Presdir

Devano melihat pria dewasa itu sedang menunggu putrinya sambil berdiri. Sedangkan istrinya sudah menyusul putrinya masuk ke dalam ruang ganti.

Lalu Devano segera berdiri dan mempersilahkan pria dewasa itu duduk. "Pak, silahkan duduk! Biar gak pegal nunggunya," ucap Devano ramah sambil sedikit membungkukkan badannya.

"Oh iya, Mas. Terima kasih." Lalu pria dewasa itu langsung duduk di kursi Devano. "Mas, gak apa-apa kan berdiri?"

"Gak apa-apa, Pak. Saya dari tadi duduk terus kok," sahut Devano sambil tersenyum.

Lalu pandangan Devano melihat ke arah pintu masuk, tapi Emir dan Renatta tak kunjung datang. "Bang Emir kok lama banget ya, apa udah pada pulang yah? Gak mungkin, kayaknya mereka bentar lagi akan masuk," batin Devano.

Dua menit kemudian, anak dan istri pria dewasa itu sudah keluar dari ruang ganti.

"Dady, ayo jalan. Keisha udah siap!" ajak Keisha yang memegang tangan pria dewasa itu.

Lalu pria dewasa itu langsung berdiri dan menoleh ke arah Devano. "Mas, terima kasih banyak yah. Aku pamit dulu!"

"Sama-sama, Pak. Silahkan!" jawab Devano tersenyum dan menundukkan kepalanya.

Lalu keluarga tersebut berlalu meninggalkan Devano. "Itu siapa Pah? Kayaknya kalian akrab banget," bisik istrinya dengan pelan.

"Papa juga gak kenal, tapi orangnya baik. Dia ngasih papa tempat duduk," jawab suaminya menoleh ke arah istrinya.

Lalu pria dewasa itu menoleh ke arah Putrinya. "Keisha ... kalau mau cari suami yang baik hati. Kayak laki-laki itu, orangnya baik, sopan, dan ... ganteng lagi!"

"Ih ... Dady. Siapa juga yang mau nyari suami?" tanya Keisha dengan bibir mengerucut ke depan.

Di tempat lain, Devano yang merasa jenuh dan bosan menunggu, seketika tersenyum lega ketika orang yang di tunggu-tunggu pun datang juga .

"Sorry yah bro. Habis keliling-keliling dulu nyari parkiran," kata Emir.

"Ok bang, gak apa-apa."

"Em, kita ke mana dulu nih Rena?" tanya Emir kepada Renatta.

"Terserah ... " ketus Renatta yang berdecak kesal. Sejak di jemput oleh Emir dan tahu hanya mereka berdua di dalam mobil tanpa Devano, sepanjang perjalanan Renatta cemberut terus.

Renatta juga tidak ingin berbicara, bahkan saat Emir mengajaknya berbicara dia tidak menggubrisnya sama sekali.

Tapi bukan Emir namanya kalau menyerah begitu saja. Dia berpura-pura tidak tahu kalau Renatta lagi kesal, malah Emir mencoba menggoda Renatta hingga Renatta lupa kalau dia lagi kesal.

Melihat Emir dan Renatta sedang tidak baik-baik saja, Devano memilih diam dan tidak banyak bicara. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengunjungi stand Arkana Group terlebih dahulu, stand perusahaan tempat mereka bekerja.

"Emir, itu kan pak Stephanus sama istri dan anaknya," kata Renatta menghentikan langkahnya.

"Eh iya, Rena. Itu memang pak Stephan, kita temui yuk! Jarang-jarang kita ke temu Presdir di tempat umum. Di kantor juga sekarang jarang ke temu," balas Emir berbisik di dekat Renatta.

"Apa Presdir? Presdir Arkana Group kah? Padahal Itukan pria dewasa yang tadi ke temu di ruang ganti. Bahkan saya sempat mengobrol dengannya," batin Devano.

"Bang, emang yang mana Presdir kita?" tanya Devano kepada Emir.

"Itu yang pakai jas warna hitam, yang di sebelah istri dan anaknya," jelas Emir.

Seketika mata Devano terbelalak mendengar bahwa pria dewasa yang tadi dia temui adalah Presdir perusahaan Arkana Group, tempat Devano bekerja.

"Astaga, jadi ini Presdir Arkana Group yang tadi ke temu di pintu masuk ruang ganti. Ya Tuhan ... kenapa saya tidak mengenalnya. Tapi wajar saja saya tidak mengenal beliau, saya kan belum pernah di kenalin. Tapi pernah lihat fotonya di ruang meeting, tapi asli ... benar-benar gak ingat wajahnya," batin Devano.

Hal tersebut membuat Devano ragu untuk mengikuti langkah Emir dan Renatta menemui Presdirnya.

"Ayo bro, kita temuin pak Stephan. Gak enak sepertinya dia sudah melihat kita," ajak Emir. "Pak Stephan orangnya baik dan ramah kok," tambahnya.

"Iya bang!" Akhirnya Devano mengikuti langkah Emir dan Renatta. Mereka bertiga menghampiri Presdir yang sedang duduk berbincang dengan petugas stand Arkana Group.

"Selamat siang Pak, senang bisa bertemu pak Stephan di sini," sapa Emir dengan sopan sambil menundukkan kepalanya dan di ikuti Renatta dan Devano.

Seketika pak Stephanus memperhatikan orang yang menyapanya dan ternyata mereka adalah pagawai yang bekerja di perusahaannya. "Eh, selamat siang. Ternyata kalian di sini juga!" sahut Stephanus menyambut mereka dengan mengajak berjabat tangan.

"Iya, Pak. Kami baru saja datang," jawab Renatta menyambut tangan pak Stephanus bersalaman.

Perasaan Devano sudah tidak enak, mengetahui setelah Renatta maka selanjutnya dia yang akan bersalaman dengan pak Stephanus.

Jantungnya berdetak lebih kencang, bahkan keringat mulai muncul di sekitar wajahnya. Ini merupakan pertama kalinya bertemu dengan Presdir dan dia menyesal karena kenapa tadi dia tidak mengenalnya.

"Loh ini Mas yang tadi ke temu kan? Ini temanmu Emir?" tanya Stephanus melirik ke arah Emir yang berada di samping Renatta.

"Oh ini pak Devan, Pak. Arsitek baru di perusahaan kita. Baru dua bulan bergabung," ungkap Emir.

Seketika Devano angkat bicara. "Iya, Pak. Saya Devano, maaf tidak mengenali bapak tadi!" ucap Devano tersipu malu.

"Oh, iya ... iya. Saya baru ingat, pak Ridwan sudah cerita kalau ada pegawai baru yang bergabung di perusahaan Arkana Group," kata Stephanus.

"Wajar saja pak Devan tidak mengenali saya. Saya memang jarang datang ke kantor. Kalau begitu senin depan besok temui saya di ruangan setelah jam istirahat," ucap Stephanus.

"Dengan senang hati pak," jawab Devano yang merasa lega. Tadinya Devano berpikir Presdirnya akan menganggapnya karyawan yang tidak tahu diri, bagaimana mungkin tidak mengenali Presdirnya.

Stephanus memang di kenal sebagai Presdir yang ramah dan rendah hati, dengan penampilannya yang sederhana namun tampak berwibawa. Hal tersebut membuat para pegawai yang bekerja di perusahaannya sangat senang bekerja di Arkana Group.

Mereka berempat pun terlibat dalam obrolan yang cukup panjang. Istri Stephanus hanya senyum-senyum mendengar obrolan suaminya dengan para pegawainya.

Hingga tak berselang lama, tiba-tiba putri Stephanus menghampirinya. "Dad ... ayo, jangan lama-lama ngobrolnya. Ada satu tempat yang Keisha tunjukkan sama dady dan mommy," ucap Keisha.

"Iya, sayang." Lalu Stephanus pun pamit pada Devano, Emir dan Renatta.

Setelah setengah hari menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang. Sungguh hari yang melelahkan, banyak kenalan yang mereka temui dan juga banyak tempat yang mereka kunjungi.

****

Kamar kost Devano.

Devano membaringkan tubuhnya di tempat tidur kamar kostnya. Devano baru nyampe di tempat kostnya sebelum maghrib. Dia langsung membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat.

Jalan bareng dengan Emir dan Renatta ternyata cukup melelahkan buat Devano secara pribadi. Bagaimana tidak, setelah mereka mengelilingi ruangan expo, Emir mengajak mereka makan bareng di sebuah mall.

Selain itu, mereka juga mengunjungi toko kue, toko baju, pergi ke bioskop, tempat foto-foto, dan masih beberapa lagi tempat yang mereka kunjungi.

Di samping itu, Renatta berusaha mencari perhatian dengan Devano, tapi sepertinya usahanya sia-sia karena Devano orangnya pendiam, malahan Emir yang selalu merespon tindakan dari Renatta.

Sambil membaringkan tubuhnya, Devano ingat pertemuannya dengan Presdir Arkana Group di acara expo yang tadi mereka kunjungi.

"Gak nyangka pak Stephan begitu sederhana, baik, ramah, dan orangnya juga rendah hati. Ah ... orang lain pun belum tentu tahu dan gak akan menyangka kalau beliau seorang Presdir perusahaan property yang cukup ternama di negeri ini," ucapnya bermonolog.

"Saya harus banyak belajar dari beliau," tambah Devano bergumam.

Melihat sosok pak Stephan yang menginspirasi, Devano jadi teringat dengan pesan ibunya saat ia pulang kampung dua minggu lalu. Ibunya banyak memberi nasihat pada pada Devan dan juga kedua adiknya.

...~ Bersambung ~...

Terpopuler

Comments

Aerik_chan

Aerik_chan

dua menit cuma lepas jaket

2023-09-14

2

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

untuk pak Devan tidak kena marah

2023-09-11

1

Ucy (ig. ucynovel)

Ucy (ig. ucynovel)

wah kamu beruntung bg devan

2023-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 Menuju Kantor
2 Ruangan Kerja Baru
3 Senior bagaikan Sahabat
4 Menikah?
5 Keinginan Ibu
6 Wanita yang Mirip
7 Berkhayal
8 Jalan Bareng
9 Presdir
10 Calon Pendamping Hidup?
11 Obrolan Devano dan Naura
12 Ruangan Presdir
13 Curhatan Presdir
14 Tidak Terduga
15 Putri Presdir
16 Obrolan Devano dan Luna
17 Ajakan Renatta
18 Obrolan Devano dan Renatta
19 Jawaban Devano
20 Berita Bahagia
21 Pulang Kampung
22 Kehangatan Keluarga
23 Mimpi
24 Gelisah
25 Ada dengan Ibu?
26 Rumah Sakit
27 Saling Menguatkan
28 Merasa Tenang
29 Membaik
30 Kembali Memburuk
31 Ikhlas
32 Rindu Ibu
33 Jabatan Baru
34 Makan siang bersama Keluarga Presdir
35 Permintaan pertama Stephanus
36 Permintaan kedua Stephanus
37 Pilihan yang Sulit
38 Acara Syukuran
39 Jalan-jalan
40 Kembali Bertemu
41 Kecemasan Diva
42 Pilihan Devano
43 Jawaban Devano
44 Reaksi Keisha
45 Memberi Pemahaman
46 Keisha Kabur?
47 Keberadaan Keisha
48 Kekhawatiran Stephanus
49 Mencari Keisha
50 Membatalkan Perjodohan
51 Melihat Naura
52 Bersedia Menikah
53 Ibunya Keisha Sadar
54 Obrolan Keisha dengan Ibunya
55 Rencana Pernikahan
56 Acara Pernikahan
57 Cincin Pernikahan
58 Akrab
59 Pelukan
60 Siapa yang Telpon?
61 Saling Diam
62 Rasa Benci
63 Tersadar
64 Belajar Melayani Suami
65 Pisah Rumah
66 Pisah Kamar
67 Memberi Pemahaman
68 Kehidupan Terbalik
69 Kedatangan Seseorang
70 Merahasiakan
71 Ada Apa dengan Keisha?
72 Bertukar Pesan
73 Pemandangan yang Baru
74 Tugas Dadakan
75 Bantuan Devano
76 Kemana Keisha?
77 Mau Sampai Kapan?
78 OTW ke Surabaya
79 Dia adalah Istriku
80 Berjanji
81 Jatuh dalam Pelukan
82 Tantangan
83 Lagu untuk Seseorang
84 Perihal Naura
85 Minta di Temanin
86 Merasa Nyaman dalam Pelukan
87 Surat Cinta
88 Berkunjung ke Sebuah Tempat
89 Terharu
90 Suami Idaman
91 Kejutan
92 Pulang terlambat
93 Minta Maaf
94 Salah Sangka
95 Kecemburuan Naura
96 Kecemburuan Keisha
97 Putus
98 Kedekatan Naura dan Luna
99 Rindu
100 Video Call
101 Kisah yang Terulang
102 Perubahan Sikap Devano
103 Acara Gathering
104 Belum Saatnya
105 Lomba Kreasi Seni
106 Tunangan?
107 Cinta Segitiga
108 Di Pijitin?
109 Devano Sakit?
110 Perubahan Sikap Keisha
111 Perasaan Naura
112 Modus
113 Pertemuan yang tak diharapkan
114 Takdir Jodoh
115 Patah Hati
116 Ingin Bertemu
117 Bertemu di kafe
118 ID Card siapa?
119 Cemburu
120 Sahabat terbaik
121 Keisha Berulah
122 Marah
123 Butik
124 Kakaknya Tiara
125 Nasihat
126 Video call
127 Konveksi
128 Berbagi Pengalaman berumah tangga
129 Malu
130 Dia Suami Aku
131 Pulang
132 Nginap di Hotel
133 Siapkah Keisha?
134 Berusaha Bersabar
135 Masalah datang
136 Kedatangan Nuelman
137 Kekecewaan Devano
138 Pulang ke Rumah
139 Maafkan aku
140 Ada Apa dengan Keisha?
141 Rumah Sakit
142 Akur
143 Istri yang Sesungguhnya
144 Malam yang Berharga
145 Kesakitan
146 Ketagihan
147 Rindu
148 Devano ketemu Nuelman?
149 Bertemu dengan Nuelman
150 Rencana apa lagi?
151 Kembali ke Rumah
152 Lega
153 Mandi Bareng
154 Pertanyaan Keisha
155 Siapa yang Datang?
156 Rencana Resepsi Pernikahan
157 Cucu?
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Menuju Kantor
2
Ruangan Kerja Baru
3
Senior bagaikan Sahabat
4
Menikah?
5
Keinginan Ibu
6
Wanita yang Mirip
7
Berkhayal
8
Jalan Bareng
9
Presdir
10
Calon Pendamping Hidup?
11
Obrolan Devano dan Naura
12
Ruangan Presdir
13
Curhatan Presdir
14
Tidak Terduga
15
Putri Presdir
16
Obrolan Devano dan Luna
17
Ajakan Renatta
18
Obrolan Devano dan Renatta
19
Jawaban Devano
20
Berita Bahagia
21
Pulang Kampung
22
Kehangatan Keluarga
23
Mimpi
24
Gelisah
25
Ada dengan Ibu?
26
Rumah Sakit
27
Saling Menguatkan
28
Merasa Tenang
29
Membaik
30
Kembali Memburuk
31
Ikhlas
32
Rindu Ibu
33
Jabatan Baru
34
Makan siang bersama Keluarga Presdir
35
Permintaan pertama Stephanus
36
Permintaan kedua Stephanus
37
Pilihan yang Sulit
38
Acara Syukuran
39
Jalan-jalan
40
Kembali Bertemu
41
Kecemasan Diva
42
Pilihan Devano
43
Jawaban Devano
44
Reaksi Keisha
45
Memberi Pemahaman
46
Keisha Kabur?
47
Keberadaan Keisha
48
Kekhawatiran Stephanus
49
Mencari Keisha
50
Membatalkan Perjodohan
51
Melihat Naura
52
Bersedia Menikah
53
Ibunya Keisha Sadar
54
Obrolan Keisha dengan Ibunya
55
Rencana Pernikahan
56
Acara Pernikahan
57
Cincin Pernikahan
58
Akrab
59
Pelukan
60
Siapa yang Telpon?
61
Saling Diam
62
Rasa Benci
63
Tersadar
64
Belajar Melayani Suami
65
Pisah Rumah
66
Pisah Kamar
67
Memberi Pemahaman
68
Kehidupan Terbalik
69
Kedatangan Seseorang
70
Merahasiakan
71
Ada Apa dengan Keisha?
72
Bertukar Pesan
73
Pemandangan yang Baru
74
Tugas Dadakan
75
Bantuan Devano
76
Kemana Keisha?
77
Mau Sampai Kapan?
78
OTW ke Surabaya
79
Dia adalah Istriku
80
Berjanji
81
Jatuh dalam Pelukan
82
Tantangan
83
Lagu untuk Seseorang
84
Perihal Naura
85
Minta di Temanin
86
Merasa Nyaman dalam Pelukan
87
Surat Cinta
88
Berkunjung ke Sebuah Tempat
89
Terharu
90
Suami Idaman
91
Kejutan
92
Pulang terlambat
93
Minta Maaf
94
Salah Sangka
95
Kecemburuan Naura
96
Kecemburuan Keisha
97
Putus
98
Kedekatan Naura dan Luna
99
Rindu
100
Video Call
101
Kisah yang Terulang
102
Perubahan Sikap Devano
103
Acara Gathering
104
Belum Saatnya
105
Lomba Kreasi Seni
106
Tunangan?
107
Cinta Segitiga
108
Di Pijitin?
109
Devano Sakit?
110
Perubahan Sikap Keisha
111
Perasaan Naura
112
Modus
113
Pertemuan yang tak diharapkan
114
Takdir Jodoh
115
Patah Hati
116
Ingin Bertemu
117
Bertemu di kafe
118
ID Card siapa?
119
Cemburu
120
Sahabat terbaik
121
Keisha Berulah
122
Marah
123
Butik
124
Kakaknya Tiara
125
Nasihat
126
Video call
127
Konveksi
128
Berbagi Pengalaman berumah tangga
129
Malu
130
Dia Suami Aku
131
Pulang
132
Nginap di Hotel
133
Siapkah Keisha?
134
Berusaha Bersabar
135
Masalah datang
136
Kedatangan Nuelman
137
Kekecewaan Devano
138
Pulang ke Rumah
139
Maafkan aku
140
Ada Apa dengan Keisha?
141
Rumah Sakit
142
Akur
143
Istri yang Sesungguhnya
144
Malam yang Berharga
145
Kesakitan
146
Ketagihan
147
Rindu
148
Devano ketemu Nuelman?
149
Bertemu dengan Nuelman
150
Rencana apa lagi?
151
Kembali ke Rumah
152
Lega
153
Mandi Bareng
154
Pertanyaan Keisha
155
Siapa yang Datang?
156
Rencana Resepsi Pernikahan
157
Cucu?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!