Bab 16

"Sudah kukirim poto putriku, kau sudah melihatnya bukan. Bagaimana cantikan dia?" seru Bagas dengan antusias.

"Itu sudah jadi kesepakatannya! kuberi kau waktu beberapa menit untuk memikirkan ulang..." ucap Saga santai.

"Sepakat, aku memberikan putriku untukmu." jawab Bagas dengan cepat.

"Sekretaris Theo akan membawa surat perjanjian besok pagi ke kantor Anda." Saga menyeringai dan melihat Yuna tertidur di sofa.

Saga menatap ponselnya ada video call dari Allesandro.

"Apa aku menggangu?" Allesandro melihat wanita dibelakang Saga.

Saga berjalan ke ruang tamu. "Tidak apa-apa, Allesandro. Tidak masalah."

"Ah, geli." Anjing hitam tidur di bawah kaki Yuna, Yuna terbelalak. Sejak kapan di rumah ini ada anjing.

Yuna berlari dan berdiri di atas sofa samping Saga.

"Apa aku mengganggumu?" tanya Allesandro lagi. "Besok kita lanjutkan."

"Yuna cepat turun dari sana." Saga menaruh ponselnya dan meraih tangan Yuna.

"Kau takut padanya?" tanya Saga.

Yuna mendengus kesal dan melempar bantal sofa ke bahu Saga, "Aku tidak takut tuh."

Anjing itu menggonggong melihat Saga dilempar bantal.

"Kera diam." seru Saga dan anjing itu terdiam dan duduk kembali di sofa tadi.

"Yuna!" Saga menepuk-nepuk pipi Yuna, "Kau tidur lagi, kenapa kau tidur di belakangku?."

Saga merebahkan kepala Yuna di atas pangkuannya dan melihat bibir tipis Yuna. Dia pernah merasakan rasa manis bibir itu. Walaupun saat itu dia sedang mabuk, Saga mengingat semuanya. Saga telah memeriksa minuman itu dan ternyata minuman itu mengandung obat rangsangan. Entah siapa yang memasukan obat semacam itu. Di saat itu cctv tidak difungsikan karena keinginan pemilik pesta itu, jadi Saga kekurabg bukti yang kuat untuk mencari orang itu. Saga tidur bersama di atas sofa dan memeluk Yuna.

Dipagi hari Saga berangkat ke kantor dengan perasaan senang.

Sekratis Theo yang melihat atasannya. "Hari ini anda terlihat senang sekali, Pak."

Yuna melihat sebuah tas bermerk dia memotretnya dan mengirim poto itu ke teman-temannya.

Dalam lima detik kemudian komentar berutunan dari teman-temannya.

Aku iri kau punya tas sebagus itu! @RaisyaChloe

Oh My Good. kemarin aku lihat di acara televisi tas itu dipromosikan oleh model Angelia. @SarahJuliana

Ya, kau benar sekali. Aku juga melihatnya. @RaisyaChloe

Yuna kau dapat dari mana tas seharga semiliaran itu? @RaisyaChloe

Kubari tahu atau tidak ya?Haa @YunaSanjaya

Ayolah, kau ingin temanmu mati penasaran! Betulkan Sar? @RaisyaChloe

Oke, fine. Tas itu milik seseorang namun sementara aku akan memakainya. @RaisyaSanjaya

Maksudmu? Aku tak mengerti. @SarahJuliana

Artinya kau menggadai milik orang 'kan. @Raisya Chloe

Ya. Seperti itulah! Kau memang mengerti aku, Rai. @YunaSanjaya.

Hei ada apa ni. Aku ketingggalan. @ClaraJohson

Waw, hebat kau memiliki tas itu. Baru saja aku berpikir ingin membelinya. @ClaraJohson

Sepertinya kau harus menunggu yang baru lagi. Merk tas itu hanya ada satu di dunia. @SarahJuliana

Tidak apa-apa yang penting aku bisa memilikinya. @ClaraJohson

Yuna kau sudah seminggu tidak masuk kerja. Apa cutimu belum selesai? @SarahJuliana

Panggilan telepon masuk dari Clara.

"Betul... Ya, nanti ku jelaskan padamu... Oke," Yuna memutuskan panggilannya dia mengambil es teh di dalam kulkas.

Di hari pertama belajar jadi istri bangsawan, dia melihat wanita berambut pirang dan topi biru.

"Nyonya Yuna Nugraha Kenwood?" sapa Raina, "Anda panggil saya Raina saja."

Yuna mengangguk dan melihat teh dan bahan di atas meja dapur. "Apa kita mulai sekarang."

"Baik Nyonya." sahut Raina lalu mulai mengenalkan nama-nama teh tersebut dan bahan yang diperlukan.

"Bagaimana dengan ini?" Yuna telah membuat teh dan memberikan pada Raina.

"Kurang Nyonya." jawab Raina setelah menikmati rasa teh pertama buatan Yuna.

"Bukankah belajar bikin teh itu untuk seorang bangsawan dan tidak bagi seorang konglomerat?" tanya Yuna.

"Tidak ada yang melarang konglomerat melakukan hal yang sama seperti itu." jelas Raina. "Ini hanya jaga-jaga ketika ada pertemuan dengan bangsawan, biasanya mereka akan meminta membuat teh dan cara minum teh dengan baik."

"Aku tidak tahu itu." Yuna menyiapkan teh buatannya yang kedua kali.

"Ini lebih baik." nilai Raina dan menaruh gelasnya. "Di awal pertemuan musim semi nanti keluarga Nugraha Kenwood akan menghadiri pesta para bangsawan."

"Saya takjub anda begitu mahir dalam membuat teh!" seru Raina.

"Tidak. Kebetulan saya suka lihat ibu saya membuat teh yang sama seperti ini." sahut Yuna.

Raina dan Yuna kembali belajar teh dan cara meminumnya. Yuna melihat jam dinding tak terasa dia belajar teh selama 3 jam.

Seharian dia belajar teh, lalu bahasa asing dan berdansa. Yuna merasa lelah dia membaringkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Yuna terbangun dia hampir saja lupa sore ini akan pertemuannya dengan Jemin.

"Saga kukira kau tak akan datang!" ucap Reyhan dan memberikan minuman pada Saga. "Kau mau bertanding denganku."

Saga melihat ring tinju, dua orang peserta sedang berlatih untuk lomba Minggu depan. "Oke"

Setelah mengganti pakaiannya Saga dan Reyhan mulai pertandingannya.

Sekretaris Theo hanya menontonnya, dia melihat siapa yang akan jadi pemenangnya, dia tak mengerti atasan begitu tertarik dengan hadiah itu. Lihat saja Saga begitu gigih ingin melumpuhkan Reyhan dan menumpahkan kekuatannya. Suara ringisan Reyhan sambil terbaring dilantai ring, dalam hitungan jari sudah ditetapkan jika Reyhan telah kalah.

"Ah, aku selalu kalah." ucap Reyhan sambil mengumpat dan memegang pipinya yang lebam.

Saga melihat kalung permata hijau cerah. "Darimana kau dapat kalung seperti ini?"

Reyhan hanya melihat sekilas "Ditempat pelelangan, kau tahu di sana ada banyak benda kuno." jelas Reyhan sambil tersenyum sambil meringis, bibirnya sepertina sobek. "Dasar. Kenapa kau selalu memukulku di wajah sih."

"Itu sudah terjadi, jangan mengeluh."

sahut Saga. "Dimana tempat pelelangan itu?"

"Kau ingin kesana?" Reyhan meminum air mineralnya.

"Tentu saja. Bukankah kau bilang ada benda kuno!" sahut Saga.

"Ya, aku tahu kau sangat tertarik dengan itu," Reyhan beranjak dari tempat duduknya. "Ajak Sekertarismu juga?"

Terpopuler

Comments

Aulia Fitri Rahmania

Aulia Fitri Rahmania

Thor lanjut ya

2023-10-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!