Bab 18

Surti tidak mengerti dengan benda apa yang dia temukan di dalam kamar tersebut, disebut sisik tetapi terlihat lebih lebar dan lebih tebal. Berwarna kuning keemasan dan nampak seperti emas, Surti keanehan.

"Sebaiknya aku simpan saja benda ini, kalau mas Bisma pulang baru aku tanyakan."

Surti pada akhirnya membawa benda itu dan menyimpannya di dalam kamar utama, setelah itu dia segera menyusul kedua putranya yang sedang bermain air di kolam renang.

Tidak lupa Surti membawakan handuk untuk kedua putranya, agar nanti ketika masuk ke dalam rumah tubuh mereka tidak basah.

Saat Surti datang, keduanya sedang tertawa sambil bermain air di pinggiran kolam renang. Bahagia sekali rasanya melihat kedua putranya itu, dia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.

Dari kehidupan yang berkecukupan tiba-tiba saja jatuh miskin, lebih tepatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Sangat sengsara dan mengenaskan, sulit untuk makan dan mereka bahkan sering kelaparan.

Namun, kini dia bisa merasakan kehidupan yang lebih dari layak. Banyak harta dan banyak makanan enak yang bisa dia nikmati dengan keluarganya.

"Mak! Ayo ikut main air," ujar Bagus saat melihat Surti yang datang dan malah duduk di atas gajebo.

"Dingin ah, masih pagi," jawab Surti.

"Ah! Emak ngga asik," ujar Bagus yang langsung keluar dari dalam air dan menghampiri Surti.

Bagas yang melihat Bagus menghampiri ibunya ikut keluar dari air dan menghampiri Surti, keduanya terlihat menarik lembut tangan Surti untuk ikut masuk ke dalam kolam renang.

"Kita main air, Mak. Seger tau," ujar Bagas.

"Iya, iya." Surti tertawa dan ikut masuk ke dalam kolam renang.

Mereka nampak tertawa bahagia selama bermain air, ceria sekali pagi ini. Mereka tidak tahu jika kini yang mereka nikmati adalah hasil pertukaran nyawa Sari yang dikorbankan oleh Bisma.

Jika Surti dan kedua putranya sedang asik bermain air, berbeda dengan Bisma. Bisma sedang pergi ke pusat kota, pria itu sedang mencari-cari ruko yang bisa dia gunakan untuk usaha.

Setelah sampai di pusat kota, Bisma langsung jatuh hati saat melihat ruko tiga lantai yang berada di tempat yang strategis.

Tentunya Bisma langsung bertanya kepada orang yang ada di sana Siapa pemilik ruko tersebut, Bisma merasa sangat beruntung karena bisa langsung bertemu dengan pemilik ruko itu.

Bisma tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Bisma langsung mengobrol dengan pria itu dan langsung melakukan negosiasi dengan seorang pria kaya sang pemilik dari ruko itu.

Bisma ingin sekali membeli ruko tiga lantai yang letaknya sangat strategis, ruko itu berada di pusat kota. Dekat dengan rumah sakit dan juga perkantoran, Bisma merasa jika dia menjadikan ruko itu sebagai rumah makan, pasti akan laku keras.

"Bagaimana kalau saya beli aja, Tuan? Berapa pun harganya pasti saya bayar," tawar Bisma.

"Maaf, Tuan Bisma. Saya bukan orang yang kekurangan uang, saya ini adalah pebisnis. Jika anda memang begitu tertarik dengan ruko milik saya, bagaimana kalau anda menyewanya saja dalam jangka waktu per tahun?"

Ah! Bisma merasa kesal sekali karena pria itu tidak mau menjual ruko miliknya kepada dirinya, tetapi dia juga tidak bisa menekan, karena dia memang tidak memiliki kekuatan untuk itu.

"Baiklah! Kalau saya menyewa ruko ini, kira-kira berapa biaya sewa pertahunnya?" tanya Bisma mengalah.

Ruko itu benar-benar ada dalam posisi yang strategis, Bisma benar-benar jatuh cinta dan merasa akan beruntung jika memulai usaha di ruko tersebut.

"Harusnya seratus enam puluh lima juta pertahun, tetapi untuk anda, saya kasih diskon. Anda bisa membayar seratus lima puluh juta untuk satu tahun," jawab pria itu.

Bisma langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju, karena untuk masalah uang Bisma memang tidak kekurangan. Justru dia senang jika harus menggunakan uang dari Kanjeng Ratu.

Karena sesuai perjanjiannya dengan Kanjeng Ratu, semakin banyak dia memakai uang dari pemberian wanita itu, maka uang yang dia miliki akan semakin banyak.

"Oh! Oke, saya minta perjanjian tertulis di atas materai. Setelah itu baru saya bayar," pinta Bisma.

Takutnya nanti setelah dia bayar malah diminta bayaran kembali, karena tidak adanya bukti tertulis hitam di atas putih.

"Oke!" jawab pria itu.

Setelah membuat perjanjian secara tertulis dan setelah Bisma membayar uang sewa ruko selama satu tahun, Bisma juga meminta tolong kepada pria itu untuk merubah ruko tersebut menjadi sebuah Resto.

Di lantai satu dikhususkan untuk anak-anak muda, suasananya harus bersahabat dengan apa yang disukai oleh anak-anak muda zaman sekarang.

Di lantai dua Bisma meminta agar ruangan itu bersahabat untuk pasangan yang sudah menikah, dibuat lebih romantis dan betah untuk pasangan yang sudah berumah tangga.

Lalu, di lantai tiga Bisma meminta kepada orang itu untuk dibuat senyaman mungkin untuk kantor pribadinya. Karena dia juga ingin memiliki ruang pribadi

Bahkan, untuk perekrutan karyawan dan pelayan Bisma menyerahkan kepada pria itu. Tentunya hal itu dia lakukan tidak secara gratis, ada harga yang harus dia bayar.

"Terima kasih atas kerjasamanya, anda sangat baik mau membantu saya." Bisma tersenyum hangat seraya mengulurkan tangan kanannya.

"Sama-sama, saya sangat senang bisa bekerja sama dengan anda," jawab pria itu seraya membalas uluran tangan dari Bisma.

Terpopuler

Comments

Ali B.U

Ali B.U

150jt harga yg fantastis untuk sewa ruko stahun

2024-03-01

1

G

G

mestinya justru sng donk, krn duit yg dikeluarkan jd makin byk jdllshg kembalinya jg lebih byk lg😀

2023-12-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!