Tidak terasa satu minggu telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana sidang perdana perceraian Nadine dan Alexander di mulai.
Semua orang tentu saja bahagia atas sidang ini, bahkan mereka berharap semoga perceraian Nadine dan Alexander cepat selesai agar Alexander dan Sofia cepat meresmikan pernikahan mereka.
Tentu yang merasa bahagia bukan hanya keluarga Alexander dan Sofia saja tapi Nadine juga. Walau sejak tadi dia tampak tenang tapi di dalam hatinya bersorak gembira.
Nadine bahagia bukan hanya karena perceraiannya saja tapi juga karena dia sudah tidak sabar menjalankan semua rencana geniusnya setelah perceraiannya dengan Alexander selesai.
Nadine sudah tidak sabar menonton pertunjukan drama yang akan terjadi di dua keluarga itu nantinya.
Saat proses mediasi di mulai, sebenarnya Alexander menolak proses itu tapi Nadine memaksa agar Alexander mengikutinya tentu saja dengan sedikit ancaman agar Alexander setuju.
Di dalam ruangan itu Alexander terus menatap Nadine sinis. Alexander berpikir Nadine akan meminta rujuk padanya. Benar-benar percaya diri yang tinggi sekali bukan.
Jangankan meminta rujuk, melihat wajah jelek Alexander saja sebenarnya Nadine sudah sangat muak. Tapi mau bagaimana mana lagi, dia terpaksa harus menahan semuanya agar proses perceraiannya juga cepat selesai.
"ehm." akhirnya Nadine berdehem untuk memecah keheningan yang sejak tadi tercipta.
"begini saya mengajak kamu melakukan mediasi bukan untuk meminta rujuk, jadi kamu tenang saja. Lagipula saya juga enggan rujuk sama manusia sekelas kamu ini. Jadi yah kita langsung saja ke intinya. Tolong kamu tanda tangani surat perjanjian ini setelah ini saya tidak akan mengganggu kamu lagi." ujar Nadine sambil menyodorkan sebuah berkas pada Alexander.
Alis Alexander terus berkerut saat membaca surat perjanjian itu. Jauh di hati kecilnya sebenarnya dia merasa keberatan tapi saat mengingat Sofia akhirnya dia menyetujui perjanjian yang di buat Nadine itu.
"Hanya ini saja yang kamu inginkan dari saya?" tanya Alexander menatap datar Nadine.
"Yah hanya itu saja, tapi sesuai perjanjian jika suatu saat kamu datang mengambil hak asuh kedua anak saya maka saat itu juga kamu akan kehilangan seluruh aset kekayaan kamu. Mulai dari tabungan, seluruh restoran, hotel, resort, vila, mall, mension dan perusahaan kamu maupun keluarga kamu akan menjadi milik saya sepenuhnya. ah, tentu saja beserta semua saham di beberapa perusahaan yang kamu miliki juga.'' Ujar Nadine tegas.
"kamu tenang saja, saya tidak akan pernah datang mengambil hak asuh kedua anak haram kamu itu. Karena saya juga akan segera memiliki anak sebentar lagi." Ujar Alexander dengan penuh percaya diri lalu meninggalkan ruang mediasi tanpa memandang Nadine kembali.
Langkah Alexander penuh dengan rasa percaya diri, seolah keputusannya saat ini adalah keputusan yang tepat. Lagi pula dia akan segera memiliki anak dari Sofia jadi dia tidak perlu khawatir soal pewaris.
Melihat kepergian Alexander yang penuh rasa percaya diri itu membuat Nadine hanya menggelengkan kepalanya. Nadine benar-benar merasa heran, bagaimana bisa ada manusia sebodoh Alexander di dunia ini. Bahkan dia langsung menyetujui begitu saja perjanjian yang di buat oleh Nadine tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
Sekarang Nadine akhirnya tau, bahwa di mata Alexander kedua anak Nadine itu tidak ada artinya.
Semoga saja Alexander tidak akan menjilat ludahnya sendiri suatu hari nanti di saat dia sudah mengetahui fakta bahwa anak yang di kandung Sofia adalah bukan anak kandunnya.
Tapi jika suatu hari itu benar terjadi, Nadine tidak akan pernah Sudi mempertemukan kedua anak menggemaskannya itu dengan Alexander. Biar saja Alexander menyesal sampai mati, Nadine tidak peduli.
Lagi pula Alexander juga bukan siapa-siapa Nadine, dia hanyalah pria asing yang kebetulan adalah suami dari pemilik tubuh yang di tempatinya ini.
Jika saja Alexander bukan suami dari pemilik tubuh yang dia tempati ini, Nadine tidak akan mau repot-repot berurusan dengan pria jelek itu.
Menghadapi pria seperti Alexander ini, membuat Nadine lama-lama akan terkena penyakit hipertensi.
semoga setelah perceraian ini berakhir Nadine tidak akan pernah lagi bertemu dengan pria itu.
Nadine hanya ingin hidup damai di kehidupan keduanya ini. Cukup di kehidupan pertamanya saja dia di pertemukan dengan orang-orang yang membuatnya sering naik darah.
Walau ekspresi Nadine ini selalu datar dulunya, tapi percayalah Nadine termasuk dala kategori wanita yang kesabarannya setipis tisu. Hanya saja cara Nadine membalas dendam pada orang yang sudah mengusiknya tidak seperti orang pada umumnya.
Walau Nadine adalah seorang petinju dia tidak suka menyelesaikan masalahnya dengan cara kekerasan. Kata Nadine sih dia tidak ingin mengotori tangannya dengan darah.
Bisa di bilang Nadine menggunakan kekuatan fisiknya hanya di ring tinju saja atau ketika dirinya dalam bahaya
Kalau untuk membalas dendam sih Nadine lebih suka membalas dengan cara yang cantik dan elegan, walau parasnya tidak ada kata elegan sama sekali.
Nadine akan membalas orang-orang yang mengusiknya dengan cara menghancurkan mental mereka sampai tidak tersisa dan pada akhirnya mereka akan memilih mengakhiri hidup mereka sendiri. Bukankah cara seperti itu adalah cara yang genius dan hebatnya lagi tidak ada satupun orang yang mengetahui kalau itu adalah perbuatan Nadine.
Apakah menurut kalian cara Nadine itu kejam, tapi menurut Nadine sih itu tidak kejam sama sekali. Nadine kan tidak membunuh mereka, hanya membuat menjadi tidak waras saja. Bukankah dia masih cukup baik hati, jadi sebaiknya jangan pernah menguji kesabaran seorang Nadine kalau kalian masih ingin menjadi manusia waras.
Nadine ini masuk dalam kategori diam-diam berbahaya. Terlebih dia juga tipe wanita yang suka menyimpan dendam.
Sebenarnya hal ini di karenakan karena kerasnya hidup yang di jalani Nadine sejak kecil. Hidup dengan kekerasan fisik maupun mental sepanjang masa kecilnya menjadikan Nadine seperti ini. Terlebih saat masih kecil dulu Nadine beberapa kali menjadi korban pelecehan seksual oleh orang dewasa membuat Nadine tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan sulit mempercayai orang lain terlebih jika itu seorang pria.
Itulah alasannya juga Nadine enggan mengenal cinta karena bagi Nadine cinta hanya akan menyesatkan kita dalam jurang kesakitan.
Nadine melihat itu sendiri dari temannya dulu, dia terlalu mempercayai suaminya dan begitu mencintai suaminya tapi justru suaminya itu mengkhianati dirinya dengan berselingkuh dengan wanita yang katanya sahabat suaminya itu. Teman Nadine itu pada akhirnya tewas di bunuh oleh suami dan selingkuhan itu. Benar-benar tragis sekali, dan menurut Nadine orang yang terlalu mempercayai cinta dan menggantungkan hidupnya pada cinta adalah orang bodoh.
Yah, sebut saja contohnya si Alexander calon mantan suaminya itu. Dia terlalu di buatkan cinta Sofia hingga tidak menyadari kalau dirinya sudah di tipu selama bertahun-tahun oleh wanita itu. Bahkan dia selalu mempercayai setiap kebohongan yang di ungkapkan wanita itu, benar-benar kebodohan yang hakiki.
lalu pria lainnya lagi adalah Sagara, pria yang kebodohannya juga tidak jauh berbeda dengan Alexander.
Dari kisah-kisah mereka Nadine semakin menyimpulkan bahwa cinta hanya membawa kesengsaraan saja.
BERSAMBUNG
sekian untuk update hari ini, sampai bertemu lagi besok. Terimakasih untuk semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca novel ini.
jangan lupa komen dan saranya ya. Karena saran kalian sangat membantu author dalam kemajuan novelnya. Karena biar bagaimanapun author ini masihlah author pemula.
Salam sayang untuk kalian semua🥰🥰🥰
dan selamat membaca👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Anonymous
Cinta membuat orang yg terkena virus cinta akan berubah menjadi bodoh dan linglung seperti orangnkena hipnotis apapun akan dengan suka rela memberikan yg di minta sekalipun nyawanya sendiri😭😫
2024-12-16
2
Helen Nirawan
jgn dikasih tau ke alex klo anak yg dikandung sofia ny bkn anak ny sendiri , biarin aj ampe lahir tuh anak , jd lu ( nadine ) gk di ganggu and bs pergi jauh dulu
2024-11-25
0
Teresia reres
narsi terlalu panjang menceritakan,,,bukan langsung tindakan Nadine bekerja , kepanjangan tnor narsi nya
2025-03-22
0