Rapuh

"Apa lagi?,kamu masih mau disini mempertontonkan tubuhmu pada pria belang di tempat ini?",tanya Dave.

"Ti-tidak a-aku--

"Lihatlah semua pria menatapmu lapar",ujar Dave.

Juwita memperhatikan sekelilingnya dan benar saja banyak pria yang menatapnya lapar padanya.Gadis itu bergidik ngeri lalu berjalan lebih dulu dari Dave untuk keluar dari Club' itu.

"Vans... aku pergi dulu",ujar Dave pada temannya yang merupakan orang kepercayaannya untuk mengelola tempat malam ini.

Dave memiliki beberapa club' malam,dan kedatangannya kesini bukanlah untuk bersenang-senang dengan wanita karena ia bukan pria yang suka bermain wanita.Kedatanganya kesini hanya mengecek tempat usahanya ini.

"Ya Dave...",jawab Vans melambaikan tangannya yang sedang duduk bersama wanita cantik.

Dave mengikuti Juwita yang lebih dulu keluar dari tempat itu.Pria itu menemukan Juwita yang berdiri di dekat pintu masuk menunggunya.

"Ayo...",ujar Dave mendahului Juwita.

Juwita mengikuti langkah lebar pria itu menuju mobilnya.Gadis itu sedikit kewalahan menyamakan langkah mereka.

Juwita memasuki mobil Dave setelah pria itu menyuruhnya masuk dan duduk sebelah kemudi.Juwita yang memakai rok pendek membuat pahanya terekspos.Meski gadis itupun berusaha menurunkan roknya tapi usahanya sia sia.

Dave memasuki mobilnya dan duduk dibalik kemudi.Pria itu mengerutkan keningnya saat melihat Juwita bergerak gelisah.

"Kamu baik baik saja?",tanya Dave.

"I-iya...",jawab Juwita gelagapan.

Dave yang menyadari gerak tubuh gadis itu mendesis pelan."Buka jas itu lalu tutupi pahamu itu!",ujar Dave.

Juwita segera membuka jas milik Dave yang membungkus tubuhnya lalu menutupi pahanya yang terbuka.Meski baju dibagian dadanya memiliki potong dada rendah hingga memperlihatkan belahan asetnya.

"Shitt...",umpat Dave memalingkan wajahnya.

"Sekali lagi aku melihatmu berpakaian seperti itu maka akan aku pastikan aku merobek pakaiannmu itu",ujar Dave menatap lurus ke depan.

Juwita tak menjawab,ia sungguh malu saat ini.Malu?, kenapa baru sekarang ia merasa malu tadi saat di tempat hiburan itu ia tak sedikitpun merasa malu karena tubuhnya telah ditatap banyak orang.Tapi kenapa saat bersamaan Dave rasa malu itu muncul.Dave melajukan mobilnya menuju Mansionnya.Disini Juwita akan aman karena mansionnya ini banyak pengawalnya yang berjaga.

"P-pak... ngomong ngomong kekasihmu sangat cantik",ujar Juwita membuka suara.

"Kekasih?",beo Dave.

"Iya tadi dia mendatangiku ke ruanganmu Pak,dan memintaku untuk menjauhimu",ujar Juwita.

"Karena itu kamu pergi?",tanya Dave.

"Ya...aku tak ingin dianggap pelakor",jawab Juwita.

Dave tak lagi menjawab karena ia akan mengecek cctv ruangannya nanti setibanya di Mansion.Dan dia tidak memberikan klarifikasi pada Juwita tentang siapa wanita yang mengaku sebagai kekasihnya itu.Baginya itu tidak perlu karena Juwita bukan siapa siapanya.

Juwita merengut kesal melihat wajah datar dan dingin Dave.Ia berharap Dave mengatakan jika itu tidak benar tapi apa ini, pria itu diam saja.

Sekarang ia tak mempedulikan Dave memiliki kekasih atau tidak.Ia membutuhkan Dave untuk tempat berlindung dari orang orang Papanya yang ia yakin saat ini masih mencarinya.

Sesampainya di Mansion keduanya turun dari mobil disambut oleh pengawal yang berjejer menunggu kedatangan mereka, lebih tepatnya kedatangan Dave.

"Kak Zaki saja tidak memiliki Mansion seluas ini,tapi dia yang hanya memegang anak perusahaan memiliki dua mansion yang sangat luas",batin Juwita.

Juwita tak tau saja jika kekayaan pria itu bukan dari gaji yang Zaki berikan.Tapi dari bisnis ilegal pria itu.Dave memiliki gudang persenjataan terbesar di Asia tenggara dan itu satu satu perusahaan legal yang ia tekuni.Sedangkan yang ilegal ia juga melakukan transaksi jual beli organ tubuh manusia di bawah tanah sana.Organ tubuh itu ia dapat dari musuh musuhnya yang berhasil ia tangkap.Dan ada lagi sederet usaha lainnya yang menambah pundi pundi uangnya.

Bekerja pada Zaki adalah bentuk balas budinya.Sebenarnya yang mengajarkan ia berbisnis ia adalah mendiang Tuan Mubarak,Kakek Zaki yang merupakan ketua mafia yang paling ditakuti.

"Bik...layani dia selama dia berada disini",ujar Dave pada salah satu pelayannya.

"Baik Tuan...", angguk pelayan itu dengan kepala tertunduk.

"Kamu masuklah ke kamar itu.Itu adalah kamar Daveena,ada pakaian miliknya disana.Pakailah,aku rasa cocok dengan tubuhmu",ujar Dave menunjuk sebuah kamar pada Juwita.

"Baik Pak, terima--

"Bik tunjukkan dimana kamar tamunya",sela Dave lalu melangkah menaiki tangga menuju kamarnya berada meninggalkan Juwita.

Juwita memasuki kamar dengan pintu yang tinggi itu dengan langkah pelan.Aroma Vanilla menusuk hidungnya.Kamar itu luas dengan tempat tidur berukuran size.Di dinding kamar terdapat foto Daveena kecil dan juga foto gadis itu saat berlibur di Paris.Dan juga ada foto gadis itu bersama Dave yang tampak tersenyum tipis merangkul sang adik.

Juwita menyunggingkan senyumannya saat melihat foto Dave.Gadis itu teringat tujuannya ke kamar ini adalah mengambil pakaian milik Daveena untuk ia pakai.

Juwita membuka pintu lemari besar itu dan ia kembali terkejut saat melihat pakaian yang berjejer rapi dan tentunya harganya sangat fantastis untuk satu buah baju.Gadis itu mencari piyama untuk ia pakai.Dan akhirnya ketemu,Juwita kembali menutup lemari itu dan melangkah keluar kamar dimana pelayan telah menunggunya.

***

Sementara itu di kamarnya Dave sedang mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.Pria dingin itu meremas ponselnya saat membaca pesan yang dikirim oleh orang kepercayaannya.

"Setelah 20 tahun kalian baru mencari keberadaan kami?, kemana saja kalian selama ini disaat adikku membutuhkan ASI",gumam Dave dengan mata yang memerah.

"Argh...tak perlu lagi kalian datang karena kami sudah bahagia", cicit Dave dan air mata jatuh di pelupuk matanya.Dibalik wajah tegas dan dinginnya ia juga memiliki hati yang sangat rapuh.

Dave mengacak rambutnya frustasi,dia tidak akan memaafkan orang yang sudah mencampakkannya dan adiknya meski itu orang yang telah melahirkannya.Ia sangat membenci wanita yang bergelar ibu yang dengan tega meninggalkannya di tengah keramaian dunia yang begitu kejam ini.

Dave mengusap wajahnya kasar lalu membuang nafas berat.Bayangan masa lalu yang berusaha ia kubur kembali hadir.Pria itu memukul samsak yang ada dikamarnya untuk meluapkan emosinya.Hanya alat itu yang menjadi sasarannya jika emosinya tak stabil.

Terpopuler

Comments

Azahra Fauziah

Azahra Fauziah

lanjutkan

2025-01-21

0

Zainab Ddi

Zainab Ddi

sabar Dave emang jodoh ya dengan Juwita ternyata tertarik sama dave

2024-08-29

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒖𝒎𝒑𝒂𝒉 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒏𝒂𝒎𝒂 𝒁𝒂𝒌𝒊 𝒌𝒐𝒌 𝒂𝒈𝒂𝒌" 𝒈𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒂𝒑𝒂" 𝒉𝒓𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑲𝒆𝒗𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒎𝒑𝒂𝒉 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒂𝒎𝒃𝒚𝒂𝒓 𝒃𝒂𝒄𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒑𝒆𝒏𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒍𝒂𝒏𝒋𝒖𝒕𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 😱😱

2024-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Ke Club
3 Rapuh
4 Rencana kepulangan Daveena
5 Mencintai dalam diam
6 Pernikahan dilanjutkan
7 Kekesalan Dave
8 Hilang kendali.
9 Hancur.
10 Kepergian Juwita
11 Mulai mencari.
12 #12
13 Kedatangan Daveena
14 Keanehan Dave
15 Pergi
16 #16
17 Di terima
18 Amukan Dave
19 #19
20 Orangtua Dave dan Daveena
21 #21
22 Bertemu
23 Bersedia
24 Sebuah pelukan
25 Melamar
26 Kesepakatan
27 Psikopat kejam
28 Permintaan Daveena
29 #29
30 #30
31 Sah
32 Di tinggal
33 Perkara panggilan.
34 Makan siang bersama
35 Rencana Makan malam
36 Telur Dadar Gulung
37 #37
38 Pengakuan Juwita
39 #39
40 Kejam
41 #41
42 Shopping
43 Kecurigaan Dave pada Daveena
44 #44
45 Mual lagi
46 Tangkap dia!
47 Kritis
48 Koma
49 #49
50 #50
51 Nendang
52 #52
53 Pengakuan Dave
54 #54
55 Jalan jalan
56 Kamu milikku
57 Aku mau ice krim
58 #58
59 Batal honeymoon
60 Pulang
61 #61
62 Diikuti
63 #63
64 Amukan Dave
65 #65
66 #66
67 Tetaplah disisiku
68 Makan siang bersama
69 Semua orang tau
70 #70
71 #71
72 #72
73 Babymooon
74 Babymooon 2
75 Terimakasih telah memahamiku
76 #76
77 #77
78 Kejujuran Dave
79 #79
80 #80
81 Dia suamiku
82 jalan-jalan
83 Calon bibit pelakor
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 Manja
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 Davano Mahardika
120 #120
121 #121
122 #122(Part Daveena}
123 pengumuman
124 #123
125 #124
126 #125
127 #126
128 #127
129 #128
130 #129
131 #130
132 #131
133 #132
134 #133
135 #134
136 #135
137 #136
138 #137
139 #138
140 #139
141 #140
142 #141
143 #142
144 #143
145 #144
146 #145
147 #146
148 #147
149 #148
150 #149
151 #150
152 #151
153 #152(part Mark dan Theo)
154 #153(part Mark dan Theo)
155 #154
156 #155
157 #156
158 #157
159 #158
160 #159
161 #160
162 #161
163 #162
164 #163
165 #164
166 #165
167 Extra part 1
168 Extra part 2
169 Extra part 3
170 Extra part 4( End)
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Ke Club
3
Rapuh
4
Rencana kepulangan Daveena
5
Mencintai dalam diam
6
Pernikahan dilanjutkan
7
Kekesalan Dave
8
Hilang kendali.
9
Hancur.
10
Kepergian Juwita
11
Mulai mencari.
12
#12
13
Kedatangan Daveena
14
Keanehan Dave
15
Pergi
16
#16
17
Di terima
18
Amukan Dave
19
#19
20
Orangtua Dave dan Daveena
21
#21
22
Bertemu
23
Bersedia
24
Sebuah pelukan
25
Melamar
26
Kesepakatan
27
Psikopat kejam
28
Permintaan Daveena
29
#29
30
#30
31
Sah
32
Di tinggal
33
Perkara panggilan.
34
Makan siang bersama
35
Rencana Makan malam
36
Telur Dadar Gulung
37
#37
38
Pengakuan Juwita
39
#39
40
Kejam
41
#41
42
Shopping
43
Kecurigaan Dave pada Daveena
44
#44
45
Mual lagi
46
Tangkap dia!
47
Kritis
48
Koma
49
#49
50
#50
51
Nendang
52
#52
53
Pengakuan Dave
54
#54
55
Jalan jalan
56
Kamu milikku
57
Aku mau ice krim
58
#58
59
Batal honeymoon
60
Pulang
61
#61
62
Diikuti
63
#63
64
Amukan Dave
65
#65
66
#66
67
Tetaplah disisiku
68
Makan siang bersama
69
Semua orang tau
70
#70
71
#71
72
#72
73
Babymooon
74
Babymooon 2
75
Terimakasih telah memahamiku
76
#76
77
#77
78
Kejujuran Dave
79
#79
80
#80
81
Dia suamiku
82
jalan-jalan
83
Calon bibit pelakor
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
Manja
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
Davano Mahardika
120
#120
121
#121
122
#122(Part Daveena}
123
pengumuman
124
#123
125
#124
126
#125
127
#126
128
#127
129
#128
130
#129
131
#130
132
#131
133
#132
134
#133
135
#134
136
#135
137
#136
138
#137
139
#138
140
#139
141
#140
142
#141
143
#142
144
#143
145
#144
146
#145
147
#146
148
#147
149
#148
150
#149
151
#150
152
#151
153
#152(part Mark dan Theo)
154
#153(part Mark dan Theo)
155
#154
156
#155
157
#156
158
#157
159
#158
160
#159
161
#160
162
#161
163
#162
164
#163
165
#164
166
#165
167
Extra part 1
168
Extra part 2
169
Extra part 3
170
Extra part 4( End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!