SA Bab 14 - Terima Kasih

"Maaf Dok, saya ingin menemui dokter Nickolas untuk bertanya sesuatu, tentang kondisi ibu," jawab Naina dengan wajahnya yang nampak sendu. Sungguh, sebenarnya dia tidak ingin menggunakan ibunya sebagai alasan. Tapi Naina tidak menemukan jawaban yang lain.

Dan membahas tentang ibunya kesedihannya bukanlah sandiwara.

"Kamu bisa bertanya pada dokter Nickolas saat dia memeriksa ibumu di jadwal kunjungannya, tidak sopan menemuinya di ruangan seperti ini," jawab Gracia pula. Bukan tanpa sebab, dia hanya ingin menunjukkan protokol rumah sakit yang benar.

Dan jawaban itu tak mampu Naina bantah lagi. "Maafkan saya, Dok," jawab Naina dengan kepala yang menunduk secara dalam. Dia tidak menyalahkan dokter Gracia, memahami pula kenapa di dilarang.

Sebab area ini memang tidak sembarang orang bisa memasukinya.

Ketika masuk di pintu utama tadi saja Naina sembuni-sembunyi. Tapi malah bertemu dokter Gracia di sini.

"Sekarang pergilah, malam nanti dokter Nickolas akan memeriksa ibumu kan? Kamu bisa tanyakan nanti malam," putus Gracia.

"Baik Dok," jawab Naina dengan patuh. Dia hendak melangkah pergi dari sana, namun kemudian urung saat tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan nampaklah dokter Nickolas yang keluar.

"Naina, kenapa tidak masuk? Aku sudah menunggu mu dari tadi," kata Nickolas tanpa basa basi, Gracia bahkan sampai mengerutkan dahinya.

"Dokter memanggil Naina?" tanya Gracia.

"Ada beberapa hal ingin aku sampaikan padanya tentang ibu Wilda, karena itulah aku memanggilnya ke sini."

Oh. Ucap Gracia, tapi hanya mampu dia ucapkan di dalam hati.

"Kenapa tidak bilang jika dokter Nickolas yang memanggilmu, aku akan segera mengizinkannya jika seperti itu," kata Gracia pada Naina.

Namun belum sempat Naina menjawab, Nickolas sudah lebih dulu menyahut. "Masuklah," titah Nickolas, dia membuka pintu lebar-lebar untuk Naina.

"Baik Dok," jawab Naina, lalu berpamitan pada Dokter Gracia, "Saya permisi dokter Gracia," ucapnya dengan kepala yang menunduk pula.

"Baiklah," jawab Gracia lembut, dia tidak berpikir bahwa ada hubungan diantara keduanya. Di mata dia semuanya nampak normal. Naina yang seperti wanita miskin, dan dokter Nickolas yang hanya ingin menjalankan pekerjaannya dengan baik.

Gracia juga menundukkan kepalanya kecil sebagai tanda hormat, dia seperti itu sebelum dokter Nickolas masuk dan menutup pintu. Lalu menguncinya.

Huh! Nickolas pun membuang nafasnya lega, hubungan seperti ini dengan Naina membuat jantungnya berdetak dengan tak biasa.

"Dokter tidak masalah bertemu disaat penampilanku seperti ini?" tanya Naina, mereka masih berdiri tak jauh dari pintu yang telah terkunci tersebut. Naina sadar pula sekarang dia seperti gembel saat berada di samping dokter Nickolas yang begitu sempurna.

Nickolas tak langsung menjawab, dia mengajak Naina untuk masuk lebih dalam. Meletakkan kotak bekal yang dibungkus plastik hitam oleh Naina agar tidak menarik perhatian semua orang.

Masih berdiri di dekat meja dan sofa itu, Nickolas pun menarik pinggang Naina agar lebih dekat.

"Seperti ini agar aku nyaman," kata Nickolas, dia lalu melepaskan 4 kancing baju Naina yang ada di bagian daddanya. Hingga dadda yang terbungkus bra berwarna merah itu bisa dia lihat dengan jelas. Terakhir Nickolas pun melepas pengait rok yang di pakai Naina hingga jatuh ke lantai. Naina jadi hanya menggunakan baju blouse itu saja, sepanjang paha hingga seperti gaun yang seksi.

Setelahnya dia ikat rambut panjang Naina dengan rapi, Naina memang selalu membawa ikat rambutnya yang dijadikan gelang.

"Begini lebih bagus," kata Naina pula, dia menambahi usaha yang dokter, dengan menarik bajunya turun hingga ke lengan, jadi pundaknya terbuka dengan sempurna. Daddanya makin terpampang nyata.

Nickolas tersenyum, apalagi saat dia mulai merasakan desiran di bagian inti. Namun belum cukup mampu untuk membuat intinya berdiri.

"Dok," panggil Naina dengan suara yang mulai manja, kini mereka telah duduk di sofa, Nickolas memangku Naina. Mereka belum mau makan, masih ingin saling menyentuh seperti ini. Nickolas juga terus menatapi kedua dadda Naina yang menggoda. Sampai detik ini dia belum Choco chips itu, membuatnya sangat penasaran.

"Kita tadi menggunakan ibu sebagai alasan pada dokter Gracia, aku tidak ingin ibu jadi bahan kebohongan kita," kata Naina.

"Baiklah, kalau begitu kita bicarakan tentang ibumu lebih dulu. Aku akan coba tehnik akupunktur untuk membuatnya sadar dari koma," jelas Nickolas, dia memahami tentang tehnik itu dari ibunya yang juga seorang dokter.

Mendengar penjelasan tersebut kedua mata Naina sontak berkaca-kaca. Dia tau dokter Nickolas melakukan ini sebab sekarang mereka telah menikah. Jika mereka masih tak memiliki hubungan, pasti hanya akan menunggu ibunya sadar dengan sendirinya.

Tanpa banyak kata Naina langsung memeluk sang suami dengan erat, mencium leher dokter Nickolas dengan penuh kasih sayang. Meski belum tau bagaimana hasilnya nanti, tapi Naina sudah sangat bersyukur karena mereka akan berusaha.

"Terima kasih, Dok," kata Naina dengan tulus, masih dengan pelukannya yang erat.

Dan Nickolas pun membalas pelukan itu pula. Sesekali mencium pundak Naina juga. Sampai akhirnya gemas sendiri dan membuat tanda merah di sana. Awalnya dipundak dan akhirnya di leher. Lalu turun di bagian atas dadda Naina.

Terpopuler

Comments

KimYoona

KimYoona

sungguh kemajuan yg sangat pesat

2025-01-03

0

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

waaaahhhhh kemajuan ne dr. nick

2024-12-13

0

Sarijadi

Sarijadi

malah punya saya dok yang ereksi

2024-10-04

1

lihat semua
Episodes
1 SA Bab 1 - Buat Aku Sembuh
2 SA Bab 2 - Tugasmu
3 SA Bab 3 - Manja dan Nakal
4 AS Bab 4 - Itu Naina Bukan Laura
5 SA Bab 5 - Wajah Cengo
6 SA Bab 6 - Gadis Gilla
7 SA Bab 7 - Bersiaplah
8 SA Bab 8 - Akan Aku Usahakan
9 SA Bab 9 - Jadikan Obsessi
10 SA Bab 10 - Tantang Nickolas
11 SA Bab 11 - Siap Suamikuh
12 SA Bab 12 - Sok Bijak
13 SA Bab 13 - Untuk Apa Datang Ke Sini?
14 SA Bab 14 - Terima Kasih
15 SA Bab 15 - Apa Aku Boleh?
16 SA Bab 16 - Manja
17 SA Bab 17 - Firasat
18 SA Bab 18 - Banyak Pengharapan
19 SA Bab 19 - 30 Menit
20 SA Bab 20 - Siapa Suamimu?
21 SA Bab 21 - Tidak Sadar
22 SA Bab 22 - Aku Bau Tidak?
23 SA Bab 23 - Kabar Buruk
24 SA Bab 24 - Ini Punyaku
25 SA Bab 25 - Ada Tujuan Lain
26 SA Bab 26 - Pura-pura Berpapasan
27 SA Bab 27 - Fokuslah Untuk Penyembuhan
28 SA Bab 28 - Mencurigakan
29 SA Bab 29 - Laurah
30 SA Bab 30 - Naina
31 SA Bab 31 - Kenapa Cantik Sekali
32 SA Bab 31 - Aku Tidak Percaya
33 SA Bab 32 - Satu-satunya Keahlian
34 SA Bab 34 - Menakut-nakuti
35 SA Bab 35 - Bayangan Pengkhianatan
36 SA Bab 36 - Melayang Di Atas Awan
37 SA Bab 37 - Manusia Paling Peka
38 SA Bab 38 - Aku Tidak Tahu
39 SA Bab 39 - Jaringan Mafia
40 SA Bab 40 - Aku Tidak Ingin Tahu
41 SA Bab 41 - Semua Milikmu
42 SA Bab 42 - Cukup Sulit Untuk Diucapkan
43 SA Bab 43 - Cobalah Untuk Mengenal
44 SA Bab 43 - Aku Tidak Marah
45 SA Bab 45 - Pertama Kali Dalam Seumur Hidup
46 SA Bab 46 - Sedih Sekali
47 SA Bab 47 - Siapa Tau Dia Memang Jodohku
48 SA Bab 48 - Gadis Lugu
49 SA Bab 49 - Tidak Usah Banyak Bicara
50 SA Bab 50 - Kenapa Baru Sekarang
51 SA Bab 51 - Seperti Diawasi
52 SA Bab 52 - Tertegun
53 SA Bab 53 - Baru Bisa Menghadap Sekarang
54 SA Bab 54 - Pura-pura Tidur
55 SA Bab 55 - Berbalas Mengucapkan Kata
56 SA Bab 56 - Umpan
57 SA Bab 57 - Menundukkan Kepala
58 SA Bab 58 - Untuk Apa?
59 SA Bab 59 - Rayu Naina
60 SA Bab 60 - Pusing Sendiri
61 SA Bab 61 - Berdebat Lagi
62 SA Bab 62 - Rindu Sekali
63 SA Bab 63 - Sudah Gemetar
64 SA Bab 64 - Ingin Lebih
65 SA Bab 65 - Setengah Basah
66 SA Bab 66 - Skanddal
67 SA Bab 67 - Naina Bohong
68 SA Bab 68 - Panttat Nickolas
69 SA Bab 69 - Sudah Membeku
70 SA Bab 70 - Tidak Ada Tapi-tapian
71 SA Bab 71 - Wajah Cengil
72 SA Bab 72 - Stress
73 SA Bab 73 - Mulai Berpikir Banyak Hal
74 SA Bab 74 - Senjata Yang Baru
75 SA Bab 75 - Kritis
76 SA Bab 76 - Seolah Tidak Terjadi Apa-apa
77 SA Bab 77 - Peristirahatan Terakhir
78 SA Bab 78 - Payung Hitam
79 SA Bab 79 - Tidak Menemukan Jalan
80 SA Bab 80 - Membaca Situasi
81 SA Bab 81 - Tak Bisakah
82 SA Bab 82 - 2 Minggu
83 SA Bab 83 - Tugasku
84 SA Bab 84 - Menjalankan Tugas
85 SA Bab 85 - Penuh Cinta
86 SA Bab 86 - Tanpa Perlu Dijelaskan
87 SA Bab 87 - Putrimu Yang Paling Baik
88 SA Bab 88 - Astaga!
89 SA Bab 89 - Obat Nyamuk
90 SA Season 2 Bab 90 - Aylin
91 SA Bab 91 - Ay Ay
92 SA Bab 92 - Rasanya Seperti Kemarin
93 SA Bab 93 - Firasat
94 SA Bab 94 - Berlagak Terpaksa
95 SA Bab 95 - Suami Naina
96 SA Bab 96 - I Love You More
97 SA Bab 97 - Sifat Poloss
98 SA Bab 98 - Hanya Mengawasi
99 SA Bab 99 - Mendadak Terasa Sesak
100 SA Bab 100 - Langsung Revisi
101 SA Bab 101 - Ahli Menyuntik
102 SA Bab 102 - Bahasa Mata
103 SA Bab 103 - Manusia Paling Tidak Enakan
104 SA Bab 104 - Cocok Jadi Istri Idaman
105 SA Bab 104 - Anak Yang Penurut
106 SA Bab 106 - Selalu Kalah
107 SA Bab 107 - Salah Paham
108 SA Bab 108 - Penjual Tisu
109 SA Bab 109 - Kamu Tidak Mau?
110 SA Bab 110 - Lautan Luas
111 SA Bab 111 - Jika Aku Marah
112 SA Bab 122 - Izin Pacaran
113 SA Bab 113 - Summpah Serrapah
114 SA Bab 114 - Umppat Aylin
115 SA Bab 115 - Shhit!
116 SA Bab 116 - Kamu Mau Turun?
117 SA Bab 117 - Yang Paling Bar-bar
118 SA Bab 118 - Malu dan Kesal
119 SA Bab 119 - 1 Tangkai Bunga Mawar
120 SA Bab 120 - Last Episode
121 Back To The Past
122 Kisah Aylin dan Pak Aland
Episodes

Updated 122 Episodes

1
SA Bab 1 - Buat Aku Sembuh
2
SA Bab 2 - Tugasmu
3
SA Bab 3 - Manja dan Nakal
4
AS Bab 4 - Itu Naina Bukan Laura
5
SA Bab 5 - Wajah Cengo
6
SA Bab 6 - Gadis Gilla
7
SA Bab 7 - Bersiaplah
8
SA Bab 8 - Akan Aku Usahakan
9
SA Bab 9 - Jadikan Obsessi
10
SA Bab 10 - Tantang Nickolas
11
SA Bab 11 - Siap Suamikuh
12
SA Bab 12 - Sok Bijak
13
SA Bab 13 - Untuk Apa Datang Ke Sini?
14
SA Bab 14 - Terima Kasih
15
SA Bab 15 - Apa Aku Boleh?
16
SA Bab 16 - Manja
17
SA Bab 17 - Firasat
18
SA Bab 18 - Banyak Pengharapan
19
SA Bab 19 - 30 Menit
20
SA Bab 20 - Siapa Suamimu?
21
SA Bab 21 - Tidak Sadar
22
SA Bab 22 - Aku Bau Tidak?
23
SA Bab 23 - Kabar Buruk
24
SA Bab 24 - Ini Punyaku
25
SA Bab 25 - Ada Tujuan Lain
26
SA Bab 26 - Pura-pura Berpapasan
27
SA Bab 27 - Fokuslah Untuk Penyembuhan
28
SA Bab 28 - Mencurigakan
29
SA Bab 29 - Laurah
30
SA Bab 30 - Naina
31
SA Bab 31 - Kenapa Cantik Sekali
32
SA Bab 31 - Aku Tidak Percaya
33
SA Bab 32 - Satu-satunya Keahlian
34
SA Bab 34 - Menakut-nakuti
35
SA Bab 35 - Bayangan Pengkhianatan
36
SA Bab 36 - Melayang Di Atas Awan
37
SA Bab 37 - Manusia Paling Peka
38
SA Bab 38 - Aku Tidak Tahu
39
SA Bab 39 - Jaringan Mafia
40
SA Bab 40 - Aku Tidak Ingin Tahu
41
SA Bab 41 - Semua Milikmu
42
SA Bab 42 - Cukup Sulit Untuk Diucapkan
43
SA Bab 43 - Cobalah Untuk Mengenal
44
SA Bab 43 - Aku Tidak Marah
45
SA Bab 45 - Pertama Kali Dalam Seumur Hidup
46
SA Bab 46 - Sedih Sekali
47
SA Bab 47 - Siapa Tau Dia Memang Jodohku
48
SA Bab 48 - Gadis Lugu
49
SA Bab 49 - Tidak Usah Banyak Bicara
50
SA Bab 50 - Kenapa Baru Sekarang
51
SA Bab 51 - Seperti Diawasi
52
SA Bab 52 - Tertegun
53
SA Bab 53 - Baru Bisa Menghadap Sekarang
54
SA Bab 54 - Pura-pura Tidur
55
SA Bab 55 - Berbalas Mengucapkan Kata
56
SA Bab 56 - Umpan
57
SA Bab 57 - Menundukkan Kepala
58
SA Bab 58 - Untuk Apa?
59
SA Bab 59 - Rayu Naina
60
SA Bab 60 - Pusing Sendiri
61
SA Bab 61 - Berdebat Lagi
62
SA Bab 62 - Rindu Sekali
63
SA Bab 63 - Sudah Gemetar
64
SA Bab 64 - Ingin Lebih
65
SA Bab 65 - Setengah Basah
66
SA Bab 66 - Skanddal
67
SA Bab 67 - Naina Bohong
68
SA Bab 68 - Panttat Nickolas
69
SA Bab 69 - Sudah Membeku
70
SA Bab 70 - Tidak Ada Tapi-tapian
71
SA Bab 71 - Wajah Cengil
72
SA Bab 72 - Stress
73
SA Bab 73 - Mulai Berpikir Banyak Hal
74
SA Bab 74 - Senjata Yang Baru
75
SA Bab 75 - Kritis
76
SA Bab 76 - Seolah Tidak Terjadi Apa-apa
77
SA Bab 77 - Peristirahatan Terakhir
78
SA Bab 78 - Payung Hitam
79
SA Bab 79 - Tidak Menemukan Jalan
80
SA Bab 80 - Membaca Situasi
81
SA Bab 81 - Tak Bisakah
82
SA Bab 82 - 2 Minggu
83
SA Bab 83 - Tugasku
84
SA Bab 84 - Menjalankan Tugas
85
SA Bab 85 - Penuh Cinta
86
SA Bab 86 - Tanpa Perlu Dijelaskan
87
SA Bab 87 - Putrimu Yang Paling Baik
88
SA Bab 88 - Astaga!
89
SA Bab 89 - Obat Nyamuk
90
SA Season 2 Bab 90 - Aylin
91
SA Bab 91 - Ay Ay
92
SA Bab 92 - Rasanya Seperti Kemarin
93
SA Bab 93 - Firasat
94
SA Bab 94 - Berlagak Terpaksa
95
SA Bab 95 - Suami Naina
96
SA Bab 96 - I Love You More
97
SA Bab 97 - Sifat Poloss
98
SA Bab 98 - Hanya Mengawasi
99
SA Bab 99 - Mendadak Terasa Sesak
100
SA Bab 100 - Langsung Revisi
101
SA Bab 101 - Ahli Menyuntik
102
SA Bab 102 - Bahasa Mata
103
SA Bab 103 - Manusia Paling Tidak Enakan
104
SA Bab 104 - Cocok Jadi Istri Idaman
105
SA Bab 104 - Anak Yang Penurut
106
SA Bab 106 - Selalu Kalah
107
SA Bab 107 - Salah Paham
108
SA Bab 108 - Penjual Tisu
109
SA Bab 109 - Kamu Tidak Mau?
110
SA Bab 110 - Lautan Luas
111
SA Bab 111 - Jika Aku Marah
112
SA Bab 122 - Izin Pacaran
113
SA Bab 113 - Summpah Serrapah
114
SA Bab 114 - Umppat Aylin
115
SA Bab 115 - Shhit!
116
SA Bab 116 - Kamu Mau Turun?
117
SA Bab 117 - Yang Paling Bar-bar
118
SA Bab 118 - Malu dan Kesal
119
SA Bab 119 - 1 Tangkai Bunga Mawar
120
SA Bab 120 - Last Episode
121
Back To The Past
122
Kisah Aylin dan Pak Aland

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!