Devano yang kaget mendengar ucapan ibunya, berusaha mencairkan suasana. "Ah ... Ibu, Devan kan baru juga dapat kerja. Masih belum terpikir ke sanalah Bu, hehehe. Ibu tenang aja kalau sudah waktunya, jodoh akan datang sendiri Bu."
"Baiklah Devan, Ibu hanya ingin-" kata Ibunya terpotong kala mendengar suara ketukan pintu di luar rumah. "Devan, bentar yah! Kayaknya ada tamu di luar. Ibu tutup dulu telfonnya, nanti di lanjut lagi yah," kata ibunya.
"Oh iya Bu, gak apa-apa. Nanti Devan telfon lagi yah, soalnya masih banyak yang ingin Devan ceritakan sama ibu," ujar Devano.
"Iya, Nak. Jangan lupa makan!" pesan ibunya sebelum sambungan telepon di tutup.
Setelah menutup sambungan telepon dengan ibunya tercinta, Devano duduk bersandar di kursi kerjanya. Devano membayangkan wajah ibunya yang sudah tidak muda lagi.
Usia ibunya hampir menginjak 60 tahun. Di usianya ini seharusnya ibunya sudah menikmati masa lansia dan bersantai tanpa banyak beban. Tapi tidak dengan ibunya Devan yang masih mempunyai beban pikiran yang harus di tanggung.
Masih ada anak-anaknya yang masih kuliah dan sekolah, dan pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ibu Devan memang termasuk wanita yang terlambat menikah, di mana ibunya baru menikah di usia 31 tahun.
Devan pun meraih ponselnya yang sebelumnya dia letakkan di atas meja. Dia mengusap layar ponsel miliknya dan menuju ke aplikasi foto. Setelah mendapat foto yang di cari, Devan hanya tersenyum dan berusaha tidak meneteskan air mata.
Di dalam foto tersebut, terlihat foto keluarganya yang masih lengkap. Devano saat itu masih kecil dengan usia kisaran 11 tahun. Foto di mana setelah satu tahun kemudian, ayahnya meninggalkan mereka selamanya.
Setelah kepergian ayahnya, ibunya Devan bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga. Berjuang menghidupi anak-anaknya tanpa sosok suami yang mendampingi.
"Huft ... waktu berlalu begitu cepat," gumam Devano yang langsung menutup telponnya dan tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.
"Ah ibu ... aku memang tidak akan bisa membalas semua jasa-jasamu. Tapi Devan akan berusaha membahagiakan ibu."
"Saat ini Devan akan fokus untuk memenuhi impian-impian ibu, yah ibu ingin merenovasi rumah yang memang sudah tua, ibu ingin Diva dan Kevin melanjut ke perguruan tinggi kan bu. Devan akan berusaha keras memenuhi keinginanmu bu." Itulah yang ada di pikiran Devano saat ini.
Devano pernah bertanya pada ibunya saat obrolan santai setelah makan malam di rumahnya sewaktu masih di Surabaya. Waktu itu Devano masih kuliah semester enam.
"Bu, apa impian ibu yang ingin terwujud di tahun depan?" tanya Devano.
"Apa yah ... Nak. Ibu ingin kuliah anak-anak ibu lancar, Diva dan Kevin bisa masuk ke perguruan tinggi sepertimu," jawab ibunya sambil tersenyum.
"Ah ... masa cuma itu sih bu, yang lain dong yang benar-benar ibu inginkan."
"Ya, cuma itu keinginan ibu. Ibu ingin melihat anak-anak ibu sukses, oh yah kalau ada rejeki ibu ingin mau renovasi rumah kita. Malu sama teman-teman Diva dan Kevin kalau mau main ke rumah kita," ucap ibunya dengan tawa kecil menutupi kesedihan.
Sejak saat itu, Devano bertekad memenuhi dan mewujudkan keinginan ibunya. "Ya, ini kesempatan yang baik untuk memenuhi keinginan ibu. Devan akan bekerja keras dan menabung mewujudkan keinginan ibu. Semoga kau sehat selalu ibu," batin Devano.
Lamunannya pun buyar seketika karena suara getaran hp Devano di mejanya. Devano selalu memasang alarm hp untuk mengingatkannya akan waktu.
Devano pun beranjak mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan kerjanya.
****
Waktu terus berputar, malam berganti pagi dengan begitu cepat. Hari ini adalah hari kedua Devano masuk kerja, tidak seperti kemarin jam 06 pagi ini Devano belum siap untuk berangkat kerja.
Dia masih menyibukkan dirinya dengan ponsel miliknya membaca berita terupdate hari ini. Sudah menjadi rutinitas Devano mencari informasi-informasi lewat berita.
Berkat hal tersebut juga, Devano bisa mendapat pekerjaan saat ini karena membaca informasi lewat internet jika perusahaan Arkana group membuka lowongan kerja.
Jam 08:30 Devano sudah sampai di kantornya dan sekarang berada di ruangan kerjanya. Emir belum terlihat batang hidungnya, hanya ada satu orang di ruangan yang sedang sibuk merapikan dokumen di mejanya.
Lalu Devano menghampiri orang tersebut, bermaksud mengajak berkenalan. "Pagi Pak!" sapa Devano
"Eh, pak Devano yah? Kenalkan saya Juan," sahut Juan sambil mengulurkan tangannya dan langsung di balas jabatan tangan oleh Devano.
"Kemarin pak Emir WA saya, katanya pak Devan satu tim dengan kita dan hari kemarin pak Devan sudah mulai kerja," kata Juan.
"Iya Pak. Kemarin pak Juan lagi tugas lapangan yah, jadi kita gak ketemu," ucap Devano tersenyum.
"Iya pak Devan, kemarin kami di tugaskan untuk turun ke lapangan," kata Juan membenarkan perkataan Devano. "Oh yah pak Devan, tadi ada pesan dari bu Luna. Dia nelfon ke sini, katanya pak Devan di minta ke ruangan HRD menemuinya."
Seketika kerutan di dahi Devano perlahan muncul. "Bu Luna? Kayaknya kemarin saya belum ketemu bu Luna."
"Bu Luna salah satu staf HRD di perusahaan ini, ruangannya di sebelah ruangan pak Ridwan," ungkap Juan.
"Kalau begitu saya ke ruangan HRD dulu ya pak Juan," pamit Devano. "Terima kasih."
"Sama-sama pak Devan. Silahkan Pak."
Lalu Devano pun berjalan menuju lift dan turun menuju lantai 12. Setelah keluar dari lift, Devano langsung berjalan menuju ruangan HRD.
Di ruangan HRD tampak Dhea sudah standby di meja kerjanya. "Pagi bu Dhea!" sapa Devano.
"Eh, pak Devan. Pagi-pagi sudah ke ruangan HRD, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dhea bahagia melihat kehadiran Devano.
Dhea sangat berharap Devano ada perlu dengannya. "Apa aku sedang bermimpi, aku bertemu kembali dengan pak Devan. Apa yang pak Devan perlukan dengan senang hati saya akan bantu," batin Dhea sambil tersenyum.
"Ini bu Dhea, saya mau ketemu dengan bu Luna. Saya di minta untuk menemuinya, ruangannya di sebelah mana yah?" tanya Devano.
"Oh, mau ketemu bu Luna. Mari saya antar!" ajak Dhea.
Lalu Devano mengikuti langkah Dhea menuju ruangan HRD di sebelah ruangan pak Ridwan.
"Permisi bu Luna, nih ada yang mau ketemu bu Luna." Dhea berdiri di depan meja bu Luna sambil senyum-senyum.
Luna yang tengah sibuk mengecek berkas laporan langsung menoleh ke arah Dhea dan Devano. "Oh iya, ini pak Devano yah? Silahkan duduk Pak," kata Luna.
Iya, Bu. Terima kasih bu Luna."
"Hmmm, kalau ada yang segar-segar dan cakep kayak pak Devan langsung di suruh duduk," canda Dhea.
"Gak apa-apalah saya bilang cakep, emang benar pak Devan itu cakep banget. Siapa tahu setelah saya memujinya, pak Devan senang sama saya. Hihihi ... " batin Dhea.
"Kalau saya meminta bu Dhea untuk duduk, nanti di cariin pak Ridwan gimana?" tanya Luna.
"Oh iya. Benar kata bu Luna, saya permisi dulu. Pak Devan maaf yah saya gak bisa nemenin," ucap Dhea dengan PD nya serasa dia di butuhkan Devano.
"Terima kasih bu Dhea," jawab Devano tersenyum.
Sepeninggalnya Dhea, bu Luna langsung berbincang dengan Devano yang duduk di depannya. "Pak Devan, maaf ya saya meminta pak Devan datang ke ruangan saya. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terkait administrasi kepegawaian."
"Yang pertama dulu mengenai absensi kehadiran para pegawai. Di perusahaan ini menggunakan sistem finger print, nanti saya akan mengantar pak Devan ke tempat absensi untuk merekam sidik jari pak Devan," lanjut Luna.
"Yang kedua mengenai ... " ungkap Luna menjelaskan semua administrasi kepegawaian. Di saat Luna menjelaskan panjang lebar, Devano sesekali memperhatikan wajah Luna.
Terlihat dari sorot mata Devano, dia begitu teliti memperhatikan wajah Luna di depannya. "Bentar ... kenapa wajahnya mirip sekali, gak mungkin kan bu Luna saudaranya? Perasaan Naura gak punya saudara perempuan yang tinggal di ibu kota," batin Devano yang fokus memperhatikan wajah Luna.
"Wajahnya sangat mirip, hanya saja rambut bu Luna lebih pendek dari rambut Naura. Gaya bicaranya juga mirip, bahkan gaya berpakaiannya pun sama. Kok bisa yah?" tanya Devano dalam hati.
...~ Bersambung ~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Maya●●●
naura siapa ya
2023-11-12
1
Maya●●●
semangat devan. kamu pasti bisa membahagiakan ibumu
2023-11-12
1
Aerik_chan
1 iklan untukmu kak
2023-09-10
0