Menikah?

Terlihat Emir sedang ngobrol dengan seorang perempuan cantik di sebuah meja dekat jendela. Emir tampak berseri-seri dan penuh kebahagiaan ngobrol dengan perempuan itu.

"Bang, kirain dah balik ke ruangan ternyata masih di sini," kata Devano yang kewalahan mencarinya. "Katanya bang Emir nunggu aku di meja sana, kok duduknya di sini?"

"Santai dulu, Bro. Nih ada kursi kosong, duduk dulu!" ajak Emir sambil menarik kursi kosong yang berada di sampingnya.

"Gue pindah ke sebelah sini karena nemenin wanita cantik biar gak kesepian. Wanita cantik seperti dia, gak boleh duduk sendirian," kekeh Emir sambil tersenyum melihat perempuan di depannya.

Devano hanya mengangguk pelan sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi kosong di sebelah Emir.

"Renatta, nih kenalin partner baru gue. Namanya Devano," ucap Emir.

Renatta melihat ke arah Devano sambil tersenyum dan memperhatikan wajah Devano yang seketika membuat hatinya jadi adem.

Lalu Renatta mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dan menyebut namanya. "Perkenalkan, nama saya Renatta."

"Saya Devano!" jawab Devano seraya membalas jabatan tangan Renatta.

Renatta adalah seorang desain interior dan sama-sama satu divisi dengan Devano dan Emir. Walaupun mereka satu divisi, tapi ruangan mereka berbeda.

Penampilannya yang modis dengan rambut lurus bergelombang dan di tambah dengan warna kulitnya yang putih, membuat penampilannya sempurna. Tubuhnya yang langsing tertutup oleh stelan blazer dan rok pendek di atas lutut memperlihatkan kakinya yang mulus.

Tidak hanya itu, sedikit riasan make up di wajahnya membuat dia terlihat cantik natural. Sudah pasti bahwa setiap laki-laki yang memandangnya pasti terpesona.

Hal tersebut membuat Renatta menjadi primadona di perusahaan ini. Beberapa para pegawai laki-laki berusaha mendekatinya, termasuk Emir.

Tapi, Devano sedikit berbeda dengan pegawai laki-laki yang bekerja di perusahaan ini. Dia hanya berfokus pada tujuan awal datang ke perusahaan ini yakni fokus pada pekerjaan yang sedang ia geluti.

"Selain tampan, partnernya Emir ini orangnya baik dan sopan. Buktinya, dia sangat menghormati Emir sebagai seniornya," batin Renatta yang terus memandangi wajah tampan Devano.

"Kenapa dia terus melihatku, apa ada yang aneh di wajahku?" tanya Devano dalam hati.

"Hey ... kalian kok malah pada bengong?" ucap Emir yang membuyarkan lamunan Devano dan Renatta.

"Ayo Bro, mau pesan apa?" tanya Emir pada Devano. "Karena bentar lagi kita harus balik ke ruangan."

"Oke Bang!" Devano langsung memesan makanannya, dan tak butuh waktu yang lama pesanan Devano datang. Di sela-sela makan, Devano menyempatkan diri berbincang dengan Emir dan Renatta.

Renatta sekali-kali melirik ke arah Devano yang terlihat manis saat berbicara. Entah apa yang ada di pikirkan Renatta yang membuatnya senyum-senyum sendiri.

Di sisi lain, di beberapa meja makan yang di tempati para karyawan perempuan, mereka sedang memperhatikan Devano dari kejauhan.

Suara kasak-kusuk di antara para karyawan perempuan yang sedang membicarakan Devano. "Lihat di sana ada karyawan baru! ganteng yah ...."

Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang lebih pertanda jam istirahat sudah selesai. Devano, Emir, dan Renatta kembali ke ruangan kerja untuk melanjutkan lagi pekerjaannya.

****

Sesampainya di ruangan kerja masing-masing, Emir langsung menjelaskan secara rinci proyek yang sedang mereka garap pada Devano. Tampak Devano betul-betul memperhatikan dan langsung mengerti apa yang harus dia kerjakan.

Waktu terus berjalan dan tak terasa hari sudah sore. Devano bisa melewati hari pertama kerjanya dengan baik serta hubungannya dengan seniornya Emir pun semakin akrab.

Di sela-sela pekerjaan mereka, Devano dan Emir berbagi cerita tentang keluarga, masa depan, dan pengalaman sekolah mereka.

"Bro, sekarang keluargamu tinggal di mana?" tanya Emir.

"Di Surabaya Bang, sebelumnya saya tinggal bersama ibu dan kedua adik saya bernama Diva dan Kevin," ungkap Devano menceritakan sedikit tentang keluarganya.

"Salam buat keluargamu yah!"

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore dan pekerjaan mereka hampir selesai. "Bro, boleh minta bantu gak? Lu selesaikan proposal proyek ini, tinggal dikit kok. Ada beberapa estimasi bayar yang belum terisi," ucap Emir pada Devano.

"Boleh Bang, saya akan selesaikan proposalnya."

"Terima kasih yah, Bro."

Sepertinya panggilan "Bro" akan menjadi panggilan tetap Emir untuk Devano. Devano sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan senior yang baik, seperti Emir.

"Oh yah, Bro. Aku harus segera pulang karena di rumah ada acara keluarga. Kalau lu mau masih mau nginap ke sini gak apa-apa, ruangan ini terbuka 24 jam," ungkap Emir sambil merapikan meja kerjanya.

"Tapi kalau mau nginap di sini, lu harus kenalan dulu sama yang nunggu ruangan ini. Hi ... hi ... hi," ucap Emir dengan nada canda.

"Hahaha, bang Emir ada-ada saja. Tapi, saya sempat berbicara yang nunggu ruangan ini dan katanya mau ikut Bang Emir pulang," balas Devano bercanda.

"Ha ... ha, bisa saja lu. Gue duluan yah Bro!" pamit Emir.

"Oke Bang!"

Kemudian Devano langsung menyelesaikan proposal proyek yang belum di selesaikan oleh Emir. Setelah selesai, Devano langsung membaca laporan beberapa proyek yang sudah selesai, lalu merapikannya.

Hari pertama kerja bagi Devano sangatlah menyenangkan. Selain mendapatkan teman-teman yang baik seperti Emir dan Renatta, dia juga merasa pekerjaannya berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Dia langsung cepat mengerti tugas yang dia kerjakan.

"Ini semua pasti doa ibu, makanya sampai saat ini semuanya berjalan dengan lancar," batin Devano bersyukur.

"Jadi teringat dengan ibu di Surabaya. Em, sekarang ibu lagi apa yah? ah ... telfon ibu saja!" pikir Devano.

Lalu Devano meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dan langsung mencari nomor kontak ibunya. "Berdering ...."

"Sore Bu?" sapa Devano setelah panggilan tersambung.

"Sore Devan, ibu nunggu-nunggu telefon dari tadi loh. Ibu ingin tahu gimana pekerjaanmu hari ini?" tanya ibunya dengan nada penuh antusias.

"Hehehe, iya Bu. Maaf baru telefon karena pekerjaan Devan baru selesai, Devan juga masih di kantor. Pekerjaan Devan hari ini berjalan lancar Bu. Ini semua berkat doa ibu," kata Devano.

"Syukurlah Devan, ibu senang mendengarnya."

"Gimana ibu sehat kan? Obatnya sudah di minum kan?"

"Ibu sehat, Nak. Ibu juga sudah minum obat."

"Syukurlah Bu, gimana kabar Diva sama Kevin?" tanya Devano.

"Diva belum pulang katanya pulang kuliah langsung ngisi les. Kevin ada di kamarnya, lagi ngerjain tugasnya," jawab ibunya.

"Ibu tahu gak ... setelah tadi pagi ketemu HRD, Devan langsung di kenalkan sama atasan Devan dan manajer proyek serta ketua tim. Dan syukur mereka orang-orang yang baik," kata Devano.

"Oh yah Bu, Devan juga udah tanda tangan kontrak satu tahun, kalau kinerja bagus nanti langsung di angkat jadi karyawan tetap. Dan yang bikin Devan kaget lagi Bu, gajinya ternyata di atas gaji yang Devan ajukan waktu wawancara, hehehe."

"Mungkin bulan depan, Devan bisa ngirimin uang sama ibu. Nanti biaya kuliah Diva dan Kevin biar Devan yang tanggung, ibu gak usah mikirin lagi biaya kuliah Diva dan Kevin yah. Ibu jaga kesehatan saja." Devano menjelaskan semuanya dengan penuh semangat, walaupun sedikit merasa sedih karena merindukan sosok ibunya.

"Syukurlah Devan, berarti itu rejeki buat kamu. Ibu sangat senang mendengarnya, tapi Devan jangan berbangga diri dengan gaji yang besar, jangan sombong, jangan foya-foya, jangan lupa bersedekah sama orang yang membutuhkan," pesan ibunya.

"Iya Bu, Devan akan ingat pesan ibu. Kalau Tuhan mengizinkan, Devan janji mau renovasi rumah kita di Surabaya. Ibu gak usah khawatirkan Devan di sini, yang penting ibu harus jaga kesehatan," ungkap Devano.

"Iya Devan, semoga Tuhan memberkati niat kamu. Tapi jangan terlalu memikirkan ibu, pikirkan juga masa depanmu. Sekarang kan kamu udah kerja, apa belum punya niat untuk berumah tangga?" tanya ibunya.

"Deg ...."

Seketika Devan kaget dengan ucapan ibunya karena memang belum terpikirkan di benaknya untuk menikah.

...~ Bersambung ~...

Terpopuler

Comments

Maya●●●

Maya●●●

hahahaa

2023-11-11

1

Maya●●●

Maya●●●

kayaknya renatta tertarik ya sama devano

2023-11-11

1

Aerik_chan

Aerik_chan

sepertinya percikan2 kembang api nih

2023-09-09

0

lihat semua
Episodes
1 Menuju Kantor
2 Ruangan Kerja Baru
3 Senior bagaikan Sahabat
4 Menikah?
5 Keinginan Ibu
6 Wanita yang Mirip
7 Berkhayal
8 Jalan Bareng
9 Presdir
10 Calon Pendamping Hidup?
11 Obrolan Devano dan Naura
12 Ruangan Presdir
13 Curhatan Presdir
14 Tidak Terduga
15 Putri Presdir
16 Obrolan Devano dan Luna
17 Ajakan Renatta
18 Obrolan Devano dan Renatta
19 Jawaban Devano
20 Berita Bahagia
21 Pulang Kampung
22 Kehangatan Keluarga
23 Mimpi
24 Gelisah
25 Ada dengan Ibu?
26 Rumah Sakit
27 Saling Menguatkan
28 Merasa Tenang
29 Membaik
30 Kembali Memburuk
31 Ikhlas
32 Rindu Ibu
33 Jabatan Baru
34 Makan siang bersama Keluarga Presdir
35 Permintaan pertama Stephanus
36 Permintaan kedua Stephanus
37 Pilihan yang Sulit
38 Acara Syukuran
39 Jalan-jalan
40 Kembali Bertemu
41 Kecemasan Diva
42 Pilihan Devano
43 Jawaban Devano
44 Reaksi Keisha
45 Memberi Pemahaman
46 Keisha Kabur?
47 Keberadaan Keisha
48 Kekhawatiran Stephanus
49 Mencari Keisha
50 Membatalkan Perjodohan
51 Melihat Naura
52 Bersedia Menikah
53 Ibunya Keisha Sadar
54 Obrolan Keisha dengan Ibunya
55 Rencana Pernikahan
56 Acara Pernikahan
57 Cincin Pernikahan
58 Akrab
59 Pelukan
60 Siapa yang Telpon?
61 Saling Diam
62 Rasa Benci
63 Tersadar
64 Belajar Melayani Suami
65 Pisah Rumah
66 Pisah Kamar
67 Memberi Pemahaman
68 Kehidupan Terbalik
69 Kedatangan Seseorang
70 Merahasiakan
71 Ada Apa dengan Keisha?
72 Bertukar Pesan
73 Pemandangan yang Baru
74 Tugas Dadakan
75 Bantuan Devano
76 Kemana Keisha?
77 Mau Sampai Kapan?
78 OTW ke Surabaya
79 Dia adalah Istriku
80 Berjanji
81 Jatuh dalam Pelukan
82 Tantangan
83 Lagu untuk Seseorang
84 Perihal Naura
85 Minta di Temanin
86 Merasa Nyaman dalam Pelukan
87 Surat Cinta
88 Berkunjung ke Sebuah Tempat
89 Terharu
90 Suami Idaman
91 Kejutan
92 Pulang terlambat
93 Minta Maaf
94 Salah Sangka
95 Kecemburuan Naura
96 Kecemburuan Keisha
97 Putus
98 Kedekatan Naura dan Luna
99 Rindu
100 Video Call
101 Kisah yang Terulang
102 Perubahan Sikap Devano
103 Acara Gathering
104 Belum Saatnya
105 Lomba Kreasi Seni
106 Tunangan?
107 Cinta Segitiga
108 Di Pijitin?
109 Devano Sakit?
110 Perubahan Sikap Keisha
111 Perasaan Naura
112 Modus
113 Pertemuan yang tak diharapkan
114 Takdir Jodoh
115 Patah Hati
116 Ingin Bertemu
117 Bertemu di kafe
118 ID Card siapa?
119 Cemburu
120 Sahabat terbaik
121 Keisha Berulah
122 Marah
123 Butik
124 Kakaknya Tiara
125 Nasihat
126 Video call
127 Konveksi
128 Berbagi Pengalaman berumah tangga
129 Malu
130 Dia Suami Aku
131 Pulang
132 Nginap di Hotel
133 Siapkah Keisha?
134 Berusaha Bersabar
135 Masalah datang
136 Kedatangan Nuelman
137 Kekecewaan Devano
138 Pulang ke Rumah
139 Maafkan aku
140 Ada Apa dengan Keisha?
141 Rumah Sakit
142 Akur
143 Istri yang Sesungguhnya
144 Malam yang Berharga
145 Kesakitan
146 Ketagihan
147 Rindu
148 Devano ketemu Nuelman?
149 Bertemu dengan Nuelman
150 Rencana apa lagi?
151 Kembali ke Rumah
152 Lega
153 Mandi Bareng
154 Pertanyaan Keisha
155 Siapa yang Datang?
156 Rencana Resepsi Pernikahan
157 Cucu?
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Menuju Kantor
2
Ruangan Kerja Baru
3
Senior bagaikan Sahabat
4
Menikah?
5
Keinginan Ibu
6
Wanita yang Mirip
7
Berkhayal
8
Jalan Bareng
9
Presdir
10
Calon Pendamping Hidup?
11
Obrolan Devano dan Naura
12
Ruangan Presdir
13
Curhatan Presdir
14
Tidak Terduga
15
Putri Presdir
16
Obrolan Devano dan Luna
17
Ajakan Renatta
18
Obrolan Devano dan Renatta
19
Jawaban Devano
20
Berita Bahagia
21
Pulang Kampung
22
Kehangatan Keluarga
23
Mimpi
24
Gelisah
25
Ada dengan Ibu?
26
Rumah Sakit
27
Saling Menguatkan
28
Merasa Tenang
29
Membaik
30
Kembali Memburuk
31
Ikhlas
32
Rindu Ibu
33
Jabatan Baru
34
Makan siang bersama Keluarga Presdir
35
Permintaan pertama Stephanus
36
Permintaan kedua Stephanus
37
Pilihan yang Sulit
38
Acara Syukuran
39
Jalan-jalan
40
Kembali Bertemu
41
Kecemasan Diva
42
Pilihan Devano
43
Jawaban Devano
44
Reaksi Keisha
45
Memberi Pemahaman
46
Keisha Kabur?
47
Keberadaan Keisha
48
Kekhawatiran Stephanus
49
Mencari Keisha
50
Membatalkan Perjodohan
51
Melihat Naura
52
Bersedia Menikah
53
Ibunya Keisha Sadar
54
Obrolan Keisha dengan Ibunya
55
Rencana Pernikahan
56
Acara Pernikahan
57
Cincin Pernikahan
58
Akrab
59
Pelukan
60
Siapa yang Telpon?
61
Saling Diam
62
Rasa Benci
63
Tersadar
64
Belajar Melayani Suami
65
Pisah Rumah
66
Pisah Kamar
67
Memberi Pemahaman
68
Kehidupan Terbalik
69
Kedatangan Seseorang
70
Merahasiakan
71
Ada Apa dengan Keisha?
72
Bertukar Pesan
73
Pemandangan yang Baru
74
Tugas Dadakan
75
Bantuan Devano
76
Kemana Keisha?
77
Mau Sampai Kapan?
78
OTW ke Surabaya
79
Dia adalah Istriku
80
Berjanji
81
Jatuh dalam Pelukan
82
Tantangan
83
Lagu untuk Seseorang
84
Perihal Naura
85
Minta di Temanin
86
Merasa Nyaman dalam Pelukan
87
Surat Cinta
88
Berkunjung ke Sebuah Tempat
89
Terharu
90
Suami Idaman
91
Kejutan
92
Pulang terlambat
93
Minta Maaf
94
Salah Sangka
95
Kecemburuan Naura
96
Kecemburuan Keisha
97
Putus
98
Kedekatan Naura dan Luna
99
Rindu
100
Video Call
101
Kisah yang Terulang
102
Perubahan Sikap Devano
103
Acara Gathering
104
Belum Saatnya
105
Lomba Kreasi Seni
106
Tunangan?
107
Cinta Segitiga
108
Di Pijitin?
109
Devano Sakit?
110
Perubahan Sikap Keisha
111
Perasaan Naura
112
Modus
113
Pertemuan yang tak diharapkan
114
Takdir Jodoh
115
Patah Hati
116
Ingin Bertemu
117
Bertemu di kafe
118
ID Card siapa?
119
Cemburu
120
Sahabat terbaik
121
Keisha Berulah
122
Marah
123
Butik
124
Kakaknya Tiara
125
Nasihat
126
Video call
127
Konveksi
128
Berbagi Pengalaman berumah tangga
129
Malu
130
Dia Suami Aku
131
Pulang
132
Nginap di Hotel
133
Siapkah Keisha?
134
Berusaha Bersabar
135
Masalah datang
136
Kedatangan Nuelman
137
Kekecewaan Devano
138
Pulang ke Rumah
139
Maafkan aku
140
Ada Apa dengan Keisha?
141
Rumah Sakit
142
Akur
143
Istri yang Sesungguhnya
144
Malam yang Berharga
145
Kesakitan
146
Ketagihan
147
Rindu
148
Devano ketemu Nuelman?
149
Bertemu dengan Nuelman
150
Rencana apa lagi?
151
Kembali ke Rumah
152
Lega
153
Mandi Bareng
154
Pertanyaan Keisha
155
Siapa yang Datang?
156
Rencana Resepsi Pernikahan
157
Cucu?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!