Jalan Bareng

Tidak terasa sudah dua bulan Devano bekerja di perusahaan Arkana Group sebagai arsitek bagian rancang bangunan. Selama dua bulan tersebut, Devano dengan mudah beradaptasi dengan baik.

Selain itu, selama bekerja di perusahaan Arkana Group, Devano di kenal sebagai pegawai yang pandai bergaul, bertanggung jawab, baik dan rendah hati. Jadi, siapa pun yang dekat dengan Devano pasti merasa nyaman karena dia memberikan aura positif terhadap sesamanya.

Hal itulah yang membuat dirinya menjadi incaran para wanita di kantornya. Banyak wanita yang mencoba dan berusaha mendekati Devano termasuk Renatta. Emir bisa membaca gelagat Renatta yang menyukai Devano.

Tapi itu tidak membuat Emir patah semangat untuk tetap berusaha mendekati dan memenangkan hati Renatta. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan cintanya pada Renatta.

Selama dua bulan ini juga, Emir merasa cocok berpartner dengan Devano dan timnya pun sangat solid. Proposal proyek bangunan yang mereka ajukan sudah di acc Presdir dan sekarang sedang proses perijinan.

Hari ini di ruangan kerja Devano dan Emir kedatangan tamu dari ruang sebelah, siapa lagi kalau bukan wanita cantik bernama Renatta.

Tentu yang paling bahagia menyambut kedatangan Renatta adalah Emir. Terlihat Emir langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu menyambut kedatangan Renatta.

"Selamat siang tuan putri, ada angin apa yang membawa wanita cantik sepertimu datang ke tempat ini, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Emir sambil mempersilahkan Renatta duduk di kursinya.

Di sisi lain, tampak Devano hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah lucu dari seniornya Emir. "Kayaknya bang Emir bahagia banget bersama dengan Renatta," batin Devano sambil fokus mengotak-atik komputer di depannya.

"Gak kok, Emir. Aku cuma lagi bosan aja di ruanganku. Apa kedatanganku menggangu?" tanya Renatta.

"Ha ... ha ... ha. Kalau di ganggu tuan putri tiap hari juga gak apa-apa, iya kan bro?" tanya Emir meminta persetujuan dari Devano.

"Terserah bang Emir aja! Bang Emir kan ketua di sini," jawab Devano menoleh ke arah Emir.

"Jadi ganggu gak nih?" tanya Renatta sekali lagi. "Kalau kedatanganku menggangu, aku balik lagi aja." Renatta tampak berdiri dari tempat duduknya.

"Eh, eh tentu tidaklah! Kan sudah di persilahkan duduk. Itu membuktikan bahwa kami menerima dengan senang hati," ucap Emir yang berusaha membuat Renatta untuk duduk kembali.

"Kalian lagi sibuk yah? Nih yang ada di depanku sibuk banget kelihatannya," kata Renatta yang mencoba mengalihkan perhatian Devano dari layar monitornya.

"Gak kok, Devano cuma memeriksa kembali proposal yang telah kami buat," jawab Emir sambil tersenyum ke arah Renatta.

"Oh, baiklah. Em ... by the way sabtu besok kalian punya kesibukan gak?" tanya Renatta. "Kalau gak ada, kita jalan bareng yuk pada acara expo di perusahaan sebelah, Arkana Group pasti ikut expo juga," ajak Renatta.

"Kalau besok sabtu gue gak punya kesibukan. Kalau begitu aku setuju, kelihatannya asik tuh kita jalan bareng. Jam berapa kita berangkat?" tanya Emir penuh antusias.

"Semoga Devano gak ikut, biar gua bisa jalan berudua sama Renatta," batin Emir. Devano sendiri masih berpikir dia ikut atau tidak.

"Gimana Devan? kamu ikut yah, please. Gak seru kalau cuma berdua. Sekedar info bahwa ini expo terbesar tahun ini loh," ungkap Renatta.

"Ah ... paling Devan punya kesibukan besok, ya kan bro?" tanya Emir dengan nada canda. Bukan tanpa alasan, Emir berharap Renatta tidak terlalu berharap Devano ikut.

"Kalau boleh jujur, besok saya gak punya kesibukan. Cuma rencananya besok, saya mau ke ATM buat ngirimin uang sama ibu di kampung," jawab Devano.

"Baiklah, kalau kamu gak ikut yah udah gak jadi aja deh .... Gak seru kalau cuma berdua," ucap Renatta cemberut sambil menopang dagunya.

"Ayolah, bro. Luh ikut aja, kapan lagi coba jalan bareng ke acara expo. Entar gue jemput luh deh, habis itu kita jemput Renatta. Oke ... " rayu Emir pada Devano.

"Dari pada gak jadi sama sekali jalan bareng sama Renatta," pikir Emir.

"Ya sudah, saya ikut." Devano menyetujui ajakan dari Renatta. Walau dia menyetujuinya karena merasa kasihan sama Emir yang sudah sangat bersemangat jalan bareng dengan Renatta. Dia tidak ingin hanya gara-gara dirinya, rencana jalan bareng tidak jadi.

"Yeah ... gitu dong kan asik kita bisa jalan bareng. Kita bisa foto-foto di sana," kata Renatta yang bahagia memikirkan keseruan yang di rasakannya di expo sabtu besok.

"Jadi, besok aku nunggu di jemput yah. Jam 10 kita sudah berangkat. Awas jangan ngaret ya!" ucap Renatta dengan senyuman di bibirnya.

"Oke!" sahut Emir."

Lalu mereka bertiga meninggalkan ruangan dan menuju ke kantin. Tampak waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 tepat pertanda jam istirahat.

****

Keesokan harinya.

"Bang, gak usah jemput saya yah. Kita langsung ke temu aja di tempat expo jam 10:30," ucap Devano lewat panggilan telpon.

"Tapi lu beneran datang kan bro? Bisa-bisa nanti tuan putri ngambek kalau lu gak datang," jawab Emir.

"Saya pasti datang bang, kan kemarin saya sudah janji ikut jalan bareng. Cuma pagi ini saya mau ke ATM dulu buat ngirimin uang ke kampung untuk biaya kuliah adikku. Pokoknya nanti jam 10:30 saya udah tiba di acara expo," ungkap Devano meyakinkan.

"Dan ini seharusnya kabar bahagia buat bang Emir. Lumayan kan bang Emir punya kesempatan berdua sama Renatta. He ... he ... he," tambah Devano sambil tertawa kecil.

"Iya yah ... terima kasih banyak yah mas bro udah ngertiin perasaan seniormu yang ganteng ini," canda Emir.

"Sama-sama, Bang." Devano pun memutus sambungan telepon selulernya dan langsung bersiap-siap. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:45, Devano langsung berangkat dengan motor matic barunya.

Beberapa menit pun berlalu, jam 10:30 Devano sudah tiba di dalam gedung acara kegiatan expo. Terlihat pengunjung sudah mulai memenuhi ruangan expo. Tampak yang hadir sebagian besar orang-orang pengusaha dan tentunya dari kalangan atas.

Stand-stand sudah tertata rapi memamerkan produk perusahaannya masing-masing. Tampak juga logo besar Arkana Group ada di situ.

Terlihat Devano celingak-celinguk mencari keberadaan Emir dan Renatta, tapi tak kunjung dia temui. Lalu Devano duduk di kursi yang tersedia di dekat pintu masuk ruang ganti.

Setelah bokongnya mendarat dengan baik di tempat duduknya, Devano langsung mengeluarkan ponselnya dan berniat menghubungi Emir. "Berdering ...."

"Halo bang, saya sudah nyampe di acara expo. Bang dah nyampe di mana? Saya dah di dalam gedung," ucap Devano.

"Saat ini kami dah di gerbang masuk, nyari parkir dulu. Tenang saja bro, kami nanti langsung ke sana," jawab Emir.

"Oke Bang." Lalu Devano menutup sambungan telepon dan matanya terarah melihat pengunjung yang datang ke ruangan expo. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang pria dewasa yang menggunakan jas berwarna hitam dan terlihat penampilan sederhana.

Devano tahu bahwa pria tersebut dari kalangan orang kaya, di lihat dari jam tangan yang dia pakai adalah merek barang mahal.

Pria itu berjalan bersama seorang wanita di sebelah kanannya dan di sebelah kirinya seorang gadis yang tampak memegang tangan pria itu bergelayut manja.

"Pasti di sebelah kanannya istrinya dan gadis yang terlihat manja itu putrinya," pikir Devano. Tidak sengaja hal tersebut juga mengingatkannya pada ayah dan ibunya.

Tiba-tiba keluarga tersebut berhenti di dekat Devano duduk.

"Dad, Mom! Aku ke ruang ganti dulu yah. Keisha mau ganti baju dulu, biar bajunya seragam sama Dady dan mommy," ucap gadis bernama Keisha yang merupakan putri dari pria dewasa tersebut.

"Iya, sayang. Jangan lama-lama," ucap pria dewasa tersebut.

Keisha langsung berjalan menuju ruang ganti dengan paper bag berisi baju yang akan dia pakai.

Tiba-tiba, entah kenapa paper bag di tangan gadis tersebut bisa jatuh di dekat kursi Devano duduk. "Eh, ini nona. Kamu menjatuhkannya," ucap Devano membantu mengambilnya.

"Terima kasih," ucap Keisha sambil meraih paper bag di tangan Devano dan langsung pergi begitu saja menuju ruang ganti.

...~ Bersambung ~...

Terpopuler

Comments

Maya●●●

Maya●●●

haha awalnya emir nggk pengen devan ikut, tapi setelah renatta membatalkan emir nyuruh dev ikut

2023-11-23

2

Aerik_chan

Aerik_chan

1 iklan buat kakak

2023-09-13

2

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

Emir terlalu bersemangat takutnya renatta tidak suka sama dia

2023-09-11

1

lihat semua
Episodes
1 Menuju Kantor
2 Ruangan Kerja Baru
3 Senior bagaikan Sahabat
4 Menikah?
5 Keinginan Ibu
6 Wanita yang Mirip
7 Berkhayal
8 Jalan Bareng
9 Presdir
10 Calon Pendamping Hidup?
11 Obrolan Devano dan Naura
12 Ruangan Presdir
13 Curhatan Presdir
14 Tidak Terduga
15 Putri Presdir
16 Obrolan Devano dan Luna
17 Ajakan Renatta
18 Obrolan Devano dan Renatta
19 Jawaban Devano
20 Berita Bahagia
21 Pulang Kampung
22 Kehangatan Keluarga
23 Mimpi
24 Gelisah
25 Ada dengan Ibu?
26 Rumah Sakit
27 Saling Menguatkan
28 Merasa Tenang
29 Membaik
30 Kembali Memburuk
31 Ikhlas
32 Rindu Ibu
33 Jabatan Baru
34 Makan siang bersama Keluarga Presdir
35 Permintaan pertama Stephanus
36 Permintaan kedua Stephanus
37 Pilihan yang Sulit
38 Acara Syukuran
39 Jalan-jalan
40 Kembali Bertemu
41 Kecemasan Diva
42 Pilihan Devano
43 Jawaban Devano
44 Reaksi Keisha
45 Memberi Pemahaman
46 Keisha Kabur?
47 Keberadaan Keisha
48 Kekhawatiran Stephanus
49 Mencari Keisha
50 Membatalkan Perjodohan
51 Melihat Naura
52 Bersedia Menikah
53 Ibunya Keisha Sadar
54 Obrolan Keisha dengan Ibunya
55 Rencana Pernikahan
56 Acara Pernikahan
57 Cincin Pernikahan
58 Akrab
59 Pelukan
60 Siapa yang Telpon?
61 Saling Diam
62 Rasa Benci
63 Tersadar
64 Belajar Melayani Suami
65 Pisah Rumah
66 Pisah Kamar
67 Memberi Pemahaman
68 Kehidupan Terbalik
69 Kedatangan Seseorang
70 Merahasiakan
71 Ada Apa dengan Keisha?
72 Bertukar Pesan
73 Pemandangan yang Baru
74 Tugas Dadakan
75 Bantuan Devano
76 Kemana Keisha?
77 Mau Sampai Kapan?
78 OTW ke Surabaya
79 Dia adalah Istriku
80 Berjanji
81 Jatuh dalam Pelukan
82 Tantangan
83 Lagu untuk Seseorang
84 Perihal Naura
85 Minta di Temanin
86 Merasa Nyaman dalam Pelukan
87 Surat Cinta
88 Berkunjung ke Sebuah Tempat
89 Terharu
90 Suami Idaman
91 Kejutan
92 Pulang terlambat
93 Minta Maaf
94 Salah Sangka
95 Kecemburuan Naura
96 Kecemburuan Keisha
97 Putus
98 Kedekatan Naura dan Luna
99 Rindu
100 Video Call
101 Kisah yang Terulang
102 Perubahan Sikap Devano
103 Acara Gathering
104 Belum Saatnya
105 Lomba Kreasi Seni
106 Tunangan?
107 Cinta Segitiga
108 Di Pijitin?
109 Devano Sakit?
110 Perubahan Sikap Keisha
111 Perasaan Naura
112 Modus
113 Pertemuan yang tak diharapkan
114 Takdir Jodoh
115 Patah Hati
116 Ingin Bertemu
117 Bertemu di kafe
118 ID Card siapa?
119 Cemburu
120 Sahabat terbaik
121 Keisha Berulah
122 Marah
123 Butik
124 Kakaknya Tiara
125 Nasihat
126 Video call
127 Konveksi
128 Berbagi Pengalaman berumah tangga
129 Malu
130 Dia Suami Aku
131 Pulang
132 Nginap di Hotel
133 Siapkah Keisha?
134 Berusaha Bersabar
135 Masalah datang
136 Kedatangan Nuelman
137 Kekecewaan Devano
138 Pulang ke Rumah
139 Maafkan aku
140 Ada Apa dengan Keisha?
141 Rumah Sakit
142 Akur
143 Istri yang Sesungguhnya
144 Malam yang Berharga
145 Kesakitan
146 Ketagihan
147 Rindu
148 Devano ketemu Nuelman?
149 Bertemu dengan Nuelman
150 Rencana apa lagi?
151 Kembali ke Rumah
152 Lega
153 Mandi Bareng
154 Pertanyaan Keisha
155 Siapa yang Datang?
156 Rencana Resepsi Pernikahan
157 Cucu?
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Menuju Kantor
2
Ruangan Kerja Baru
3
Senior bagaikan Sahabat
4
Menikah?
5
Keinginan Ibu
6
Wanita yang Mirip
7
Berkhayal
8
Jalan Bareng
9
Presdir
10
Calon Pendamping Hidup?
11
Obrolan Devano dan Naura
12
Ruangan Presdir
13
Curhatan Presdir
14
Tidak Terduga
15
Putri Presdir
16
Obrolan Devano dan Luna
17
Ajakan Renatta
18
Obrolan Devano dan Renatta
19
Jawaban Devano
20
Berita Bahagia
21
Pulang Kampung
22
Kehangatan Keluarga
23
Mimpi
24
Gelisah
25
Ada dengan Ibu?
26
Rumah Sakit
27
Saling Menguatkan
28
Merasa Tenang
29
Membaik
30
Kembali Memburuk
31
Ikhlas
32
Rindu Ibu
33
Jabatan Baru
34
Makan siang bersama Keluarga Presdir
35
Permintaan pertama Stephanus
36
Permintaan kedua Stephanus
37
Pilihan yang Sulit
38
Acara Syukuran
39
Jalan-jalan
40
Kembali Bertemu
41
Kecemasan Diva
42
Pilihan Devano
43
Jawaban Devano
44
Reaksi Keisha
45
Memberi Pemahaman
46
Keisha Kabur?
47
Keberadaan Keisha
48
Kekhawatiran Stephanus
49
Mencari Keisha
50
Membatalkan Perjodohan
51
Melihat Naura
52
Bersedia Menikah
53
Ibunya Keisha Sadar
54
Obrolan Keisha dengan Ibunya
55
Rencana Pernikahan
56
Acara Pernikahan
57
Cincin Pernikahan
58
Akrab
59
Pelukan
60
Siapa yang Telpon?
61
Saling Diam
62
Rasa Benci
63
Tersadar
64
Belajar Melayani Suami
65
Pisah Rumah
66
Pisah Kamar
67
Memberi Pemahaman
68
Kehidupan Terbalik
69
Kedatangan Seseorang
70
Merahasiakan
71
Ada Apa dengan Keisha?
72
Bertukar Pesan
73
Pemandangan yang Baru
74
Tugas Dadakan
75
Bantuan Devano
76
Kemana Keisha?
77
Mau Sampai Kapan?
78
OTW ke Surabaya
79
Dia adalah Istriku
80
Berjanji
81
Jatuh dalam Pelukan
82
Tantangan
83
Lagu untuk Seseorang
84
Perihal Naura
85
Minta di Temanin
86
Merasa Nyaman dalam Pelukan
87
Surat Cinta
88
Berkunjung ke Sebuah Tempat
89
Terharu
90
Suami Idaman
91
Kejutan
92
Pulang terlambat
93
Minta Maaf
94
Salah Sangka
95
Kecemburuan Naura
96
Kecemburuan Keisha
97
Putus
98
Kedekatan Naura dan Luna
99
Rindu
100
Video Call
101
Kisah yang Terulang
102
Perubahan Sikap Devano
103
Acara Gathering
104
Belum Saatnya
105
Lomba Kreasi Seni
106
Tunangan?
107
Cinta Segitiga
108
Di Pijitin?
109
Devano Sakit?
110
Perubahan Sikap Keisha
111
Perasaan Naura
112
Modus
113
Pertemuan yang tak diharapkan
114
Takdir Jodoh
115
Patah Hati
116
Ingin Bertemu
117
Bertemu di kafe
118
ID Card siapa?
119
Cemburu
120
Sahabat terbaik
121
Keisha Berulah
122
Marah
123
Butik
124
Kakaknya Tiara
125
Nasihat
126
Video call
127
Konveksi
128
Berbagi Pengalaman berumah tangga
129
Malu
130
Dia Suami Aku
131
Pulang
132
Nginap di Hotel
133
Siapkah Keisha?
134
Berusaha Bersabar
135
Masalah datang
136
Kedatangan Nuelman
137
Kekecewaan Devano
138
Pulang ke Rumah
139
Maafkan aku
140
Ada Apa dengan Keisha?
141
Rumah Sakit
142
Akur
143
Istri yang Sesungguhnya
144
Malam yang Berharga
145
Kesakitan
146
Ketagihan
147
Rindu
148
Devano ketemu Nuelman?
149
Bertemu dengan Nuelman
150
Rencana apa lagi?
151
Kembali ke Rumah
152
Lega
153
Mandi Bareng
154
Pertanyaan Keisha
155
Siapa yang Datang?
156
Rencana Resepsi Pernikahan
157
Cucu?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!