#16

Juwita terlihat kesal dengan tuduhan wanita bertubuh gempal tadi.Dia baru tinggal disini dan mana ada dia menggoda pria disini, seperti tidak ada kerjaan saja.

Juwita membuka ponselnya mencari lowongan pekerjaan untuk dirinya disini.Ia tak mungkin kembali ke kota.Apalagi ada sesuatu hal yang menjadi alasannya untuk semangat menjalani kehidupannya sekarang.

Juwita tak muluk-muluk mencari pekerjaan yang penting dia bisa bekerja dan melanjutkan hidupnya kedepannya.

Juwita tersenyum tipis melihat sebuah perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.Lowongam sekretaris dan ia mencoba untuk bersaing dengan pelamar bekerja lainnya.Meski backgroundnya bukankah seorang sekretaris tapi ia sedikit memiliki pengalaman menjadi sekretaris dadakan dulunya saat bekerja di perusahaan sepupunya.Dia pernah di minta Dave untuk menjadi sekretaris dadakannya dulu.Setidaknya ia memiliki pengalaman dan mudah-mudahan ia bisa diterima.

Juwita mulai mengirim lamarannya melalui email.Wanita itu berusaha untuk semangat demi masa depannya nanti.

"Mudah-mudahan diterima",ujar Juwita setelah selesai mengirimkan lamarannya.

Tring

Aunty Fira is calling...

Juwita menatap layar ponselnya nanar,ia tau saat ini pasti Aunty Fira mengkhawatirkan keadaannya.Dengan berat hati wanita itu menekan tombol hijau di layar ponselnya.

"Assalamualaikum Aunty...",cicit Juwita lirih.

"Waalaikum salam sayang.Syukurlah kamu mengangkat panggilan dari Aunty.Kamu ada dimana?,Daveena bilang kamu pergi dari Mansion Dave.Kenapa sayang?",tanya Fira dari seberang.

Juwita menghapus air mata yang jatuh di pipinya lalu menghela nafas berat."Semuanya baik baik saja Aunty,aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain", bohong Juwita berusaha tegar.

"Huffhhh...Kamu ada dimana?", tanya Fira.

"Aku diluar kota Aunty.Ingin mencari suasana baru disini.Tolong bilang Kak Zaki aku sudah mengirimkan surat pengunduran diri melalui email di perusahaan Kak Zaki",jawab Juwita.

"Bisa katakan dimana alamat kamu saat ini?", tanya Fira.

"Maaf Aunty,nanti jika aku sudah mendapatkan tempat tinggal yang pas aku kasih tau Aunty",jawab Juwita

"Memangnya kamu sekarang tinggal dimana sayang?",tanya Fira yang terdengar kuawatir.Ya Fira begitu sangat menyayangi Juwita, nalurinya sebagai seorang itu sangat sensitif jika menyangkut seorang anak perempuan karena ia pernah kehilangan seorang anak perempuan.

"Ada Aunty,tapi aku gak bisa mengatakan sekarang Aunty.Aku ingin sendiri dulu buat menenangkan diri",jawab Juwita.

"Baiklah,tapi kamu baik baik saja kan?",tanya Fira.

"Alhamdulillah Aunty",jawab Juwita.

"Kalau butuh sesuatu hubungi Aunty ya",ujar Juwita.

"Iya...",jawab Juwita yang dari tadi menahan tangisannya.

"Aunty tutup dulu,ini mau imunisasi di kembar",ujar Fira.

"Ya Aunty",jawab Juwita.

Tut.

Juwita menangis terisak melepaskan rasa sesak di dadanya.Semua terasa begitu berat untuknya melewati semua ini.Tapi ia tak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah menyayanginya.Biarlah ia menanggungnya sendiri.

"Huffhhh...maafkan aku Aunty", lirih Juwita meringis pelan saat merasakan perut yang teewss kram.Ia membuang nafas pelan mengatur emosinya.

Sementara itu Dave tampak uring-uringan karena sampai saat ini ia belum menemukan jejak Juwita.Wanita itu mematikan GPS nya membuat Dave tak bisa lagi melacak keberadaannya.

"Hans,kamu lanjutkan semuanya",ujar Dave meninggalkan sekretarisnya itu bersama beberapa orang pemilik lahan.Ia sudah memberikan keputusan pada Hans.

Pria itu memasuki mobilnya dan sibuk memainkan ponselnya untuk melacak keberadaan Juwita.Ia masih sangat merasa bersalah pada wanita itu.Andai hari itu ia tak menunda mengecek cctv Mansionnya mungkin ia sudah meminta maaf dan bertanggungjawab pada gadis itu.

Jika sebelumnya ia telah menghentikan pencariannya karena sudah menemukan keberadaan Juwita tapi kini ia sendiri yang akan mencari keberadaan wanita itu.

Ting

Robert

[Ini data untuk para pelamar kerja sebagai sekretaris di perusahaan anda]

Tak lama sebuah email masuk ke ponselnya,Dave memiliki perusahaaan sendiri dan ia menunjuk Robert sebagai CEOnya.Tapi Robert tak mau mengambil keputusan sendiri, ia ingin semua keputusan tetap ditangan Dave.

Dave tak bisa meninggalkan perusahaaan Zaki yang sudah memberikannya banyak kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam menjalankan bisnis.

Dave membangun perusahaan untuk sang adik nantinya.Tak selamanya ia bekerja pada Zaki,ia juga ingin memiliki perusahaaan sendiri dengan uang yang ia miliki.Hanya Zavier yang tau jika Dave memiliki perusahaan sendiri karena perusahaaan Zavier bekerja sama dengan perusahaan milik Dave yang bergerak dalam bidang ekspor impor.

Dave tersenyum penuh arti saat melihat sebuah data yang ia baca.Terlintas sebuah ide di benaknya lalu tanpa pikir panjang Dave langsung mengirimkan pesan pada Robert data seseorang yang ia terima sebagai sekretaris dari Robert dan juga sebuah persyaratan dan kontrak kerja nantinya.

Dave menghembuskan nafas panjangnya lalu tersenyum penuh arti.Pria itu kembali merasa mual dan segera turun dari mobil untuk memuntahkan isi perutnya.

Tubuhmu betul betul lemas saat ini,ia terlihat begitu sangat pucat.Semua makanan yang ia makan tadi pagi keluar.Dave kembali ke mobil dengan langkah pelan dan sedikit terhuyung karena lemas.

"Pak...anda baik baik saja", seseorang membantu Dave untuk berjalan ke mobilnya.

Dave tak menjawab, tubuhnya betul betul tak bertenaga saat ini.

Orang itu mendudukkan Dave di kursi sebelah kemudi lalu memasangkan seatbel untuk Dave.

"Apakah kita perlu ke rumah sakit dulu Pak?",tanya orang itu yang tak lain adalah Hans sekretarisnya.

"Tidak...kita langsung ke hotel saja",jawab Dave memejamkan kedua matanya.

Dave berencana menginap disini karena dia memiliki waktu dua hari disini untuk memastikan lahan yang akan mereka beli.

Hans melajukan mobilnya menuju hotel yahh sudah dibooking Dave sebelumya.Pria yang memiliki wajah oriental itu menatap kasihan pada atasannya itu.Selama ini ia mengenal Dave pria yang memiliki tubuh fit walau hanya istirahat beberapa jam saja.Tapi entah apa yang terjadi pada Dave yang tiba tiba saja mengalami mual seperti ini.Sudah seperti pria yang sudah menikah saja yang mengalami mual karena istrinya hamil pikir Hans.

Bukan karena apa Hans berpikiran seperti itu,ia memiliki Kakak perempuan yang sudah menikah dan saat Kakaknya hamil suami Kakaknya lah yang mengalami mual persis seperti yang dialami Dave.

Tapi untuk atasannya,dia belum menikah dan selama yang Hans tau Dave tidak tersentuh wanita manapun.

...****************...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Selalu aja begini,Duka banget main kabur kaburan,Harusnya di bicarain dulu sama bapaknya dedek,Kalo dia menolak bertanggungjawab nah baru kabur..

2024-11-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Rasain tuh saat ada kesempatan malah di sia2 in,ngulur2 waktu..

2024-11-15

0

Febby Fadila

Febby Fadila

laru dave eee tau2nya malah masuk ke perusahaan dave 😄😄😄

2024-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Ke Club
3 Rapuh
4 Rencana kepulangan Daveena
5 Mencintai dalam diam
6 Pernikahan dilanjutkan
7 Kekesalan Dave
8 Hilang kendali.
9 Hancur.
10 Kepergian Juwita
11 Mulai mencari.
12 #12
13 Kedatangan Daveena
14 Keanehan Dave
15 Pergi
16 #16
17 Di terima
18 Amukan Dave
19 #19
20 Orangtua Dave dan Daveena
21 #21
22 Bertemu
23 Bersedia
24 Sebuah pelukan
25 Melamar
26 Kesepakatan
27 Psikopat kejam
28 Permintaan Daveena
29 #29
30 #30
31 Sah
32 Di tinggal
33 Perkara panggilan.
34 Makan siang bersama
35 Rencana Makan malam
36 Telur Dadar Gulung
37 #37
38 Pengakuan Juwita
39 #39
40 Kejam
41 #41
42 Shopping
43 Kecurigaan Dave pada Daveena
44 #44
45 Mual lagi
46 Tangkap dia!
47 Kritis
48 Koma
49 #49
50 #50
51 Nendang
52 #52
53 Pengakuan Dave
54 #54
55 Jalan jalan
56 Kamu milikku
57 Aku mau ice krim
58 #58
59 Batal honeymoon
60 Pulang
61 #61
62 Diikuti
63 #63
64 Amukan Dave
65 #65
66 #66
67 Tetaplah disisiku
68 Makan siang bersama
69 Semua orang tau
70 #70
71 #71
72 #72
73 Babymooon
74 Babymooon 2
75 Terimakasih telah memahamiku
76 #76
77 #77
78 Kejujuran Dave
79 #79
80 #80
81 Dia suamiku
82 jalan-jalan
83 Calon bibit pelakor
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 Manja
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 Davano Mahardika
120 #120
121 #121
122 #122(Part Daveena}
123 pengumuman
124 #123
125 #124
126 #125
127 #126
128 #127
129 #128
130 #129
131 #130
132 #131
133 #132
134 #133
135 #134
136 #135
137 #136
138 #137
139 #138
140 #139
141 #140
142 #141
143 #142
144 #143
145 #144
146 #145
147 #146
148 #147
149 #148
150 #149
151 #150
152 #151
153 #152(part Mark dan Theo)
154 #153(part Mark dan Theo)
155 #154
156 #155
157 #156
158 #157
159 #158
160 #159
161 #160
162 #161
163 #162
164 #163
165 #164
166 #165
167 Extra part 1
168 Extra part 2
169 Extra part 3
170 Extra part 4( End)
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Ke Club
3
Rapuh
4
Rencana kepulangan Daveena
5
Mencintai dalam diam
6
Pernikahan dilanjutkan
7
Kekesalan Dave
8
Hilang kendali.
9
Hancur.
10
Kepergian Juwita
11
Mulai mencari.
12
#12
13
Kedatangan Daveena
14
Keanehan Dave
15
Pergi
16
#16
17
Di terima
18
Amukan Dave
19
#19
20
Orangtua Dave dan Daveena
21
#21
22
Bertemu
23
Bersedia
24
Sebuah pelukan
25
Melamar
26
Kesepakatan
27
Psikopat kejam
28
Permintaan Daveena
29
#29
30
#30
31
Sah
32
Di tinggal
33
Perkara panggilan.
34
Makan siang bersama
35
Rencana Makan malam
36
Telur Dadar Gulung
37
#37
38
Pengakuan Juwita
39
#39
40
Kejam
41
#41
42
Shopping
43
Kecurigaan Dave pada Daveena
44
#44
45
Mual lagi
46
Tangkap dia!
47
Kritis
48
Koma
49
#49
50
#50
51
Nendang
52
#52
53
Pengakuan Dave
54
#54
55
Jalan jalan
56
Kamu milikku
57
Aku mau ice krim
58
#58
59
Batal honeymoon
60
Pulang
61
#61
62
Diikuti
63
#63
64
Amukan Dave
65
#65
66
#66
67
Tetaplah disisiku
68
Makan siang bersama
69
Semua orang tau
70
#70
71
#71
72
#72
73
Babymooon
74
Babymooon 2
75
Terimakasih telah memahamiku
76
#76
77
#77
78
Kejujuran Dave
79
#79
80
#80
81
Dia suamiku
82
jalan-jalan
83
Calon bibit pelakor
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
Manja
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
Davano Mahardika
120
#120
121
#121
122
#122(Part Daveena}
123
pengumuman
124
#123
125
#124
126
#125
127
#126
128
#127
129
#128
130
#129
131
#130
132
#131
133
#132
134
#133
135
#134
136
#135
137
#136
138
#137
139
#138
140
#139
141
#140
142
#141
143
#142
144
#143
145
#144
146
#145
147
#146
148
#147
149
#148
150
#149
151
#150
152
#151
153
#152(part Mark dan Theo)
154
#153(part Mark dan Theo)
155
#154
156
#155
157
#156
158
#157
159
#158
160
#159
161
#160
162
#161
163
#162
164
#163
165
#164
166
#165
167
Extra part 1
168
Extra part 2
169
Extra part 3
170
Extra part 4( End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!