERLUKAN UANGMU
43
MINTA MAAF
44
TAK SUKA DENGANMU
45
MAKAN MALAM
46
CANTIK
47
LAKUKANLAH, AKU SIAP
48
MELAMARKU
49
DIA JUGA BERGUNA
50
AKAN MENGENALIMU
51
MEMPERMALUKANMU
52
BERTUNANGAN
53
PUKULAN
54
PERGI BERSAMA
55
RUMAH PERISTIRAHATAN
56
MAKAN MALAM
57
AKU MENYUKAIMU
58
SAKIT
59
MENAHAN EMOSI
60
KEPRIBADIAN GANDA
61
MENIKAHLAH DENGANKU
62
KABUR
63
KESAKITAN
64
MENCARI PEKERJAAN
65
HASIL TERAPI
66
DITOLAK
67
KERIBUTAN
68
MENJADI ISTRIKU
69
MENCARI WANITA LAIN
70
UNGKAPAN CINTA
71
VITAMIN
72
SESUATU YANG KITA INGINKAN
73
HARUS MENEMUKANMU
74
KONDISI ALINA
75
MENANTU
76
BERTEMU DENGANNYA
77
PUTRIKU MASIH HIDUP
78
PRIA LAIN
79
PERTEMUAN
80
PIKIRAN KE MANA-MANA
81
MEMULAI DARI AWAL
82
CALON ISTRI
83
INTIMIDASI
84
MAAFKAN AKU
85
MARTIN DAN ZEE
86
DEAN DAN NORMAN
87
KAMU MILIKKU
88
HATIKU DAN HATIMU
89
DIHUKUM
90
PALSU
91
GANJARAN YANG SETIMPAL
92
MELAHIRKAN
93
PEMERIKSAAN
94
KEBERSAMAAN
95
TURUT BAHAGIA
96
LEBIH CEPAT LAGI!
97
KEMBALI MENYAKITINYA
98
SURAT CERAI
99
MELAKUKAN HAL YANG BENAR
100
SATU KESEMPATAN
101
TAK BISAKAH KAMU KEMBALI?
102
BERTEMU ISTRIKU SENDIRI
103
APA YANG HARUS KULAKUKAN?
104
PERGI MEMBAWA CINTA
105
PASTI AKAN BAHAGIA
106
EXTRA PART (1)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!