Bab 6

"Tuan." Valeria mengetuk kaca mobil hitam.

Uangnya menempel di ban mobil orang itu, dengan tak sabaran Valeria mengetuk keras kaca mobil itu.

"Tuan lihatlah anda telah membuat uang saya kotor." Valeria berteriak, saat kaca mobil terbuka dia tiba-tiba terdiam melihat siapa orang yang menyetir mobil itu.

"Nona veleria, ada apa?" Joshua sambil menurunkan kacamata hitamnya.

Valeria menggeleng ketika melihat Joshua turun dari mobilnya.

"Apa semua itu ulahku?" Joshua melihat uang yang berlumuran tanah di jalanan.

"Tidak apa-apa. Itu tidak masalah Tuan." Valeria tidak tahu bakalan ketemu lagi dengan Joshua.

"Biar aku ganti uangmu," Joshua mengambil cek di dompetnya.

"Tidak usah, Tuan." Tolak Valeria ketika Joshua memberikannya sebuah cek.

Joshua menyimpan di saku kemeja Valeria. "Aku merasa bersalah, kau sangat butuh uang itu!"

Valeria merasa tak tenang dia sendiri yang seharusnya merasa bersalah, karena menjual bunga milik orang itu.

Tapi sepertinya Joshua tidak mepertanyakan pekerjaannya. Valeria kembali tenang.

"Kalau begitu sampai jumpa." Joshua naik mobilnya.

"Vale, siapa dia?" Roni menghampiri Valeria.

"Dia Joshua." Valeria mengambil bunga yang dipegang Roni.

Roni terkejut ternyata orang itu pemilik bunga itu.

"Tuan, ini hadiah untuk anda." Ucap Valeria sambil menaruh di samping kursi yang kosong.

Joshua melihat kaca spion, di belakang ada yang jualan bunga.

"Saya membelinya di sana." Jelas Valeria.

"Oke, terimakasih."

***

Joshua telah sampai di mansion.

Di ruangan tamu dia merebahkan dirinya dia atas sofa. Dia teringat denga bunga pemberian Valeria, Joshua kembali ke garasi mobil dan mengambil bunga itu.

Aromanya enak, Joshua akan menyimpan itu di kamarnya.

Joshua menemukan pakaian wanita di atas kasurnya. Siapa orang yang berani masuk ke mansionnya, Joshua menuruni tangga dan mencari keberadaan orang yang tinggal di mansion. Di ruang makan dia melihat piring kotor di washtafel.

Sudah setengah dia tidak menemukannya, hanya ada satu tempat yang belum dia periksa. Joshua pergi ke kebun bunga, dia melihat sebagian bunga ada yang memetiknya.

"Siapa kau?" Joshua menatap punggung seorang yang sedang berdiri membelakanginya.

Kelihatannya orang itu terkejut hingga menjatuhkan gunting. Joshou melihat bunga yang di petik oleh orang itu.

Valeria.

Di kamar Joshua, Valeria memasukkan pakaiannya ke dalam tas. Joshua mengamatinya.

"Tuan saya sudah mengembalikan semua uang hasil jualan bunga anda." Valeria menunduk menatap lantai.

Joshua telah bertanya kenapa Valeria menjual bunga dan tinggal di mansion. Valeria ingin membeli tiket pesawat dan menjenguk kedua orang tuanya.

"Oke, kalau begitu kau tinggalkan mansion ini sekarang." Joshua tudak jadi melaporkan valeria, dia merasa kasihan dengannya.

Valeria tidak bergeming dan terus menatap uang yang telah ia kumpulkan hasil kerja kerasnya 2 hari. "Anda berjanji tidak akan melaporkan saya?"

"Sungguh dia benar-benar pelit sekali." Gerutu valeria di luar mansion.

"Kalau dia punya hati nurani, mungkin dia bakal meberiku uang kompensasi jualan bunga."

Joshua melajukan mobilnya dia tidak jadi menginap di mansion, ada rapat dadakan di kantornya.

cuaca mendung di sore hari sepertinya akan turun hujan, di tempat halte bus Joshua melihat Valeria sedang duduk di sana.

"Mau bareng denganku?" Joshua membuka kaca mobilnya.

"Tidak, saya akan naik bus saja." Sahut Valeria.

"Tuan, turunkan saya di depan toko itu!" Valeria merasa lapar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!