Pergi

Dave pagi ini sudah siap dengan setelan kerjanya.Beruntung pagi ini kepalanya tidak lagu terasa pusing.Dave sebenarnya merasa aneh pada tubuhnya karena rasa pusing itu tiba-tiba datang dan kini menghilang begitu saja.Mungkin saja ia sudah sembuh, begitu pikirnya.

Dave menuruni tangga Mansionnya dengan langkah tegap.Hanya ada pelayan dan dirinya,sang adik saat ini tengah menginap di rumah keluarga Iskandar.Zaki dan Kinar memutuskan untuk tinggal dirumah ke

tinggal di rumah kedua orangtuanya semenjak kelahiran baby twins.Kedua anak Zaki gak bisa tinggal di ruang mereka, entah kenapa Zaki pun tak tau.Setiap mereka datang kerumah mereka kedua anak mereka selalu rewel.

Kembali kepada Dave,pria itu telah ditunggu oleh sekretarisnya di depan Mansionnya.Mereka akan berangkat menuju kawasan yang akan dibangun Mall yang berada di luar kota.

Keduanya berangkat degan Hans sebagai supir.Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.Dave yang juga tak begitu banyak bicara membuat Hans kikuk sendiri.Ia bosan menyetir dalam kesunyian seperti ini.

Dave,pria itu sibuk dengan ponselnya membalas beberapa email yang masuk.Pria itu semakin hari semakin menutup diri.

Ting

Theo

[Tuan...tawanan kita kabur dari tempat lokalisasi]

**Biarkan saja**...

Dave menghembuskan nafas beratnya, kejadian malam itu kembali mengeruak dipikirannya sehingga membuat Juwita pergi dari Mansionnya dan kini wanita itu memilih untuk menyendiri disuatu tempat.Ya Dave sudah menemukan keberadaan Juwita beberapa hari yang lalu.Dia hanya memantau keadaan wanita itu melalui orang kepercayaannya.Dave membiarkan gadis itu untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.Untuk soal tanggungjawab,ia akan bertanggungjawab jika Juwita mau.Entahlah jika hal itu terjadi entah seperti apa pernikahan yang akan mereka lalui.

Hans menatap sang atasan dengan sudut matanya buah terlihat gelisah.Tak biasanya atasannya bertingkah seperti itu membuat Hans bingung.

"Hans, berhenti!",ujar Dave dan langsung diangguki oleh sekretarisnya itu.Hans menghentikan mobilnya dipinggir jalan yang cukup sepi.

Dave langsung turun dari mobil dan berjalan sedikit menjauh dari mobil.

Hoek hoek hoek

Dave memuntahkan isi perutnya yang sedari tadi bisa tahan.Pria itu sejak tadi menahan gejolak perutnya.Tapi kini ia betul betul tidak tahan dan akhirnya mengeluarkannya.

Dave terlihat begitu sangat lemas,ia makin bingung dengan tubuhnya.Tak biasanya ia mabuk saat perjalanan jauh.Pria itu kembali mengeluarkan isi perutnya saat tiba-tiba rasa mual itu kembali datang.

Dari kejauhan Hans yang melihatnya segera turun dari mobil membawa sebotol air mineral untuk Dave.

"Pak...ini!",Hans memberikan sebotol air mineral pada Dave dan langsung diterima pria itu.

"Bapak baik baik saja?",tanya Hans dengan sorot mata tampak kuawatir dengan keadaan Dave yang terlihat lemas.

"Ya ..",jawab Dave seadanya.

Dave berjalan pelan menuju mobilnya setelah rasa mual itu hilang dikuti Hans dari belakang.Keduanya kembali melanjutkan perjalanan yang masih cukup jauh.

Dave memejamkan kedua matanya, tubuhnya lemas saat ini.Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya mengalami mabuk perjalanan.

Sementara itu disebuah rumah kontrakan seorang wanita duduk dengan tatapan kosong.Ia tak tau harus apa saat ini, pagi tadi ia pamit pada Eyangnya untuk kembali ke kota.Tapi tidak ke kediaman orangtuanya tapi ia memilih mencari sebuah kontrakan saat sampai di kota.Ia akan melanjutkan hidupnya disini tanpa ada satu orangpun yang mengenalinya.

Drt

Daveena

[Kak... sebelum aku berangkat aku mau menemui Kakak di desa]

Wanita itu mengusap air mata yang jatuh di pelupuk matanya saat membaca pesan dari Deveena.Ya wanita itu adalah Juwita,ia memilih untuk tinggal ditempat baru ini tanpa ada orang yang tau akan dirinya.Ia akan memulai kehidupan barunya disini.

**Maaf Daveena...Kakak lagi pergi bersama Eyang ke suatu tempat**.

Daveena

[Yah...nanti aku telepon ya Kak,lagi ngasuh di Arsa dan Queen ini]

Daveena mengirimkan foto baby Arsa dan Queen yang lagi aktifnya merangkak.

Juwita tersenyum tipis melihat kedua anak dari sepupunya itu.Ia ingin juga berkunjung ke rumah Unclenya itu tapi keadaan yang membuatnya tak bisa pergi ke sana.

Drt

Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel wanita itu.Juwita membuka pesan itu dan tersenyum miris.

Mama

[Juwi...kata Eyang kamu sudah pulang ke kota,kamu pulang ke sini kan?.Ke rumah kita?]

Juwita menekan tombol block pada nomor Mamanya.Untuk saat ini ia tak ingin berhubungan dengan keluarganya dulu.Ia ingin sendiri menikmati hidupnya tanpa adanya tekanan dari keluarganya.

Tok tok tok

Juwita menatap pintu kontrakannya yang diketuk dari luar.Wanita membukakan pintu kontrakannya.Seorang wanita bertubuh gempal berdiri dihadapannya dengan tatapan sinis.Juwita tak mengenali wanita itu karena ia baru disini.

"Maaf Mbak cari siapa ya?", tanya Juwita.

"Jadi kamu penghuni baru di kontrakan ini?",tanya wanita itu dengan tatapan penuh selidik.

"Iya ..ada apa ya Mbak?",tanya Juwita.

"Tinggal sendiri?",tanya wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Juwita.

"Iya...",jawab Juwita dengan mode malasnya karena wanita ini terlihat begitu ingin tahu tentang dirinya.

"Saya ingatkan sama kamu untuk tidak menggoda laki laki yang ada di sekitaran sini",ujar wanita itu tiba tiba.

Juwita mengerutkan keningnya, menggoda bagaimana menurut wanita ini.Ia bahkan belum bertegur sapa dengan tetangga dekat sini.

"Maaf maksud Mbak apa ya?",tanya Juwita.

"Para laki-laki disini membicarakan kamu tau katanya sexy dan cantik",jawab wanita itu.

"Maaf ya Mbak...saya tidak ada menggoda siapapun.Saya baru beberapa jam yang lalu disini",jawab Juwita lalu menutup pintu kontrakannya kembali.Terdengar umpatan dari wanita itu tapi Juwita memilih tak menghiraukannya.

***

Ting

081345xxxxxx

[Tuan...Nona Juwita kembali ke kota]

Dave yang baru saja sampai di tempat yang dikunjunginya terlihat mengeraskan rahangnya.Ia kembali kehilangan jejak Juwita, harusnya kemarin ia menemui wanita itu.

**Kalian selidiki kembali**!

...****************...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dasar keluarga Egois,Bisa2 Ortu menyodorkan anak sendiri kekandang buaya,Kayak langsung miskin aja kalo gak kerjasama dengan tuh TEH CELUP..🙄🙄

2024-11-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dasar Bodoh,Ku bilang juga apa,Cewek itu harus dipaksa,Bukannya kamu yg harus nurutin dia,Yang ada kamu yg bakal nyesel..

2024-11-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Cewek itu harus dipaksain Dave,Bukannya di biarin semaunya,Noh Dave junior ada berkembang tuh,Ntar perut nya makin gede lho..

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Ke Club
3 Rapuh
4 Rencana kepulangan Daveena
5 Mencintai dalam diam
6 Pernikahan dilanjutkan
7 Kekesalan Dave
8 Hilang kendali.
9 Hancur.
10 Kepergian Juwita
11 Mulai mencari.
12 #12
13 Kedatangan Daveena
14 Keanehan Dave
15 Pergi
16 #16
17 Di terima
18 Amukan Dave
19 #19
20 Orangtua Dave dan Daveena
21 #21
22 Bertemu
23 Bersedia
24 Sebuah pelukan
25 Melamar
26 Kesepakatan
27 Psikopat kejam
28 Permintaan Daveena
29 #29
30 #30
31 Sah
32 Di tinggal
33 Perkara panggilan.
34 Makan siang bersama
35 Rencana Makan malam
36 Telur Dadar Gulung
37 #37
38 Pengakuan Juwita
39 #39
40 Kejam
41 #41
42 Shopping
43 Kecurigaan Dave pada Daveena
44 #44
45 Mual lagi
46 Tangkap dia!
47 Kritis
48 Koma
49 #49
50 #50
51 Nendang
52 #52
53 Pengakuan Dave
54 #54
55 Jalan jalan
56 Kamu milikku
57 Aku mau ice krim
58 #58
59 Batal honeymoon
60 Pulang
61 #61
62 Diikuti
63 #63
64 Amukan Dave
65 #65
66 #66
67 Tetaplah disisiku
68 Makan siang bersama
69 Semua orang tau
70 #70
71 #71
72 #72
73 Babymooon
74 Babymooon 2
75 Terimakasih telah memahamiku
76 #76
77 #77
78 Kejujuran Dave
79 #79
80 #80
81 Dia suamiku
82 jalan-jalan
83 Calon bibit pelakor
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 Manja
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 Davano Mahardika
120 #120
121 #121
122 #122(Part Daveena}
123 pengumuman
124 #123
125 #124
126 #125
127 #126
128 #127
129 #128
130 #129
131 #130
132 #131
133 #132
134 #133
135 #134
136 #135
137 #136
138 #137
139 #138
140 #139
141 #140
142 #141
143 #142
144 #143
145 #144
146 #145
147 #146
148 #147
149 #148
150 #149
151 #150
152 #151
153 #152(part Mark dan Theo)
154 #153(part Mark dan Theo)
155 #154
156 #155
157 #156
158 #157
159 #158
160 #159
161 #160
162 #161
163 #162
164 #163
165 #164
166 #165
167 Extra part 1
168 Extra part 2
169 Extra part 3
170 Extra part 4( End)
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Ke Club
3
Rapuh
4
Rencana kepulangan Daveena
5
Mencintai dalam diam
6
Pernikahan dilanjutkan
7
Kekesalan Dave
8
Hilang kendali.
9
Hancur.
10
Kepergian Juwita
11
Mulai mencari.
12
#12
13
Kedatangan Daveena
14
Keanehan Dave
15
Pergi
16
#16
17
Di terima
18
Amukan Dave
19
#19
20
Orangtua Dave dan Daveena
21
#21
22
Bertemu
23
Bersedia
24
Sebuah pelukan
25
Melamar
26
Kesepakatan
27
Psikopat kejam
28
Permintaan Daveena
29
#29
30
#30
31
Sah
32
Di tinggal
33
Perkara panggilan.
34
Makan siang bersama
35
Rencana Makan malam
36
Telur Dadar Gulung
37
#37
38
Pengakuan Juwita
39
#39
40
Kejam
41
#41
42
Shopping
43
Kecurigaan Dave pada Daveena
44
#44
45
Mual lagi
46
Tangkap dia!
47
Kritis
48
Koma
49
#49
50
#50
51
Nendang
52
#52
53
Pengakuan Dave
54
#54
55
Jalan jalan
56
Kamu milikku
57
Aku mau ice krim
58
#58
59
Batal honeymoon
60
Pulang
61
#61
62
Diikuti
63
#63
64
Amukan Dave
65
#65
66
#66
67
Tetaplah disisiku
68
Makan siang bersama
69
Semua orang tau
70
#70
71
#71
72
#72
73
Babymooon
74
Babymooon 2
75
Terimakasih telah memahamiku
76
#76
77
#77
78
Kejujuran Dave
79
#79
80
#80
81
Dia suamiku
82
jalan-jalan
83
Calon bibit pelakor
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
Manja
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
Davano Mahardika
120
#120
121
#121
122
#122(Part Daveena}
123
pengumuman
124
#123
125
#124
126
#125
127
#126
128
#127
129
#128
130
#129
131
#130
132
#131
133
#132
134
#133
135
#134
136
#135
137
#136
138
#137
139
#138
140
#139
141
#140
142
#141
143
#142
144
#143
145
#144
146
#145
147
#146
148
#147
149
#148
150
#149
151
#150
152
#151
153
#152(part Mark dan Theo)
154
#153(part Mark dan Theo)
155
#154
156
#155
157
#156
158
#157
159
#158
160
#159
161
#160
162
#161
163
#162
164
#163
165
#164
166
#165
167
Extra part 1
168
Extra part 2
169
Extra part 3
170
Extra part 4( End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!