Ke kantor

"Bagaimana anda siap?" tanya Hana dan di anggukki Alex pelan, meskipun di dalam hati nya mengatakan belum siap tapi Alex harus kuat dia tak bisa selamanya seperti ini.

Hari ini Alex akan datang kembali ke kantor nya, tampilan nya sudah terlihat rapi dan tampan, lelaki yang sedang duduk d kursi roda ini mengenakan stelan jas berwarna hitam, wajah Alex pun kini sudah tampak berisi dan seperti dulu lagi.

"Mau kemana?" tanya tuan Patrus yang melihat Alex tampil rapi, Elizabeth pun memicingkan mata melihat Alex

"Perusahaan" jawab Alex singkat

"Come on Son,kau masih sakit"

"Apa papa lupa jika aku hanya lumpuh bukan hilang ingatan, perusahaan kita membutuhkan ku pa,papa bisa lihat sendiri bukan berapa banyak penghasilan yang hilang tanpa aku di sana" jelas Alex dan itu memang benar terjadi.

"Lex, lebih baik kau di rumah saja sudah ada Vindo di sana" sahut Elizabeth

"Vindo memang bisa di andalkan tapi Vindo tidak mengerti semua nya" jawab Alex dingin

"Kalau begitu bagaimana jika Jack ikut bergabung di sana pasti perusahaan akan semakin maju pesat" tawar Elizabeth mencoba memancing Alex.

"Papa rasa ide Eliza cukup baik Lex, untuk sementara waktu biar Jack yang ikut membantu Vindo jangan kamu karena kamu masih butuh istirahat yang cukup"

"Tidak pa! Aku ingin kembali ke perusahaan,ada Hana yang akan membantu ku di sana" ujar Alex membuat Hana terkejut dia tidak tau apa-apa tentang perusahaan mana mungkin dia bisa membantu.

"Tau apa perempuan kampung ini,dia hanya seorang pembantu lex jangan mengistimewakan dia,bisa besar kepala nanti" ketus Elizabeth

"Diam!" bentak Alex membuat Elizabeth terdiam, baru kali ini Alex membentak nya meskipun selama ini Alex tak menyukai nya tapi Alex tidak pernah membentak dirinya.

"Jangan sesekali mengatakan Hana pembantu, dia orang terpenting untuk ku jadi tidak ada yang boleh dan menghina nya termasuk kamu" tunjuk Alex dengan mata merah menahan amarah, Elizabeth mendadak merinding melihat tatapan Alex yang seolah ingin menguliti nya.

"Lex, hargai Eliza dia ibu mu"

"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi mama ku pa, siapapun itu termasuk perempuan ini" tegas Alex

"Hana ayo kita pergi"pinta Alex dan diangguki Hana pelan

Hana sedikit tersenyum kecil karena Alex membela nya tadi tapi dia tidak boleh senang dulu karena bisa saja itu karena Alex memang membutuhkan nya.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan saat ini mereka sudah sampai di parkiran kantor.

Alex menghela nafas panjang saat hendak turun dari mobil, semenjak kecelakaan itu terjadi kepercayaan diri Alex hilang begitu saja, tidak ada Alex yang berani, dingin dan kejam seperti dulu.

"Kenapa? Anda gugup?" tanya Hana

"Ti-dak! Hanya sedikit nervous saja"

Hana tersenyum kecil mendengar ucapan majikan nya ini setau Hana nervous dan gugup hampir sama.

"Kenapa kau senyum-senyum begitu,apa ada yang lucu?"tanya Alex ketus

"Tidak tuan,anda terlihat lebih tampan" puji Hana jujur

"Ck...Aku tau kau hanya sedang memberikan ku semangat"

"Saya mengatakan hal yang sesungguhnya tuan,jika anda tidak percaya saya berikan bukti nya" ucap Hana

"Mana?" tanya Alex penasaran

Hana mengeluarkan kaca kecil di dalam tas nya dan memberikan pada Alex

"Kaca"

"Hmmm.... anda bisa lihat sendiri di kaca itu,dia tidak akan berbohong karena anda memang tampan"

"Apa kau sedang ingin naik gaji?"

"Tidak,gaji yang saya terima sekarang sudah cukup besar jadi tidak perlu penambahan lagi" jawab Hana jujur membuat Alex menyunggingkan senyum tipis.

"Apa kita akan terus mengobrol di sini tuan?" tanya Hana

"Ini semua karena kamu"

"Kenapa jadi saya yang di salah kan"

"Kau terlalu banyak dramatisir" ucap Alex membuat Hana menghela nafas berat, majikan nya ini memang ingin selalu menang sendiri.

Vindo menyambut kedatangan bos nya ini dengan senyuman manis,ntah itu untuk Hana atau untuk Alex karena tatapan Vindo dari tadi tak berpaling pada Hana.

"Mana laporan nya?" tanya Alex kesal

"Sebentar tuan"jawab Vindo pergi mengambil laporan

"Kau tidak perlu berdiri di sebelah ku,duduk saja di sofa sana" tunjuk Alex pada Sofa yang ada di ruangan nya karena dia merasa risih saat Vindo terus menatap Hana yang ada disampingnya.

"Ini tuan" ujar Vindo yang datang kembali

"Jelaskan secara detail " pinta Alex dan diangguki Vindo

Setelah Vindo menjelaskan Alex meneliti lagi, seperti nya memang tidak ada kecurangan dari pihak karyawan kali ini penurunan pendapatan memang murni dari penjualan properti yang menurun.

Alex membaca satu persatu laporan yang di bawa Vindo sedangkan Hana melirik sekilas ke arah Alex yang terlihat tampan saat bekerja.

"Kenapa aku jadi memperhatikan tuan Alex" batin Hana

Hana menggeleng kecil,dia tidak boleh berpikir yang aneh-aneh.

"Kamu kenapa Han? Ada yang sakit?" tanya Vindo khawatir

"Tidak mas, ti-dak apa-apa" jawab Hana cepat tapi membuat Alex mengerutkan keningnya mendengar Hana memanggil Vindo dengan sebutan mas,apa mereka sudah sedekat itu hingga panggilan Hana berubah menjadi mas,atau memang mereka sudah menjalin hubungan di belakang nya pikir Alex.

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

bilang cemburu tuan Alex 🤗😀😍

2025-01-17

0

Wiek Soen

Wiek Soen

cie cie ada yg cembokur

2024-12-04

0

Suyati

Suyati

cemburu nih

2024-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Laporan palsu
3 Obat perusak Otak
4 Mengurus seperti bayi
5 Terapi rutin
6 Berpaling
7 Lapar
8 Obat
9 Terapi pertama
10 memberikan Obat
11 Terapi kedua
12 Tampan
13 Belajar berjalan
14 Penasaran dengan kehidupan Alex
15 Ke kantor
16 Nyaman
17 tentang Elizabeth
18 Menyusun rencana
19 Ajakan Vindo
20 Cemburu
21 Benda tumpul
22 Butik mahal
23 Tunangan
24 Tunangan pura-pura
25 Syock
26 perkara cincin
27 Sifat
28 tetap di samping
29 Kedatangan Laura
30 Kendala
31 menyakinkan hati
32 Tidak peka
33 Hanya mainan
34 Makan siang
35 menginginkan
36 Marah dalam diam
37 Tidur bersama
38 menemukan ponsel
39 Menyelesaikan masalah
40 Melamar
41 Ponsel
42 pil
43 Lupa
44 Di cap Matre
45 kemanjaan Alex
46 Syock terapi
47 bucin
48 ketar-ketir
49 mendatangi detektif
50 WO
51 Menuduh Jack
52 Kencan
53 Cemburu
54 meminta uang
55 persiapan
56 Petak Umpet
57 Besan menikah
58 Bertemu Laura
59 Racun
60 tertangkap
61 Ungkapan hati Alex
62 Bertemu
63 Menyesal
64 Sah
65 Pertama kali
66 Pengantin baru
67 Bu Hana
68 Mata-mata
69 Taman
70 Gayung bersambut
71 Tugas atau keinginan
72 Takut
73 Romantis
74 Main
75 penyesalan Elizabeth
76 Mantra
77 Malu
78 Ada target
79 Masuk angin
80 Tespeck
81 Selamatan
82 Periksa
83 Anak lelaki
84 Manja
85 Mandi bersama
86 Ngidam
87 Ngidam ronde ke dua
88 Berbadan dua
89 Minta bayaran
90 Persiapan
91 Mengintip
92 Sekarat
93 Kecewa
94 Sah
95 Mp
96 Vampire
97 Romantis
98 Bucin
99 Bahagia
100 baby girl
101 Renovasi kamar
102 Marah
103 Merajuk
104 jurus Andalan
105 Kuliah ke luar negeri
106 Lahiran
107 Extra part
108 Yang Bucin
109 Siaga
110 Begadang
111 Kangen kampung
112 Nambah anak
113 Adik Bira
114 Galau
115 Anak kedua
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Awal
2
Laporan palsu
3
Obat perusak Otak
4
Mengurus seperti bayi
5
Terapi rutin
6
Berpaling
7
Lapar
8
Obat
9
Terapi pertama
10
memberikan Obat
11
Terapi kedua
12
Tampan
13
Belajar berjalan
14
Penasaran dengan kehidupan Alex
15
Ke kantor
16
Nyaman
17
tentang Elizabeth
18
Menyusun rencana
19
Ajakan Vindo
20
Cemburu
21
Benda tumpul
22
Butik mahal
23
Tunangan
24
Tunangan pura-pura
25
Syock
26
perkara cincin
27
Sifat
28
tetap di samping
29
Kedatangan Laura
30
Kendala
31
menyakinkan hati
32
Tidak peka
33
Hanya mainan
34
Makan siang
35
menginginkan
36
Marah dalam diam
37
Tidur bersama
38
menemukan ponsel
39
Menyelesaikan masalah
40
Melamar
41
Ponsel
42
pil
43
Lupa
44
Di cap Matre
45
kemanjaan Alex
46
Syock terapi
47
bucin
48
ketar-ketir
49
mendatangi detektif
50
WO
51
Menuduh Jack
52
Kencan
53
Cemburu
54
meminta uang
55
persiapan
56
Petak Umpet
57
Besan menikah
58
Bertemu Laura
59
Racun
60
tertangkap
61
Ungkapan hati Alex
62
Bertemu
63
Menyesal
64
Sah
65
Pertama kali
66
Pengantin baru
67
Bu Hana
68
Mata-mata
69
Taman
70
Gayung bersambut
71
Tugas atau keinginan
72
Takut
73
Romantis
74
Main
75
penyesalan Elizabeth
76
Mantra
77
Malu
78
Ada target
79
Masuk angin
80
Tespeck
81
Selamatan
82
Periksa
83
Anak lelaki
84
Manja
85
Mandi bersama
86
Ngidam
87
Ngidam ronde ke dua
88
Berbadan dua
89
Minta bayaran
90
Persiapan
91
Mengintip
92
Sekarat
93
Kecewa
94
Sah
95
Mp
96
Vampire
97
Romantis
98
Bucin
99
Bahagia
100
baby girl
101
Renovasi kamar
102
Marah
103
Merajuk
104
jurus Andalan
105
Kuliah ke luar negeri
106
Lahiran
107
Extra part
108
Yang Bucin
109
Siaga
110
Begadang
111
Kangen kampung
112
Nambah anak
113
Adik Bira
114
Galau
115
Anak kedua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!