Bab 2

"Mau apa kamu ke sini? Mau ngutang lagi?" tanya Budi yang mampu membuat nyali Bisma ciut.

Budi adalah teman seangkatan Bisma, dulu keduanya berteman dengan begitu baik. Namun, setelah keadaan Bisma dinyatakan lumpuh sebelah kaki kanannya, Budi menjauhi Bisma.

Apalagi setelah pria itu tidak memiliki pekerjaan tetap, masih bekerja memang walaupun hanya serabutan, tetapi hasilnya tidak seberapa.

"Iya, Bud. Kalau diperbolehkan Aku mau ngutang lagi," ujar Bisma dengan wajah ragu.

Budi nampak tersenyum meledek seraya menggelengkan kepalanya, dia bahkan terlihat memindai penampilan Bisma yang dirasa begitu lusuh.

Pria itu hanya menggunakan kaos pendek dipadupadankan dengan celana pendek lusuh, penampilan Bisma benar-benar jauh berbeda dari saat pria itu sedang bekerja di kota.

"Hutang istri kamu saja belum dibayar bayar sudah 1 bulan, kalau mau ngutang lagi bayar dulu utang istri kamu," ujar Budi.

"Tapi, Bud. Aku belum punya uang, nanti kalau sudah bekerja aku pasti akan membayar hutangku."

Wajah Bisma terlihat memerah karena menahan tangis, sedih sekali rasanya sudah dianggap seperti pengemis oleh pria yang dulu merupakan sahabat baiknya.

"Makanya, jadi orang itu duit dibanyakin. Bukan anak dibanyakin, anak aja sampai punya 3. Duit buat ngasih makan anak-anaknya ngga ada," ledek Budi.

Ah! Rasanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Budi, Bisma ingin menangis sambil guling-gulingan di atas tanah. Sedih sekali rasanya mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu.

Namun, Bisma berusaha untuk menahan rasa sedih itu. Karena saat ini dia sedang membutuhkan beras untuk makan anak dan istrinya, setidaknya dia datang ke sana bisa mengutang beras serta lauk-pauknya.

"Jadi, kamu bisa ngga, ngutangin beras sama sayur dan juga ikan asin?" tanya Bisma.

"Ngga bisa, bayar dulu utang istri kamu. Aku ngga mau kalau duitku sampai nggak balik," ujar Budi.

"Oh, gitu. Baiklah, terima kasih atas waktunya," ujar Bisma.

Pria itu begitu sedih sekali, dia berjalan sengaja menuju kebun karena air matanya sudah tidak tertahan lagi. Kalau melalui jalan raya, dia takut akan ada orang yang melihat dirinya sedang menangis.

"Ada jagung, apa aku ambil aja, ya? Ngambil 4 buah rasanya ngga bakalan ketahuan," ujar Bisma ketika dia melewati sebuah kebun jagung.

Karena takut anak dan istrinya kelaparan akhirnya Bisma memetik 4 buah jagung, lalu dia menyembunyikan di balik bajunya dan segera pulang ke gubuk tempat dia tinggal saat ini.

"Bagaimana, Mas? Dapet utangan berasnya?" tanya Surti ketika Bisma sampai di gubuk.

"Ngga, Dek! Tapi tadi ada orang baik yang memberikan jagung ini, di masak ya, Dek. Dibikin bubur jagung aja, biar jadi banyak," ujar Bisma dengan sedih.

Wajah Surti nampak begitu sumringah walaupun hanya diberikan empat buah jagung oleh suaminya, Bisma semakin merasa menjadi suami yang gagal karena malah memberikan jagung hasil curian.

"Alhamdulillah! Iya, Mas. Adek masak dulu, titip Sari. Dia lagi diayun, baru tidur abis ngambek," ujar Surti.

"Iya, Dek. Maaf," ujar Bisma.

"Tidak apa, Mas. Adek ke belakang dulu," ujar Surti berpamitan kepada suaminya.

Surti nampak mencuci jagungnya dan bersiap untuk membuat bubur jagung menggunakan tungku, sedangkan Bisma nampak merebahkan tubuhnya di atas dipan sambil memegangi kain yang digunakan untuk mengayun putrinya.

Angin semilir di siang hari ini membuat Bisma mengantuk, hingga tidak lama kemudian pria itu nampak tertidur dengan lelap.

Baru saja Bisma terlelap di dalam tidurnya, tiba-tiba saja ada seorang kakek tua memakai baju yang begitu lusuh membangunkan dirinya.

"Ada apa, Kek? Kenapa Kakek membangunkan saya?" tanya Bisma yang dengan cepat duduk agar tidak terlihat tidak sopan.

Bisma memperhatikan wajah kakek tua itu, usianya sekitar tujuh puluh atau delapan puluh tahunan. Rambutnya panjang dan berwarna putih semua, pria tua itu membawa tongkat berkepala Naga.

"Begini, Cu. Kakek lihat hidup kamu begitu sengsara, jika kamu ingin mendapatkan kekayaan, datanglah ke hutan larangan. Bersemedi di sana dan jangan bilang siapa-siapa," ujar Kakek tua itu.

Sekujur tubuh Bisma langsung merinding semua mendengar kata hutan larangan, karena banyak orang berkata jika siapa pun manusia yang masuk ke dalam hutan larangan, maka dia tidak akan pulang dengan selamat.

"Tapi, Kek. Aku---"

"Datanglah jika memang ingin mendapatkan kekayaan, aku menunggumu di sana." Kakek tua itu tersenyum dan tiba-tiba saja menghilang.

"Kek! Kakek!" teriak Bisma.

Bisma dengan cepat membuka matanya, lalu dia turun dari dipan dan mencari sosok kakek tua yang sudah mengajak dirinya untuk bersemedi di hutan larangan.

"Ke mana kakek tua itu? Kenapa tidak ada siapa-siapa? Apa aku hanya mimpi?" tanya Bisma seraya menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.

Tiba-tiba saja ada hembusan angin yang begitu kencang, Bisma dengan cepat mendekat ke arah putrinya yang sedang diayun karena takut jika putrinya akan terjatuh dari ayunan.

'Datanglah ke hutan larangan, dua hari lagi malam Jum'at Kliwon. Aku menunggu, aku akan memberikan kekayaan yang banyak untukmu.'

Terdengar suara bisikan di telinganya, Bisma sampai menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri. Namun, tidak ada siapa-siapa di sana.

"Mas! Kamu nyari apaan sih? Kok malah celingukan kayak gitu?" tanya Surti yang baru saja datang dari dapur.

"Anu, Dek. MAs nyari kakek tua yang tadi duduk di sini? Ke mana ya, dia?" tanya Bisma.

"Ngga tau, Mas. Dari tadi Adek ngga liat kakek tua, ngga denger ada suara kakek tua juga," jawab Surti.

''Kok bisa, ya? Apa tadi beneran cuma mimpi?" tanya Bisma.

Terpopuler

Comments

Ani Putu

Ani Putu

hhmmm kasian ny

2024-08-20

0

pengen gue tampar, belum tahu bagaimana rasanya jadi Bisma. ya begitulah orang-orang yang tak pernah merasakan penderitaan. selalu menyinyir mereka yang menderita. naudzubillahimindzalik

2024-06-10

1

Kustri

Kustri

trenyuh

2024-03-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!